A. Identitas
Nama : Richa Yuni Astuti
NPM : 15320018
Prodi : Pendidikan biologi
Kelas : A
Mata kuliah : Telaah biologi
Dosen pengampau : Dr.
Muhfahroyin M.Ta. dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
Pertemuan : ke-2 (kedua)
B. Pengantar
Assalamualaikum
wr,wb
Dengan mengucap syukur alhamdullilah atas kehadirat allah subhanahu wat’ala
yang telah memberikan rahmat karunianya, kepada saya sehingga saya dapat
menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi Smp.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah
melaksanakan dan menyelesaikan tugas ringkasan Materi Telaah Biologi Smp
Pertemuan ke-2 dengan materi Sistem rangka,otot, sendi manusia
Saya menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk
itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang didapat
selama pertemuan ke- matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Penyusun,
Richa Yuni Astuti
C. Subtansi Kajian
a.
Sistem Gerak Tulang dan Otot Persendian
b.
Gangguan pada Sistem Gerak
c.
Gerak pada Tumbuhan
D. Review Pembelajaran
1. Tulang
Alat gerak
pasif pada manusia adalah tulang. Tulang adalah bahan yang
hidup dan
tumbuh. Tulang mempunyai kerangka protein. Kalsium memperkuat
kerangka
tersebut. Lapisan luar tulang mempunyai saraf dan jaringan pembuluh
darah yang
kecil.
a. Fungsi
tulang
1.) Penyusun
rangka;
2.) Memberi
bentuk tubuh;
3.)
Melindungi alat tubuh yang vital;
4.) Menahan
dan menegakkan tubuh;
5.) Tempat
melekatnya otot rangka (skelet);
6.) Sumsum
merah tulang membentuk sel-sel darah;
7.) Sebagai
cadangan mineral terutama Calsium dan Fosfat;
8.) Tempat
menyimpan energi, yaitu simpanan lemak yang ada di sumsum
kuning.
b.
Pembentukan tulang
Osifikasi
atau yang disebut dengan proses pembentukan tulang telah
bermula
sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa.
Osifikasi
dimulai dari sel-sel mesenkim memasuki daerah osifikasi, bila
daerah
tersebut banyak mengandung pembuluh darah akan membentuk
osteoblas,
bila tidak mengandung pembuluh darah akan membentuk
kondroblas.
Pembentukan tulang rawan terjadi segera setelah terbentuk
tulang rawan
(kartilago). Osteoblas ada dalam lakuna berubah menjadi
osteosit dan
mensekresikan kompoonen organik sehingga tulang menjadi
keras.
c. Struktur
tulang
1.)
Periosteum
Pada lapisan
pertama bernama periosteum. Periosteum merupakan
selaput luar
tulang yang tipis Periosteum merupakan tempat
melekatnya
otot-otot rangka (skelet) ke tulang dan berperan dalam
memberikan
nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusak.
2.) Tulang
Kompak (Compact Bone)
Pada lapisan
kedua bernama tulang kompak. Tulang ini teksturnya
halus dan
sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan
lebih banyak
mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium
Carbonat)
sehingga tulang menjadi padat dan kuat.
3.) Tulang
Spongiosa (Spongy Bone)
Pada lapisan
ketiga ada yang disebut dengan tulang spongiosa. Tulang
spongiosa
memiliki banyak rongga. Rongga tersebut diisi oleh
sumsum merah
yang dapat memproduksi sel-sel darah. Tulang
spongiosa
terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula.
4.) Sumsum
Tulang (Bone Marrow)
Lapisan
terakhir yang kita temukan dan yang paling dalam adalah
sumsum
tulang. Sumsum tulang wujudnya seperti jelly yang kental.
Sumsum
tulang ini dilindungi oleh tulang spongiosa seperti yang telah
dijelaskan
dibagian tulang spongiosa. Sumsum tulang berperan
penting
dalam tubuh kita karena berfungsi memproduksi sel-sel darah
yang ada
dalam tubuh.
d.
Macam-macam tulang
1.)
Berdasarkan bentuknya:
a.) Tulang
Pipa atau Tulang Panjang (Long Bone)
Sesuai
dengan namanya tulang pipa memiliki bentuk seperti pipa
atau tabung
dan biasanya berongga. Tulang pipa terbagi menjadi
tiga bagian
yaitu: bagian tengah disebut diafisis, kedua ujung
disebut
epifisis dan diantara epifisis dan diafisis disebut cakra
epifisis.
Beberapa contoh tulang pipa adalah pada tulang tangan
diantaranya
tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius) serta
tulang kaki
diantaranya tulang paha (femur), dan tulang kering
(tibia).
b.)
TulangPipih(FlatBone)
Bentuk
tulang yang kedua yaitu tulang pipih. Tulang pipih
tersusun
atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons,
didalamnya
terdapat sumsum tulang. Kebanyakan tulang pipih
menyusun
dinding rongga, sehingga tulang pipih ini sering
berfungsi
sebagai pelindung atau memperkuat. Contohnya adalah
tulang rusuk
(costa), tulang belikat (scapula), tulang dada
(sternum),
dan tulang tengkorak.
c.)
TulangPendek(ShortBone)
Dinamakan
tulang pendek karena ukurannya yang pendek dan
berbentuk
kubus umumnya dapat kita temukan pada pangkal kaki,
pangkal
lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.
d.) Tulang
Tak Berbentuk (Irreguler Bone)
Tulang tak
berbentuk memiliki bentuk yang tak termasuk ke dalam
tulang pipa,
tulang pipih, dan tulang pendek. Tulang ini terdapat di
bagian wajah
dan tulang belakang. Gambar tulang wajah (bagian
mandibula)
di samping termasuk tulang irreguler.
2.)
Berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat-sifat fisik tulang:
a.) Tulang
rawan
Pada saat
masih embrio, rangka manusia dan hewan vertebrata
sebagian
besar berupa tulang rawan (kartilago). Dalam
perkembangannya,
tulang rawan tersebut akan berubah menjadi
tulang
(tulang keras). Tulang rawan mengandung banyak zat
perekat
berupa protein dan mengandung sedikit zat kapur sehingga
bersifat
lentur. Ada 3 jenis tulang rawan, yaitu:
(1.) Tulang
rawan hialin; merupakan tulang rawa yang tersusun
dari bahan
yang seragam. Tulang rawan hialin terdapat pada
dinding
trakea, ujung tulang tungkai dan lengan anggota badan,
sendi
tulang, dan antara tulang rusuk dan tulang dada.
(2.) Tulang
rawan elastis; bersifat lentur dan terdapat di hidung
dan daun
telinga.
(3.) Tulang
rawan serabut; bersifat kuat, tetapi kurang lentur
dibandingkan
bentuk tulang rawan lainnya, terdapat pada antar
ruas tulang
belakang.
b.) Tulang
keras
Tulang keras
atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi
menyusun
berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas:
(1.)
osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang
(2.)
osteosit: sel-sel tulang dewasa
(3.)
osteoklas: sel-sel penghancur tulang
2. Susunan
Rangka Tubuh Manusia
Tulang
tulang yang menyusun rangka tubuh tersebut terdiri atas tiga kelompok
besar, yaitu
tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak.
a. Tulang
tengkorak
Tulang-tulang
tengkorak berbentuk pipih, saling berhubungan, dan
membentuk
rongga. Tulang-tulang ini mengelilingi dan melindungi otak yang
ada di
dalamnya. Tulang tengkorak terdiri atas tulang tengkorak bagian kepala
(tempurung
kepala) dan tulang tengkorak bagian muka (wajah).
1) Tulang
tengkorak bagian kepala (tempurung kepala) terdiri atas:
a) tulang
kepala belakang (1 buah)
b) tulang
ubun-ubun (2 buah)
c) tulang
dahi (1 buah)
d) tulang
baji (2 buah)
e) tulang
pelipis (2 buah)
f) tulang
tapis (2 buah).
2) Tulang
tengkorak bagian muka terdiri atas:
a) tulang
rahang atas (2 buah)
b) tulang
rahang bawah (2 buah)
c) tulang
langit-langit (2 buah)
d) tulang
hidung (2 buah)
e) tulang
pipi (2 buah)
f) tulang
mata (2 buah)
g) tulang
pangkal lidah (1 buah).
Hubungan
antartulang tempurung kepala merupakan hibungan tulang yang
tak dapat
digerakkan. Pada bayi yang baru lahir, kedua tulang ubun-ubun di
kiri dan
kanan belum menyatu sempurna. Dalam pertumbuhannya, tulang
tengkorak bayi
akan menyatu sempurna.
b. Tulang
badan
Tulang badan
terdiri atas:
1) kelompok
tulang belakang
Tulang
belakang berbentuk tulang pendek dan tulang berjumlah 33 ruas.
Pada
manusia, tulang belakang terbagi atas lima bagian, yaitu:
2) (b) tujuh
ruas tulang leher
3) (c) dua
belas ruas tulang punggung
4) (d) lima
ruas tulang pinggang
5) (e) lima
ruas tulang kelangkang
6) (f) empat
ruas tulang ekor.
Ruas-ruas
tulang belakang membentuk sumbu tubuh yang tidak lurus. Jika
dilihat dari
samping, tulang belakang berbentuk melengkung. Lengkungan ini
berfungsi
untuk menunjang keseimbangan badan. Ruas tulang belakang saling
berhubungan
melalui saluran di tengah setiap ruas. Saluran tersebut
melindungi
sumsum tulang belakang yang terdapat di dalam sepanjang tulang
belakang.
c. kelompok
tulang dada
Tulang dada
merupakan tempat melekatnya tulang rusuk bagian depan. Bentuk
tulang dada
pipih, panjang kurang lebih 15 cm, dan terletak di bagian tengah
dada. Tulang
dada mempunyai bagian yang terdiri atas:
1) bagian
hulu;
Bagian hulu
merupakan tempat melekatnya tulang selangka, sedangkan
bagian badan
merupakan tempat melekatnya tujuh pasang tulang rusuk.
2) bagian
badan;
3) bagian
taju pedang.
d. kelompok
tulang rusuk
Jumlah
tulang rusuk dua belas pasang. Perhatikan gambar 2.1. tulang rusuk
terdiri atas
tiga jenis tulang, yaitu:
1) Tulang
rusuk sejati; berjumlah tujuh pasang dan melekat pada tulang
punggung dan
tulang dada.
2) Tulang
rusuk palsu; berjumlah tiga pasang dengan bagian melekat pada
tulang
punggung, sedangkan bagian depan melekat pada tulang rusuk di
atasnya.
3) Tulang
rusuk melayang; berjumlah dua pasang dengan bagian belakang
melekat pada
tulang punggung, sedangkan bagian depan melayang.
Antara
tulang dada, tulang punggung, dan tulang rusuk terbentuk rongga
dada yang
merupakan ruang bagi jantungdan paru-paru. Dengan demikian,
tulang dada,
tulang rusuk, dan tulang punggung berfungsi melindungi
jantung dan
paru-paru.
e. kelompok
tulang bahu
Gelang bahu
terletak di kanan dan kiri tubuh, maing-masing tersusun atas
tulang
selangka dan tulang belikat. Tiap tulang selangka terletak di sebelah
depan dan
masing-masing menghubungkan gelang kanan dan kiri dengan
tulang dada.
Tulang belikat terletak di sebelah belakang dan berhubungan
dengan
tulang rusuk. Tulang belikat berbentuk segitiga pipih serta mempunyai
tonjolan
yang disebut paruh gagak.
f. kelompok
gelang panggul
Gelang
panggul tersusun atas:
1) Tulang
ilium atau tulang usus (2 buah)
2) Tulang
kemaluan (1 buah)
3) Tulang
duduk (2 buah)
Ketiga
tulang terebut bergabung menjadi satu.
g. Tulang
anggota gerak
Tulang
anggota gerak terdiri dari anggota gerak atas, yaitu tangan, dan gerak
bawah yaitu
kaki. Anggota gerak atas berhubungan dengan gelang bahu.
1) Tulang
anggota gerak atas tersusun atas:
a) Tulang
lengan atas; berjumlah 2 buah
b) Tulang
lengan bawah; terdiri atas 2 buah tulang hasta dan 2 buah tulang
pengumpil
c) Tulang
pergelangan tangan; berjumlah 2 x 8 buah.
d) Tulang
telapak tangan; berjumlah 2 x 5 buah
e) Tulang
ruas-ruas jari tangan; berjumlah 2 x 14 buah.
Tulang
lengan atas merupakan tulang anggota gerak atas yang paling
panjang dan
paling besar. Bagian atas berhubungan dengan tulang belikat,
dan bagian
bawah berhubungan dengan tulang hasta dan pengumpil. Tulang
hasta
terletak pada sisi kelingking, sedangkan tulang pengumpil terletak
pada sisi
ibu jari.
2) Tulang
anggota gerak bawah
Tulang
anggota gerak bawah (kaki) berhubungan dengan tulang gelang
panggul.
Anggota gerak bawah tersusun atas:
a) Tulang
paha berjumlah 2 buah
b) Tulang
tempurung lutut berjumlah 2 buah
c) Tulang
kering berjumlah 2 buah dan tulang betis berjumlah 2 buah
d) Tulang
pergelangan kaki berjumlah 2 x 7 buah
e) Tulang
telapak kaki berjumlah 2 x 5 buah
f) Tulang
ruas-ruas jari kaki berjumlah 2 x 14 buah
Tulang paha
merupakan tulang yang paling panjang dan paling berat
diantara
tulang tubuh lainnya.
3. Otot
a. Otot
adalah ikatan jaringan berserat yang menggerakkan tubuh, penjaga
postur,
serta memfungsikan organ-organ dalam, seperti jantung, ginjal, dan
kandung-kemih.
Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan
berkontraksi
. otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika
berelaksasi.
Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan ,
sedangkan
relaksasi otot terjadi jikaototsedangberistirahat.
Dengan
demikian otot memiliki 3 karakter, yaitu:
a.
Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih
pendek dari
ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan
kegiatan.
b.
Ektensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang
dari ukuran
semula.
c.
Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.
Otot
tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament
miosin.
Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini
menyusun
miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut
otot
menyusun satu otot.
b. Jenis –
Jenis Otot
Berdasarkan
bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot
dibedakan
menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
1.) Otot
lurik (Otot Rangka)
Otot lurik
disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja
di bawah
kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalurjalur
melintang
gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun
berselang-selang.
Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak
inti. Otot
rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode
istirahat
berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang
dibungkus
oleh fasia super fasialis. Gabungan otot berbentuk kumparan
dan terdiri
dari bagian:
a.)
ventrikel (empal), merupakan bagian tengah yang menggembung;
b.) urat
otot (tendon), merupakan kedua ujung yang mengecil.
Urat otot
(tendon) tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta
liat.
Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan
sebagai
berikut ini:
(1.) origo
merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak
berubah
kedudukannya ketika otot berkontraksi;
(2.)
insersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang
bergerak
ketika otot berkontraksi.
Otot yang
dilatih terus menerus akan membesar atau mengalami
hipertrofi,
Sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada
aktivitas)
akan menjadi kisut atau mengalami atrofi.
2.) Otot
Polos
Otot polos
disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam (otot
viseral).
Otot polos tersusun dari sel – sel yang berbentuk kumparan
halus.
Masing – masing sel memiliki satu inti yang letaknya di tengah.
Kontraksi
otot polos tidak menurut kehendak, tetapi dipersarafi oleh saraf
otonom. Otot
polos terdapat pada alat alat dalam tubuh, misalnya pada:
a.) dinding
saluran pencernaan;
b.)
saluran-saluran pernapasan;
c.) pembuluh
darah;
d.) saluran
kencing dan kelamin.
3.) Otot
Jantung
Otot jantung
mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya
saja serabut
– serabutnya bercabang - cabang dan saling beranyaman serta
dipersarafi
oleh saraf otonom. Letak inti sel di tengah. Dengan demikian,
otot jantung
disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut kehendak.
c. Fungsi
Otot
Otot dapat
berkontraksi karena adanya rangsangan. Umumnya otot
berkontraksi
bukan karena satu rangsangan, melainkan karena suatu rangkaian
rangsangan
berurutan. Rangsangan kedua memperkuat rangsangan pertama
dan
rangsangan ketiga memeperkuat rangsangan kedua. Dengan demikian
terjadilah
ketegangan atau tonus yang maksimum. Tonus yang maksimum
terus–menerus
disebut tetanus.
d. Sifat
Kerja Otot
Sifat kerja
otot dibedakan atas antagonis dan sinergis seperti berikut ini:
1.)
Antagonis
Antagonis
adalah kerja otot yang kontraksinya menimbulkan efek gerak
berlawanan,
contohnya adalah sebagai berikut.
a.)
Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misalnya
otot trisep
dan otot bisep.
b.) Abduktor
(menjauhi badan) dan adductor (mendekati badan)
misalnya
gerak tangan sejajar bahu dan sikap sempurna.
c.) Depresor
(ke bawah) dan adduktor ( ke atas), misalnya gerak kepala
merunduk dan
menengadah.
d.)
Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup), misalnya
gerak
telapak tangan menengadah dan gerak telapak tangan
menelungkup.
2.) Sinergis
Sinergis
adalah otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah.
Contohnya
pronator teres dan pronator kuadratus.
e. Mekanisme
Gerak Otot
Dari hasil
penelitian dan pengamatan dengan mikroskop elektron dan
difraksi
sinar X, Hansen dan Huxly (l955) mengemukkan teori kontraksi otot
yang disebut
model sliding filaments.
Model ini
menyatakan bahwa kontraksi didasarkan adanya dua set filamen
di dalam sel
otot kontraktil yang berupa filament aktin dan filamen miosin..
Rangsangan
yang diterima oleh asetilkolin menyebabkan aktomiosin
mengerut
(kontraksi). Kontraksi ini memerlukan energi.
Pada waktu
kontraksi, filamen aktin meluncur di antara miosin ke dalam
zona H (zona
H adalah bagian terang di antara 2 pita gelap). Dengan demikian
serabut otot
menjadi memendek yang tetap panjangnya ialah ban A (pita
gelap),
sedangkan ban I (pita terang) dan zona H bertambah pendek waktu
kontraksi.
Ujung miosin
dapat mengikat ATP dan menghidrolisisnya menjadi ADP.
Beberapa
energi dilepaskan dengan cara memotong pemindahan ATP ke
miosin yang
berubah bentuk ke konfigurasi energi tinggi. Miosin yang
berenergi
tinggi ini kemudian mengikatkan diri dengan kedudukan khusus
pada aktin
membentuk jembatan silang. Kemudian simpanan energi miosin
dilepaskan,
dan ujung miosin lalu beristirahat dengan energi rendah, pada saat
inilah
terjadi relaksasi. Relaksasi ini mengubah sudut perlekatan ujung myosin
menjadi
miosin ekor. Ikatan antara miosin energi rendah dan aktin terpecah
ketika
molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Kemudian siklus
tadi
berulang Iagi.
4. Sendi
Seperti yang
telah kamu pelajari sebelumnya, rangka tubuh manusia
tersusun
dari tulang-tulang yang saling berhubungan. Hubungan antartulang
disebut
sendi. Dengan adanya sendi, kaki dan tanganmu dapat dilipat, diputar dan
sebagainya.
Tanpa sendi kamu akan sulit akan bergerak bahkan tidak dapat
bergerak
sama sekali. Memang ada persendian yang sangat kaku sehingga tidak
memungkinkan
adanya gerakan. Namun, banyak persendian yang memungkinkan
terjadinya
gerakan. Berdasarkan sifat gerak inilah, sendi dibedakan menjadi sendi
mati
(sinartrosis), sendi kaku (amfiartrosis), dan sendi gerak (diartrosis).
a.
Sendi Mati (Sinartrosis)
Sendi mati
merupakan hubungan antartulang yang tidak dapat digerakkan.
Penghubung
antartulangnya adalah serabut jaringan ikat.contoh sendi mati
terdapat
pada hubungan antartulang tengkorak disebut sutura dan hubungan
antartulang
pembentuk gelang panggul.
b. Sendi
Kaku (Amfiartrosis)
Sendi kaku
merupakan hubungan antartulang yang dapat digerakkan secara
terbatas.
Penghubung antartulangnya adalah jaringan tulang rawan . Contoh
sendi kaku
terdapat pada hubungan antarruas tulang belakang dan hubungan
antara
tulang rusuk dengan tulang dada.
c. Sendi
Gerak (Diartrosis)
Sendi gerak
merupakan hubungan antartulang yang dapat digerakkan dengan
leluasa.
Pada kedua ujung tulang yang saling berhubungan terbentuk rongga
sendi yang
berisi minyak sendi (cairan sinovial).
Sendi gerak
dibagi menjadi lima macam, yaitu sendi peluru, sendi engsel,
sendi putar,
sendi geser, sendi pelana.
1) Sendi
peluru
Sendi peluru
merupakan hubungan dua tulang yang memungkinkan
terjadinya
gerakan ke segala arah. Pada jenis persendian ini sering terjadi
lepas sendi.
Contoh sendi peluru adalah hubungan antar tulang lengan
atasdengan
gelang bahu dan hubungan antara tulang paha dengan gelang
panggul.
Pada kedua ujung tulang yang berhubungan ini, ujung yang satu
berbonggol,
sedangkan ujung yang satunya berlekuk seperti mangkuk.
2) Sendi
engsel
Sendi engsel
merupakan hubungan dua buah tulang yang salah satu
tulangnya
hanya dapat digerakkan ke satu arrah. Sendi ini mirip dengan
engsel pintu
rumah yang dapat membuka ke satu arah saja sendi engsel
terdapat
pada lutut dan siku serta antarruas jari.
3) Sendi
putar
Sendi putar
merupakan hubungan dua buah tulang yang memungkinkan
tulang yang
satu bergerak memutarpada tulang lainnya. Sendi putar
terdapat
pada hubungan antara tulang atlas (merupakan ruas pertama dari
tulang
leher) dengan tulang pemutar yang menyebabkan kepala dapat
berputar.
Sendi putar juga terdapat di antara tulang hasta dan tulang
pengumpil.
4) Sendi
geser
Sendi geser
merupakan hubungan dua buah tulang yang memungkinkan
pergeseran
antar tulang, misalnya sendi yang terdapat pada tulang
belakang.
5) Sendi
pelana
Sendi pelana
merupakan hubungan dua buah tulang yang permukaannya
berbentuk
pelana kuda. Sendi ini terdapat diantara tulang telapak tangan
dengan ruas
ibu jari.
5. Gangguan
Sistem Gerak pada Manusia
a. Gangguan
pada tulang
Kelainan dan
gangguan pada tulang dapat mengganggu proses gerakan yang
normal.
Kelainan dan gangguan pada tulang dapat terjadi karena:
1)
Kekurangan vitamin D
Vitamin D
atau kalsiferol adalah vitamin yang diperlukan untuk
kalsifikasi
(penulangan) pada tulang. Pada mamalia, vitamin D dapat
disintesis
oleh tubuh dari provitamin D dengan bantuan ultraviolet.
Kekurangan
vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan rakhitis,
biasanya
dapat terlihat pada pertumbuhannya yang terganggu dari kaki
berbentuk O
atau X. sedangkan pada orang dewasa, kekurangan kapur
akanmenyebabkanpenyakitosteomalasia.
2) Penyakit
Penyakit
pada tulang manusia sangat beragam salah satu diantaranya:
a) Rheumatik
Rheumatik
adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan rasa sakit
dari alat
gerak salah satunya adalah tulang. Dan arthritis merupakan
salah satu
jenis dari rheumatik yang berkenaan dengan sendi.
b)
Osteoporosis
Osteopororsis
adalah suatu penyakit dimana terjadi penurunan massa
tulang
(pengurangan jaringan tulang) terutama terjadi pada tulang
spongiosa.
Pada penyakit ini proses penghancuran tulang melebihi
proses
pembentukan tulang. Penyakit ini terjadi terutama pada wanita
kulit putih
usia lanjut setelah menopause.
Berikut ini
adalah gambar struktur tulang yang normal dan yang
terkena
osteoporosis.
c)
Osteomyelitis
Osteomyelitis
merupakan penyakit infeksi yang menyerang jaringan
tulang
(termasuk periosteum, sumsum tulang belakang dan tulang
rawan).
Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme (terutama
Staphylococcus) yang
mencapai tulang melalui patah tulang terbuka,
melalui
darah atau melalui gigi caries ke dalam sinus. Bakteri dan
jamur juga
sering menimbulkan osteomyelitis.
Jadi, jika
anda terluka segeralah tutup luka tersebut dengan penutup
luka yang
steril dan segera obati ke dokter.
3)
Kecelakaan
Kecelakaan
yang dapat menyebabkan gangguan pada tulang dapat
berupa:
a) Memar
Gangguan ini
hanya berupa sobeknya selaput sendi (ligamen).
Namun bila
sobeknya selaput sendi diikuti oleh lepasnya ujung
tulang dari
sendi disebut dislokasi (lepas sendi).
b) Fraktura
Fraktura
atau patah tulang dibedakan menjadi patah tulang
tertutup,
patah tulang terbuka dan fisura.
(1) Patah
tulang tertutup, bila tulang yang patah tidak merobek
kulit.
(2) Patah
tulang terbuka, bila tulang yang patah merobek kulit.
(3) Fisura,
bila tulang hanya retak.
4) Kebiasaan
sikap tubuh yang salah
Kebiasaan
posisi tubuh yang salah yang dilakukan dalam waktu yang
lama dapat
menyebabkan kelainan tulang, yaitu:
a) Lordosis
Kelainan
pada tulang leher dan panggul terlalu membengkok ke
depan
sehingga lengkung lumbar pada tulang belakang
b) Kifosis
(vertebrae) melekuk ke dalam.
Kelainan
pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke
dalam. Bisa
disebabkan karena proses penuaan, infeksi TBC tulang
belakang
(vertebrae) ataupun posisi duduk yang salah yang
dilakukan
selama bertahun-tahun.
c) Skoliosis
Kelainan
pada tulang, jika ruas-ruas tulang belakang membengkok
kearah
samping membentuk huruf S.
b. Kelainan
pada otot
Kelainan
pada otot dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1) Atrofi
Atrofi
merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan
kemampuan
berkontraksi.
2) Kelelahan
Otot
Kelelahan
otot terjadi karena terus menerus melakukan aktivitas, dan bila ini
berlanjut
dapat terjadi kram.
3) Tetanus
Tetanus
adalah otot vang terus menerus berkontraksi (tonus atau kejang)
akibat
serangan bakteri Clostridium tetani.
4) Miestenia
Gravis
Miestenia
Gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga
menyebabkan
kelumpuhan bahkan kematian. Penyebabnya belum diketahui
dengan
pasti.
5) Kaku
Leher (Stiff)
Stiff adalah
peradangan otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku. Stiff
terjadi
akibat kesalahan gerak
c. Gangguan
pada sendi
1)
Dislokasi: tergesernya sendi dari tempat semula karena ligamen sobek diikuti
dengan urai
sendi.
2)
Ankilosis: persendian yang tidak dapat digerakkan karena menyatu.
3) Terkilir:
tertariknya ligamen disertai pembengkakan.
4) Artitris
(peradangan sendi)
Macam-macamnya:
a) Artitris
gould: peradangan sendi karena timbunan asam urat.
b) Artitris
eksudaktif: peradangan sendi karena rongga sendi terisi dengan
getah
radang.
c) Artritis
sika: berkurangnya cairan sinovial
5)
Osteoartristis: penyakit kemunduran sendi yaitu terjadi penipisan selaput
pelindung tulang rawan sehingga terjadi pembentukan tulang pada sendi.
Kesimpulan
Tulang adalah bahan yang hidup dan
tumbuh. Tulang mempunyai kerangka protein.
Otot
adalah ikatan jaringan berserat yang menggerakkan tubuh, penjaga
postur,
serta memfungsikan organ-organ dalam, seperti jantung, ginjal, dan
kandung-kemih.
Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan
berkontraks.
Hubungan antartulang disebut
sendi. Dengan adanya sendi, kaki dan tanganmu dapat dilipat, diputar dan
sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar