A. Nama :HENDRA GUNAWAN
NPM :15320011
Prodi :PENDIDIKAN
BIOLOGI (A)
Kelompok :5
(LIMA)
Pertemuan ke :2
(dua)
B. Assalamualaikum wr.wb.
Dengan
menucapkan puji syukur terhadap ALLAH SWT, atas
kehadiratnya yang telah memberi rahmat kepada saya, sehingga saya dapat dapat
menyelesaikan jurnal hasil ringkasan materi Telaah Biologi smp.
Penyusun ringkasan materi ini
sebagai bukti bahwa Saya telah melaksakan dan menyelesaikan tugas materi Telaah
Biologi Smp pada pertemuan yang ke 2 dengan judul sistem alat gerak pada
manusia.
Harapan saya semoga penyusunan
jurnal yang memuat pengetahuan yang saya dapatkan pertemuan yang ke 2 mata
kuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum wr.wb.
Penyusun,
Hendra
Gunawan
C. Substansi
kajian
A.
Sistem alat gerak pada manusia( rangka, tulang
otot, persendian )
B.
Kelainan pada tulang
C.
Kelainan pada otot
D. Review
Pembelajaran
A. Sistem Gerak pada Manusia
1. Tulang/rangka
Tulang memiliki fungsi utama sebagai alat gerak pasif. artinya
tulang hanya bisa bekerja/bergerak apabila ada bantuan dari otot. Tulang
atau rangka pada manusia tergolong ke dalam alat gerak pasif dikarenakan tulang
hanya akan bisa bergerak apabila ada aktifitas yang terjadi pada otot. tulang
sendiri terbentuk oleh kandungan kalsium yang berbentuk garam yang merekat erat
dengan bantuan kalogen. di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang dapat
berubah atau mengalami kelainan apabila ada gangguan yang dibawa sejak lahir
seperti adanya infeksi penyakit, faktor nutrisi dan gizi, ataupun posisi tubuh
yang salah. tulang yang satu dengan yang lain biasanya terhubung oleh
sendi-sendi.
Fungsi Rangka pada Manusia
Kerangka pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi utama,
yaitu:
- Penegak tubuh
- Pembentuk tubuh
- Tempat Melekatnya otot
- Tempat terjadinya
proses pembentukan sel darah merah
- Alat gerak pasif
Kerangka pada manusia dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu:
Bagian tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.
a. Bagian Tengkorak
Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas
tulang-tulang pipih yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel
darah merah dan putih. Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari:
Masing-masing tulang
tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang tengkorak, dan tulang
dahi (1 buah)
b. Bagian Badan
Bagian rangka badan pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok
yaitu Ruas-ruas tulang belakang, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang
bahu, dan Gelang panggul seperti dapat dilihat di dalam gambar berikut ini:
c. Bagian Anggota gerak
Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 bagian yaitu anggota
gerak atas dan bawah:
1. Anggota gerak atas
Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri,
terdiri dari:
2. Anggota Gerak Bawah
Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan rangka penyusun
kaki kanan dan kiri yang terdiri dari:
2. Jenis-jenis Tulang
Brdasarkan kepada jenisnya, tulang yang terdapat di dalam tubuh
manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan tulang yang disusun oleh sel-sel tulang
rawan. Tulang ini bersifat lentur karena terdapat ruang pada aantar sel tulang
rawan. Tulang ini mengandung zat kapur dan zat perekat. Diantara contoh tulang
rawan adalah ujung tulang rusuk, hidung, telinga, trakea, laring, bronkus, dan
di antara ruas-ruas tulang belakang.
b. Tulang Keras
Seperti namanya, tulang keras memiliki tekstur yang lebih padat
dan bersifat keras daripada tulang rawan. Jenis tulang ini disusun oleh
osteoblas (sel pembentuk tulang). Terdapat banyak zat kapur diantara sel tulang
keras dengan sedikit zat perekat. itulah yang membuat jenis tulang ini menjadi
keras. Di dalam tulang keras kita dapat menjumpai saluran havers. di dalam
saluran havers ini terdapat pembuluh-pembuluh darah. Diantara contoh tulang
keras adalah: tulang kering, tulang lengan, dan tulang selangka.
c. Bentuk Tulang
Tulang dibedakan menjadi 3 macam jika didasarkan kepada
bentuknya, yaitu:
1. Tulang Pipa
Bentuk tulang ini panjang dan bulat dengan rongga di tengahnya
seperti pipa. contoh tulang pipa adalah tulang jari tangan, tulang paha, dan
tulang lengan atas.
2.
Tulang Pipih
Bentuk tulang ini gepeng atau pipih. contohnya adalah tulang
dada, tulang belikat,dan tulang rusuk.
3. Tulang Pendek
Tulang yang berbentuk bulat dan pendek. contohnya adalah:
ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan
tangan. Tulang pipih memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya proses
pembentukan sel darah merah dan putih.
B. Kelainan pada Tulang
Berikut ini adalah eberapa contoh kelainan pada tulang :
1. Skoliosis
Merupakan kelainan pada tulang punggung yang mengakibatkan
posisinya menjadi membengkok ke samping kanan atau kiri. hal ini bisa terjadi
karena terlau sering mengangkat beban pada salah satu bahu atau lengan. atau
juga bisa disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang miring sehingga
beban tubuh bertumpu pada salah satu lengan.
2. Kifosis
Merupakan kelainan tulang punggung terlalu membengkok kearah
belakang, kelainan ini biasanya dikarenakan oleh kebiasaan duduk dengan posisi
yang terlalu membungkuk atau sering memanggul beban yang berat dengan
menggunakan punggung.
3. Lordosis
Kebalikan dari kifosis yaitu kelainan tulang punggung yang
terlalu membengkok ke depan, posisi duduk dengan membusungkan dada bisa menjadi
penyebab dari kelainan ini.
4. Polio
kelainan ini disebabkan oleh adanya infaksi virus polio,
penderitanya akan mengalami kondisi tulang yang kian lama kian mengecil
sehingga berujung pada kelumpuhan.
5. Rakhitis
Kelainan yang terjadi akibat kekurangan asupan vitamin D,
sehingga tulang kakinya berbentuk menyerupai huruf X atau O.
3. Persendian
Seperti kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun
rangka pada tubuh manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling
berhubungan. setidaknya ada 200 tulang yang posisinya saling berhubungan di
dalam tubuh manusia. Hubungan yang terdapat diantara 2 tulang itulah yang
disebut sebagai sendi ataupun artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia,
persendian memiliki fungsi serta peranan yang amat penting di dalam proses
terjadinya aktivitas ataupun gerakan.
1. Macam-macam Sendi
Berdasarkan kepada sifat pergerakannya, sendi dibedakan kedalam
3 macam, yaitu:
a. Sendi Mati (Sinartrosis)
Sendi yang tidak mempunyai celah sendi sehingga tidak mungkin
terjadi pergerakan pada sendi tersebut. Contoh dari sendi mati adalah
sendi-sendi yang menghubungkan antar tulang pada bagian tengkorak.
b. Sendi Kaku (Amfiartrosis)
Sendi yang dapat digerakkan namun terbatas. contohnya adlah
sendi pada ruas tulang belakang, sendi pada pergelangan tangan, serta sendi
pada tulang dada.
c. Sendi Gerak (Diartrosis)
Sendi yang dapat digerakkan secara bebas. Sendi gerak dibedakan
menjadi:
d. Sendi engsel
Seperti engsel pada pintu, sendi ini memungkinkan pergerakan
tulang pada satu arah. contoh sendi engsel adalah sendi pada lutut dan siku.
e. Sendi Pelana
Pada sendi peana, salah satu tulang dapat digerakkan menuju dua
arah. contohnya adalah sendi yang menghubungkan ruas jari dengan telapak
tangan.
f. Sendi Geser
Sendi ini memungkinkan terjadinya gerakan pergeseran pada
tulang. contohnya adalah sendi-sendi pada ruas tulang belakang.
g. Sendi Putar
Pada jenis sendi ini, salah satu tulang dapat bergerak karena
memiliki poros pada tulang yang lain. contohnya adalah sendi yang menghubungkan
tulang hasta dan tulang pengumpil.
h. Sendi Peluru
Pada sendi ini salah satu tulang berbentuk bonggol sehingga
tulang itu dapat bergerak ke segala arah. contohnya adalah sendi yang
menghubungkan tulang lengan dengan tulang gelang bahu serta tulang paha dan
tulang gelang panggul.
4. Otot
Otot merupakan jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia
yang fungsinya adalah sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar bisa
bergerak. Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak akan bisa bergerak karena
ototlah yang bisa membuat tulang bergerak.
a. Jenis-jenis Otot
berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yaitu:
1. Otot Polos
merupakan jaringan yang terbentuk oleh sel-sel otot yang
bentuknya seperti gelondong dimanadibagian ujungnya cenderung meruncing.
2. Otot Jantung
Otot yang terletak pada dinding jantung.
3. Otot Lurik
biasa disebut juga sebagai otot rangka karena otot ini biasanya
melekat pada rangka. disebut lurik karena bila dilihat dengan menggunakan
mikroskop akan tampak terlihat garis gelap terang pada serabut otot ini.
5. Gerak dan Kerja Otot
Otot bergerak secara kontraksi dan relaksasi. Ketika otot
berkontraksi maka ukurannya akan memendek menjadi keras dan akan membentuk
gelembung pada bagian tengah. dengan adanya kontraksi pada otot maka tulang
akan tertarik. untuk mengembalikan tulang tersebut pada posisi awal maka
dibutuhkan relaksasi. artinya harus ada otot lain yang berkontraksi agar bisa
menarik tulang itu kembali ke posisi awal. jadi untuk bisa menggerakan tulang
setidaknya dibutuhkan kerjasama dari dua macam otot dengan cara kerja yang
berbeda.
Dengan berdasarkan kepada cara kerjanya, maka otot dapat
dibedakan menjadi dua jenis yaitu otot sinergis dan otot antagonis.
a. Gerak Sinergis
Merupakan gerak selaras dari dua otot atau lebih. Pada gerak
sinergis, otot-otot tersebut akan berkontraksi dan berelaksasi secara
bersamaan. contohnya adalah gerakan pada otot punggung dan leher.
b. Gerak Antagonis
Gerak berlawanan antara dua atau lebih otot untuk menggerakan
pada suatu bagian tubuh. contohnya adalah ketika lengan bawah terangkat maka
otot bisep akan berelaksasi sementara otot trisep melakukan relaksasi.
C. Kelainan pada Otot
Berikut adalah beberapa cntoh kelainan yang dapat terjadi pada
otot manusia:
1. Tetanus
Kelainan pada otot yang disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga
kondisi otot terus menegang.
2. Atrofi
Kondisi otot yang mengecil biasanya beriringan dengan adanya
infeksi virus polio, karena tidak digerakkan maka otot akan menyusut dan
mengecil.
3. Kram
Kejang otot dikarenakan aktifitas otot berlebih. biasanya terjadi
pada atlit olahraga.
4. Terkilir
Kelainan otot karena terjadinya kesalahan pada gerak otot
sinergis yang bekerja justru berlawanan arah.
E. Kesimpulan
Sistem alat gerak pada manusia
kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak tentunya dikarenakan adanya
organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. Kerjasama
organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. Sistem gerak meliputi, (
rangka/tulang, otot, serta persendian ). Dan pada sistem gerak tersebut
memiliki beberapa kelainan pada tulang dan otot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar