A. IDENTITAS
Nama : Desi Hartina
Npm : 15320040
Kelas : Biologi A
Prodi : Pendidikan Biologi
Mata kuliah : Telaah Biologi SMP
Semester : 3
Dosen
pengampu : Bapak Agil Lepiyanto,M.Pd
B. KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa
ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat
terselesaikan . Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami . Kami
membuat jurnal ini bertujuan untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak hanya menyelesaikan tugas , tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita yang berkaitan dengan
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia . Kiranya jurnal ini bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca . Meski begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu
untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang
membangun dari pembaca akan kami terima dengan senang hati.
Metro, 16
Oktober 2016
Desi Hartina
C. SUBTANSI KAJIAN
1.
Pertumbuhan dan Perkembangan
2. Tahapan
Perkembangan manusia
D. REVIEW PEMBELAJARAN
1.
Pengertian pertumbuhan dan perkembangan
a)
Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
b) Perkembangan
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambant laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan tambah jelas dalam rangka keseluruhan.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambant laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan tambah jelas dalam rangka keseluruhan.
2. Tahapan dan ciri-ciri pertumbuhan dan
perkembangan manusia
a. Tahap pertumbuhan sebelum kelahiran
Masa sebelum kelahiran manusia atau
masa embrio manusia dimulai dengan adanya fertilisasi (pembuahan) ovum yang
dilakukan oleh sel sperma. Dari proses pembuahan ini kemudian dihasilkan yang
namanya zigot. Perkembangan zigot menjadi embrio vertebrata mempunyai urutan
tahapan sebagai berikut : (1) zigot, (2) fase morulla, (3) fase blastula, (4)
fase gastrula, (5) embrio/janin (callon individu baru).
a. Zigot
Zigot merupakan tahap embrionik yang
dimulai setelah terjadi peleburan antara dua zat, sperma dan ovum.
b. Morulla
Zigot kemudian membelah secara
mitosis dan terus menerus. Pada fase ini pembelahan mitosis yang terjadi hanya
akan menambah jumlah sel tanpa diikuti oleh pertambahan massa sel.
c. Blastulla
Dari fase morulla, pembelahan sel
terus berlanjut sehingga terbentuk rongga sel (blastocoel) yang berisis cairan.
Fase ini disebut dengan blastulla.
d. Gastrulla
Sel-sel terus membelah. Lambat laun
terbentuk dua kutub pembelahan, yaitu kutub animal dan kutub vegetal. Sel-sel
kutub animal lebih aktif membelah daripada kutub vegetal sehingga terjadi
lipatan ke arah dalam (invaginasi) yang akan membentuk jaringan embrional ini
akan membentuk 3 lapisan, yaitu lapisan luar (ektoderm), lapisan tengah
(mesoderm), dan lapisan dalam (endoderm).
e.
Organogenesis
Tahapan selanjutnya, jaringan
embrional akan mulai mengalami perubahan bentuk dan terdeiferensiasi membentuk
organ berdasarkan lapisannya.
- Lapisan luar (ektoderm) yang akan mengalami diferensiasi menjadi rangka, saraf, alat indera.
- Lapisan tengah (mesoderm) yang kemudian mengalami diferensiasi menjadi rangka, otot, alat-alat peredaran darah, ekskresi dan organ reproduksi.
- Lapisan dalam (endoderm) yang akan mengalami hal serupa menjadi alat-alat pencernaan dan alat pernapasan.
Masa embrio (lamanya dalam
landungan) pada manusia ± 40 minggu, dengan urutan sebagai berikut :
- Janin umur 4 minggu: organ penting seperti jantung sudah sudah terbentuk, mulai tampak tumbuh telinga dan mata.
- Janin umur 8 minggu : mirip bayi dengan ukuran kepala yang relatif lebih besar, hidung, mata, telinga, , tangan, dan kaki mulai nampak jelas bentuknya.
- Janin umur 10 minggu panjang 6 cm terlihat seperti bayi. Ukuran kepala lebih besar jika dibandingkan dengan ukuran badannya. Selain itu, perkembangan mata, telinga, jari tangan dan kaki sudah makin sempurna.
- Umur 7 bulan perkembanagn embrio telah sempurna. Bai yang lahir pada bulan ke-7 disebut bayi prematur.
- Umur 32 minggu, panjang janin telah mencapai 40 cm.
- Umur 40 minggu, janin siap dilahirkan (9 bulan 10 hari).
2. Tahap pertumbuhan dan perkembangan setelah kelahiran
Perkembangan pada manusia terjadi secara bertahap
dengan ciri-ciri tertentu :
a. Balita
(bawah lima tahun, 0-5 tahun)
Masa balita merupakan awal
pertumbuhan dan perkembangan manusia setelah dilahirkan. Ciri-ciri masa balita
sebagai berikut:
·
Perkembangan
fisik sangat pesat.
·
Perkembangan
motorik, seperti tengkurap, merangkap, berjalan, kemudian berlari.
·
Perkembangan
komunikasi, seperi tertawa, berteriak, mengucap satu kata kemudian berbicara.
·
Perkembangan
kemundian, seperti bertepuk tangan, meminta, minum dari gelas, dan memakai baju
sendiri.
b. Anak-anak
(usia 6-10 tahun)
Ciri-ciri masa anak-anak sebagai
berikut:
1) Mulai berpikir untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
2) Rasa ingin tahu sangat besar.
3) Keinginan untuk sesuatu sangat besar
4) Mengenal baik dan buruk
5) Emosi masih berubah-ubah.
1) Mulai berpikir untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
2) Rasa ingin tahu sangat besar.
3) Keinginan untuk sesuatu sangat besar
4) Mengenal baik dan buruk
5) Emosi masih berubah-ubah.
c.
Masa remaja (usia 11-18 tahun)
Pada masa puber terjadi perubahan
fisik dan psikologi yang pesat. Anak perempuan lebih cepat mengalami masa puber
daripada anak laki-laki.
1. Perubahan fisik
Perubahan fisik yang terjadi pada
tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia dipengaruhi oleh hormon-hormon
reproduksi. Perubahan ini meliputi ciri-ciri kelamin primer dan sekunder.
a) Laki-laki
Masa puber seorang laki-laki dimulai
ketika organ-organ reproduksi laki-laki telah berfungsi. Massa puber ini
ditandai dengan peristiwa mimpi basah, yaitu keluarnya sperma dari tubuh.
Sperma dihassilkan oleh testis.
Ciri-ciri kelamin sekunder:
a. Laki-laki
1. Dada menjadi lebar dan bidang
2. Suara membesr dan berat.
3. Tumbuh rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan.
4. Jakun membesar.
a. Laki-laki
1. Dada menjadi lebar dan bidang
2. Suara membesr dan berat.
3. Tumbuh rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan.
4. Jakun membesar.
b) Perempuan
Masa puber seorang perempuan dimulai ketika organ-organ reproduksi perempuan telah berfungsi. Masa puber in ditandai dengan haid (menstruasi), yaitu keluarnya darah dari lubang vagina akibat peluruhan ovum bersama lapisan dinding rahim. Peristiwa pelepasan ovum dari ovarium disebut ovulasi.
Masa puber seorang perempuan dimulai ketika organ-organ reproduksi perempuan telah berfungsi. Masa puber in ditandai dengan haid (menstruasi), yaitu keluarnya darah dari lubang vagina akibat peluruhan ovum bersama lapisan dinding rahim. Peristiwa pelepasan ovum dari ovarium disebut ovulasi.
Lama siklus menstruasi perempuan
berbeda-beda. Lama masa menstruasi dipengaruhi oleh faktor makanan, gangguan
emosional, stress, gangguan emosinal, stree, atau kondisi kesehatan. Rata-rata
siklus mentruasi 28 hari.
Ciri-ciri kelamin sekunder:
1. Payudara dan pinggul membesar.
2. Kulit menjadi halus.
3. Suara kecil dan lembut.
4. Tumbuh rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan.
1. Payudara dan pinggul membesar.
2. Kulit menjadi halus.
3. Suara kecil dan lembut.
4. Tumbuh rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan.
d.
Manula (manusai lanjut usia, 50 tahun ke atas)
Ciri-ciri manula sebagai berikut :
1. Penururnan fungsi organ-organ tubuh, misalnya berkurangnya pendengaran.
2. Gerakan menjadi lambat karena persendian kaku dan tulang keropos (osteoporosis).
3. Tubuh cepat letih dan daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun.
4. Pada wanita mengalami menopause, tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia ini ditandai dengan berhebentinya haid karena organ reproduksi tidak mampu mengahasilkan ovum yang matang.
1. Penururnan fungsi organ-organ tubuh, misalnya berkurangnya pendengaran.
2. Gerakan menjadi lambat karena persendian kaku dan tulang keropos (osteoporosis).
3. Tubuh cepat letih dan daya tahan tubuh terhadap penyakit menurun.
4. Pada wanita mengalami menopause, tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia ini ditandai dengan berhebentinya haid karena organ reproduksi tidak mampu mengahasilkan ovum yang matang.
E. KESIMPULAN
Perkembangan makhluk hidup itu tak lebas dari
Pertumbuhan sedangkan pertumbuhan itu sendiri adalah suatu proses pertambahan
ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak
dapat kembali ke asal). Sedangkan, perkembangan adalah perubahan atau
diferensiasi sel menuju keadaan yang lebih dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan
memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup.
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan sangat di
pengaruhi oleh faktor genetik dan hormon, air dan nutrisi, cahaya, oksigen,
suhu, kelembapan, dan pH. Pertumbuhan pada hewan sering disebut juga
perkembangan, yaitu perkembangan dari zigot sampai dewasa. Pertumbuhan dimulai
dengan peleburan ovum (sel telur) dengan spermatozoa (sel sperma), dan
dihasilkan zigot. Zigot akan bermitosis terus-menerus. Sedangkan pada Manusia
itu mengalami dua tahap pertumbuhan dan perkembangan, yaitu prakelahiran dan
pascakelahiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar