A . Identitas
Nama : Richa Yuni Astuti
NPM : 15320018
Prodi : Pendidikan biologi
Kelas : A
Mata kuliah : Telaah biologi
Dosen pengampu : Dr. Muhfahroyin M.Ta. dan Agil Lepiyanto
,M.Pd
Pertemuan : 1 (Pertama)
B.
Pengantar
Assalamualaikum
wr,wb
Puji syukur kehadirat
allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan rahmat karunianya kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi
Smp.
Penyusunan ringkasan
materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan
tugas ringkasan Materi Telaah Biologi Smp Pertemuan ke-1 dengan materi
Pertumbuhan dan Perkembangan.
Saya menyadari bahawa
penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran
yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga
penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke-
matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum Wr.
Wb.
Penyusun,
Richa Yuni astuti
C. Subtansi Kajian
1. Pertumbuhan dan
Perkembangan
2. Tahapan Perkembangan
Manusia
Pertumbuhan
Pada hakikatnya, semua
manusia mengalami proses pertumbuhan. Pertumbuhan terjadi setiap saat di tubuh
manusia, baik pertumbuhan sel maupun pertumbuhan tubuh. Pertumbuhan sel
merupakan dasar dari pertumbuhan manusia. Setiap sel dalam tubuh manusia
membelah lsecara mitosis sehingga terjadilah pertumbuhan.
Kozier dalam buku
“Fundamentals of Nursing : Concepts, Process, and Practice. 7th Edition,” 2000,
menyebutkan bahwa pertumbuhan adalah perubahan fisik dan meningkatnya ukuran
tubuh. Pertumbuhan dapat dinilai secara kuantitatif dengan indikasi antara
lain, tinggi tubuh, berat badan, ukuran tulang, dan gigi. Secara umum,
pertumbuhan fisik semua orang sama. Namun, pertumbuhan sangat bervariasi jika
dibedakan dengan perkembangan. Pertumbuhan dialami pada usia 20 tahun pertama.
Potter dan Perry dalam
“Fundamentals of Nursing. 6th Edition,” 2005, menyebutkan faktor-faktor utama
yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
Faktor internal
(alami)
Hereditas, menetapkan
bawaan genetik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan
fisik, dan sikap tubuh. Tempramen, ditandai dengan alam perasaan psikologis di
mana anak dilahirkan, mempengaruhi interaksi antarindividu dan lingkungan
Faktor eksternal
Keluarga, melalui nilai,
kepercayaan, adat istiadat dan pola spesifik dari interaksi dan komunikasi.
Kelompok, teman sebaya, memberi pelajaran lingkungan yang baru dan berbeda.
Pengalaman hidup, membuat individu berkembang. Kesehatan lingkungan,
mempengaruhi respon individu terhadap lingkungan. Kesehatan prenatal,
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal. Nutrisi, mempengaruhi
kebutuhan fisiologis,
pertumbuhan dan
perkembangan selanjutnya.Istirahat, tidur, olahraga, hal yang penting untuk
memudakan tubuh. Status kesehatan, sakit atau luka berpotensi mengganggu
pertumbuhan dan perkembangan
Prinsip dari
pertumbuhan yaitu urutan dari pertumbuhan dapat diprediksi, meskipun baru pada
tahap permulaan. Tahap pertumbuhan dan beberapa efek yang timbul dari beberapa
orang juga dapat diprediksi. Pertumbuhan berlangsung terus dari kepala ke arah
bawah dari bagian tubuh.
Tahap - tahap
pertumbuhan:
Masa bayi (1 bulan –
1 tahun)
Pada masa ini
pertumbuhan fisik bayi berlangusng sangat cepat. Fungsi fisik bayi yang baru
lahir kebanyakan reflektif dan stabilisasi sistem organ tubuh pertama adalah
fungsi tubuh yang utama
Pre-school (3 – 6
tahun)
Pada tahap ini
pertumbuhan berlangsung sedikit lama. Pertumbuhan yang terjadi pada tahap ini
tidak terlalu signifikan. Perkembangan lebih berperan aktif pada tahap ini.
Masa remaja (12 – 20
tahun)
Pada tahap ini
pertumbuhan mengalami percepatan sampai pada saat pertumbuhan tinggi badan,
ukuran tulang, dan gigi berhenti. Sedangkan pertumbuhan berat badan masih dapat
berubah. Pada tahap selanjutnya yang terjadi adalah perkembangan tubuh.
Pertumbuhan merupakan
proses yang tidak dapat diulang (irreversible) dan semua manusia mengalami
pertumbuhan. Faktor – faktor yang mengalami pertumbuhan dibagi menjadi 2, yaitu
faktor internal dan faktor eksternal. Ada beberapa tahap pertumbuhan selama
hidup manusia, yaitu, masa bayi, pre-school, dan masa remaja. Prinsip
pertumbuhan adalah pertumbuhan dapat diprediksi dan dihitung secara
kuantitatif.
Perkembangan
Setiap individu
memiliki cara unik dalam masa tumbuh kembangnya. Kemampuan individu untuk
memunculkan kemajuan tiap fase perkembangan berdampak pada perubahan kesehatan.
Sekarang, perawat butuh mengadopsi nilai perspektif tiap fase perkembangan masa
hidup individu. Perawat juga menambahkan nilai-nilai budaya saat memberikan
pengkajian tumbuh kembang klien. Pemahaman mengenai tumbuh kembang tesebut
membantu perawat dalam merancang pertanyaan-pertanyaan guna catatan kesehatan
dan pemberian pengajaran kesehatan yang sesuai umur.
Banyak orang
menggunakan istilah pertumbuhan dan perkembangan dalam arti yang sama, padahal
keduanya sangat berbeda. Pertumbuhan menjelaskan perubahan kuantitatif,
bertambahnya ukuran dan struktur. Sedangkan, perkembangan adalah perubahan
kualitatif terhadap lingkungan. Perkembangan sering disebut sebagi seri
progresif dari penuaan atau perubahan koheren menuju kedewasaan. Term
“progresif” disini berarti perubahan signifikan yang maju, bukan mundur.
(Hurlock dalam “Child Development 4th Edition,” 1964)
Perkembangan kehidupan
individu berhubungan dengan banyak bidang psikolgi: psikologi biologis,
psikologi kognitif, psikologi abnormal, psikologi sosial, dan bidang-bidang
psikologi lain yang menjelaskan bagaimana individu berkembang. Dalam menghadapi
perkembangan dikenal perspektif masa hidup. Menurut pakar perkembangan masa
hidup, Paul Baltes dalam “Life-span Development 9th Edition,” 1987, perspektif
masa hidup (life-span development) mencakup tujuh kandungan dasar:
a. Perkembangan
bersifat seumur hidup
Tidak ada periode usia
yang mendominasi perkembangan. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian
yang berinteraksi dalam cara dinamis sepanjang siklus kehidupan (Baltes, 1989;
Lerner 1990)
b. Perkembangan
bersifat multidimensional
Perkembangan terdiri
atas dimensi biologis, kognitif, dan sosial. Bahkan, dalam satu dimensi
terdapat banyak komponen. Contoh: intelegensi abstrak, intelegensi non verbal,
intelegensi sosial, dan lain-lain.
c. Perkembangan
bersifat multidireksional
Komponen dari suatu
dimensi dapat meningkat seiring perkembangan sementara komponen lain menurun.
Contoh: orang dewasa tua dapat semakin arif karena mampu menjadikan pengalaman
sebagai panduan bagi pengambilan keputusan intelektual, tetapi melaksanakan
secara lebih buruk tugas-tugas yang menuntut kecepatan dalam memproses
informasi.
d. Perkembangan
bersifat lentur (plastis)
Perkembangan dapat
mengambil banyak jalan. Kelenturan berarti perkembangan dapat berubah mengikuti
perubahan karakteristik. Contoh: peneliti telah mendemonstrasikan bahwa
kemampuan penalaran orang dewasa dapat ditingkatkan dengan pelatihan.
e. Perkembangan melekat
secara kesejarahan
Perkembangan
dipengaruhi oleh kondisi-kondisi kesejarahan. Contoh: pengalaman orang-orang
usia 40 tahun yang hidup pada masa depresi berat sangat berbeda dengan
pengalaman orang-orang usia 40 tahun yang hidup pada akhir perang dunia II yang
optimistik.
f. Perkembangan
dipelajari oleh sejumlah disiplin
Para psikolog,
sosiolog, antropolog, neurosains, dan peneliti kesehatan mempelajari
perkembangan manusia dengan berbagai persoalannya untuk membuka misteri
perkembangan sepanjang masa hidup.
g. Perkembangan
bersifat kontekstual
Individu secara terus
menerus merespon dan bertindak berdasarkan konteks yang meliputi perubahan
biologis dan lingkungan fisik, serta
konteks sosial, kesejarahan,
dan kebudayaan seseorang. Individu dilihat sebagai mahluk yang sedang berubah
di dalam dunia yang sedang berubah pula.
KESIMPULAN
Tumbuh merupakan
perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme
yang bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif atau secara bahasanya
perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar (Deri, 2008). Pertumbuhan
dapat diukur dan dapat diprediksi, faktor yang menunjukkan adanya pertumbuhan
adalah tinggi badan, berat badan, pertumbuhan tulang, dan gigi. Faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan adalah faktor internal yang merupakan genetic dan
tempramen manusia itu sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu, lingkungan,
nutrisi, teman, istirahat, olahraga, tidur, pengalaman hidup dan status
kesehatan.
Perkembangan adalah
perubahan kualitatif terhadap lingkungan. Perkembangan sering disebut sebagi
seri progresif dari penuaan atau perubahan koheren menuju kedewasaan (Hurlock
dalam “Child Development 4th Edition,” 1964). Perkembangan kehidupan individu
berhubungan dengan banyak bidang psikolgi: psikologi biologis, psikologi
kognitif, psikologi abnormal, psikologi sosial, dan bidang-bidang psikologi
lain yang menjelaskan bagaimana individu berkembang. Menurut Paul Baltes dalam
“Life-span Development 9th Edition,” 1987, ada perspektif masa hidup yang
mencakup tujuh kandungan dasar: perkembangan yang bersifat seumur hidup,
bersifat multidimensional, bersifat multidireksional, perkembangan bersifat
lentur, perkembangan melekat secara kesejarahan, dipelajari oleh sejumlah
disiplin, bersifat kontekstual.
Terdapat empat teori
perkembangan, yaitu: teori perkembangan biofisik, psikososial, kognitif, dan
moral. Dalam teori perkembangan biofisik, teori ini menggambarkan proses
maturasi (masa menuju kedewasaan) secara biologis, sedangkan teori perkembangan
psikososial menggambarkan pendiskripsian perkembangan seseorang yang dilihat
dari kepribadian, temperamen, dan emosi. Perkembangan ini dipengaruhi oleh
biologis seseorang dan lingkungan sekitarnya. Proses kognitif dalam
perkembangan meliputi tiga cara yaitu pemikiran,
inteligensi, dan bahasa
individu.pada teori perkembangan moral terdapat tiga tingkatan, yaitu:
pre-conventional, conventional, dan post-conventional.
Pertumbuhan dan
perkembangan merupakan hal yang berbeda, pertumbuhan menjelaskan mengenai
sesuatu yang dapat diukur dan dapat diprediksi dalam kehidupan manusia.
Pertumbuhan tidak dapat kembali (irreversible), pertumbuhan dapat menjelaskan
mengenai efek yang timbul apabila pertumbuhan tidak berjalan dengan baik.
Sedangkan, perkembangan menjelaskan mengenai hal yang tidak dapat diukur dan
dapat saja mengalami kemunduran. Perkembangan tidak dapat diprediksi karena
perkembangan setiap orang berbeda – beda. Perkembangan tidak dapat diukur
seperti halnya pertumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar