Senin, 17 Oktober 2016

Pertubuhan dan Perkembangan 15320018



A . Identitas
Nama                     :           Richa Yuni Astuti
NPM                     :           15320018
Prodi                     :           Pendidikan biologi
Kelas                     :           A
Mata kuliah          : Telaah biologi
Dosen pengampu  : Dr. Muhfahroyin M.Ta. dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
Pertemuan             : 1 (Pertama)

B. Pengantar                        
Assalamualaikum wr,wb
Puji syukur kehadirat allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan rahmat karunianya kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi Smp.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan tugas ringkasan Materi Telaah Biologi Smp Pertemuan ke-1 dengan materi Pertumbuhan dan Perkembangan.
Saya menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke- matakuliah Telaah Biologi Smp.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penyusun,
Richa Yuni astuti



C. Subtansi Kajian
1. Pertumbuhan dan Perkembangan
2. Tahapan Perkembangan Manusia

  Pertumbuhan
Pada hakikatnya, semua manusia mengalami proses pertumbuhan. Pertumbuhan terjadi setiap saat di tubuh manusia, baik pertumbuhan sel maupun pertumbuhan tubuh. Pertumbuhan sel merupakan dasar dari pertumbuhan manusia. Setiap sel dalam tubuh manusia membelah lsecara mitosis sehingga terjadilah pertumbuhan.
Kozier dalam buku “Fundamentals of Nursing : Concepts, Process, and Practice. 7th Edition,” 2000, menyebutkan bahwa pertumbuhan adalah perubahan fisik dan meningkatnya ukuran tubuh. Pertumbuhan dapat dinilai secara kuantitatif dengan indikasi antara lain, tinggi tubuh, berat badan, ukuran tulang, dan gigi. Secara umum, pertumbuhan fisik semua orang sama. Namun, pertumbuhan sangat bervariasi jika dibedakan dengan perkembangan. Pertumbuhan dialami pada usia 20 tahun pertama.
Potter dan Perry dalam “Fundamentals of Nursing. 6th Edition,” 2005, menyebutkan faktor-faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:
 Faktor internal (alami)
Hereditas, menetapkan bawaan genetik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, dan sikap tubuh. Tempramen, ditandai dengan alam perasaan psikologis di mana anak dilahirkan, mempengaruhi interaksi antarindividu dan lingkungan
 Faktor eksternal
Keluarga, melalui nilai, kepercayaan, adat istiadat dan pola spesifik dari interaksi dan komunikasi. Kelompok, teman sebaya, memberi pelajaran lingkungan yang baru dan berbeda. Pengalaman hidup, membuat individu berkembang. Kesehatan lingkungan, mempengaruhi respon individu terhadap lingkungan. Kesehatan prenatal, mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal. Nutrisi, mempengaruhi kebutuhan fisiologis,
pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.Istirahat, tidur, olahraga, hal yang penting untuk memudakan tubuh. Status kesehatan, sakit atau luka berpotensi mengganggu pertumbuhan dan perkembangan
Prinsip dari pertumbuhan yaitu urutan dari pertumbuhan dapat diprediksi, meskipun baru pada tahap permulaan. Tahap pertumbuhan dan beberapa efek yang timbul dari beberapa orang juga dapat diprediksi. Pertumbuhan berlangsung terus dari kepala ke arah bawah dari bagian tubuh.
Tahap - tahap pertumbuhan:
 Masa bayi (1 bulan – 1 tahun)
Pada masa ini pertumbuhan fisik bayi berlangusng sangat cepat. Fungsi fisik bayi yang baru lahir kebanyakan reflektif dan stabilisasi sistem organ tubuh pertama adalah fungsi tubuh yang utama
 Pre-school (3 – 6 tahun)
Pada tahap ini pertumbuhan berlangsung sedikit lama. Pertumbuhan yang terjadi pada tahap ini tidak terlalu signifikan. Perkembangan lebih berperan aktif pada tahap ini.
 Masa remaja (12 – 20 tahun)
Pada tahap ini pertumbuhan mengalami percepatan sampai pada saat pertumbuhan tinggi badan, ukuran tulang, dan gigi berhenti. Sedangkan pertumbuhan berat badan masih dapat berubah. Pada tahap selanjutnya yang terjadi adalah perkembangan tubuh.
Pertumbuhan merupakan proses yang tidak dapat diulang (irreversible) dan semua manusia mengalami pertumbuhan. Faktor – faktor yang mengalami pertumbuhan dibagi menjadi 2, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Ada beberapa tahap pertumbuhan selama hidup manusia, yaitu, masa bayi, pre-school, dan masa remaja. Prinsip pertumbuhan adalah pertumbuhan dapat diprediksi dan dihitung secara kuantitatif.

Perkembangan
Setiap individu memiliki cara unik dalam masa tumbuh kembangnya. Kemampuan individu untuk memunculkan kemajuan tiap fase perkembangan berdampak pada perubahan kesehatan. Sekarang, perawat butuh mengadopsi nilai perspektif tiap fase perkembangan masa hidup individu. Perawat juga menambahkan nilai-nilai budaya saat memberikan pengkajian tumbuh kembang klien. Pemahaman mengenai tumbuh kembang tesebut membantu perawat dalam merancang pertanyaan-pertanyaan guna catatan kesehatan dan pemberian pengajaran kesehatan yang sesuai umur.
Banyak orang menggunakan istilah pertumbuhan dan perkembangan dalam arti yang sama, padahal keduanya sangat berbeda. Pertumbuhan menjelaskan perubahan kuantitatif, bertambahnya ukuran dan struktur. Sedangkan, perkembangan adalah perubahan kualitatif terhadap lingkungan. Perkembangan sering disebut sebagi seri progresif dari penuaan atau perubahan koheren menuju kedewasaan. Term “progresif” disini berarti perubahan signifikan yang maju, bukan mundur. (Hurlock dalam “Child Development 4th Edition,” 1964)
Perkembangan kehidupan individu berhubungan dengan banyak bidang psikolgi: psikologi biologis, psikologi kognitif, psikologi abnormal, psikologi sosial, dan bidang-bidang psikologi lain yang menjelaskan bagaimana individu berkembang. Dalam menghadapi perkembangan dikenal perspektif masa hidup. Menurut pakar perkembangan masa hidup, Paul Baltes dalam “Life-span Development 9th Edition,” 1987, perspektif masa hidup (life-span development) mencakup tujuh kandungan dasar:
a. Perkembangan bersifat seumur hidup
Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian yang berinteraksi dalam cara dinamis sepanjang siklus kehidupan (Baltes, 1989; Lerner 1990)
b. Perkembangan bersifat multidimensional
Perkembangan terdiri atas dimensi biologis, kognitif, dan sosial. Bahkan, dalam satu dimensi terdapat banyak komponen. Contoh: intelegensi abstrak, intelegensi non verbal, intelegensi sosial, dan lain-lain.
c. Perkembangan bersifat multidireksional
Komponen dari suatu dimensi dapat meningkat seiring perkembangan sementara komponen lain menurun. Contoh: orang dewasa tua dapat semakin arif karena mampu menjadikan pengalaman sebagai panduan bagi pengambilan keputusan intelektual, tetapi melaksanakan secara lebih buruk tugas-tugas yang menuntut kecepatan dalam memproses informasi.
d. Perkembangan bersifat lentur (plastis)
Perkembangan dapat mengambil banyak jalan. Kelenturan berarti perkembangan dapat berubah mengikuti perubahan karakteristik. Contoh: peneliti telah mendemonstrasikan bahwa kemampuan penalaran orang dewasa dapat ditingkatkan dengan pelatihan.
e. Perkembangan melekat secara kesejarahan
Perkembangan dipengaruhi oleh kondisi-kondisi kesejarahan. Contoh: pengalaman orang-orang usia 40 tahun yang hidup pada masa depresi berat sangat berbeda dengan pengalaman orang-orang usia 40 tahun yang hidup pada akhir perang dunia II yang optimistik.
f. Perkembangan dipelajari oleh sejumlah disiplin
Para psikolog, sosiolog, antropolog, neurosains, dan peneliti kesehatan mempelajari perkembangan manusia dengan berbagai persoalannya untuk membuka misteri perkembangan sepanjang masa hidup.
g. Perkembangan bersifat kontekstual
Individu secara terus menerus merespon dan bertindak berdasarkan konteks yang meliputi perubahan biologis dan lingkungan fisik, serta
konteks sosial, kesejarahan, dan kebudayaan seseorang. Individu dilihat sebagai mahluk yang sedang berubah di dalam dunia yang sedang berubah pula.



KESIMPULAN
Tumbuh merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme yang bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar (Deri, 2008). Pertumbuhan dapat diukur dan dapat diprediksi, faktor yang menunjukkan adanya pertumbuhan adalah tinggi badan, berat badan, pertumbuhan tulang, dan gigi. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah faktor internal yang merupakan genetic dan tempramen manusia itu sendiri, sedangkan faktor eksternal yaitu, lingkungan, nutrisi, teman, istirahat, olahraga, tidur, pengalaman hidup dan status kesehatan.
Perkembangan adalah perubahan kualitatif terhadap lingkungan. Perkembangan sering disebut sebagi seri progresif dari penuaan atau perubahan koheren menuju kedewasaan (Hurlock dalam “Child Development 4th Edition,” 1964). Perkembangan kehidupan individu berhubungan dengan banyak bidang psikolgi: psikologi biologis, psikologi kognitif, psikologi abnormal, psikologi sosial, dan bidang-bidang psikologi lain yang menjelaskan bagaimana individu berkembang. Menurut Paul Baltes dalam “Life-span Development 9th Edition,” 1987, ada perspektif masa hidup yang mencakup tujuh kandungan dasar: perkembangan yang bersifat seumur hidup, bersifat multidimensional, bersifat multidireksional, perkembangan bersifat lentur, perkembangan melekat secara kesejarahan, dipelajari oleh sejumlah disiplin, bersifat kontekstual.
Terdapat empat teori perkembangan, yaitu: teori perkembangan biofisik, psikososial, kognitif, dan moral. Dalam teori perkembangan biofisik, teori ini menggambarkan proses maturasi (masa menuju kedewasaan) secara biologis, sedangkan teori perkembangan psikososial menggambarkan pendiskripsian perkembangan seseorang yang dilihat dari kepribadian, temperamen, dan emosi. Perkembangan ini dipengaruhi oleh biologis seseorang dan lingkungan sekitarnya. Proses kognitif dalam perkembangan meliputi tiga cara yaitu pemikiran,
inteligensi, dan bahasa individu.pada teori perkembangan moral terdapat tiga tingkatan, yaitu: pre-conventional, conventional, dan post-conventional.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang berbeda, pertumbuhan menjelaskan mengenai sesuatu yang dapat diukur dan dapat diprediksi dalam kehidupan manusia. Pertumbuhan tidak dapat kembali (irreversible), pertumbuhan dapat menjelaskan mengenai efek yang timbul apabila pertumbuhan tidak berjalan dengan baik. Sedangkan, perkembangan menjelaskan mengenai hal yang tidak dapat diukur dan dapat saja mengalami kemunduran. Perkembangan tidak dapat diprediksi karena perkembangan setiap orang berbeda – beda. Perkembangan tidak dapat diukur seperti halnya pertumbuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar