Senin, 31 Oktober 2016

pencernaan pernafasan 15320011

A.      Nama                    :HENDRA GUNAWAN
NPM                      :15320011
Prodi                     :PENDIDIKAN BIOLOGI (A)
Kelompok           :5 (LIMA)

B.       Assalamualaikum wr.wb.

                Dengan menucapkan puji syukur terhadap ALLAH SWT,                 atas kehadiratnya yang telah memberi rahmat kepada saya, sehingga saya dapat dapat menyelesaikan jurnal hasil ringkasan materi Telaah Biologi smp.
Penyusun ringkasan materi ini sebagai bukti bahwa Saya telah melaksakan dan menyelesaikan tugas materi Telaah Biologi Smp pada pertemuan yang ke 3 dengan judul sistem pencernaan dan sistem pernapasan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang saya dapatkan pertemuan yang ke 3 mata kuliah Telaah Biologi Smp.



Wassalamualaikum wr.wb.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penyusun,
                                                                                               
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Hendra Gunawan






C.      Substansi Kajian

a.       Makanan dan Fungsinya
b.       Sistem Organ-Organ Pencernaan
c.       Gangguan pada Sistem Pencernaan
d.      Organ-Organ Pernapasan
e.       Gangguan pada Sistem Pernapasan

D.      Review Pembelajaran

a.       Makanan dan Fungsinya

Makanan dalam tubuh mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.       sebagai sumber energi atau sumber  tenaga
2.        sebagai zat pembangun
3.        sebagai zat pengatur
4.         memperbaiki bagian yang rusak.
Zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
1.       Karbohidrat
Karbohidrat disusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O), memiliki nilai kalori 4,1 kalori/gram.
Fungsi karbohidrat:
a.       sebagai sumber energi
b.       bahan pembentuk senyawa organik seperti lemak dan protein
c.        sebagai cadangan makanan
d.      sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh.
       Sumber karbohidrat: beras, umbi-umbian, kentang, jagung, sagu, gandum.
2.       Protein
Proteindisusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O), nitrogen (N), dan unsur tambahan sulfur (S) dan fosfor (P). Protein memiliki nilai kalori 4,1 kalori/ gram.
Fungsi protein:
a.       sebagai sumber energi cadangan setelah karbohidrat dan lemak
b.      mengganti sel-sel tubuh yang rusak
c.       pengatur keseimbangan cairan dalam jaringan
d.      bahan dasar pembuatan enzim, hormon, antibodi, dan hemoglobin.


Sumber protein: tempe, tahu, kacang-kacangan (protein nabati), dan telur, daging, dan susu (protein hewani).
3.       Lemak
Lemak disusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O). Lemak memiliki nilai kalori 9,2 kalori/ gram.
Fungsi lemak:
a.       sebagai sumber energi setelah karbohidrat
b.      sebagai pelindung tubuh dari gangguan mekanik
c.       sebagai pelindung tubuh dari rasa dingin
d.      sebagai bantalan organ-organ penting
e.      pelarut vitamin A, D, E, dan K.

Sumber lemak: kacang tanah, minyak kelapa (nabati) dan minyak ikan, daging, susu (hewani)
4.       Vitamin
Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi tidak dapat diganti. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan gangguan yang disebut avitaminosis.
Fungsi vitamin:
a.       berperan dalam pertumbuhan
b.      mengatur metabolisme tubuh
c.        berperan dalam kesehatan tubuh.

Macam vitamin:
a.       Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K)
b.      Vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C) Berikut penjelasan vitamin yang larut dalam lemak dan dalam air.
a.        Vitamin A
Fungsi vitamin A:
1)      menjaga kesehatan mata dan kulit
2)      mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi.

Sumber vitamin A: Sayur dan buah yang berwarna kuning dan merah (mengandung betakaroten), susu, telur, dan daging.
Akibat kekurangan vitamin A: rabun senja, kulit kasar, dan kelelahan.
b.      Vitamin B
Fungsi vitamin B:
1)      mengatur metabolisme
2)       berperan dalam pembentukan antibodi
3)      memelihara sistem saraf
4)      memlihara sistem pencernaan dan nafsu makan
5)      memilihara kadar gula darah
6)       pembentukan aritrosit.

Macam vitamin B antara lain vitamin B1 atau tiamin/aneurin (kekurangan menyebabkan beri-beri), B2 atau riboflavin/Laktoflavin (kekurangan menyebabkan katarak dan keilosis), niasin (kekurangan menyebabkan gejala 3D= dermatitis, diare, dan demensia) B6 atau pridoksin (kekurangan menyebabkan sembelit), asam pantetonat (kekurangan menyebabkan dermatitis), kolin (kekurangan menyebabkan timbunan lemak pada hati), asam folat (kekurangan menyebabkan anemia dan kekurangan asam folat), B12 atau sianokobalamin (kekurangan menyebabkan anemia persisiosa).
Sumber vitamin B: kuning telur, ikan, susu, mentega, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan daging.
Akibat kekurangan vitamin B: beri-beri, anemia, diare, dermatitis, nafsu makan menurun, dan insomnia (sulit tidur).
c.        Vitamin C
Fungsi vitamin C:
1)      menjaga melekatnya gigi pada gusi
2)      membentuk serabut kolagen
3)      sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat.

Sumber vitamin C: buah-buahan, seperti jeruk, pepaya, semangka, nanas, stroberi, dan sayuran segar.
Akibat kekurangan vitamin C: terjadi pendarahan pada gusi dan skorbut (penyakit akibat kekurangan vitamin C).
d.       Vitamin D
Fungsi vitamin D:
1)      berperan dalam pembentukan tulang dan gigi
2)      absorpsi fosfor dan kalsium.

Sumber vitamin D: susu, kuning telur, minyak ikan, dan ragi.
Akibat kekurangan vitamin D: rakitis.
e.       Vitamin E
Fungsi vitamin E:
1)      berperan dalam sistem reproduksi
2)       berperan dalam pembentukan eritrosit
3)      mencegah oksidasi lemak tak jenuh.

Sumber vitamin E: kecambah, susu, sayuran hijau, kuning telur, dan kacang-kacangan.
Akibat kekurangan vitamin E: kemandulan, eritrosit mudah pecah, terjadi penimbunan lemak.
f.         Vitamin K
Vitamin K berperan dalam pembentukan darah dan pembentukan protrombin.
Sumber vitamin K: daging dan sayuran.
Akibat kekurangan vitamin K: darah sukar membeku jika terluka.
5.       Mineral
Mineral adalah senyawa anorganik yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan tidak disa digantikan.
Fungsi mineral sebagai zat pembangun dan sebagai zat pengatur.
Macam mineral:
a.       Makro mineral, yaitu mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, seperti C, H, O, N, S, P.
b.       Mikro mineral, yaitu mineral mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikt, seperti Zn, Fe, Mg.
c.       Air
Fungsi air:
a.       sebagai pelarut zat-zat yang ada di dalam tubuh
b.      menjaga kestabilan suhu tubuh
c.       membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

A.    Sistem Organ Pencernaan Makanan Pada Manusia
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus





1.        Rongga Mulut
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :



Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEwl739SFEuGjB27O76n3Rv2ElC-7Gc0Dd1gc_ZGyaT2PWEah4d0KrS9KmZCSXb3Q_VDmzIApaAXRb8tz6m1HgOFi_ZeKB4n2K63DpgUzwP1q0gRlkkDqvM7bPFAfDetVgC0olzWt4g2Jn/s280/BA-Sistem+pencernaan+makanan+%5BCompatibility+Mode%5D-5.jpg
a.       Gigi
Memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b.      Lidah
Memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c.       Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
2.       Esofagus(Kerongkongan)
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagusadalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung.
3.       Lambung
Lambung  adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
a.        Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
b.       Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
c.        Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
d.       Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.

Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.

Fungsi HCI Lambung :

1.       Merangsang keluamya sekretin
2.        Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3.        Desinfektan
4.       Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
4.       Usus Halus
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
a.       Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
b.      Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
c.        Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
d.      Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.

Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
a.       Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
b.      Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
c.        Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
d.       Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
e.      Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
f.        Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
g.       Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
h.      Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
i.         Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal

5.       Usus Besar (Kolon)
Merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :
a.       Menyerap air selama proses pencernaan.
b.      Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c.        Membentuk massa feses
d.      Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.

6.       Rektum dan Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkterrectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.

B. Gangguan pada Sistem Pencernaan
1.  Apendikitis-Radang usus buntu.
2. Diare- Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
3. Kontipasi -Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
4. Maldigesti-Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
5. Parotitis-Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
6. Tukak Lambung/Maag-“Radang” pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi    Helicobacterpylori
7. Xerostomia-Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
a.        Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
b.      Konstipasi ( sembelit )

Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat, akibatnya air terlalu banyak diserap usus, maka fese menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak menkonsumsi daging.
C. organ-organ pernapasan
                Bernapas sangat penting bagi manusia. Pada proses ini terjadi pertukarangan oksigen dan karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan sebelum sebelum membahas sistem pernapasan lebih jauh, akan dijelaskan dahulu beberapa sistem organ yang berperan dalam sistem pernapasan
Description: Sistem Pernapasan Manusia
1.       Hidung
Hidung merupakan organ pernapasan yang letaknya paling luar. Manusia menghirup udara melalui hidung.  Pada permukaan organ hidung terdapat rambu-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara yang masuk dari debu atau benda lainnya. Di dalam rongga hidung terjadi sesuai suhu dan kelembapannya udara, sehingga udara yang masuk ke paru- paru tidak terlalu kering ataupun lembab.
2.       Tenggorongkan
Tenggorokkan merupakan  bagian dari organ pernapasan. Tenggorokkan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tenggorokkan ( laring), batang tenggorokkan ( trakea)dan cabang batang tenggorokkan (bronkus).

a.       Pangkal tenggorokkan (laring)
Setelah melewati hidung udara masuk menuju laring melalui faring. Faring terletak di hulu tenggorokkan dan merupakan persimpangan antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokkan. Setelah menuju laring selanjutkan menuju ke batang trakea
b.      Batang tenggorokkan (trakea)
Batang tenggokkan tersusun dari cincin-cincin tulang rawan dan terletak di depan tenggorokkan memanjang dari leher ke rongga dada, batang tenggorokkan ini bercabang dua. Setiap cabangnya masuk menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
c.       Cabang batang tenggokkan (bronkus)
Merupakan cabang dari trakea, bronkus terbagi menjadi dua yaitu menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri.bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus, masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke dalam darah. Oleh karena itu dinding alveolus banyak mengandung kapiler darah.
3.       Paru-paru
Paru-paru terletak di rongga dada. Antra rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang disebut diafragma. Pembats ini bukan sekedar pembatas, tetapi juga berperan juga dalam proses pernapasan.

E.       Gangguan pada Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan manusia dapat mengalami gangguan atau masalah sebagai berikut:
1.       Faringitis
Adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada wktu menelan makanan ataupun kerongkong terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
2.       Asma
Adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut. Asma merupakan menyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Kelainan ini bersifat tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan sejak lahir
3.       Influenza (flu)
Disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, dan tenggorokkan terasa gatal.  Influenza merupakan suataupenyakit infeksi akut saluran pernapasan terutama ditandai dengan demam, gigil, sait otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorokkan dan batuk yang berdahak .

D. kesimpulan
  Pada sistem pencernaan makanan pada manusia yang mana memiliki fungsi makanan bagi tubuh, diantaranya
1.       Menyusun sel dan jaringan tubuh
2.       Menyusun enzim, hormon, dan pigmen.
3.       Dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit
4.       Meningkatkan serta menjaga kebugaran tubuh
5.       Sebagai sumber energi

Pada sistem pernapasan manusia ada dua macam proses pernapasan yaitu: pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pada sistem pernapasan dapat mengalami gangguan pernapasan misalnya:
1.       Asma
2.       Faringitis
3.       Influenza dll


Tidak ada komentar:

Posting Komentar