A.
Nama :HENDRA
GUNAWAN
NPM :15320011
Prodi :PENDIDIKAN
BIOLOGI (A)
Kelompok :5
(LIMA)
B.
Assalamualaikum wr.wb.
Dengan
menucapkan puji syukur terhadap ALLAH SWT, atas
kehadiratnya yang telah memberi rahmat kepada saya, sehingga saya dapat dapat menyelesaikan
jurnal hasil ringkasan materi Telaah Biologi smp.
Penyusun ringkasan materi ini
sebagai bukti bahwa Saya telah melaksakan dan menyelesaikan tugas materi Telaah
Biologi Smp pada pertemuan yang ke 3 dengan judul sistem pencernaan dan sistem
pernapasan.
Harapan saya semoga penyusunan
jurnal yang memuat pengetahuan yang saya dapatkan pertemuan yang ke 3 mata
kuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum wr.wb.
Penyusun,
Hendra
Gunawan
C.
Substansi Kajian
a.
Makanan dan Fungsinya
b.
Sistem
Organ-Organ Pencernaan
c.
Gangguan pada Sistem Pencernaan
d.
Organ-Organ Pernapasan
e.
Gangguan
pada Sistem Pernapasan
D.
Review Pembelajaran
a.
Makanan dan Fungsinya
Makanan dalam tubuh mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.
sebagai sumber energi atau sumber tenaga
2.
sebagai
zat pembangun
3.
sebagai
zat pengatur
4.
memperbaiki bagian yang rusak.
Zat makanan yang dibutuhkan oleh
tubuh terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
1.
Karbohidrat
Karbohidrat
disusun oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O), memiliki nilai
kalori 4,1 kalori/gram.
Fungsi karbohidrat:
a.
sebagai sumber energi
b.
bahan
pembentuk senyawa organik seperti lemak dan protein
c.
sebagai
cadangan makanan
d.
sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan
organ tubuh.
Sumber
karbohidrat: beras, umbi-umbian, kentang, jagung, sagu, gandum.
2.
Protein
Proteindisusun
oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O), nitrogen (N), dan unsur
tambahan sulfur (S) dan fosfor (P). Protein memiliki nilai kalori 4,1 kalori/
gram.
Fungsi protein:
a.
sebagai sumber energi cadangan setelah
karbohidrat dan lemak
b.
mengganti sel-sel tubuh yang rusak
c.
pengatur keseimbangan cairan dalam jaringan
d.
bahan dasar pembuatan enzim, hormon, antibodi,
dan hemoglobin.
Sumber protein: tempe, tahu,
kacang-kacangan (protein nabati), dan telur, daging, dan susu (protein hewani).
3.
Lemak
Lemak disusun
oleh unsur karbon (C), hidrogen (H), dan Oksigen (O). Lemak memiliki nilai
kalori 9,2 kalori/ gram.
Fungsi lemak:
a.
sebagai sumber energi setelah karbohidrat
b.
sebagai pelindung tubuh dari gangguan mekanik
c.
sebagai pelindung tubuh dari rasa dingin
d.
sebagai bantalan organ-organ penting
e.
pelarut vitamin A, D, E, dan K.
Sumber lemak: kacang tanah,
minyak kelapa (nabati) dan minyak ikan, daging, susu (hewani)
4.
Vitamin
Vitamin adalah
senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah sedikit tetapi tidak dapat
diganti. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan gangguan yang disebut
avitaminosis.
Fungsi vitamin:
a.
berperan dalam pertumbuhan
b.
mengatur metabolisme tubuh
c.
berperan
dalam kesehatan tubuh.
Macam vitamin:
a.
Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E,
dan K)
b.
Vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C)
Berikut penjelasan vitamin yang larut dalam lemak dan dalam air.
a.
Vitamin A
Fungsi vitamin A:
1)
menjaga kesehatan mata dan kulit
2)
mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi.
Sumber vitamin A: Sayur dan buah
yang berwarna kuning dan merah (mengandung betakaroten), susu, telur, dan
daging.
Akibat kekurangan vitamin A: rabun senja, kulit kasar, dan
kelelahan.
b.
Vitamin B
Fungsi vitamin B:
1)
mengatur metabolisme
2)
berperan
dalam pembentukan antibodi
3)
memelihara sistem saraf
4)
memlihara sistem pencernaan dan nafsu makan
5)
memilihara kadar gula darah
6)
pembentukan aritrosit.
Macam vitamin B antara lain
vitamin B1 atau tiamin/aneurin (kekurangan menyebabkan beri-beri), B2 atau
riboflavin/Laktoflavin (kekurangan menyebabkan katarak dan keilosis), niasin
(kekurangan menyebabkan gejala 3D= dermatitis, diare, dan demensia) B6 atau
pridoksin (kekurangan menyebabkan sembelit), asam pantetonat (kekurangan
menyebabkan dermatitis), kolin (kekurangan menyebabkan timbunan lemak pada
hati), asam folat (kekurangan menyebabkan anemia dan kekurangan asam folat),
B12 atau sianokobalamin (kekurangan menyebabkan anemia persisiosa).
Sumber vitamin B: kuning telur,
ikan, susu, mentega, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan daging.
Akibat kekurangan vitamin B:
beri-beri, anemia, diare, dermatitis, nafsu makan menurun, dan insomnia (sulit
tidur).
c.
Vitamin C
Fungsi vitamin
C:
1)
menjaga melekatnya gigi pada gusi
2)
membentuk serabut kolagen
3)
sebagai koenzim dalam metabolisme karbohidrat.
Sumber vitamin C: buah-buahan,
seperti jeruk, pepaya, semangka, nanas, stroberi, dan sayuran segar.
Akibat kekurangan vitamin C:
terjadi pendarahan pada gusi dan skorbut (penyakit akibat kekurangan vitamin
C).
d.
Vitamin D
Fungsi vitamin
D:
1)
berperan dalam pembentukan tulang dan gigi
2)
absorpsi fosfor dan kalsium.
Sumber vitamin D: susu, kuning
telur, minyak ikan, dan ragi.
Akibat kekurangan vitamin D: rakitis.
e.
Vitamin E
Fungsi vitamin
E:
1)
berperan dalam sistem reproduksi
2)
berperan
dalam pembentukan eritrosit
3)
mencegah oksidasi lemak tak jenuh.
Sumber vitamin E: kecambah, susu,
sayuran hijau, kuning telur, dan kacang-kacangan.
Akibat kekurangan vitamin E:
kemandulan, eritrosit mudah pecah, terjadi penimbunan lemak.
f.
Vitamin K
Vitamin K
berperan dalam pembentukan darah dan pembentukan protrombin.
Sumber vitamin K: daging dan
sayuran.
Akibat kekurangan vitamin K:
darah sukar membeku jika terluka.
5.
Mineral
Mineral adalah
senyawa anorganik yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit dan tidak disa
digantikan.
Fungsi mineral sebagai zat
pembangun dan sebagai zat pengatur.
Macam mineral:
a.
Makro mineral, yaitu mineral yang dibutuhkan
dalam jumlah banyak, seperti C, H, O, N, S, P.
b.
Mikro
mineral, yaitu mineral mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikt, seperti Zn,
Fe, Mg.
c.
Air
Fungsi air:
a.
sebagai pelarut zat-zat yang ada di dalam tubuh
b.
menjaga kestabilan suhu tubuh
c.
membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.
A. Sistem Organ
Pencernaan Makanan Pada Manusia
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa
organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus
1.
Rongga
Mulut
Mulut
merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi
alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada
Mulut terdapat :
a.
Gigi
Memiliki
fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang
kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b.
Lidah
Memiliki peran
mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c.
Kelenjar Ludah
Ada 3 kelenjar
ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah
setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia
adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah
melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
2.
Esofagus(Kerongkongan)
Merupakan saluran
yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran
esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring
terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea
(tenggorokan). Fungsi esophagusadalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar
makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik
sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung.
3.
Lambung
Lambung adalah kelanjutan dari esophagus, berbentuk
seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2
liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus
makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot
polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot
menyerong.
Selain pencernaan mekanik, pada
lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan
lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
a.
Asam HCl
,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang
pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
b.
Lipase ,
Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan
sangat sedikit
c.
Renin ,
Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki
oleh bayi.
d.
Mukus ,
Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik
dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1.
Merangsang keluamya sekretin
2.
Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk
memecah protein.
3.
Desinfektan
4.
Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang
berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.
4.
Usus Halus
Usus halus
merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8
meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (±
2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara
kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus
serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang
dihasilkan oleh usus halus adalah :
a.
Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi
monosakarida
b.
Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah
menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
c.
Hormon
Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang
dihasilkan ke usus halus
d.
Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati
untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
a.
Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan
yang berasal dari lambung
b.
Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi
erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton
menjadi asam amino.
c.
Amilase
Mengubah amilum menjadi disakarida
d.
Lipase
Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
e.
Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
f.
Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
g.
Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi
nukleosida dan gugus pospat
h.
Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah
sampai menjadi kadar normal
i.
Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah
sampai menjadi kadar normal
5.
Usus Besar (Kolon)
Merupakan usus
yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter,
dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah,
yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon
adalah :
a.
Menyerap air selama proses pencernaan.
b.
Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H
(Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c.
Membentuk
massa feses
d.
Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses)
keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
6.
Rektum dan Anus
Merupakan lubang
tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung
terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot
spinkterrectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun
rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
B. Gangguan pada Sistem Pencernaan
1. Apendikitis-Radang usus buntu.
2. Diare- Feses yang sangat cair
akibat peristaltik yang terlalu cepat.
3. Kontipasi -Kesukaran dalam
proses Defekasi (buang air besar)
4. Maldigesti-Terlalu banyak
makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
5. Parotitis-Infeksi pada
kelenjar parotis disebut juga Gondong
6. Tukak Lambung/Maag-“Radang”
pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacterpylori
7. Xerostomia-Produksi air liur
yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat
disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat
pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak
lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
a.
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat
maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air.
Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres),
makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam
waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi
dehidrasi.
b.
Konstipasi ( sembelit )
Sembelit
terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat, akibatnya air terlalu
banyak diserap usus, maka fese menjadi keras dan kering. Sembelit ini
disebabkan karena kurangnya konsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan
banyak menkonsumsi daging.
C. organ-organ pernapasan
Bernapas
sangat penting bagi manusia. Pada proses ini terjadi pertukarangan oksigen dan
karbon dioksida antara tubuh dan lingkungan sebelum sebelum membahas sistem
pernapasan lebih jauh, akan dijelaskan dahulu beberapa sistem organ yang
berperan dalam sistem pernapasan
1.
Hidung
Hidung merupakan
organ pernapasan yang letaknya paling luar. Manusia menghirup udara melalui
hidung. Pada permukaan organ hidung
terdapat rambu-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi menyaring udara
yang masuk dari debu atau benda lainnya. Di dalam rongga hidung terjadi sesuai
suhu dan kelembapannya udara, sehingga udara yang masuk ke paru- paru tidak
terlalu kering ataupun lembab.
2.
Tenggorongkan
Tenggorokkan
merupakan bagian dari organ pernapasan.
Tenggorokkan berupa suatu pipa yang dimulai dari pangkal tenggorokkan (
laring), batang tenggorokkan ( trakea)dan cabang batang tenggorokkan (bronkus).
a.
Pangkal tenggorokkan (laring)
Setelah melewati hidung udara masuk menuju laring
melalui faring. Faring terletak di hulu tenggorokkan dan merupakan persimpangan
antara rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke tenggorokkan. Setelah
menuju laring selanjutkan menuju ke batang trakea
b.
Batang tenggorokkan (trakea)
Batang tenggokkan tersusun dari cincin-cincin tulang
rawan dan terletak di depan tenggorokkan memanjang dari leher ke rongga dada,
batang tenggorokkan ini bercabang dua. Setiap cabangnya masuk menuju paru-paru
kanan dan paru-paru kiri.
c.
Cabang batang tenggokkan (bronkus)
Merupakan cabang dari trakea, bronkus terbagi menjadi
dua yaitu menuju paru-paru kanan dan paru-paru kiri.bronkus bercabang lagi
menuju bronkiolus, masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung
paru-paru atau alveolus. Alveolus merupakan tempat terjadinya difusi oksigen ke
dalam darah. Oleh karena itu dinding alveolus banyak mengandung kapiler darah.
3.
Paru-paru
Paru-paru terletak
di rongga dada. Antra rongga dada dan rongga perut terdapat suatu pembatas yang
disebut diafragma. Pembats ini bukan sekedar pembatas, tetapi juga berperan
juga dalam proses pernapasan.
E.
Gangguan pada Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan manusia dapat mengalami
gangguan atau masalah sebagai berikut:
1.
Faringitis
Adalah radang pada faring karena infeksi sehingga
timbul rasa nyeri pada wktu menelan makanan ataupun kerongkong terasa kering.
Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
2.
Asma
Adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang
disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut. Asma merupakan
menyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Kelainan ini bersifat
tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan sejak lahir
3.
Influenza (flu)
Disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan
antara lain pilek, hidung tersumbat, dan tenggorokkan terasa gatal. Influenza merupakan suataupenyakit infeksi
akut saluran pernapasan terutama ditandai dengan demam, gigil, sait otot, sakit
kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorokkan dan batuk yang berdahak .
D. kesimpulan
Pada sistem pencernaan makanan pada manusia
yang mana memiliki fungsi makanan bagi tubuh, diantaranya
1.
Menyusun sel dan jaringan tubuh
2.
Menyusun enzim, hormon, dan pigmen.
3.
Dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit
4.
Meningkatkan serta menjaga kebugaran tubuh
5.
Sebagai sumber energi
Pada sistem pernapasan manusia ada dua macam proses
pernapasan yaitu: pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pada sistem pernapasan dapat mengalami gangguan pernapasan
misalnya:
1.
Asma
2.
Faringitis
3.
Influenza dll


Tidak ada komentar:
Posting Komentar