A.
Identitas
·
Nama : Annisa Umairoh
·
NPM :
15320002
·
Prodi :
Pendidikan biologi
·
Kelas :
A
·
Mata
kuliah : Telaah biologi
·
Dosen
pengampau : Dr. Muhfahroyin M.Ta.
dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
·
Pertemuan :3 (ke-tiga)
B.
Pengantar
Assalamualaikum wr,wb
Dengan mengucap syukur alhamdullilah atas kehadirat
allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan rahmat karunianya, kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi
Smp.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti
bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan tugas ringkasan Materi Telaah
Biologi Smp Pertemuan ke31 dengan materi Sistem Pencernaan dan Pernafasan manusia.
Saya menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih
jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari
pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal yang memuat
pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke- matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Penyusun,
Annisa Umairoh
C.
Subtansi Kajian
- Makanan dan Fungsinya
- Organ-Organ Pencernaan
- Gangguan pada Sistem Pencernaan
- Organ-Organ Pernapasan
- Proses Pernapasan
6. Gangguan pada Sistem Pernapasan
D.
Review Pembelajaran
A.
Fungsi Makanan Bagi Tubuh
Salah satu ciri makhluk hidup adalah membutuhkan
makanan, tak terkecuali manusia. Kualitas kesehatan tubuh sangat ditentukan
oleh kualitas darahnya. Kualitas darah sangat ditentukan oleh kualitas makanan
yang dimakan. Setiap manusia mempunyasatui kebutuhan makan yang berbeda, setiap
bahan makanan pun memiliki kandungan gizi yang spesifik. Ada beberapa
fungsi makanan bagi tubuh, diantaranya adalah :
- Sebagai sumber energi
- Sumber pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit
- Sumber pembangun tubuh baik untuk pertumbuhan maupun perbaikan tubuh
- Sebagai sumber bahan pengganti sel-sel tua yang usang dimakan usia/rusak.
- Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan, misalnya keseimbangan air, keseimbangan asam basa dan keseimbangan mineral didalam cairan tubuh
- Sebagai penghangat dan pelindung organ penting
- Berperan di dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit, misalnya sebagai antioksidan dan antibodi.
B.
Sistem Organ Pencernaan Makanan Pada Manusia
Sistem
pencernaan makanan adalah kesatuan alat-alat yang dilibatkan dalam proses pencernaan
makanan. Sistem pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Saluran pencernaan meliputi beberapa organ, di antaranya sebagai
berikut:
1. Mulut
Merupakan
tempat dimulainya pencernaan makanan. Di mulut berlangsung dua jenis
pencernaan, yaitu:
- Pencernaan mekanik yang dilakukan oloh gigi dan lidah, berupa pengunyahan, pergerakan otot-otot lidah dan pipi untuk mencampur makanan dengan air ludah sebelum makanan ditelan.
- Pencernaan secara kimia yang dilakukan oleh kelenjar ludah, yaitu pemecahan amilum menjadi maltosa.
A.
Lidah
Berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanik, membantu proses mengunyah, menelan, membedakan bermacam rasa. Untuk mendukung fungsi mengenali rasa, pada permukaan lidah terdapat papilla-papila yang di dalamnya terdapat puting-puting pengecap rasa. Macam rasa yang dapat dibedakan oleh lidah adalah manis, asam, asin, dan pahit. Selain itu, lidah juga peka terhadap panas, dingin, dan tekanan.
B. Kelenjar Ludah
Merupakan kelenjar penghasil ludah atau air liur (saliva) yang terdiri dari tiga pasang.
Berfungsi untuk mencerna makanan secara mekanik, membantu proses mengunyah, menelan, membedakan bermacam rasa. Untuk mendukung fungsi mengenali rasa, pada permukaan lidah terdapat papilla-papila yang di dalamnya terdapat puting-puting pengecap rasa. Macam rasa yang dapat dibedakan oleh lidah adalah manis, asam, asin, dan pahit. Selain itu, lidah juga peka terhadap panas, dingin, dan tekanan.
B. Kelenjar Ludah
Merupakan kelenjar penghasil ludah atau air liur (saliva) yang terdiri dari tiga pasang.
- Kelenjar parotis berada di bawah telinga, yang berfungsi menghasilkan ludah berbentuk cair.
- Kelenjar submandibularis berada di rahang bagian bawah, berfungsi menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir.
- Kelenjar sublingualis berada di bawah lidah, berperan menghasilkan getah yang mengandung air dan lender.
Ludah dalam
pencernaan makanan berperan untuk memudahkan dalam menelan makanan dengan cara
membasahi dan melumasi makanan. Ludah mengandung enzim ptyalin (amylase) yang
berperan mengubah zat karbohidrat (amilum) menjadi maltose (gula sederhana).
Enzim ptyalin akan berfungsi maksimal jika berada pada pH 6,8-7 dan pada suhu
37°C.
C. Gigi
Berfungsi untuk memotong dan mengoyak makanan yang masuk ke mulut (sebagai alat pencernaan mekanik). Tujuan makanan dipotong dan dikoyak menjadi lebih kecil agar mudah untuk dicerna oleh lambung. Perkembangan gigi dimulai saat anak berusia sekitar enam bulan. Gigi yang pertama kali tumbuh disebut gigi susu. Selanjutnya, pada usia 6-14 tahun gigi susu akan diganti menjadi gigi sulung, selanjutnya akan berkembang menjadi gigi tetap.
Gigi susu terdiri dari 4 gigi geraham belakang, 2 gigi taring dan 4 gigi seri pada rahang atas. Pada rahang bawah terdiri dari 4 gigi geraham belakang, 2 gigi seri dan 4 gigi seri. Gigi tetap memiliki rumusan 6 gigi geraham belakang, 4 geraham depan, 2 gigi taring, dan 4 gigi seri pada masing-masing rahang, baik rahang atas maupun rahang bawah.
C. Gigi
Berfungsi untuk memotong dan mengoyak makanan yang masuk ke mulut (sebagai alat pencernaan mekanik). Tujuan makanan dipotong dan dikoyak menjadi lebih kecil agar mudah untuk dicerna oleh lambung. Perkembangan gigi dimulai saat anak berusia sekitar enam bulan. Gigi yang pertama kali tumbuh disebut gigi susu. Selanjutnya, pada usia 6-14 tahun gigi susu akan diganti menjadi gigi sulung, selanjutnya akan berkembang menjadi gigi tetap.
Gigi susu terdiri dari 4 gigi geraham belakang, 2 gigi taring dan 4 gigi seri pada rahang atas. Pada rahang bawah terdiri dari 4 gigi geraham belakang, 2 gigi seri dan 4 gigi seri. Gigi tetap memiliki rumusan 6 gigi geraham belakang, 4 geraham depan, 2 gigi taring, dan 4 gigi seri pada masing-masing rahang, baik rahang atas maupun rahang bawah.
2. Lambung
Setelah
makanan dikunyah di dalam mulut selanjutnya dibawa ke lambung melalui
kerongkongan. Makanan dapat turun ke lambung atas bantuan kontraksi otot-otot
kerongkongan tersebut. Selama di lambung, makanan akan diproses secara kimiawi
menggunakan enzim-enzim pencernaan, diantaranya:
- Renin, zat renin ini hanya dimiliki oleh bayi yang fungsinya untuk mengendapkan protein susu dari air susu ibu (ASI).
- Pepsin, zat yang satu ini fungsinya untuk memecah protein menjadi pepton.
- Asam Klorida (HCI), fungsinya untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
- Lipase, zat lipase fungsinya untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
3. Usus 12 Jari
Makanan
diproses dalam lambung sekitar 3-4 jam, setelah itu dibawa menuju usus 12 jari
dan akan dicerna dengan bantuan enzim-enzim dari pankreas. Disamping itu juga
terdapat empedu yang dihasilkan oleh hati fungsinya untuk mengemulsikan lemak
kemudian dialirkan ke usus 12 jari.
4. Usus Halus
Setelah itu
makanan dibawa ke usus halus untuk diserap kandungannya, seperti lemak diserap
dalam bentuk asam lemak dan gliserol, Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa,
dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Sedangkan vitamin dan mineral
dapat langsung diserap oleh usus halus tanpa dicerna.
4. Usus Besar
Kemudian
makanan yang tidak dicerna usus halus akan menuju usus besar dan menjadi fases.
Air yang masih ada dalam usus besar akan diserap kembali ke usus besar.
5. Anus
Sisa makanan
yang tidak diserap akan dibuang melalui anus.
C. Gangguan Sistem Pencernaan Manusia
1.Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.
Hepatitis adalah peradangan pada hati karena toxin, seperti kimia atau obat ataupun agen penyebab infeksi. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut “hepatitis akut”, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut “hepatitis kronis”.
2. Diare
Diare adalah suatu kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Diare adalah suatu kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan atau buang air besar (BAB) dengan frekuensi yang lebih sering dibandingkan dengan biasanya. Pada umumnya, diare terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
3.
Konstipasi
Konstipasi adalah kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur atau tidak bisa sama sekali. Jika mengalaminya, Anda biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya tinja Anda menjadi keras dan padat dengan ukuran sangat besar atau sangat kecil.
Konstipasi adalah kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur atau tidak bisa sama sekali. Jika mengalaminya, Anda biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya tinja Anda menjadi keras dan padat dengan ukuran sangat besar atau sangat kecil.
4. Gastritis
Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Dilihat dari waktu terjadinya, gastritis dibagi menjadi dua:
Merupakan suatu peradangan akut atau kronis pada lapisan mukosa (lender) dinding lambung. Penyebabnya ialah penderita memakan yang mengandung kuman penyakit. Dilihat dari waktu terjadinya, gastritis dibagi menjadi dua:
- Gastritis akut atau muncul secara mendadak dan cepat reda.
- Gastritis kronis atau terjadi secara perlahan dan berlangsung lama.
5. Disentri
Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Ada dua jenis utama disentri yang digolongkan berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri basiler atau sigelosis yang disebabkan oleh bakteri shigella dan disentri amoeba atau amoebiasis yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) bernama Entamoeba histolytica yang biasanya ditemukan di daerah tropis. Disentri basiler biasanya lebih ringan dibanding dengan disentri amoeba.
Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Ada dua jenis utama disentri yang digolongkan berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri basiler atau sigelosis yang disebabkan oleh bakteri shigella dan disentri amoeba atau amoebiasis yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) bernama Entamoeba histolytica yang biasanya ditemukan di daerah tropis. Disentri basiler biasanya lebih ringan dibanding dengan disentri amoeba.
6. Maag
Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.
Penyebab utama sakit maag ada dua, yakni bakteri helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen atau aspirin dalam waktu yang cukup panjang. Bakteri H. pylori merupakan bakteri yang dapat mengiritasi dan menyebabkan munculnya luka pada lambung atau usus bagian atas.
Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.
Penyebab utama sakit maag ada dua, yakni bakteri helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan obat anti inflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen atau aspirin dalam waktu yang cukup panjang. Bakteri H. pylori merupakan bakteri yang dapat mengiritasi dan menyebabkan munculnya luka pada lambung atau usus bagian atas.
7. Tukak
Lambung
Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) serta kerongkongan (esofagus).
Tukak lambung adalah luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung. Luka ini juga berpotensi muncul pada dinding bagian pertama usus kecil (duodenum) serta kerongkongan (esofagus).
8. Radang
Usus Buntu
Radang usus buntu (Appendicitis) merupakan nama penyakit yang menyerang usus buntu. Appendicitis terjadi ketika appendix, nama lain dari usus buntu telah meradang dan membuatnya rentan pecah, ini termasuk darurat medis serius. Operasi dilakukan untuk penyembuhan radang usus yang membengkak
Radang usus buntu (Appendicitis) merupakan nama penyakit yang menyerang usus buntu. Appendicitis terjadi ketika appendix, nama lain dari usus buntu telah meradang dan membuatnya rentan pecah, ini termasuk darurat medis serius. Operasi dilakukan untuk penyembuhan radang usus yang membengkak
9. Wasir
Atau Hemoroid
Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam atau di sekitar bokong, baik di dalam rektum atau di dalam anus. Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan bahkan tidak menimbulkan gejala.
Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam atau di sekitar bokong, baik di dalam rektum atau di dalam anus. Kebanyakan hemoroid adalah penyakit ringan dan bahkan tidak menimbulkan gejala.
10. Cacingan
Biasanya orang yang mengalami cacingan terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan sehingga memungkinkan telur-telur cacing akan masuk ke dalam mulut dan hidup di dalam usus manusia, biasanya anak-anak yang kurang menjaga kebersihan saat bermain di luar akan rentan tertular penyakit cacingan ini.
Biasanya orang yang mengalami cacingan terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan sehingga memungkinkan telur-telur cacing akan masuk ke dalam mulut dan hidup di dalam usus manusia, biasanya anak-anak yang kurang menjaga kebersihan saat bermain di luar akan rentan tertular penyakit cacingan ini.
D. Organ-organ Pernafasan Manusia
1. Hidung (Cavum Nasalis)
Rongga hidung termasuk alat pernapasan pada manusia
paling luar, dan merupakan alat pernapasan paling awal. Udara keluar masuk
melalui rongga hidung. Rongga hidung selalu lembap karena adanya selaput
lendir. Di dalam rongga hidung juga terdapat rambut-rambut pendek dan halus.
Selaput lendir dan rambut-rambut halus ini berfungsi menyaring debu dan kotoran
yang masuk bersama udara, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu
udara pernapasan, dan mengenali adanya bau
2. Tenggorokan (Faring)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring
merupakan persimpangan antara 2 saluran, yaitu rongga hidung ke tenggorokan
(saluran pernapasan / nasofarings) pada bagian depan dan rongga
mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan / orofarings) pada bagian
belakang. Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula
pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara (pita vocalis) dan
epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Masuknya udara melalui faring akan
menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar sebagai suara
3. Batang Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang
kurang lebih 10 cm dan terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada
(torak). Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan,
dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring
benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
4. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Laring merupakan suatu saluran yang dikelilingi
oleh tulang rawan. Laring berada diantara orofaring dan trakea, didepan
lariofaring. Salah satu tulang rawan pada laring disebut epiglotis. Epiglotis
terletak di ujung bagian pangkal laring. Bagian dalam dindingnya digerakkan
oleh otot untuk menutup serta membuka glotis. Glotis adalah lubang mirip celah
yang menghubungkan faring dengan trakea.
5. Cabang Tenggorokan (Bronkus)
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan.
Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju
paru-paru kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus sama dengan trakea, hanya
tulang rawan bronkus bentuknya tidak teratur dan pada bagian bronkus yang lebih
besar cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus
bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus.
6. Bronkiolus
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus.
Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan
dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi
rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.
7. Paru-Paru (Pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian
atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah
dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu
paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo
sinister) yang terdiri atas 2 lobus.
8. Alveolus
Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal:
alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh
pembuluh-pembuluh darah. Dindingnya tipis, lembap, dan berlekatan erat dengan
kapiler-kapiler darah. Alveolus terdiri atas satu lapis sel epitelium pipih dan
di sinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara.
E.
Proses Pernafasan
Manusia
Pernapasan perut dalam sistem pernapasan manusia
pada proses inspirasi dan ekspirasi akan dijelaskan sebagai berikut:
Bagaiman pernapasan perut dalam sistem pernapasan manusia
Inspirasi: Otot otot antar tulang rusuk
berkontraksi, tulang rusuk terangkat sehingga otot diafragma mendatar, dan
mengakibatkan volume rongga dada membesar dan tekanan udaranya mengecil
menyebabkan terjadinya aliran udara dari luar masuk ke dalam paru-paru.
Ekspirasi: Otot otot antar tulang rusuk mengendur
dan tulang rusuk ujung ujungnya turun, dan mengakibatkan volume rongga dada
mengecil dan tekanan udaranya menjadi besar. Hal ini menyebabkan udara di dalam
paru paru dipompa ke luar tubuh.
Bagaimana pernapasan dada dalam sistem pernapasan manusia
Pernapasan dada dalam sistem pernapasan pada
manusia pada proses inspirasi dan ekspirasi akan dijelaskan sebagai berikut:
Inspirasi : Otot otot perut mengendur hingga otot
diafragma posisinya mendatar, dan akibatnya volume rongga dada membesar dan
tekanan udaranya mengecil. Hal ini menyebabkan terjadinya aliran udara luar
masuk ke dalam paru-paru.
Ekspirasi: Otot otot perut menekan kepada otot otot
diafragma sehingga posisinya menonjol ke atas, sehingga volume rongga mengecil
dan tekanan udaranya menjadi membesar. Hal ini menyebabkan udara di dalam paru
paru dipompa keluar tubuh.
F.
Gangguan
Pada Sistem Pernafasan
1.
Efisema
Emfisema disebabkan
hilangnya elastisitas alveolus.Asap rokok dan kekurangan enzim
alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
2.
Pneumonia
Pneumoniaatau Logensteking yaitu penyakit
radang pari-paru yang disebabkan oleh diplococcus pneumoniae.
3.
Influenza
Influenza
disebabkan oleh virus influenza.Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek,
hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.Influenza
merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh
demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit
tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari
dan biasanya sembuh sendiri.
4.
Asma
Asma
merupakan penyakit penyumbatan saluran pernafasan yang disebabkan alergi
terhadap rambut, bulu atau kotoran, debu, atau tekanan psikologis.Asma bersifat
menurun.
5.
TBC (Tuberculosis)
Penyakit ini
disebabkan oleh bakteri Mycobacteriumtubercolusis.Penyakit ini menyerang
paru-paru sehinggaterbentuk bintil-bintil dalam alveolus
I.
Kesimpulan
·
Ada beberapa fungsi makanan bagi tubuh, diantaranya
adalah :
- Sebagai sumber energi
- Sumber pengatur dan pelindung tubuh terhadap penyakit
- Sumber pembangun tubuh baik untuk pertumbuhan maupun perbaikan tubuh
- Sebagai sumber bahan pengganti sel-sel tua yang usang dimakan usia/rusak
·
Organ pencernaan manusia yaitu: Mulut, lambung, usus
12 jari, usus halus, usus besar, usus.
·
Organ pernafasan manusia yaitu: Hidung, faring,
trakea, laring, bronkus, bronkeoulus, paru-paru, alveoulus.
·
Proses pernafasan manusia ada dua macam yaitu
pernafasan dada dan pernafasan perut yang mencakup inspirasi dan ekspirasi
·
Penyakit sistem pencernaan misalnya maag, wasir,
disentri dll
·
Penyakit sistem pernafasan misalnya asma, Tbc,
Bronkitis, influenza dl
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar