A. IDENTITAS
Nama :
Desi Hartina
Npm :
15320040
Kelas :
Biologi A
Prodi :
Pendidikan Biologi
Mata kuliah :
Telaah Biologi SMP
Semester :
3
Dosen pengampu :
Bapak Agil Lepiyanto,M.Pd
B. KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa
ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat
terselesaikan . Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami . Kami
membuat jurnal ini bertujuan untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak hanya menyelesaikan tugas , tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita yang berkaitan dengan Sistem
Gerak Manusia. Kiranya jurnal ini bisa menambah pengetahuan bagi pembaca .
Meski begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu untuk dilakukan perbaikan
dan penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang membangun dari pembaca
akan kami terima dengan senang hati.
Metro, 23
Oktober 2016
Desi Hartina
C. SUBTANSI KAJIAN
1. Rangka
2. Otot
3. Kelainan
pada sistem gerak manusia
D. REVIEW PEMBELAJARAN
Manusia
memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan,
berlari, menari dan lain-lain. Bagaimana manusia dapat melalakukan gerakan ?
Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak,
yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti
rangka (tulang), persendian, dan otot.
Fungsi
rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak bila
dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa,
tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan
sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
Fungsi
persendian adalah menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang
lainnya.
Fungsi otot
adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerak- kan organ lain sehingga
terjadi suatu gerakan.
Untuk lebih jelasnya dalam membahas system gerak ini,
akan diuraikan satu persatu, sebagai berikut yaitu rangka (tulang), sendi dan
otot.
1.
Rangka (Tulang)
Rangka atau
tulang pada tubuh manusia termasuk salah satu alat gerak pasif karena tulang
baru akan bergerak bila digerakkan oleh otot. Sedangkan unsur pembentuk tulang
pada manusia adalah unsur kalsium dalam bentuk garam yang direkatkan oleh
kalogen. Dalam perkembangannya bentuk tulang dan rangka tubuh yang disusun nya
dapat mengalami kelainan yang disebabkan oleh gangguan yang dibawa sejak lahir,
infeksi penyakit, faktor gizi atau posisi tubuh yang salah. Hubungan antar
tulang yang satu dengan tulang yang lainnya, dihubung- kan oleh persendian
(sendi). Pada manusia terdapat tiga (3) bentuk persendian, yaitu sendi mati,
sendi kaku dan sendi gerak
a. Macam-Macam
Organ Penyusun Sistem Gerak
Fungsi
Rangka Pada Manusia
Kerangka
pada tubuh manusia memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu :
1.
sebagai penegak tubuh
2.
sebagai pembentuk tubuh
3.
sebagai tempat melekatnya otot (otot rangka)
4.
sebagai pelindung bagian tubuh yang penting
5.
sebagai tempat pembentukkan sel darah merah
6.
sebagai alat gerak pasif
Kerangka
manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu :
1.
Bagian Tengkorak
2.
Bagian Badan
3.
Bagian Anggota Gerak
a. Bagian
Tengkorak (Kepala)
tersusun
dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah
dan sel-sel darah putih.
terdiri dari
:
1
tulang dahi
2 tulang
tapis
2 tulang
hidung
2 tulang
ubun-ubun
2 tulang
pipi
|
2 tulang
langit-langit
2 tulang
baji
2 tulang
pelipis
2 tulang
air mata
2 tulang
rahang atas
|
1 tulang
lidah
1 tulang
tengkorak
2 tulang
rahang bawah
|
b. Bagian Badan
Bagian badan
terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu :
a.
Ruas-ruas tulang belakang ( 33 ruas )
b.
Tulang rusuk ( 12 pasang )
7 pasang
tulang rusuk sejati
3 pasang
tulang rusuk palsu
2 pasang
tulang rusuk melayang
c. Tulang dada, terdiri dari
:
tulang hulu
tulang badan
tulang
pedang-pedangan
d. Gelang bahu terdiri dari :
2 tulang
selangka (kiri dan kanan)
2 tulang
belikat (kiri dan kanan)
e.
Gelang panggul terdiri dari :
2 tulang
duduk (kiri dan kanan)
2 tulang
usus (kiri dan kanan)
2 tulang
kemaluan (kiri dan kanan)
3.
Bagian Anggota Gerak
Anggota
gerak dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a.
anggota gerak atas (tangan kiri dan kanan) terdiri dari :
2 tulang
pengumpil
2 tulang
lengan atas
2 tulang
hasta
16 tulang
pergelangan tangan
10 tulang
telapak tangan
28 ruas
tulang jari tangan
b.
anggota gerak bawah (kaki kiri dan kanan) terdiri dari :
2 tulang
paha
2 tulang
tempurung lutut
2 tulang
kering
2 tulang
betis
14 tulang
pergelangan kaki
10 tulang
telapak kaki
28 ruas
tulang jari kaki
2.
Jenis dan Fungsi Tulang
Menurut
jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.
Tulang Rawan
Tulang rawan
tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak
mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.
Tulang rawan
banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat
pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara
ruas-ruas tulang belakang.
Mengapa bila
anak-anak mengalami patah tulang, cepat menyambung kembali ? Hal ini
dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila
patah mudah menyambung kembali.
Proses
perubahan tulang rawan menjadi tulang keras, disebut osifikasi.
Gb. Tulang
rusuk
b.
Tulang Keras
Tulang keras
dibentuk oleh sel pembentuk tulang (osteoblas)ruang antar sel tulang keras
banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras.
Zat kapur
tersebut dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3)dan kalsium fosfat (
Ca(PO4)2) yang diperoleh atau dibawa oleh darah.
Dalam tulang
keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang
berfungsi mengatur kehidupan sel tulang.
Tulang keras
berfungsi untuk menyusun sistem rangka.
Contoh
tulang keras :
tulang paha
tulang
lengan
tulang betis
tulang
selangka
3.
Bentuk Tulang
Menurut
bentuknya tulang terbagi 3 macam, yaitu :
a.
Tulang pipa
Bentuknya
bulat, panjang dan tengahnya berongga
Contohnya :
tulang paha
tulang
lengan atas
tulang jari
tangan
Berfungsi
sebagai tempat pembentukan sel darah merah
b.
Tulang pipih
Bentuknya
pipih ( gepeng )
Contohnya :
tulang
belikat
tulang dada
tulang rusuk
Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah
dan sel darah putih
c.
Tulang pendek
Bentuknya
pendek dan bulat
Contohnya :
ruas-ruas
tulang belakang
tulang
pergelangan tangan
tulang
pergelangan kaki
Berfungsi
sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
4.
Persendian
Pada
kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang yang saling berhubungan.
Hubungan antar tulang disebut sendi atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia,
persendian mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.
Menurut
sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan menjadi tiga (3 macam)
yaitu :
a.
Sendi Mati
yaitu
persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak memungkinkan
terjadinya pergerak kan, misalnya persendian antar tulang tengkorak.
b.
Sendi Kaku
yaitu
persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan, sehingga masih
memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya kaku, misalnya persendian antara
ruas- ruas tulang sendi kaku
c.
Sendi Gerak
yaitu
persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang yang lain tidak
dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi gerakan yang bebas.
Sedangkan
sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam, tetapi pada saat ini hanya akan
dibahas 4 macam sendi, diantaranya :
1)
Sendi Engsel
yaitu
persendian yang dapat digerakan kesatu arah.
Contohnya :
persendian
antara tulang paha dengan tulang betis
persendian
antara tulang lengan dengan tulang hasta
2)
Sendi Putar
yaitu
persendian yang dapat digerakan secara berputar
Contohnya :
persendian
antara tulang leher dengan tulang atlas
persendian
antara hasta dengan tulang pengumpil
3)
Sendi Peluru
yaitu
persendian yang dapat digerakan kesegala arah
Contohnya :
persendian
antara gelang bahu dengan tulang lengan atas
persendian
antara gelang panggul dengan tulang paha
4)
Sendi Pelana
yaitu
persendian yang dapat digerakan kedua arah
Contohnya :
persendian
pada ibu jari tangan
persendian
antara tulang pergelangan tangan dengan Tulang tapak tangan
2.
Otot
Coba
perhatikan apa yang akan terjadi apabila manusia tidak Memiliki otot ?
Manusia
tidak akan dapat melakukan pergerakan, sebab otot merupakan alat gerak aktif
yang sangat penting bagi manusia.
Menurut
jenisnya, ada 3 macam otot, yaitu :
a. Otot
polos
b. Otot
lurik
c. Otot
jantung
1.
Ciri-Ciri Otot
a.
Ciri-ciri otot polos
1)
bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya
menggelembung
2)
mempunyai satu inti sel
3)
tidak memiliki garis-garis melintang (polos)
4)
bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu
otot polos disebut sebagai otot tak sadar.
5)
terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dll.
b.
Ciri-ciri otot lurik
1)
bentuknya silindris, memanjang
2)
tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan
terang secara berselang-seling ( lurik )
3)
mempunyai banyak inti sel
4)
bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot
lurik disebut sebagai otot sadar.
5)
terdapat pada otot paha, otot betis, otot dada, otot
c.
Ciri-ciri otot jantung
1)
otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Struk turnya sama seperti otot
lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel.
2)
kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita, tetapi bekerja
sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seper Ti otot
lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga
otot spesial.
2.
Gerak dan Kerja Otot
a.
Kerja Otot Manusia
Otot manusia
bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan
bagian tengahnya menggelembung membesar). Karena memendek maka tulang
yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu
macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar
tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi
dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang
berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk
menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke
posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang
berbeda.
Berdasarkan
cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis. otot
antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang
berlawanan arah. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua
berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya.
Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis, yaitu gerak otot yang
bersamaan arah. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.
1)
Gerak Antagonis
Contoh gerak
antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah.
Otot bisep
adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan
terletak di lengan atas bagian depan.
Otot trisep
adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang
dan terletak di lengan atas bagian belakang.
Untuk
mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.
Untuk
menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
2)
Gerak Sinergis
Gerak
sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama.
Contoh :
gerak tangan menengadah dan menelungkup.
Gerak ini
terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres dengan otot pro nator
kuadratus.
Contoh lain
gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara
tulang rusuk ketika kita bernapas.
3. Kelainan Tulang dan Otot
1.
Kelainan Pada Tulang (rangka)
Kelainan dan
gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa Faktor, misalnya karena
kelainan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau
kebiasaan posisi tubuh yang salah. Beberapa contoh kelainan pada tulang dan
rangka, antara lain :
a.
Kifosis
Yaitu
kelainan tulang punggung membengkok ke depan, dikarenakan kebiasaan duduk/bekerja
dengan posisi membungkuk.
b.
Skoliosis
Yaitu
kelainan tulang punggung membengkok ke samping, ini dapat tejadi pada orang
yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa
miring dan mengakibatkan tulang pung- gungnya menjadi miring.
c.
Lordosis
Yaitu
kelainan tulang punggung membengko ke belakang, dikarenakan kebiasaan tidur
yang pinggangnya diganjal bantal.
d.
Rakhitis
Yaitu
kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X
atau O
e.
Polio
Yaitu
kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya
mengecil dan abnormal.
2.
Kelainan Pada Otot
Kelainan
otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat
terjadi akibat gangguan faktor luar maupun faktor dalam.
Faktor luar
dapat diakibatkan karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam
bisa terjadi karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah
dilatih.
Beberapa
contoh kelainan pada otot, diantaranya :
1)
tetanus kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun
bakteri.
2)
atrofi otot kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio
atau karena otot tidak difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh
3)
kaku leher (stiff) Kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan
otot Trapesius meradang.
4)
kram kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus
sehingga otot menjadi kejang.
5)
keseleo (terkilir) kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu
otot bekerja berlawanan arah.
E.
KESIMPULAN
Gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau
seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila aka
impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau seluruh bagian
tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara
umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan
hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.
Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh
kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan
demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak
pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan
tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ
tumbuhan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar