A. IDENTITAS
Nama :
Desi Hartina
Npm :
15320040
Kelas :
Biologi A
Prodi :
Pendidikan Biologi
Mata kuliah :
Telaah Biologi SMP
Semester :
3
Dosen pengampu :
Bapak Agil Lepiyanto,M.Pd
B. KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kami panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa
ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat
terselesaikan . Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami . Kami
membuat jurnal ini bertujuan untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak hanya menyelesaikan tugas , tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita yang berkaitan dengan Sistem
Pencernaan dan Sistem Pernafasan Manusia. Kiranya jurnal ini bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca . Meski begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu
untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang
membangun dari pembaca akan kami terima dengan senang hati.
Metro, 29
Oktober 2016
Desi Hartina
C. SUBTANSI KAJIAN
a. Sistem
Pencernaan
b. Sistem
Pernafasan
D. REVIEW PEMBELAJARAN
a.
SISTEM
PENCERNAAN
1.
Organ
Pencernaan Pada Manusia
Proses
pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan
kelenjar-kelenjar pencernaan. Antara proses dan organ-organ serta kelenjarnya
merupakan kesatuan system pencernaan. Sistem pencernaan berfungsi memecah
bahan-bahan makanan menjadi sari-sari makanan yang siap diserap dalam tubuh.
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi dua macam
yaitu: proses mekanis dan proses kimiawi.
Proses
mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu lidah serta peremasan
makanan yang terjadi didalam lambung.
Proses
kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan
mengubah makanan yang ber-molekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.
Makanan
mengalami proses pencernaan sejak makanan berada di dalam mulut hingga proses
pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan.
Adapun
proses pencernaan makanan meliputi hal-hal berikut.
Ingesti
: pemasukan makanan kedalam tubuh melalui mulut.
Mastikasi:
proses mengunyah makanan oleh gigi.
Deglutisi
: proses menelan makanan di kerongkongan.
Digesti
: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana dengan bantuan enzim,
terdapat di lambung.
Absorpsi:
proses penyerapan, terjadi di usus halus.
Defekasi:
pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.
Makanan
yang kita makan tidak dapat langsung diserap dan digunakan oleh alat-alat tubuh
kita. Agar dapat diserap oleh sel-sel jonjot usus, makanan harus dicerna
terlebih dahulu oleh alat-alat pencernaan. Organ-organ yang membentuk saluran
pencernaan terdiri dari:
Mulut
Makanan
pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Makanan
ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di dalam
mulut,
terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah,
dan kelenjar ludah.
Gigi
Pada
manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Di sini, gigi membantu
memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan
membantu enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan
cepat. Selama pertumbuhan dan per-kembangan, gigi manusia mengalami perubahan
dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan
gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi
pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus ). Pada anak berusia 6 tahun, gigi
berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut: Gigi seri (dens insisivus ),
berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan. Gigi taring (dens caninus),
berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan. Gigi geraham kecil (dens premolare
), berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan. Struktur luar gigi terdiri
atas bagian-bagian berikut:
Mahkota
gigi (corona ) merupakan bagian yang tampak dari luar.
Akar
gigi (radix ) merupakan bagian gigi yang tertanamdi dalam rahang.
Leher
gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.
Lidah
Lidah
dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan,
mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat
makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan. Lidah dapat berfungsi
sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau
perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan
epitelium
yang banyak mengandung kelenjar lendir (mukosa ).
Sebagai
indera pengecap, pada permukaan lidah terdapat badan sel saraf perasa (papila ).
Ada tiga bentuk papila , yaitu:
Papila
fungiformis
Papila
filiformis
Papila
serkumvalata
Lidah
dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit,
rasa asam dan rasa asin. Kita dapat menikmati makanan danminuman karena adanya
indra pengecap ini. Bagian lidah yang depan berguna untuk merasakan rasa asin,
bagian yang sebelah samping untuk rasa asam, bagian tepi depan berfungsi untuk
merasakan rasa manis dan bagian lidah yang belakang untuk rasa pahit.
Kelenjar ludah
Terdapat
tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu sebagai berikut.
Glandula
parotis , kelenjar air liur dekat telinga. Kelenjar ini menghasilkan getah
hanya berbentuk air.
Glandula
submadibularis atau kelenjar ludah bawah rahang bawah.
Glandula
sublingualis atau kelenjar ludah bawah lidah.
Air
ludah berperan penting dalam proses perubahan zat makanan secara kimiawi yang
terjadi di dalam mulut. Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi,
air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan
menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim
amilase. Enzim ini meng-
uraikan
pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa ). Makanan yang
telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur
disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan selanjutnya.
Tekak atau Faring
Faring
merupakan penghubung rongga mulut dengan kerongkongan. Berasal dari bahasa
yunani yaitu Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil (amandel ) yaitu
kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan
pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan nafas
dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan
ruas tulang belakang. Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung,
dengan perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan
rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium.
Kerongkongan atau Esofagus
Kerongkongan
merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang tipis sebagai jalan bolus dari mulut
menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut
menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang
dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk
menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini akan mempermudah bolus
bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut
ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot
dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi
otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan
melingkar. Proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung adalah
sebagai berikut.
Sebelum
seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas) terbuka sebagai jalannya
udara dari hidung. Di kerongkongan, epiglotis yang seperti gelambir mengendur
sehingga udara masuk ke paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan
masuk ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju kerongkongan,
langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir di bagian belakang mulut
(uvula ) terangkat ke atas dan menutup saluran hidung. Sementara itu, sewaktu
makanan bergerak ke arah
tutup
trakea , epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk
trakea
dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke kerongkongan untuk menuju lambung.
Lambung
Lambung
merupakan organ berbentuk J yang terletak di bawah rusuk terakhir sebelah kiri.
Yang panjangnya 20 cm, diameternya 15 cm, pH lambung 1 – 3,5. Lambung tediri
atas tiga bagian sebagai berikut.
Bagian
atas disebut kardiak , merupakan bagian yang ber-
batasan
dengan esofhagus.
Bagian
tengah disebut fundus , merupakan bagian badan atau tengah lambung.
Bagian
bawah disebut pilorus , yang berbatasan dengan usus halus.
Daerah
perbatasan antara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang
secara refleks akan terbuka bila ada bolus masuk. Sementara itu, dibagian
pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini
dapat berkontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila otot-otot ini
berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas, dan mencampur bolus-bolus
tersebut menjadi kimus (chyme).
Sementara
itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan
oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus , sedangkan
bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi
dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera.
Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat rangsangan bolus saat masuk ke
lambung. Getah lambung mengandung
bermacam-macam
zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. Getah lambung juga mengandung
HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen,
dan
lipase. Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
Mengaktifkan
beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah
menjadi pepsin. Enzim ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi
proteosa
dan pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
Menetralkan
sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
Mengubah
kelarutan garam mineral.
Mengasamkan
lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat membunuh kuman yang ikut masuk ke
lambung bersama bolus.
Mengatur
membuka dan menutupnya katup antara lambung dan usus dua belas jari.
Merangsang
sekresi getah usus.
Enzim
renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari
air susu. Lambung dalam suasana asam dapat merangsang pepsinogen menjadi
pepsin.
Pepsin ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul- molekul
peptida
. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan
gliserol
.
Usus Halus
Usus
halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar
25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini
berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses
penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk mengetahui pengaruh
lipatan terhadap proses penyerapan. Usus halus terbagi menjadi tiga bagian
seperti berikut.
Duodenum
(usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm
Usus
dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah
lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum ). Bagian usus dua belas
jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale
dan berakhir di ligamentum Treitz . Usus dua belas jari merupakan organ
retroperitoneal , yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum . pH
usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua
belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum , yang berarti dua
belas jari.
Lambung
melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum ), yang merupakan
bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui
sfingter
pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum
akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.
Jejunum
(usus kosong), panjangnya ± 7 m
Usus
kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum ) adalah bagian kedua
dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum ) dan usus penyerapan
(ileum ). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2
meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan
dalam tubuh dengan mesenterium. Permukaan dalam usus kosong berupa membran
mukus dan terdapat jonjot usus (vili ), yang memperluas permukaan dari usus.
Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni
berkurangnya kelenjar Brunner . Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus
penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan
plak
Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara
makroskopis. Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti “lapar”
dalam bahasa Inggris modern. Arti aslinya berasal dari bahasa Latin, jejunus,
yang berarti “kosong”.
Ileum
(usus penyerapan), panjangnya ± 1 m
Usus
penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem
pencernaan manusia, ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum
dan jejunum , dan dilanjutkan oleh usus buntu.
Ileum
memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap
vitamin B12 dan garam-garam empedu.
Kimus
yang berasal dari lambung mengandung molekul-molekul pati yang telah dicernakan
di mulut dan lambung, molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung,
molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat lain. Selama di usus
halus, semua molekul pati dicernakan lebih
sempurna
menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu molekul-molekul protein dicerna
menjadi molekul-molekul asam amino , dan semua molekul lemak dicerna menjadi
molekul gliserol dan asam lemak.
Pencernaan
makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai
macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati,
pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus mampu
menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus
halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu,
getah pankreas, dan getah usus.
Cairan Empedu
Cairan
empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa air, dan tidak mengandung enzim.
Akan tetapi, mengandung mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan
makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan berikut.
Air,
berguna sebagai pelaru tutama.
Mucin,
berguna untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada
dinding usus.
Garam
empedu, mengandung natrium karbonat yang mengakibatkan empedu bersifat alkali.
Garam empedu juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan air
(mengemulsikan lemak).
Cairan
ini dihasilkan oleh hati. Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam
tubuh yang beratnya ± 2kg. Dalam sistem pencernaan, hati berfungsi sebagai
pembentuk empedu, tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan
unsur besi dari darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsi
membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat, pembentukan fibrinogen
dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh.
Empedu
mengalir dari hati melalui saluran empedu dan masuk ke usus halus. Dalam proses
pencernaan ini, empedu berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum
lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu terlebih dahulu. Selain
itu, cairan empedu berfungsi
menetralkan
asam klorida dalam kimus, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan
merangsang gerak peristaltik usus.
Getah Pankreas
Getah
pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas. Pankreas ini berperan sebagai
kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan
dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin . Hormon ini
dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-pulau yang disebut pulau-pulau
langerhans. Insulin ini berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan
mencegah diabetes melitus.
Getah
pankreas ini dari pankreas mengalir melalui saluran pankreas masuk ke usus
halus. Dalam pankreas terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu
dalam pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan protein, dan amilase
membantu dalam pemecahan pati.
Getah
pankreas mengandung
tripsinogen
, karbohidrase pankreas, lifase pankreas, dan garam NaHCO 3 .
Tripsinogen
adalah proteinase yang belum aktif. Karena pengaruh enterokinase, tripsinogen
diubah menjadi enzim tripsin. Enzim ini berfungsi untuk menghidrolisis
pepton
menjadi asam-asam amino .
Karbohidrase
pankreas berupa disakarase. Enzim ini berfungsi untuk menghdrolisis
disakarida
menjadi monosakarida . Disakarase yang penting adalah maltase, sukrase, dan
laktase.
Lipase
pankreas atau steapsin berfungsi untuk menghidrolisasi emulsi lemak menjadi
asam lemak + gliserin .
Garam
NaHCO 3 memberikan lingkungan getah pankreas menjadi bersifat basa.
Getah
Usus
Pada
dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus.
Getah usus mengandung enzim-enzim seperti berikut.
Sukrase
, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan
fruktosa.
Maltase,
berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul
glukosa.
Laktase
, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa.
Enzim
peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam
amino .
Monosakarida,
asam amino, asam lemak, dan gliserol hasil pencernaan terakhir di usus halus
mulai diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian
jejunum dan ileum . Selain itu vitamin dan mineral juga diserap. Vitamin-vitamin
yang larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan
vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh jonjot usus.
Proses
penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di
dalam villi ini terdapat pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet.
Di sini
asam
amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui sistem
vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak bereaksi terlebih dahulu dengan
garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke
dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak dilepaskan, kemudian asam
lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk
ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa). Melalui pembuluh kil,
emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju
hati dan
dibentuk
lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan
didorong menuju usus besar (kolon).
Usus Besar
Usus
besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon ascendens,
kolon transversum, dan kolon descendens. Di antara intestinum tenue (usus
halus) dan intestinum crassum (usus besar) terdapat sekum (usus buntu). Pada
ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut
appendiks
(umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.
Zat-zat
sisa di dalam usus besar ini didorong ke bagian belakang dengan gerakan
peristaltik. Zat-zat sisa ini masih mengandung banyak air dan garam mineral
yang diperlukan oleh tubuh. Air dan garam mineral kemudian diabsorpsi kembali
oleh dinding kolon, yaitu kolon ascendens. Zat-zat sisa berada dalam usus besar
selama 1 sampai 4 hari. Pada saat itu terjadi proses
pembusukan
terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli, yang mampu
membentuk vitamin K dan B12. Selanjutnya dengan gerakan
peristaltik,
zat-zat sisa ini terdorong sedikit demi sedikit ke saluran akhir dari
pencernaan yaitu rektum dan akhirnya keluar dengan proses defekasi melewati
anus.
Defekasi
diawali dengan terjadinya penggelembungan bagian rektum akibat suatu rangsang
yang disebut refleks gastrokolik. Kemudian akibat adanya aktivitas kontraksi
rektum dan otot sfinkter yang berhubungan mengakibatkan terjadinya defekasi. Di
dalam usus besar ini semua proses pencernaan telah selesai dengan sempurna.
2.
Kelenjar
Pencernaan
Pencernaan
makanan berlangsung dalam alat pencernaan. Berlangsungnya proses ini juga
dibantu oleh kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan itu adalah
Hepar (hati)
Hati
merupakan kelenjar terbesar dan terpenting dalam tubuh. Hati terdiri atas dua
lobus. Setiap lobus memiliki saluran untuk mengangkut cairan empedu, yakni
duktus hepatikus. Fungsi hati adalah :
·
Mengemulsikan lemak dalam usus halus.
·
Mengabsorbsi lemak.
·
Membantu dalam pengeluaran kolesterol dari
dalam tubuh.
·
Secara umum, hati mempunyai fungsi:
·
Memproduksi cairan empedu.
·
Memetabolisme protein, lemak dan karbohidrat
·
Penyimpanan mineral dan vitamin larut lemak
·
Pusat detoksifikasi zat yang beracun di dalam
tubuh.
·
Penyimpanan darah
·
Memproduksi
Pankreas
Pankreas
merupakan kelenjar yang besifat endokrin dan eksokrin. Bersifat endokrin karena
menghasilkan hormone insulin dan hormone glukogen yang dimasukkan ke darah.
Bersifat eksokrin karena menghasilkan enzim pencernaan. Keluarnya enzim dari
pankreas karena dipengaruhi oleh enzim pankreozimin. Pankreas menghasilkan
enzim-enzim pencernaan sebagai berikut:
·
Tripsinogen, diaktifkan oleh enzim
enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi mengubah polipeptida menjadi
peptida.
·
Kimotripsinogen , diaktifkan oleh tripsin
menjadi kimotripsin yang berfungsi membantu
tripsin
.
·
Peptidase , berperan mengubah senyawa peptide
menjadi asam amino.
·
Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam
lemak dan gliserol.
·
Amilase , berfungsi mengubah amilum menjadi
maltosa.
·
Nuklease , berfungsi memecah asam nukleat
menjadi nukleotida.
NaHCO3atau
KHCO3 atau ion bikarbonat HCO3-, berfungsi menetralkan suasana asam yang
berasal dari lambung.
3.
Kelainan
Pada Sistem Pencernaan Manusia
Kelainan
sistem pencernaan adalah semua jenis penyakit yang terjadi pada saluran
pencernaan. Saluran pencernaan manusia terdiri atas organ-organ yang meliputi
mulut, tenggorokan, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan
anus. Namun, sistem pencernaan juga melibatkan organ-organ yang berada di luar
saluran pencernaan, seperti hati, kantung empedu, dan pankreas.
Penyebab
terjadinya gangguan atau kelainan pada sistem pencernaan makanan dapat
diakibatkan oleh beberapa hal, seperti
pola
makan yang salah, infeksi bakteri, kurang mengonsumsi sayuran, gaya hidup yang
tidak sehat, dan lain-lain. Berikut ini adalah beberapa gangguan sistem
pencernaan yang terjadi pada manusia.
1.
Kanker Lambung
Kanker
lambung disebabkan oleh bakteri Helicobacter Pylori. Gejala awal kanker
lambung, misalnya merasa panas, kehilangan nafsu makan, sulit mencerna yang
berlangsung terus-menerus, sedikit rasa mual, dan kadang-kadang timbul rasa
nyeri pada lambung.
Maag
juga merupakan salah satu gejala kanker lambung. Apabila seseorang mengalami
maag yang disertai perut kembung seperti kekenyangan, buang air besar hitam,
turun berat badan, muka pucat, dan muntah darah, bisa dipastikan ia menderita
kanker lambung.
2.
Gastritis
Gastritis
atau maag merupakan inflamasi (radang) yang terjadi pada mukosa dinding
lambung. Gastritis dapat bersifat akut dan kronis. Gastritis dapat terjadi
karena kelebihan asam yang diproduksi oleh lambung sehingga menyebabkan iritasi
di selaput lendir lambung.
Produksi
berlebih asam di lambung ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya pola
hidup tidak sehat dan teratur, merokok , minuman beralkohol, atau stres yang
berlebihan.
3.
Hepatitis
Hepatitis
atau radang hati adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa virus yang
menginfeksi hati. Penyakit ini bisa menular melalui air atau makanan yang
terkontaminasi oleh virus . Ada beberapa jenis virus hepatitis, di antaranya
virus hepatitis A, B, C, D, E, dan G (jenis virus baru). Selain itu, hepatitis
bisa bisa disebabkan oleh virus rubella, mumps, herpes, epstaein barr , dan
cytomegalovirus
.
4.
Diare
Diare
adalah penyakit yang membuat penderitanya mengalami rangsangan buang air secara
terus-menerus. Di samping itu, feses yang dikeluarkan masih memiliki kandungan
air berlebih. Diare bisa disebabkan oleh infeksi bakteri maupun protozoa pada
usus besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air di usus besar
terganggu. Akibatnya, feses menjadi encer.
Gejala
yang umum ditemukan adalah buang air besar terus-menerus disertai mual dan
muntah. Selain itu, gejala lainnya yang mungkin timbul adalah pegal pada
punggung dan perut berbunyi.
6.
Sembelit
Sembelit
atau biasa disebut konstipasi dapat disebabkan oleh terjadinya penyerapan air
yang berlebihan pada sisa makanan dalam usus besar . Akibatnya, feses menjadi
sangat kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Sembelit juga dapat
ditimbulkan karena sering menahan buang air besar, emosi seperti rasa gelisah,
cemas, takut atau stres. Cara mengatasi sembelit dengan banyak mengkonsumsi
makanan yang mengandung banyak serat.
7.
Parotitis
Parotitis
atau penyakit gondong terjadi akibat adanya virus yang menginfeksi kelenjar air
ludah di bagian bawah telinga. Hal ini mengakibatkan kelenjar ludah menjadi
bengkak
atau membesar.
8.
Hemorrhoid
Hemorrhoid
yang lebih akrab disebut wasir atau ambeien adalah pembengkakan pada pembuluh
darah vena di sekitar anus. Hemorrhoid, umumnya, terjadi pada orang-orang yang
terlalu lama duduk terus-menerus atau pada orang yang menderita sembelit.
Hemorrhoid juga sering terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang terlalu
gemuk.
Gejala-gejala
hemorrhoid tahap awal berupa keluarnya darah berwarna merah segar saat buang
air besar, biasanya keluar bersama atau sesudah tinja. Selain itu, terasa gatal
atau iritasi di daerah anus dan rasa sakit atau tidak nyaman. Gejala dapat
berlanjut menjadi benjolan yang keluar lewat anus.
9.
Xerostomia
Xerostomia
adalah penyakit pada rongga mulut yang ditandai rendahnya produksi air ludah.
Pada penderita xerostomia, kondisi mulut sangat kering dan makanan jadi tidak
tercerna dengan baik. Xerostomia dapat diakibatkan adanya gangguan pada pusat
ludah, syaraf pembawa rangsang ludah, ataupun oleh perubahan
komposisi
faali elektrolit ludah.
10.
Keracunan makanan
Umumnya
disebabkan oleh bakteri yang terdapat dalam makanan. Bakteri dalam makanan
dapat membahayakan atau menghasilkan racun yang membahayakan tubuh.
Geajala-gejala keracunan makanan meliputi muntah-muntah, diare, nyeri (sakit)
rongga dada dan perut serta demam.
b.
SISTEM
PERNAPASAN
1.
Pengertian
Sistem Pernapasan
Pengertian
pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen,
pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam
bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke
lingkungan.
Sistem
pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru- paru
beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam
rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan
rongga perut oleh diafragma.
2.
Alat-Alat Respirasi
Sistem
respirasi manusia dapat berlangsung berkat keberadaan alat-alat pernafasan.
Alat pernafasan manusia terdiri dari rongga hidung, faring, trakea, bronkus,
dan paru-paru. Bila salah satu organ pernafasan tidak mampu berfungsi secara
normal maka bisa mempengaruhi kerja sistem pernafasan secara umum. Berikut ini
penjelasan daftar nama alat pernafasan beserta fungsinya.
1. Rongga Hidung
Hidung
merupakan organ pernapasan yang pertama dilalui udara luar. Di dalam rongga
hidung terdapat selaput lendir dan rambut yang berfungsi untuk menahan
kontaminasi benda-benda asing, misalnya debu dan kuman, yang ikut masuk ke
dalam rongga hidung. Selain itu, rongga mulut manusia juga memiliki konka yang
mengandung banyak kapiler darah sehingga dapat menghangatkan udara yang akan
masuk ke dalam sistem pernapasan.
2. Pangkal tenggorokan (Faring)
Faring
merupakan pertemuan antara saluran pernafasan (nasofarings) di bagian depan dan
saluran pencernaan (orofarings) di bagian belakang. Saluran nafas akan terbuka
ketika manusia berbicara, oleh karena itu jika kita makan sambil berbicara
mungkinkan makanan masuk ke dalam saluran pernafasan.
Jika
makanan masuk ke dalam saluran pernafasan, biasanya saluran pernafasan akan
terangsang dan berusaha mengeluarkan makanan tersebut lewat hidung. Bentuknya
adalah peristiwa tersedak. Pada bagian belakang farings terdapat laring
(tekak). Pada laring terdapat pita suara (pita vocalis). Bila pita suara
bergetar karena masuknya udara pada faring, maka akan menimbulkan suara.
3. Batang Tenggorokan (trakea)
Batang
tenggorokan berupa cincin-cincin tulang rawan yang memiliki silia-silia pada
dinding di dalamnya. Silia-silia ini berfungsi untuk menyaring benda-benda
asing yang ikut masuk ke dalam saluran pernafasan. Sebagian trakea terletak di
leher dan sebagian lagi terletak di rongga dada. Batang tenggorokan pada orang
dewasa memiliki panjang sekitar 10 cm.
4. Bronkus
Bronkus
merupakan percabangan dari trakea. Trakea bercabang lagi menjadi dua, yaitu
bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus hampir sama
dengan trakea. Bronkus kanan dan bronkus kiri masing-masing bercabang-cabang
lagi menjadi bronkiolus yang merupakan salah satu bagian paru-paru.
5. Bronkiolus
Bronchiolus
berfungsi sebagai saluran udara pernafasan dari bronchus menuju ke gelembung –
gelembung alveolus. Struktur dari bronchiolus hampir mirip dengan struktur yang
menyusun bronchus tapi epitelium bersilianya mengalami modifikasi menjadi sisik.
6. Alveolus
Alveolus
mempunyai struktur seperti sarang lebah. Di alveolus inilah terjadi pertukaran
gas antaraudara dan darah. Luas permukaan alveolus pada orang dewasa bisa
mencapai antara 97 sampai 194 m2
3.
Mekanisme
Pernapasan
Berdasarkan
proses inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan dibagi atas pernapasan
dada dan pernapasan perut.
a. Pernapasan Dada
Sistem
pernapasan dada adalah sistem pernapasan yang terjadi akibat aktivitas
kontraksi dan relaksasi otot antar tulang rusuk. Sistem pernafasan dada terdiri
dari 2 tahap, yaitu:
•
Tahap Inspirasi, yaitu kondisi di mana otot antartulang rusuk berkontraksi
sehingga tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar dan paru-paru mengembang.
Hal ini mengakibatkan tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil dari
tekanan atsmosfer sehingga udara yang kaya okan oksigen terhisap masuk kedalam
paru-paru melalui saluran pernafasan.
•
Tahap Ekspirasi, tahap eskpirasi disebut juga fase relaksasi, yaitu kondisi
dimana otot antara tulang rusuk kembali ke posisi semula, rongga dada kembali
mengecil dan paru-paru mengempis. Kondidi ini menyebabkan tekanan rongga dada
meningkat dan lebih tinggi dari tekanan atsmosfer sehingga udara dalam
paru-paru mengalir keluar melalui saluran pernafasan.
b. Sistem Pernafasan Perut
Sistem
pernafasan perut adalah sistem pernafasan yang bergantung pada aktivitas
diafragma. Pernafasan perut juga dibedakan menjadi 2 tahap, yaitu:
•
Tahap Inspirasi, yaitu keadaan dimana otot diafragma berkontraksi, sehingga
rongga dada membesar dan paru-paru mengembang, tekanan udara turun sehingga
udara dari luar dapat masuk kedalam paru-paru melalu saluran pernafasan.
•
Tahap Ekspirasi adalah kondisi dimana otot diafragma berelaksasi dan otot
dinding perut berkontraksi sehingga otot diaframa kembali ke posisi semula.
Akibatnya rongga dada mengecil, paru-paru mengepis, tekanan udara dalam
paru-paru meningkat sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida
terhembus keluar melalui saluran pernafasan.
Pernapasan
atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu Respirasi
Eksternal dan Respirasi Internal.
a.
Respirasi Eksternal
Pernapasan
luar merupakan pertukaran gas di dalam paru-paru. Dengan kata lain, pernapasan
luar merupakan pertukaran gas (O2 dan CO2) antara udara dan darah.Pada
pernapasan luar, darah akan masuk ke dalam kapiler paru-paru yang mengangkut
sebagian besar karbon dioksida sebagai ion bikarbonat (HCO3–) dengan persamaan
reaksi seperti berikut,
(H+)
+ (HCO3–) => H2 + CO3
Sisa
karbon dioksida berdifusi keluar dari dalam darah dan melakukan reaksi sebagai
berikut.
H2CO3
=> H2O + CO2.
Selama
pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO2
meninggalkan darah dan O2 masuk ke dalam darah secara difusi. Terjadinya difusi
O2 dan CO2 ini karena adanya perbedaan tekanan parsial. Adanya perbedaan
tekanan parsial tersebut menyebabkan CO2 dapat berdifusi dari darah ke
alveolus.
b.
Respirasi Internal
Pada
pernapasan dalam darah masuk ke dalam jaringan tubuh, oksigen meninggalkan
hemoglobin dan berdifusi masuk ke dalam cairan jaringan tubuh. Reaksinya
sebagai berikut,
HbO2
=> Hb + O2
Difusi
oksigen keluar dari darah dan masuk ke dalam cairan jaringan dapat terjadi,
karena tekanan oksigen di dalam cairan jaringan lebih rendah dibandingkan di
dalam darah. Hal ini disebabkan karena sel-sel secara terus menerus menggunakan
oksigen dalam respirasi selular. Dari proses pernapasan yang terjadi di dalam
jaringan menyebabkan terjadinya perbedaan komposisi udara yang masuk dan yang
keluar paru-paru.
Pengangkutan
CO2 di dalam darah dapat dilakukan dengan tiga cara berikut.
Persamaan
reaksinya sebagai berikut,
H2O
+ CO2 => H2CO3 => (H+) + (HCO3–)
•
Lebih kurang 25% CO2 diikat oleh hemoglobin membentukkarboksihemoglobin. Secara
sederhana, reaksi CO2 dengan Hb ditulis sebagai berikut,
CO2
+ Hb => HbCO2
Karboksihemoglobin
disebut juga karbominohemoglobin karena bagian dari hemoblogin yang mengikat
CO2 adalah gugus asam amino.
Reaksinya
sebagai berikut,
CO2
+ RNH2 => RNHCOOH
•
Sekitar 6–10% CO2 diangkut plasma darah dalam bentuk senyawa asam karbonat
(H2CO3). Tidak semua CO2 yang diangkut darah melalui paru-paru dibebaskan ke
udara bebas. Darah yang melewati paru-paru hanya membebaskan 10% CO2. Sisanya
sebesar 90% tetap bertahan di dalam darah dalam bentuk ion-ion bikarbonat.
Ion-ion bikarbonat dalam darah ini sebagai buffer atau penyangga karena
mempunyai peran penting dalam menjaga stabilitas pH darah.
Apabila
terjadi gangguan pengangkutan CO2 dalam darah, kadar asam karbonat (H2CO3) akan
meningkat sehingga akan menyebabkan turunnya kadar alkali darah yang berperan
sebagai larutan buffer. Hal ini akan menyebabkan terjadinya gangguan fisiologis
yang disebut asidosis.
4.
Gangguan
pada Sistem Respirasi
1.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan
·
Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung
bagian atas.
·
Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.
·
Pleuritis, yaitu merupakan radang pada
selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura.
·
Bronkitis, adalah radang pada bronkus.
2.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus
·
Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi
bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding
alveolus.
·
Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang
disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.
·
Masuknya air ke alveolus.
3.
Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Transportasi Udara
·
Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN
/ sianida.
·
Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang
pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah
alias anemia.
4.
Gangguan sistem pernafasan
·
Asfiksi : ganguan dalam penangkutan O2 ke
jaringan atau gangguanpenggunaan O2 oleh jaringan
·
Difteri : penyakit daluran pernafasan bagian
atas karena infeksi bacteri Corynebacterium diphtheriae
·
Pneumoniae : radang dinding aleolus yang disebabkan
oleh infeksi bacteri Diplococcus pneumonia
·
Tonsilitis : radang pada faring yang di
sebabkan oleh bacteri pada tonsil.
·
Faringitis : radang pada faring yang
disebabkan oleh bacteri atau viris tertentu.
·
Asma : gangguan pernafasan dengan gejala sukar
bernafas, bunyi mendesak dan batuk yang disebabkan alergi, psikis ataun karena
penyakit menurun.
·
Kanker paru-paru : akibat sering merokok
·
Emfisema : gangguan pernafasan karena alveoli
menjadi luas secara berlebihan, akibat terjadi penggembungan paru-paru secara
berlebihan.
·
Polip pada hidung dan amandel membesar pada
tekak sehingga pemasukan udara terganggu, sehingga penderita sering membiarkan
mulutnya terbuka.
E.
KESIMPULAN
Organ-organ
yang terlibat dalam system pencernaan makanan meliputi mulut, farig(tekak),
Kerongkongan atau Esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar
Kelenjar
pencernaan meliputi hati (hepar) dan pancreas.
Gangguan
pada sistem pencernaan meliputi kanker lambung, gastritis, hepatitis, radang
usus buntu, diare, sambelit, parotitis, hemorhoid, xerostomia, keracunan
makanan.
Pengertian
pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen,
pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.
Manusia
dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida
ke lingkungan. Alat-alat respirasi pada manusia adalah rongga hidung, faring,
laring, trakea, paru-paru, bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Pada proses
inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan pada manusia dibagi atas pernapasan
dada dan pernapasan perut. Sedangkan Faktor yang mempengaruhi frekuensi
pernapasan adalah Umur, Jenis Kelamin, Suhu Tubuh, Posisi Tubuh. Pernapasan
atau pertukaran gas pada manusia berlangsung melalui dua tahap yaitu Respirasi
Eksternal dan Respirasi Internal. Serta ada beberapa gangguan pada system
respirasi manusia.