A. Identitas
·
Nama : Annisa Umairoh
·
NPM : 15320002
·
Prodi : Pendidikan biologi
·
Kelas : A
·
Mata
kuliah : Telaah biologi
·
Dosen
pengampau : Dr. Muhfahroyin M.Ta.
dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
·
Pertemuan-ke : 6 (enam)
B. Pengantar
Assalamualaikum
wr,wb
Dengan mengucap
syukur alhamdullilah atas kehadirat allah subhanahu wat’ala yang telah
memberikan rahmat karunianya, kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan
laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi Smp.
Penyusunan
ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan
menyelesaikan tugas ringkasan Materi Telaah Biologi Smp Pertemuan ke-6 dengan
materi Sistem Reproduksi Manusia .
Saya
menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya
semoga penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang didapat selama pertemuan
ke- matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Penyusun,
Annisa
Umairoh
C. Subtansi Kajian
- Organ-Organ Reproduksi
- Penyakit pada Sistem Sistem Reproduksi
- Cara Penanggulangan pada penyakit reproduksi manusia
D. Review Pembelajaran
A.
Organ Reproduksi Manusia
Organ reproduksi merupakan penyusun
sistem reproduksi. Organ reproduksi manusia dibedakan menjadi organ reproduksi
pada pria dan wanita. Organ reproduksi pria menghasilakan sperma dan organ
reproduksi wanita menghasilkan ovum (sel telur).
1.
Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pada pria
dibedakan menjadi dua, yaitu alat reproduksi luar dan organ reproduksi dalam.
Organ reproduksi luar berupa penis dan skrotum. Organ reproduksi dalam berupa
testis, saluran kelamin, dan kelenjar kelamin.
a. Organ
Reproduksi Bagian Luar
1)
Penis
Penis
merupakan alat untuk memasukan sperma ke dalam saluran kelamin wanita. Di dalam
penis terdapat tiga rongga. Dua rongga bagian atas tersusun atas jaringan spons
korpus kavernosa. Satu ronggabawahnya tersusun atas jaringan spons korpus
spongiosum. Korpus spongiosum membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi
oleh pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
2)
Skrotum (kantong pelir)
Skrotum
merupakan kulit terluar yang melindungi testis. Skrotum berjumlah dua buah,
yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Antara skrotum kanan dan skrotum kiri
terdapat jaringan ikat dan otot polos. Adanya otot polos mengakibatkan skrotum
dapat mengerut dan mengendur. Dalam skrotum terdapat otot lurik yang berfungsi
mengatur suhu di sekitar testis agar selalu stabil (pembentukan sperma
memerlukan suhu sedikit di bawah suhu tubuh).
b. Organ
Reproduksi Bagian Dalam
1)
Testis (Gonad Jantan)
Testis merupakan alat untuk
memproduksi sperma. Untuk memproduksi sperma diperlukan suhu yang sedikit lebih
rendah dari suhu tubuh. Dalam testis terdapat saluran-saluran halus yang
disebut saluran penghasil sperma (tubulus seminiferus). Dalam tubulus
seminiferus inilah terjadi pembentukan sperma.
2)
Saluran kelamin
Saluran kelamin berfungsi
menyalurkan sperma dari testis ke luar tubuh. Saluran kelamin meliputi
epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.
a)
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok dalam skrotum yang keluar dari
testis. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma sementara.
Sperma yang telah matang disalurkan menuju vas deferens.
b)
Vas deferens merupakan saluran yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan
dari epididimis. Vas deferens berfungsi sebagai saluran yang dilalui sperma
dari epididimis menuju vesikula seminalis (kantong sperma).
c)
Saluran ejakulasi merupakan saluran penghubung vesikula seminalis dengan
uretra. Fungsi saluran ejakulasi untuk mengeluarkan sperma menuju uretra.
d)
Uretra merupakan saluran reproduksi terakhir. Fungsi uretra sebagai saluran
kelamin dari vesikula seminalis dan saluran urine dari kantong kemih.
3)
Kelenjar kelamin
Di dalam saluran kelamin,
sperma mengalami penambahan cairan-cairan kelamin. Cairan kelamin berguna untuk
mempertahankan hidup gerak sperma. Cairan-cairan kelamin dihasilkan oleh
vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar cowper.
a)
Vesikula seminalis menghasilakan cairan yang berfungsi sebagi sumber energi dan
untuk memudahkan gerakan sperma.
b)
Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang memberi suasana basa pada cairan
sperma. Cairan tersebut mengandung kolesterol, garam, dan fosfolipid.
c)
Kelenjar cowper/kelenjar bulbouretra yang menghasilkan cairan yang bersifat
basa.
Terjadinya
spermatogenesis melibatkan spermatogonium, sel sertoli, dan sel ledyg yang
ketiganya terdapat di dalam tubulus seminiferus ( saluran penghasil sperma):
a)
Sel induk sperma (spermatogonium), yaitu calon sperma.
b)
Sel sertoli memberikan nutrisi spermatozoa.
c)
Sel leydig yang berfungsi testosterone. Hormone ini berperan dalam
2.
Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita
terdiri atas organ kelamin luar dan organ kelamin dalam. Organ kelamin luar
berupa vulva dan labium. Organ kelamin dalam berupa ovarium dan saluran
kelamin.
a. Organ
Reproduksi Bagian Luar
1)
Vulva merupakan celah paling luar dari alat kelamin wanita. Pada bagian dalam
vulva terdapat saluran urine dan saluran reproduksi. Pada daerah dekat ujung
saluran kelamin terdapat hymen/selaput dara. Hymen mengandung banyak pembuluh
darah.
2)
Labium merupakan bagian yang membatasi Vulva. Ada dua macam labium, yaitu
labium mayora (terletak di sebelah luar) dan labium minora (terletak di sebelah
dalam). Antara labium mayora dan minora bagian atas terbentuk tonjolan kecil
yang disebut klitoris. Pada klitoris terdapat korpus kavernosa yang mengandung
banyak pembuluh darah dan ujung saraf perasa.
b. Organ
Reproduksi Bagian Dalam
1)
Vagina merupakan saluran akhir organ reproduksi wanita. Vagina bermuara di
vulva. Vagina mengandung banyak lendir yang dihasilkan kelenjar Bartholin.
Lender ini berguna pada saat koitus dan mempermudah kelahiran bayi.
2)
Uterus merupakan rongga besar yang merupakan pertemuan oviduk kanan dan kiri.
Bagian terbawah uterus menyempit yang disebut serviks (leher rahim). Uterus
berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio hingga siap lahir.
Uterus dibatasi oleh dinding endometrium yang kaya pembuluh dara. Dinding
endometrium akan menebal ketika terjadi kehamilan.
3)
Oviduk atau tuba fallopi merupakan sepasang saluran yang ujungnya berbentuk
corong yang disebut infundibulum.
4)
Ovarium merupakan penghasil ovum. Terdapat dua buah ovarium, sebelah kiri dan
kanan.
Organ
kelamin wanita berfungsi menghasilkan ovum (sel telur). Sel telur terbentuk
melalui oogenesis yang terjadi di dalam ovarium.
c. Siklus Menstruasi
Ovarium
seorang wanita mampu memproduksi sel telur setelah masa puber sampai dewasa subur,
yaitu berkisar antara umur 12 sampai dengan 50 tahun. Setelah sel telur habis
diovulasikan, maka seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi (haid), dan
disebut masa menopause. Pada masa menopause alat reproduksi tidak berfungsi
lagi dan mengecil, karena berkurangnya produksi hormon kelamin.
Menstruasi
terdiri dari beberapa siklus yang selalu dilalui. Mempelajari siklus menstruasi
sangat dibutuhkan khususnya untuk reporduksi. Karena, dengan mengetahui dan
memahaminya, maka dapat dideteksi kapan sel telur siap untuk dibuahi.
Selain manusia, beberapa hewan khususnya primate besar seperti monyet, gorilla
dan siamang juga mengalami siklus menstruasi.
Umumnya,
siklus menstruasi pada wanita terjadi dalam rentang waktu 28 hari, namun tidak
menutup kemungkinan, antara satu wanita dengan wanita lain memiliki rentang
waktu siklus yang sama, dimana ada yang lebih pendek yaitu 21 hari atau bahkan
lebih panjang yaitu 30 hari. Lamanya masa menstruasi cukup bervariasi antara 5
sampai 7 hari, tergantung hormonal wanita tersebut. Berikut ini tahapan siklus
menstruasi yang terjadi pada wanita setiap 1 periode siklus:
Fase
Menstruasi
Pada
fase siklus menstruasi ini, dinding Rahim meluruh dan keluar dari tubuh dalam
bentuk darah. Peluruhan dinding rahim terjadi akibat berkurangnya kadar hormone
yang berperan dalam aktivitas seksual tubuh seperti hormone esterogen dan
progesterone. Fase untuk siklus menstruasi ini, terjadi selama antara 1 hingga
7 hari. Namun tidak menutup kemungkinan lebih lama dari itu untuk beberapa wanita
tertentu. Selain itu, jumlah darah yang keluar pada setiap menstruasi berbeda
dari 10 mL hingga mencapai 80 mL setiap hari selama waktu siklus menstruasi
dengan pola: sedikit di waktu-waktu awal dan semakin banyak di hari-hari
berikutnya hingga semakin berkurang menjelang akhir fase.
Fase
Praovulasi
Pada
fase ini dalam siklus menstruasi, ovum yang ada didalam ovarium terbentuk dan mulai mematangkan diri. Pematangan
sel telur atau ovum ini dipicu oleh hormone yang bernama hormone estrogen
dimana semakin meningkat tingkat hormone esterogen, sel telur di dalam ovarium
semakin matang. Siklus menstruasi pada fase ini berlangsung selama antara hari
ke 7 singga hari ke 13.
Fase
Ovulasi
Didalam fase ovulasi dalam
siklus menstruasi, sel telur atau ovum berada dalam kondisi yang sangat baik
dan tepat untuk dibuahi. Dengan terjadinya pembuahan pada masa ovulasi, maka
wanita yang mengalami siklus menstruasi ini akan cenderung hamil. Namun, hal
itu tergantung pula dengan kondisi sel sperma yang datang. Jika sel sperma
tersebut cukup kuat untuk membuka dinding sel telur yang dirancang sangat kuat,
maka kehamilan dapat terjadi.
Pada masa fase ovulasi di
dalam siklus menstruasi inilah, wanita disebut berada pada masa subur. Untuk
pasangan suami istri yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak, maka
inilah saat yang tepat meningkatkan frekuensi berhubungan seksual. Agar tingkat
keberhasilan untuk hamil lebih tinggi, maka perlu dideteksi kapan tepatnya
waktu subur sang istri dalam siklus menstruasi nya terjadi. Berikut ini
beberapa ciri-ciri yang dapat menjadi indikasi bahwa sang istri berada pada
masa subur yaitu adanya perubahan lender serviks, terjadi perubahan suhu basal tubuh
serta perubahan periode siklus menstruasi. Untuk lebih akurat, pasangan
dapat memanfaatkan alat pendeteksi masa subur yang saat ini banyak dijual di
pasaran maupun apotek-apotek.
Fase
Pascaovulasi
Fase
ini merupakan fase atau masa di dalam siklus menstruasi dimana ovum mengalami
kemunduran jika fertilisasi atau pembuahan tidak terjadi. Pada masa ini,
hormone progesteron mengalami kenaikan sehingga menyebabkan dinding
endometrium semakin menebal. Penebalan ini mengindikasikan kesiapan endometrium
untuk menerima embrio untuk berkembang. Jika pembuahan atau fertilisasi tidak
terjadi dalam fase ini, maka siklus
menstruasi akan berulang dengan kembali ke fase
menstruasi.
Mekanisme produksi sel
telur oleh folikel diatur oleh hormon yang dihasilkan hipofisis. Mekanisme
produksi sel telur dan siklus menstruasi adalah sebagai berikut.
-
Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone).
Hormon ini berfungsi untuk memacu pembentukan folikel dalam ovarium.
-
Folikel yang sedang tumbuh tersebut memproduksi hormon estrogen. Fungsi
hormon estrogen ialah:
·
merangsang pertumbuhan endometrium
dinding rahim
·
menghambat produksi FSH
oleh pituitari
·
memacu pituitari untuk
memproduksi hormon LH (Luteinizing Hormone). Keluarnya LH dari hipofisis
menyebabkan telur masak, dan keluar dari dalam folikel, peristiwa inilah yang
disebut ovulasi.
- Setelah telur
masak dan meninggalkan ovarium, LH mengubah folikel menjadi badan berwarna
kuning yang disebut korpus luteum. Dan sekarang tidak mampu memproduksi
estrogen lagi, tetapi mampu memproduksi hormon progesteron. Hormon
progesteron berfungsi untuk mempercepat dan mempertahankan pertumbuhan
endometrium.
-
Bila sel telur yang keluar dari ovarium
tidak dibuahi, produksi estrogen terhenti. Hal ini menyebabkan kadar
estrogen dalam darah sangat rendah, akibatnya aktivitas hipofisis untuk
memproduksi LH juga menurun. Penurunan produksi LH menyebabkan korpus luteum
tidak dapat memproduksi progesteron. Tidak adanya progesteron dalam darah
menyebabkan penebalan dinding rahim tidak dapat dipertahankan, selanjutnya akan
luruh dan terjadilah pendarahan. Inilah yang disebut menstruasi.
-
Bila terjadi pembuahan sel telur oleh
sperma, maka zigot yang terbentuk akan melakukan nidasi / transplantasi
(penanaman diri) pada endometrium. Zigot akan berkembang menjadi embrio,
terus menjadi janin. Selanjutnya placenta janin yang terbentuk akan
menghasilkan HCG (Human Chorionic Gonadotropic) yang akan menggantikan
peran progesteron. Janin ini mendapat makanan dari tubuh induknya dengan
perantaraan plasenta (ari-ari / tembuni).
B. Kelainan dan Penyakit pada Organ Reproduksi Manusia
Gangguan Kelainan pada Alat Reproduksi
Pria Wanita dapat mengalami gangguan, baik disebabkan oleh kelainan maupun
penyakit. Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan juga oleh
virus ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia
dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin ditularkan
melalui hubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menyerang pria maupun wanita.
1. Hipogonadisme
Hipogonadisme
adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon,
seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas,
impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan
dengan terapi hormon.
2. Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari
satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada
waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human
chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga,
dilakukan pembedahan.
3. Uretritis
Uretritis
adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang
air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia
trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.
4. Prostatitis
Prostatitis
adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya
berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri
bila buang air kecil. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia
coli maupun bukan bakteri.
5. Epididimitis
Epididimitis
adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme
penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.
6. Orkitis
Orkitis
adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika
terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.
7. Anorkidisme
Anorkidisme
adalah penyakit dimana testis hanya bejumlah satu atau tidak ada sama sekali.
8. Hyperthropic prostat
Hyperthropic
prostat adalah pembesaran kelenjar prostat yang biasanya terjadi pada usia-usia
lebih dari 50 tahun. Penyebabnya belum jelas diketahui.
9. Hernia inguinalis
Hernia
merupakan protusi/penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari
dinding rongga yang bersangkutan.
10. Kanker prostat
Gejala
kanker prostat mirip dengan hyperthropic prostat. Menimbulkan banyak kematian
pada pria usia lanjut.
11. Kanker testis
Kanker testis adalah pertumbuhan
sel-sel ganas di dalam testis (buah zakar), yang bisa menyebabkan testis
membesar atau menyebabkan adanya benjolan di dalam skrotum (kantung zakar).
12. Impotensi
Impotensi yaitu ketidakmampuan ereksi
ataupun mempertahankan ereksi penis pada pada hubungan kelamin yang normal.
13. Infertilitas (kemandulan)
Yaitu
ketidakmampuan menghasilkan ketururan. Infertilitas dapat disebabkan faktor di
pihak pria maupun pihak wanita. Pada pria infertilitas didefinisikan sebagai
ketidakmampuan mengfertilisasi ovum. Hal ini dapat disebabkan oleh:
- Gangguan spermatogenesis, misalnya
karena testis terkena sinar radio aktif, terkena racun, infeksi, atau gangguan
hormon
- Tersumbatnya saluran sperma
- Jumlah sperma yang disalurkan
terlalu sedikit
14. Gangguan menstruasi
Gangguan
menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan
amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia
17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak
terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah
mengalami siklus menstruasi.
15. Kanker vagina
Kanker
vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi
yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan
kemoterapi dan bedah laser.
C. Cara mencegah dan mengatasi penyakit
reproduksi
Sekarang, apa yang harus anda lakukan bila terkena
penyakit kelamin. Hindari untuk mengobati sendiri tanpa pengetahuan yang pasti.
Tidak ada jalan lain yaitu segeralah periksakan diri anda ke dokter atau
layanan kesehatan terdekat. Ini penting dilakukan untuk mengetahui gejala yang
ditimbulkan dan juga untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai masalah
kesehatan seksual yang dihadapi, bagaimana cara mengobatinya dan mencegah
penyakit semakin merajalela.
Dan berikut
ini beberapa tips untuk menjaga dan merawat alat kelamin kita agar tetap bersih
dan sehat;
1.
Setelah buang air kecil atau besar
Usahakan untuk selalu mencuci bagian luar alat
kelamin dengan air dan sabun. Untuk wanita, siramlah dengan air dengan arah
depan ke belakang dan bukan sebaliknya. Hal ini untuk mencegah masuknya kuman
dari dubur ke vagina. Untuk pria, cukup hanya membersihkan dengan air bersih.
2.
Kebersihan pakaian dalam
Sepatutnya
dalam sehari, minimal mengganti pakaian dalam sebanyak dua kali untuk menjaga
kebersihan. Selain itu pilihlah bahan celana dalam yang dapat mudah menyerap
keringat, karena jika tidak jamur bisa menempel di alat kelamin. Hindari untuk
saling bertukar pakaian dalam dengan orang lain bahkan itu keluarga sendiri,
karena setiap orang memiliki kondisi kelamin yang berbeda.
3.
Menggunakan toilet umum
Siramlah
sebelum menggunakan (flushing), hal ini untuk mencegah penularan jika ada
pengguna lainnya adalah penderita penyakit kelamin. Sebaiknya gunakan selalu
air yang keluar melalui keran atau tissu dan hindari penggunaan dari bak/ember,
karena menurut penelitian air yang tergenang di toilet umum mengandung 70%
jamur candida albicans (penyebab keputihan dan rasa gatal pada vagina).
4.
Merawat rambut yang tumbuh di
sekitar alat kelamin
Hindari membersihkan
bulu di daerah kemaluan dengan cara mencabut karena akan ada lubang pada bekas
bulu kemaluan tersebut dan menjadi jalan masuk bakteri, kuman, dan jamur.
Selanjutnya dapat menimbulkan iritasi dan penyakit kulit. Perawatan bulu itu
disarankan untuk dirapikan saja dengan memendekkan, dengan gunting atau dicukur
tetapi sebelumnya menggunakan busa sabun terlebih dahulu dan menggunakan alat
cukur khusus yang lembut, dan sudah dibersihkan dengan sabun dan air panas.
Perlu diketahui setelah menggunakan simpan dalam tempat yang bersih dan kering,
jangan di tempat yang lembab dan jangan menggunakannya secara bergantian bahkan
dengan suami/isteri. Rambut-rambut tersebut berfungsi untuk kesehatan alat
kelamin, yaitu berguna untuk merangsang pertumbuhan bakteri baik yang melawan
bakteri jahat serta menghalangi masuknya benda asing kecil ke dalam vagina,
menjaga alat kelamin tetap hangat dan merupakan bantalan ketika berhubungan
seksual dan melindungi dari gesekan. Sehingga perlu rajin menjaganya agar tidak
menjadi sarang kutu dan jamur.
5.
Pemakaian pantyliner
Pemakaian
pantyliner tidak dianjurkan digunakan setiap hari, sebaiknya Pantyliner hanya
digunakan ketika keputihan. Akan lebih baik jika membawa celana dalam pengganti
daripada menggunakan pantyliner tiap hari.
6.
Hindari menggunakan celana dalam dan
celana jeans yang sangat ketat
Memakai
celana dalam dan celana jeans yang terlalu ketat di wilayah selangkangan dapat
menyebabkan kulit susah untuk bernafas dan akhirnya dapat menyebabkan daerah
tersebut berkeringat, lembab, mudah terkena jamur dan teriritasi. Pemakaian
celana ketat itu bagi pria dapat membuat peredaran darah yang tidak lancar dan
membuat penis serta testis dalam keadaan panas. Panas yang berlebihan oleh
suhu, keringat dan pakaian yang terlalu ketat, dapat menurunkan kualitas
sperma.
7.
Hindari untuk menggunakan minyak
wangi/parfum atau bedak menggunakan ke vagina
Vagina
memiliki tingkat keasaman sendiri yang sebaiknya tidak dirusak oleh masuknya
cairan-cairan yang mengandung bahan-bahan kimia yang tidak cocok untuk kultur
di permukaan atau di dalam vagina. Jika alat kelamin Anda terasa berbau tidak
enak, Anda harus memperbaiki cara Anda merawat dan membersihkannya, dan
tentunya bukan dengan cara menyemprotkan parfum.
8.
Jangan malas mengganti pembalut
Bagi para
wanita yang sedang menstruasi/haid untuk tidak malas mengganti pembalut karena
ketika menstruasi kuman-kuman mudah untuk masuk dan pembalut yang telah ada
gumpalan darah merupakan tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Usahakan untuk
mengganti setiap 4 jam sekali, 2-3 kali sehari atau sudah merasa tidak nyaman.
Jangan lupa bersihkan vagina sebelumnya ketika mengganti pembalut.
9.
Hindari prilaku seks bebas
Tidak
melakukan Hubungan seksual dengan yang bukan pasangan yang sah. Kalau terpaksa
melakukannya, gunakan kondom. Berganti-ganti pasangan membuat Anda rentan pada
penyakit menular seksual dan HIV/AIDS. Bila pasangan sah nya menderita penyakit
kelamin, pergunakanlah kondom dan segeralah berobat bersama ke dokter.
10. Pemeriksaan rutin
Usahakan
untuk selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter.
Bagi pria,
pemeriksaan testis (buah zakar) dapat dilakukan sendiri, dengan cara:
1.
Kenali ukuran, bentuk, serta berat
masing-masing testis
2.
Dengan menggunakan kedua belah
tangan, raba masing-masing testis
3.
Waspadai jika ada benjolan kecil di
bawah kulit, di bagian depan atau sepanjang testis. Jika ada benjolan atau
pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter.
4.
Jika terdapat sesuatu yang tidak
seperti biasanya dan tidak terasa nyaman, segera konsultasikan ke dokter juga.
5.
Jika ada perubahan warna, kadang
disertai bau yang kurang sedap dan gatal-gatal pada alat kelamin, segeralah
berkonsultasi ke dokter.
Bagi wanita
pemeriksaan ini bermacam-macam, dari mulai pemeriksaan kesehatan alat kelamin
sampai pap smear untuk mendeteksi kanker mulut rahim. Pemeriksaan rutin berguna
untuk deteksi dini penyakit ringan atau berat, serta untuk mengobati gangguan
kesehatan pada alat kelamin Anda. (Berbagai sumber)
c. Kesimpulan
Dari
pembahasan yang kita bahas di atas dapat disimpulkan bahwa:
Reproduksi
adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya
adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah.
Pada manusia untuk mengahasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa
fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilakukan dengan
cara generative atau seksual.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar