A.
Identitas Diri
Nama : Ahmad Dwiky Prasetyo
Npm : 15320036
Kelompok : 5
Matkul : Telaah Biologi SMP
Judul
Jurnal : Sistem Eksresi pada hewan dan manusia
Dosen pengampu :
Agil Lepiyanto, S.Pd.,M.P
B.
Pengantar
Kata Pengantar
Pada kesempatan ini kami mengucapkan segala
puji syukur atas kehadirat allah swt
yang mana atas rahmat dan hidayah-nya lah saya dapat menyelesaikan
jurnal saya yang berjudul Sistem eksresi
pada hewan dan manusia .
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih
kepada bapak Agil lepiyanto selaku dosen mata kuliah telaah biologi smp yang
telah mengarahkan saya khususnya dalam penyelesaian jurnal ini.
Akhir kata, kami ucapkan sebagai penulis
mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan penuh
harapan,semoga apa yang terdapat dalam jurnal ini akan berguna bagi para
pembaca pada umumnya. Dengan penuh kerendahan hati, kami sangat mengharapkan
pandangan dan saran demi untuk kesempurnaan jurnal ini.
Metro,20
November 2016
Penulis
C. Substansi Kajian
A. Pengertian
Sistem Eksresi
B. SistemEkskresiPadaHewan
C. Organ-Organ Pada SistemEkskresi
D. Kelainan dan
Penyakit pada Sistem Eksresi
D. Riview pembelajaran
A.
Pengertian Sistem Eksresi
Ekskresi
adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan lagi
oleh tubuh. Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan agar tidak menjadi racun
bagi tubuh. Zat-zat ini, antara lain CO2, garam-garam dan senyawa nitrogen yang
disebut urea. Sistem yang bertugas mengeluarkan zat-zat ini disebut sistem
ekskresi. Sistem ekskresi pada manusia dibentuk oleh beberapa organ, yaitu
ginjal, hati, paru-paru dan kulit.
B. Sistem ekskresi merupakan sistem pengeluaran
sisa metabolisme tubuh yang diserap dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan
bersama urine, pernapasan dan keringat. Organ-organ ekskresi di dalam tubuh bekerja maksimal untuk mengelu SistemEkskresiPadaHewan
Hewanjugamelakukanmetabolismeuntukmelakukanaktifitaskehidupan.Metabolismemenghasilkanzatsisa
yang harusdieksresikandaritubuh.Setiaphewanmemilikicara yang
berbedauntukmengeksresikansisametabolisme.
a. .Hewan
sederhana (hewan berpori/porifera) bagian tubuh yang digunakan untuk mengatur
konsentrasi cairan tubuhnya cukup dengan proses difusi dan osmosis langsung
melalui membran sel.
b. Hewan bersel satu (misalnya Amoeba, Paramaecium),
bagian tubuh yang digunakan dalam osmoregulasi adalah vakuola kontraktil
melalui mekanisme difusi dan osmosis.
c. Hewan
darat, osmoregulasi terjadi melalui organ pengeluaran (ekskresi), berupa
ginjal. Dalam hal ini ginjal berperan sebagai organ ekskresi dan osmoregulasi.
Hewan vertebrata dan invertebrata air (amfibi, ikan, serangga) fungsi osmoregulasi melalui organ khusus seperti insang, kulit, bahkan usus.
Hewan vertebrata dan invertebrata air (amfibi, ikan, serangga) fungsi osmoregulasi melalui organ khusus seperti insang, kulit, bahkan usus.
C.
Organ-Organ Pada SistemEkskresi
1. Ginjal (Ren)
Ginjal
merupakan alat ekskresi utama pada manusia. Ginjal berfungsi untuk
mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme yang mengandung nitrogen, seperti
urea, dan ammonia. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat
yang jumlahnya berlebihan, seperti vitamin C yang terlalu banyak dalam tubuh,
mempertahankan tekanan osmosis ekstraseluler, dan mempertahankan keseimbangan
asam dan basa.
a. Struktur
Ginjal
Ginjal manusia memiliki panjang
sekitar 10 cm dan bentuk seperti kacang merah, berjumlah sepasang, dan terletak
di sebelah kiri dan kanan tulang belakang. Tipe ginjal manusia adalah
metanefros yang tidak bersegmen dan memiliki glomerulus yang banyak. Ginjal
terdiri atas kulit ginjal, sumsum ginjal, dan rongga ginjal.
1) Kulit ginjal (korteks)
Pada kulit ginjal banyak terdapat
badan malpighi yang berjumlah ± 1 juta. Badan malpighi terdiri atas glomerulus.
2) Sumsum ginjal (medula)
Sumsum ginjal berupa badan-badan
yang berbentuk kerucut dan banyak mengandung saluran yang mengumpulkan urine
yang disebut tubulus kontortus.
3) Rongga ginjal (pelvis renalis)
Di rongga ini bermuara saluran
pengumpul. Dari rongga tersebut, urine keluar dari saluran ureter menuju vesika
urinaria (kandung kemih). Dari kandung kemih, urine keluar tubuh melalui
saluran uretra.
Ginjal
menyaring darah sebanyak 1.500 liter per hari, sehingga ada beberapa zat yang
harus dibuang melalui alat pengeluaran. Tahukah kamu zat-zat apa saja yang
dibuang melalui ginjal? Urea, amonia, dan air dibuang melalui ginjal berupa
urine. Urine yang dihasilkan dalam waktu satu hari lebih kurang 1,5 liter. Apa
yang kamu ketahui tentang urea, amonia, dan air? Kamu dapat menjelaskannya
setelah mempelajari pembahasan berikut.
a. Urea
Urea dibentuk oleh hati dari protein yang tidak diperlukan darah. Urea terdiri atas zat nitrogen yang beracun bagi darah sehingga harus dibuang. Proses pembuangan ini disebut dengan ekskresi.
Urea dibentuk oleh hati dari protein yang tidak diperlukan darah. Urea terdiri atas zat nitrogen yang beracun bagi darah sehingga harus dibuang. Proses pembuangan ini disebut dengan ekskresi.
b. Amonia
Amonia merupakan hasil dari perombakan protein. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan secara teratur melalui proses ekskresi.
Amonia merupakan hasil dari perombakan protein. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan secara teratur melalui proses ekskresi.
c. Air
Air sangat
penting dalam proses metabolisme tubuh, tapi jika jumlah air terlalu berlebih
akan membuat konsentrasi darah menjadi tidak konstan. Untuk itu, kelebihan air
harus dibuang supaya keseimbangan konsentrasi darah terjaga. Proses ini disebut
dengan osmoregulasi.
Pembentukan urine terjadi di ginjal. Proses
pembentukan urine adalah sebagai berikut.

- Darah yang membawa sisa-sisa metabolisme protein akan masuk ke ginjal melalui pembuluh darah menuju ke glomerulus.
- Di dalam glomerulus terjadi peristiwa penyaringan terhadap zat-zat yang terlarut dalam darah. Zat-zat yang dapat melewati saringan glomerulus adalah zat-zat yang bermolekul kecil, seperti air, garam, amonia, urea, dan gula, maka zat-zat tersebut disebut dengan filtranglomerulus.
- Filtranglomerulus masuk ke kapsula Bowman dan ditampung. Kemudian filtraglomerulus tersebut akan diteruskannke tubulus proksimal.
- Di dalam tubulus proksimal akan terjadi penyerapan kembali terhadap zat-zat yang masih diperlukan, yaitu air, garam, dan gula. Sedangkan zat-zat lainnya yang tidak diserap atau tidak dapat diserap akan menjadi urine primer.
- Urine primer masuk ke dalam tubulus distal dan akan terjadi augmentasi. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan augmentasi? Augmentasi adalah penambahan zat-zat yang tidak diperlukan ke dalam urine primer sehingga menjadi urine sekunder. Urine sekunder adalah urine sesungguhnya.
- Urine sekunder ditampung di tubulus kolekta, kemudian diteruskan ke uriter dan ditampung kembali di kantung kemih sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.
Jumlah urine
yang dikeluarkan dalam sehari rata-rata 1-2 liter, tetapi dapat berubah
tergantung dari jumlah cairan yang masuk. Urine yang normal berwarna bening
orange pucat tanpa endapan, baunya tajam (pesing), sedikit asam terhadap lakmus
(pH 6).
Pada orang
sakit, urine bisa digunakan sebagai indikator terjadinya gangguan di dalam
tubuh. Karena setiap zat yang tidak digunakan oleh sel dibuang melalui urine.
Jika dalam urine terdapat zat-zat yang masih berguna, ini berarti adanya
kerusakan pada glomerulus atau tubulus. Kerusakan tersebut juga bisa
menyebabkan zat-zat racun akan kembali masuk ke dalam tubuh.
2.
Kulit
(Integumen)
Kulit adalah
lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Pada permukaan kulit
terdapat kelenjar keringat yang mengekskresi zat-zat sisa. Zat-zat sisa yang
dikeluarkan melalui pori-pori kulit berupa keringat. Keringat tersusun dari air
dan garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan hasil
metabolisme protein.

Kulit
merupakan jaringan yang terdapat pada bagian luar tubuh. Kulit memiliki banyak
fungsi karena di dalamnya terdapat berbagai jaringan. Kulit terdiri atas tiga
lapisan yaitu epidermis, dermis dan jaringan ikat bawah kulit.
a. Epidermis (Kulit Ari)
Kulit ari
adalah kulit yang paling luar dan sangat tipis sekali. Kulit ari terdiri atas
dua lapis, yaitu lapisan tanduk dan lapisan malpighi.
- Lapisan tanduk
Lapisan
tanduk yaitu lapisan kulit ari yang paling luar dan merupakan lapisan mati
sehingga mudah mengelupas, tidak memiliki inti, dan mengandung zat keratin.
Lapisan ini akan selalu baru, jika mengelupas tidak akan terasa sakit atau
mengeluarkan darah karena tidak terdapat pembuluh darah dan saraf.
- Lapisan malpighi
Lapisan
malpighi merupakan kulit ari yang berada di bawah lapisan kulit tanduk. Lapisan
ini tersusun dari sel-sel hidup yang selalu membelah diri. Pada lapisan ini
terdapat pembuluh kapiler yang berperan untuk penyampaian nutrisi. Sel-sel yang
hidup tersebut mengandung melanin. Melanin adalah pigmen sel yang
mewarnai kulit dan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh
sinar matahari. Produksi melanin akan meningkat jika terlalu banyak mendapatkan
sinar matahari sehingga warna kulit akan menjadi lebih gelap. Pigmen lainnya
adalah keratin. Jika pigmen keratin dan melanin bergabung, maka warna
kulit menjadi kekuningan. Bila lapisan malpighinya tidak mengandung pigmen,
maka orang tersebut dinamakan albino. Setiap orang memiliki pigmen yang
berbeda-beda sehingga ditemukan bermacam-macam warna kulit seperti warna putih,
sawo matang, kuning langsat, dan hitam.
b. Dermis (Kulit Jangat)
Kulit jangat
atau dermis merupakan lapisan kedua dari kulit. Batas dengan epidermis dilapisi
oleh membran basalis. Dermis lebih tebal dari pada epidermis. Dermis mempunyai
serabut elastik yang memungkinkan kulit merenggang pada saat orang bertambah
gemuk, dan kulit bergelambir pada saat orang menjadi kurus.
Pada lapisan dalam dermis akan ditemui:
- Pembuluh kapiler, berfungsi untuk menyampaikan nutrisi pada akar rambut dan sel kulit.
- Kelenjar keringat (glandula sudorifera), tersebar diseluruh kulit dan berfungsi untuk menghasilkan keringat.
- Kelenjar minyak (glandula sebaceae), berfungsi untuk menghasilkan minyak supaya kulit dan rambut tidak kering dan mengkerut.
- Kantong rambut, memiliki akar dan batang rambut serta kelenjar minyak rambut. Pada saat dingin dan rasa takut, rambut yang ada di tubuh kita terasa berdiri. Hal ini disebabkan karena di dekat akar rambut terdapat otot polos yang berfungsi menegakkan rambut.
- Kumpulan saraf rasa nyeri, saraf rasa panas, saraf rasa dingin, dan saraf sentuhan.
c. Jaringan Ikat Bawah Kulit
Jaringan
ikat bawah kulit berada di bawah dermis. Jaringan ini tidak memiliki pembatas
yang jelas dengan dermis, sebagai patokannya adalah mulainya terdapat sel
lemak. Pada lapisan kulit ini banyak terdapat lemak. Apa fungsi dari lapisan
lemak tersebut? Lapisan lemak berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap
benturan, menahan panas tubuh, dan sebagai sumber energi cadangan.
Kamu telah
mengenal bagian-bagian dari kulit. Tahukah kamu apa fungsi dari kulit?
Selain sebagai tempat pengeluaran, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu
tubuh, tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D, tempat menyimpan
kelebihan lemak, sebagai pelindung, dan indera peraba. Dengan adanya berbagai
jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:
a.
Indra peraba dan perasa.Pada lapisan dermis terdapat
kumpulan saraf yang bisa menangkap rangsangan berupa suhu, nyeri, dan tekanan.
Rangsangan tersebut akan disampaikan ke otak sebagai pusat informasi sehingga
kita dapat mengetahui apa yang kita sentuh.
b.
Pelindung tubuh
terhadap luka dan kuman. Kulit melindungi tubuh dari gangguan fisik berupa
tekanan, dan gangguan yang bersifat kimia. Selain itu, kulit juga melindungi
tubuh dari gangguan yang bersifat biologis, seperti serangan bakteri dan jamur.
Kulit juga menjaga tubuh supaya tidak kehilangan banyak air dan melindungi
tubuh dari sinar ultraviolet.
c.
Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan
bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari. Di dalam kulit terdapat provitamin D
yang dapat diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet matahari
pada waktu pagi hari. Vitamin D sangat penting untuk pembentukan tulang.
d.
Penyimpan kelebihan lemak. Kulit dan jaringan bagian
bawah bekerja sebagai tempat penyimpanan air. Jaringan adipose di bawah kulit
sebagai tempat penyimpanan lemak. Cadangan lemak dapat dibakar sehingga
menghasilkan panas dan energi untuk mengatasi udara dingin. Untuk itulah,
biasanya orang yang memiliki banyak lemak atau orang gemuk lebih tahan
dengan udara dingin.
e.
Pengatur suhu tubuh. Pada waktu tubuh dalam keadaan
panas, pembuluh darah akan melebar dan mengeluarkan panas ke udara, dan air
banyak dikeluarkan dalam bentuk keringat. Demikian suhu tubuh akan turun. Cara
pelepasan panas dari kulit bisa juga terjadi dengan pengaliran panas dari benda
yang disentuh, misalnya menyentuh pakaian.
3. Paru-paru (Pulmo)
Pembahasan
tentang organ paru-paru sudah banyak dibahas pada pokok bahasan sistem
pernapasan. Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi
sebagai alat ekskresi.
Gambar 1.6 Struktur paru-paru
Paru-paru
adalah organ yang bertindak sebagai alat pernapasan. Selain itu paru-paru juga
bertindak sebagai alat ekskresi dengan mengeluarkan karbondioksida dan uap air.
Kedua zat ini harus dikeluarkan supaya tidak mengganggu fungsi tubuh. Paru-paru
terletak di dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma.
Paru-paru
termasuk organ pengeluaran karena udara pernapasan yang dikeluarkan mengandung
karbondioksida dan air yang dihasilkan dari kegiatan sel. Keluarnya air bisa
dilihat ketika kamu bernapas dalam udara dingin berupa kabut. Setiap hari tubuh
melepaskan kurang lebih 350 ml air dalam bentuk uap air melalui sistem
pernapasan.
Karbondioksida
dan uap air berdifusi dari permukaan alveolus paru-paru yang lembab. Pada
manusia paru-paru merupakan satu-satunya organ ekskresi bagi CO2.
Air yang dibuang melalui paru-paru berasal dari aktivitas metabolisme yang
merupakan zat buangan dari respirasi. Asal dan jumlah air yang dikeluarkan dari
paru-paru tidak begitu penting karena tubuh mengandung air yang jumlahnya
relatif banyak.
4. Hati
(Hepar)
Hati
merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan beratnya
sekitar 2 kg pada orang dewasa. Hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi
dan ekskresi. Mengapa hati dapat dikatakan sebagai alat sekresi? Hati
menghasilkan empedu. Oleh karena itu, hati sebagai alat sekresi. Hati dikatakan
sebagai alat ekskresi karena empedu yang dikeluarkan mengandung zat sisa yang
berasal dari sel darah merah yang rusak dan dihancurkan di dalam limpa. Intinya
ialah hati mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dibuat mudah untuk
ekskresi kedalam empedu dan urine.
Gambar 1.7 Struktur hati
Di dalam
hati, sel-sel darah merah akan dipecah menjadi hemin dan globin. Hemin akan
diubah menjadi zat warna empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin. Zat warna
empedu keluar bersama feses dan urine, dan akan memberi warna pada feses dan
urine manjadi berwarna kuning.
Hati ikut
berperan dalam sistem pengeluaran karena sel-sel hati berfungsi sebagai tempat
perombakan sel-sel darah merah dan menguraikan hameglobin sehingga
menghasilkan zat warna empedu (bilirubin). Zat warna empedu ini dikeluarkan ke
dalam urin dan feses. Hati juga berperan dalam pembentukan urea dari amonia,
yang kemudian dikeluarkan lewat ginjal bersama urin.
a.
Menghasilkan getah empedu
Getah empedu
dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini ditampung di dalam
kantung empedu kemudiandisalurkan ke usus 12 jari.Getah empedu pada dasarnya
terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna empedu. Garam empedu
berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk mengemulsi lemak.
Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat
warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin,
yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang
melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua
zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.
a. Menghasilkan urea
Urea adalah
salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka
harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan
bersama urine.Selain berfungsi sebagai alat pengeluaran, hati juga mempunyai
fungsi lain yang berguna bagi tubuh antara lain:
- menyimpan gula dalam bentuk glikogen,
- menawarkan racun,
- membuat vitamin A yang berasal dari provitamin A,
- mengatur kadar gula dalam darah,
- membuat fibrinogen serta protombin,
- menghasilkan zat warna empedu, dan
- tempat pembentukan urea.
D. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Eksresi
1. Penyakit
pada ginjal
a.
Diabetes Melitus (kencing manis); Penyakit ini
ditandai oleh adanya kandungan gula yang tinggi dalam darah dan zat-zat keton
serta asam akibat kekurangan hormon insuli.
b.
Diabetes insipidus; merupakan penyakit yang ditandai
sengan pengeluaran urine yang berlebihan karena kekurangan hormon antidiuretik
(ADH).
c.
Batu Ginjal; penyakit yang disebabkan oleh adanya
endapan garan kalsium, fosfat, atau asam urat urine di dalam rongga ginjal,
salauran ginjal atau di dalam kandung kemih.
d.
gagal ginjal; suatu penyakit dimana fungsi ginjal
menurun secara perlahan hingga ginjal tak mampu lagi berfungsi dan menyebabkan
penimbunan limbah metabolisme di dalam darah.
e.
Albuminuria; adalah penyakit yang ditandai oleh adanya
molekul albumin dan protein laindalam urine.
f.
Hematuria dan nefritis ; penyakit yang ditandai adanya
sel darah merah dalam urine.
2.
Penyakit pada hati
a.
Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus
yang menyerang dan menyebabkan peradangan sertamerusak sel-sel hati.
b.
Sirosis; penyakit hati kronis dan menyebabkan guratan
pada hati sehingga hati menjadi tidak berfungsi.
3.
Penyakit pada paru-paru
a.
TBC yaitusuatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh
bakteri Micobacterium tuberkulosis
b.
Asma atau sesak napas yaitu kelainan karena
penyumbatan saluran pernapasan
c.
Kanker paru-paru, yaitu gangguan paru-paru yang salah
satunya disebabkan oleh kebiasaan merokok.
d.
Empisema, yaitu penyakit pembengkakan paru-paru karena
pembuluh darah dalam paru-paru terisi udara.
4.
Penyakit pada kulit
a.
Kanker kulit, yaitu penyakit yang disebabkan oleh
sinar ultraviolet
b.
Psioriasisyaitu penyakit dengan gejala antara lain
kulit kemerahan dan bersisik
c.
Skabies yaitu penyakit yang disebabkan oleh parasit
insekta yang sangat kecil
d.
Jerawat, yaitu gangguan umum yang bersifatkronis pada
kelenjar minyak
e.
Eksim yaitu penyakit kulit yang disebabkan kulit
menjadi kering, kemerah-merahan dan bersisik.
E. KESIMPULAN
Ekskresi adalah proses pembebasan sisa-sisa metabolism dari tubuh. Alat-alat tubuh
yang berfungsi dalam hal ekskresisecarabersama-sama disebut system ekskresi.
1. SistemEkskresiPadaHewan
Hewanjugamelakukanmetabolismeuntukmelakukanaktifitaskehidupan.Metabolisme
Menghasilkanzatyangharusdiekskresikandaritubuh.Setiaphewanmemilikicarayang
berbedauntukmengekskresikansisametabolisme. Padahewaninvertebratabelumterdapatsistemekskresi.Akantetapi,sisa-sisametabolismeharusdikeluarkandaridalamtubuhorganisme.Untukitu,
hewaninvertebratamemilikialatdancaraekskresitersendiri.
Alatekskresi
yang utamapada vertebrata adalahginjal (ren).
2. SistemEkskresiPadaManusia
Tubuhmanusiamempunyaibeberapasistemekskresi,diantaranya Ginjalmerupakanalattubuh yangmempunyaifungsispesifikuntukekskresisisametabolismeyang
mengandungnitrogen.Banyaksedikitnyaurinseseorangyang dikeluarkantiapharinyadipengaruhiolehzat-zatdiuretik,suhu,volume
larutandanemosi.Ginjalmanusiadapatmengalamigangguandankelainan, antara lain
karenaseranganbakteri,tumor,abnormalitasbentukginjal,ataupembentukanbatuginjal.Kelainandangangguanfungsiginjalantara lain nefritis, batuginjal,
albuminuria, glikosuria, hematuria, ketoses, diabetes melitus,
diabetesinsipidus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar