Jurnal Sistem Peredarah Darah dan Transportasi Tumbuhan
(Ahmad Dwiki P. 15320036)
Identitas
Nama :
Ahmad Dwiki P.
NPM :
15320036
Prodi :
Pendidikan Biologi
Kelas :
Biologi A
Mata Kuliah :
Telaah Biologi SMP
Materi :
Sistem Peredarah Darah dan Transportasi Tumbuhan
Dosen Pengampu :
Dr. Mufahroyin M.Ta dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
Pertemuan :
Ke-8 (delapan)
Pengantar
Assalamualaikum, wr wb.
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan Rahmat, Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada saya sampai saat ini,
sehingga saya dapat menyelesaikan jurnal mata kuliah “Telaah Biologi SMP”.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa
saya telah menyelesaikan tugas ringkasan materi Telaah Biologi SMP pertemuan
ke-8 yang diampu oleh bapak Dr. Mufahroyin M.Ta dan bapak Agil Lepiyanto ,M.Pd.
Saya menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam
penyusunan jurnal ini. Dan saya mengharapkan semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi saya.
Wassalamualaikum wr.wb
Metro, November 2016
Ahmad Dwiki P.
Substansi Kajian
a. Darah
b. Alat Peredaran Darah
c. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
d. Sistem Transportasi pada Tumbuhan
Review Pembelajaran
A.
Darah
Darah merupakan cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat
tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh
jaringan tubuh, mengangkut bahan- bahan kimia hasil metabolisme, dan juga
sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Darah manusia adalah
cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen yang diperlukan
oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan
nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan
penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai
penyakit. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya
oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah
disebabkan oleh hemoglobin , protein pernapasan ( respiratory protein ) yang
mengandung besi dalam bentuk heme , yang merupakan tempat terikatnya
molekul-molekul oksigen. Darah memiliki komposisi yang terdiri atas 55% cairan
(plasma) dan 45% sel-sel darah. Terdapat tiga macam sel-sel darah, yaitu sel
darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah
(trombosit). Sistem peredaran darah ada 2 yaitu:
1.Sistem peredaran darah besar
Sistem peredaran darah besar
yaitu peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik
(Ventrikel)kiri jantung lalu di edarkan ke seluruh tubuh.Oksigen bertukar
dengan karbondioksida dalam jaringan tubuh. Setelah itu darah yang kaya
karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2.Sistem peredaran darah kecil
Sistem peredaran darah kecil
adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung paru-paru dan
kembali lagi ke jantung. Darah yang kaya karbon dioksida dari bilik kanan
dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah
tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan di
alirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
B.
Alat Peredaran Darah
Alat-alat peredaran darah pada manusia sebagai berikut:
1. Jantung
Jantung terletak dalam rongga
dada agak sebelah kiri, di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Massanya
kurang lebih 300 gram, besarnya sebesar kepalan tangan. Jantung dipisahkan oleh
sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua
pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri
dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan
bahwa jantung terdiri dari empat rongga yakni serambi kanan dan kiri dan bilik
kanan dan kiri. Organ jantung itu sendiri terdiri dari 3 lapisan yaitu :
lapisan luar (epikardium), lapisan tengah (Miokardium), dan lapisan dalam
(endokardium). Jantung memiliki katup yang berfungsi menjaga aliran darah tetap
searah. Jantung mempunyai 2 katub. Pertama, katub jantung yang menghubungkan
antara atrium dengan ventrikel. Katub ini dinamakan katub atrioventrikuler.
Kedua, katub yang menghubungkan sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik.
Katub kedua ini dinamakan dengan katub semilunar.
2. Atrium
Menerima darah, yang oksigennya
telah didistribusikan ke jaringan tubuh dalam pertukaran dengan bahan limbah
CO2 dan jaringan lainnya. Darah dari tubuh bagian atas disuplai dari vena cava
superior, sedangkan vena cava inferior memasok serambi kanan dengan darah dari
tubuh bagian bawah.
3. Ventrikel
Kemampuan untuk memompa darah
adalah perbedaan lain antara Atrium dan ventrikel. Ventrikel memiliki dinding
tebal, yang membantu mereka berkontraksi, memompa darah ke dalam dan keluar
dari jantung. Ventrikel kanan menerima darah terdeoksigenasi dari atrium kanan
dan memompa ke dalam paru untuk pemurnian. Diantara kedua lapisan ini terdapat
cairan perikardium sebayak 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas saat jantung
berkontraksi sehingga tidak menimbulkan gesekan pada 2 lapisan tersebut. .
Secara garis besar katup jantung manusia terbagi menjadi dua (2) bagian.
4. Pembuluh darah
Pembuluh darah adalah bagian dari
sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis
yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka
membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Pembuluh darah berfungsi untuk
membantu jantung mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh
dan mengedarkan sari makanan, oksigen serta membawa keluar karbon dioksida.
Pembuluh darah terbagi menjadi dua, yakni pembuluh darah nadi (arteri) dan
Pembuluh darah balik (vena). Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah
berotot yang membawa darah dari jantung. Tujuannya adalah sistemik tubuh,
kecuali pulmonalis yang membawa darah menuju paru untuk dibersihkan dan
mengikat oksigen. Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah
menuju jantung serta banyak mengandung karbon dioksida.
C.
Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
Beberapa gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
·
Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan
menjadi ambeien (wasir) dan varises. Ambeien terjadi karena adanya pelebaran
pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises terjadi karena
adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.
·
Anemia (kekurangan darah), dapat disebabkan oleh
luka yang mengeluarkan banyak darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit
seperti kanker tulang.
·
Hipertensi (tekanan darah tinggi), ditunjukkan
dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat
diukur menggunakan tensimeter.
·
Penyakit jantung koroner, terjadi karena adanya
penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh arteri koroner sehingga
menyumbatnya.
·
Stroke, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah
di otak sehingga saraf-saraf yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen.
Keadaan ini menyebabkan kerja saraf terganggu.
D.
Jaringan Transportasi pada Tumbuhan
Transportasi pada tumbuhan mutlak
diperlukan dalam proses pemenuhan nutrisi pada tumbuhan dengan cara pengambilan
sari makanan dari tanah dan proses pendistribusian hasil fotosintesis ke seluruh
bagian tumbuhan. Dua jaringan yang sangat berperan penting dalam transportasi
tumbuhan adalah xylem dan floem yang berada pada setiap bagian tumbuhan baik
akar, batang maupun di daun. Dengan tercukupinya kebutuhan tumbuhan akan
nutrisi berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang optimal. Xilem
dan floem adalah jaringan seperti tabung yang berperan dalam sistem
pengangkutan. Air dan mineral dari dalam tanah akan diserap oleh akar, kemudian
diangkut melalui xilem ke bagian batang dan daun tumbuhan. Zat makanan yang
dibuat di daun akan diangkut melalui floem ke bagian lain tumbuhan yang
memerlukan zat makanan. Xilem dan floem adalah jaringan pengangkut yang
salurannya terpisah. Xilem yang ada di akar bersambungan dengan xilem yang ada di
batang dan di daun. Floem juga bersambungan ke semua bagian tubuh tumbuhan.
Jenis Transportasi pada Tumbuhan
Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat dua macam cara
pengangkutan air dan garam mineral yang diperoleh dari tanah yaitu secara
ekstravaskuler dan intravaskuler.
1. Transportasi ektravaskuler
Transportasi ektravaskuler
merupakan pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh
pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah
horisontal. Pengangkutan air dimulai dari epidermis bulu-bulu akar, kemudian
masuk ke lapisan korteks, lalu ke endodermis dan sampai ke berkas pembuluh
angkut. Pengangkutan ekstravaskluler dibedakan :
·
transportasi/ lintasan apoplas : menyusupnya air
tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari
tumbuhan seperti dinding sel dan ruang antar sel. . Air melalui jalur ini tidak
dapat sampai ke xylem karena terhalang oleh bagian endodermis yang memiliki
penebalan dinding sel yang disebut pita kaspari. Untuk menembus halangan ini,
air harus dipompa agar dapat melalui sel-sel endodermis. Pergerakan air
tersebut akhirnya menjadi jalur simplas karena melalui sel-sel peresap (sel-sel
penerus).
·
transportasi/ lintasan simplas : bergeraknya air
dan garam mineral menembus bagian hidup dari sel tumbuhan seperti sitoplasma
dan vakoula melalui plasmodesma. Pada jalur simplas, air dapat mencapai xylem
bahkan silinder pusat.
2 . Transportasi intravaskuler
Pengangkutan intravaskuler adalah
proses pengangkutan zat yang terjadi di dalam pembuluh angkut, yaitu dalam
xilem dan floem. Proses pengangkutan dalam pembuluh angkut terjadi secara
vertikal. Air dan garam mineral akan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu
(xylem).Sedangkan pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian
tumbuhan dilakukan oleh pembuluh tapis (floem) dan disebut pula dengan istilah
translokasi.
a.
Penyerapan Cairan oleh Tumbuhan
Tumbuhan memperoleh bahan dari lingkungan untuk hidup berupa
O 2 , CO2 , air dan unsur hara. Mekanisme proses penyerapan dapat belangsung
karena adanya proses imbibisi, difusi, osmosis dan transpor aktif.
·
Imbibisi : merupakan penyusupan atau peresapan
air ke dalam ruangan antar dinding sel, sehingga dinding selnya akan
mengembang. Misal masuknya air pada biji saat berkecambah dan biji kacang yang
direndam dalam air beberapa jam.
·
Diffusi : gerak menyebarnya molekul dari daerah
konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik). Misal
pengambilan O 2 dan pengeluaran CO 2 saat pernafasan, penyebaran setetes tinta
dalam air.
·
Osmosis : proses perpindahan air dari daerah
yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang berkonsentrasi tinggi
(hipertonik) melalui membran semipermiabel. Membran semipermiabel adalah
selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut
di dalamnya.
·
Transport aktif : pengangkutan lintas membran
dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na + dan K + (pompa
ion) serta protein kontraspor yang akan mengangkut ion Na + bersama melekul
lain seperti asam amino dan gula. Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Misal perpindahan air dari korteks ke stele.
b.
Pengeluaran Cairan oleh Tumbuhan
Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses,
yaitu :
·
Transpirasi adalah terlepasnya air dalam bentuk
uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas (evaporasi). Semakin cepat
laju transpirasi berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut,
demikian pula sebaliknya. Alat untuk mengukur besarnya laju transpirasi melalui
daun disebut potometer atau transpirometer.
·
Gutasi adalah pengeluaran air dalam bentuk
tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau ujung tulang tepi daun yang
disebut hidatoda/ gutatoda/ emisarium. Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban
tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari. Di alami pada tumbuhan
famili Poaceae (padi, jagung, rumput, dll)
·
Perdarahan adalah pengeluaran air cairan dari
tubuh tumbuhan berupa getah yang disebabkan karena luka atau hal-hal lain yang
tidak wajar. Misalnya pada penyadapan pohon karet dan pohon aren.
Kesimpulan
Darah merupakan cairan yang terdapat pada semua hewan
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan
oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan- bahan kimia hasil metabolisme, dan juga
sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri . Alat-alat peredaran
darah pada manusia meliputi: jantung, antrium, ventrikel, pembuluh darah. Beberapa
gangguan pada jantung dan pembuluh darah seperti pelebaran pembuluh darah,
anemia, hipertensi, stroke. Jaringan transportasi tumbuhan berupa xylem dan
floem. Jenis transportasinya ada 2 yaitu transportasi intravaskuler dan
ekstravaskuler. Mekanisme proses penyerapan dapat belangsung karena adanya
proses imbibisi, difusi, osmosis dan transpor aktif. Tumbuhan mengeluarkan
cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu transpirasi, gutasi dan
pendarahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar