A.
Identitas Diri
Nama : Umi Apriana Sari
Npm : 15320022
Kelompok : 5
Matkul : Telaah Biologi SMP
Judul
Jurnal : Sistem pncernaan Pada Manusia Dan Sistem Pernapasan Pada
Manusia
Pertemuan ke :
7(tujuh )
Dosen pengampu :
Agil Lepiyanto, S.Pd.,M.P
B.
Pengantar
Kata Pengantar
Pada kesempatan ini kami mengucapkan segala
puji syukur atas kehadirat allah swt
yang mana atas rahmat dan hidayah-nya lah saya dapat menyelesaikan
jurnal saya yang berjudul Sistem
Pencernaan pada manusia dan sistem pernapasan .
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih
kepada bapak Agil lepiyanto selaku dosen mata kuliah telaah biologi smp yang
telah mengarahkan saya khususnya dalam penyelesaian jurnal ini.
Akhir kata, kami ucapkan sebagai penulis
mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan penuh
harapan,semoga apa yang terdapat dalam jurnal ini akan berguna bagi para
pembaca pada umumnya. Dengan penuh kerendahan hati, kami sangat mengharapkan
pandangan dan saran demi untuk kesempurnaan jurnal ini.
Metro,
30 Oktober 2016
Penulis
C. Substansi Kajian
1. Struktur organ fungsi dan dan kelenjar
pencernaan
2. Mekanisme pencernaan
3. Penyakit dan kelainan pada sistem
pencernaan
4. Definisi sistem pernafasan
5. Alat pernapasan
6. Mekanisme pernapasan
7. Penyakit dan kelainan pada sistem
pernapasan
D. Riview pembelajaran
1. Struktur, Organ , Fungsi dan Kelenjar
Pencernaan
Organ yang terlibat pada sistem pencernaan meliputi :
mulut, farings, esofagus, lambung/gastrik, usus halus, usus besar, dan rektum
atau anus. Organ pelengkapnya adalah : gigi, lidah, kelenjar ludah, hati dan
pankreas.
A. Mulut
Merupakan rongga permulaan saluran pencernaan
yang berhubungan dengan bibir, pipi, palatum dan lidah. Mulut terdiri
dari 2 bagian yaitu : bagian luar, vestibula dan bagian dalam rongga
mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilatis dan gigi serta bagian
belakang yang bersambung dengan faring. Fungsinya adalah untuk menahan
abrasi, mulut dilapisi lapisan epitelium, gusi, palatum keras dan dorsum
lidah yang sedikit mengandung keratin.
Dalam rongga mulut terdapat Palatum (langit-langit)
yang merupakan atap dari rongga mulut. Palatum terbagian menjadi dua bagian
yaitu Palatum keras yang tersusun atas tajuk ntuk kerucut yang disebut uvula.
Lengkung palatoglossal dan palatopharyngeal membentuk batas pada fauces.
Di dalam mulut, terdapat organ pelengkap dari sistem
pencernaan yaitu gigi,lidah dan kelenjar ludah.
1. Gigi
Dikelompokkan berdasarkan bentuk dan fungsi
yaitu gigi seri/insisivus yangberfungsi memotong, gigi taring/kanina untuk
merobek dan Premolar dan molar untuk menggiling,menghancurkan. Terdiri dari 2
kelompok gigi sementara/susu dan gigi tetap. Gigi pada anak disebut gigi susu
berjumlah 20 buah, palatum dari seb depan tulang maksilaris dan lebih ke
belakang terdiri atas 2 tulang palatum dan be sedangkan gigi dewasa berjumlah
32 buah. Berikut adalah rumus susunan gigi manusia. Namun susunan ini dibedakan
pada anak-anak dan orang dewasa. Gigi anak-anak disebut gigi susu, sedangkan
gigi dewasa disebut gigi permanen.
2. Lidah
Lidah tersusun atas otot lurik yang diselubungi
oleh selaput mukosa, pada lidah terdapat papila-papila (tonjolan) yang
merupakan indaria pengecap. Lidah berfungsi untuk membantu mencampur makanan
dengan ludah (saliva) dan mendorong makanan masuk ke eesofagus. Lidah
memiliki tonjolan-tonjolan yang disebut papila. Papila ada 3 macam, yaitu :
1. Papilla Filiformis : berbentuk
benang-benang halus, terletak 2/3 dari permukaan lidah
2. Papilla Fungiformis : berbentuk
seperti jamur, terletak pada sisi lidah dan ujung lidah
3. Papilla Circum valata : berbentuk
bundar, terletak menyusun seperti huruf V terbalik di belakang lidah.
Di dalam 1 Papilla terdapat banyak puting pengecap.
Puting pengecap tersusun oleh sel-sel penyokong dan sel-sel kecap (reseptor).
a) Manis
(Ujung lidah)
b) Asin
(Samping belakang lidah)
c) Asam
(Samping depan Lidah)
d) Pahit (Belakang
lidah)
3. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah berfungsi untuk mensekresi
saliva/ludah. Di dalam rongga mulut terdapat 3 kelenjar ludah. Ketiga kelenjar
ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter
ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, dan zat
antibakteri. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna
karbohidariat menjadi disakarida. Kelenjar tersebut antara lain :
1. Kelenjar parotis,
merupakan kelenjar terbesar yang terletak di sebelah kiri dan kanan, anterior
agak ke bawah telinga. Sekret keluar melalui saluran parotis atau Stensen ke
vesti melintas arteri karotis eksterna dan saraf cranial.
2. Kelenjar
submandibularis, terletak di bawah kedua sisi tulang rahang. Sekret keluar
melalui saluran submandibularis/Wharton, yang bermuara di dasar mulut dekat
frenulum lingualis.
3. Kelenjar sublingualis,
merupakan kelenjar terkecil, anterior terhadap submadibularis yang terletak di
bawah lidah, di kanan dan kiri frenulum lingualis dan sekret dikeluarkan
melalui beberapa (10-12) muara kecil.
B. Faring
Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran
pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran
pencernaan (orofaring) pada bagian belakang. Udara dari rongga
hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di
belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka.
C. Esofagus
Esofagus merupakan tabung muskular dari
laringofaring ke orifisium kardiak lambung terletak di belakang trakhea dan di
depan tulang punggung dan memiliki panjang 20-25 cm. Dinding terdiri dari 4
lapis yaitu lapisan jaringan ikat yang renggang, lapisan otot yang terdiri dari
2 lapis serabut otot (sirkular dan longitudinal), 1 buah lap submukosa dan
paling dalam –selaput lendir/mukosa. Proses menelan dilakukan setelah mengunyah
yang terdiri darigerakan membentuk makanan bolus dengan bantuan lidah dan pipi
, kemudian pada faring palatum lunak naik-turun menutup nares posterior otot
konstriktor faring dan mendorong makanan ke esofagus. Makanan masuk ke
esofagus dengan kerja peristaltic. Gerak peristaltic adalah gerak meremas-remas
dan bergelombang yang tidak disadari sehingga makanan terdorong ke bagian
lambung. Zat makanan dalam esofagus tidak mengalami proses pencernaan.
D. Lambung
Lambung adalah kelanjutan dari esofagus,
berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga
mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi
menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3
jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar,
dan otot menyerong. Terletak di daerah epigastrik dan sebagian di sebelah kiri
daerah hipokondariiak dan umbilical. Berhubungan dengan esofagus melalui
orifisium kardiak, dan dengan duodenum melalui orifisium pilorik. Terdiri dari
bagiam atas : fundus, batang utama dan bagian bawah yang horisontal : antrum
pilorik. Lapisan lambung terdiri atas Lap peritoneal luar : serosa, lapisan
berotot : serabut longitudinal, serabut sirkular (membentuk otot sfingter),
serabut oblik/oblique), Lapisan submukosa : pembuluh darah dan saluran limfe.
Lapisan mukosa : terdapat rugae/kerutan.
Makanan yang masuk ke dalam lambung akan menyentuh
dinding lambung dan akan mengeluarkan hormone gastrin. Hormon gastrine terbawa
aliran darah dan merangsang dinding lambung untuk menghasilkan asam lambung
(HCL). HCl berfungsi mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin dan mengaktifkan
prorenin menjadi rennin. Renin disini akan berfungsi mengendapkan protein pada
susu (kasein) dari air susu (ASI) dan hanya dimiliki oleh bayi. Pada lambung
juga dihasilkan senyawa kimia enzim lipase yang berfungsi memecah lemak menjadi
asam lemak dan gliserol. Namun pada lambung lipase yang dihasilkan sangat
sedikit.HCL juga berfungsi bagian disinfektan, serta merangsang pengeluaran
hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus. Di dalam lambung,
dihasilkan ion-ion anorganik seperti Na, Mg, K, fosfat, dan sulfat. Ketika
proses pencernaan terjadi di lambung, otot-otot lambung berkontraksi,
mencampurm dan mengaduk makanan dengan getah lambung, Secara bertahap makanan
akan memadat menjadi suatu massa setengah cair (bubur) yang disebut kim.
Makanan dari lambung yang telah mengalami pencernaan,
sedikit demi sedikit turun menuju usus halus, Turunnya makanan disebabkan oleh
gerak peristaltic dari segmental otot-otot dinding lambung. Hasil penggerusan
makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi
bubur yang disebut bubur kim.
E. Usus Halus
Usus halus terdiri atas tiga bagian yakni duoedenum
(usus 12 jari), jejunum, ileum. Usus halus ememiliki panjang 5,5 – 8 m, dimana
panjang duoedenum kurang lebih 25 cm, jejunum 7 m, dan ileum kurang lebih 1 m.
Usus 12 jari merupakan muara saluran yang berasal dari hati yaki duktus
koleodokus dan yang berasal pancreas yakni duktus pankreatikus. Dinding usus
halus tersusun atas lapisan serosa, muskularis mukosa,submukosa, dan mukosa.
Selan itu pada usus terdapat otot longitudinal, otot sirkuler, pembuluh darah,
dan pleksus saraf. Usus halus bertugas menyerap nutrisi makanan yang telah
diuraikan pleh getah lambung dan pancreas. Untuk melakukan tugas ini daerah
permukaan di dalam usus halus diperluas dengan membentuk lipatan yang disebut
jonjot. Dinding jonjot usus halus tertutup oleh sel tiang. Kira-kira terdapat
500 sel tiang pada seiap jonjot. Dinding jonjot usus halus juga mengandung sel
yang dapat mengeluarkan mucus.
Permukaan jonjot ditutupi oleh sel epithelium
silindariis yang menyerap zat makanan. Salah satu macam sel ini disebut sel
tiang, yang dibungkusoleh miliaran mikrovili (jonjot kecil). Enzim pada
mikrovili akan menghancurkan makanan menjadi partikel yang cukup kecil untuk
diserap. Kumpulan jonjot yang mirip jari itu menututpi dinding usus halus. Di
dalam setiap jonjot, terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa (pembuluh
kil) yang menyerap zat makanan dari pemukaan jonjot. Vena mengambil glukosa,
asam amino dan mineral, semnetara asam lemak dan gliserol masuk ke pembuluh
limfa.
Ruang antara mikrovili pada usus halus begitu kecil
sehingga zat makanan yang sampai di sana masih terlalu besar untuk diserap.
Untuk mengatasi hal ini, permukaan mikrovili mempunyai zat kimia yang disebut
enzim pencernaan akhir. Enzim ini mengyraikan zat makanan hingga mencapai
ukuran yang dapat dicerna.
Enzim pencernaan akhir hanya cocok dengan satu jenis
zat makanan. Jika enzim bersentuhan dengan jenis zat makanan yang tidak cocok,
tidak akan terjasi apa pun. Dan apabila bertemu dengan zat makanan yang cocok,
enzim itu akan dengan cepat menghancutkannya untuk memudahkan pencernaan. Setelah
dipecah oleh enzim akhir pencernaan, zat makanan dengan cepat diserap oleh
protein yang berada di dekatnya. Zat makanan dapat menembus hanya dalam satu
arah.
Di dalam usus halus terjadi penyerapan zat makanan.
Pencernaan pada usus halus dilakukan oleh enzim-enzim yang fungsinya dirangsang
oleh hormone sekretin. Hormon-hormon yang merangsang fungsi pancreas, hati,
kantung empedu, dan dinding usus halus dihasilkan oleh tunika mukosa duodenum
atau usus 12 jari. Enzim yang ada di usus halus antara lain :
1. Enterokinase, berfungsi
mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pancreas menjadi tripsin.
2. Laktase, berfungsi
mengubah laktosa menjadi glukosa
3. Erepsin, berfungsi
mengubah dipeptida atau peptin menjadi asam amino
4. Maltase, berfungsi
mengubah maltose menjadi glukosa
5. Disakarase, berfungsi
mengubah disakarida menjadi monosakarida
6. Nukleotidase, berfungsi
mengubah nukleotida menjadi nukleosida dan fosfat
7. Nukleosidase, berfungsi
mencega nukleosida menjadi basa nitrogen (golongan adenine dan timin) serta
gula deoksiribosa
8. Peptidase, berfungsi
mengubah polipeptida menjadi asam amino
9. Sukrose, berfungsi
mencerna glukosa dan fruktosa
10. Lipase, berfungsi
mengubah monogliserarida menjadi gliserol dan asam lemak.
Setelah tahap pencernaan dalam usus halus, terjadi
penyerapan sari makanan. Penyerapan paling tinggi terjadi pada jejunum dan
ileum.Vitamin, mineral, dan air tidak mengalami pencernaan, tetapi langsung
diserap oleh dinidng usus halus. Sari makanan berupa glukosa, asam amino, asam
lemak, gliserol, vitamin, air, dan mineral akan diangkut oleh plasma darah
dalam vena porta hepatis menuju hati.
1. Hati (Hepar)
Hati atau hepar terdiri atas atiga lobus. Setiap lobus
,memiliki saluran untuk mengangkut cairan empedu,yakni udktus hepatikus.
Sari-sari makanan yang diserap oleh usus halus akan melewati hati terlebih
dahulu. Pada hati terdapat kantung empedu (vesika fela) yang mempunyai saluran
yang dinamakan duktus sistikus. Duktus hepatikus dan duktus sistikus bermuara
pada saluran besar yang dinamakan duktus koleodosus.
Fungsi empedu adalah menyederhanakan molekul lemak
atau mengemulsikan lemak, bertindak sebagai penyedia larutan penyangga,
membantu penyerapan vitamin K, dan memberi warna pada feses. Fungsi hati yang
lain, yakni menghancurkan eritrosit yang sudah rusak, menyimpan glikogen
sebagai cadangan makanan, dan pada embrio membentuk eritrosit. Pengeluaran
cairan empedu dipengaruhi oleh kolesitokinin. Aktivitas pembentukan cairan
empedu dalam hati dirangsang oleh hormone hepatokinin.
2. Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar yang bersifat endokrin dan
esokrin. Bersifat endokrin karena dari pulau Langerhnas dihasilkan hormone
insulin dan hormone glucagon yang akan dimasukkan hormone insulin dan hormone
glucagon yang akan dimasukkan ke darah. Bersifat esokrin karena menghasilkan
enzim pencernaan. Keluarnya enzim dari pancreas karena dipengaruhi oleh hormone
pankreozimin. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan bagian berikut :
1. Tripsinogen, diaktifkan
oleh enzim enterokinase menjadi teripsin. Senyawa protein diubah menjadi
tripsun menjadi dipeptida
2. Kimotripsinogen,
diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin yang berfungsi membantu tripsin.
3. Peptidase, berperan
mengubah senyawa peptide menjadi asam amino.
4. Lipase, berfungsi
mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
5. Amilase, berfungsi
mengubah amilum menjadi maltose.
6. Nuklease, berfungsi
memecah asam nukleat menjadi nukleotida
7. NaHCO3 atau
KHCO3 atau ion bikarbonat berfungsi menetralkan suasana asam
yang berasal dari lambung.
F. Usus Besar
Panjang usus besar (kolon dan rectum) 1.500 cm,
yang terdiri dari sekum, kolon asenden, kolon tranversum, kolon desenden, kolon
sigmoid dan rektum. Dinding usus besar mempunyai tiga lapis yaitu lapisan
mukosa (bagian dalam), yang berfungsi untuk mencernakan dan absorpsi makanan,
lapisan muskularis (bagiaan tengah) yang berfungsi untuk menolak makanan ke
bagian bawah, dan lapisan serosa (bagian luar), bagian ini sangat licin
sehingga dinding usus tidak berlengketan satu sama lain di dalam rongga
abdomen.
Berbeda dengan mukosa usus halus, pada mukosa kolon
tidak dijumpai villi dan kelenjar biasanya lurus-lurus dan teratur. Epitel yang
membatasi adalah toraks dan mempunyai daerah kutikula tipis Permukaan mukosa
terdiri dari pelapis epitel tipe absortif (kolumnar) diselang seling sel goblet.
Pelapis epitel kripta terdiri dari sel goblet. Pada lamina propria secara
sporadik terdapat nodul jaringan limfoid. Sel berfungsi mengabsorpsi air, lebih
dominan pada kolon bagian proksimal (asendens dan tranversum), sedangkan sel
goblet lebih banyak dijumpai pada kolon desenden. Lamina propria lebih seluler
(sel plasma, limfosit dan eosinofil) pada bagian proksimal dibanding dengan
distal dan rektum. Pada bagian distal kolon, sel plasma hanya ada dibawah
epitel permukaan. Sel paneth bisa ditemukan pada sekum dan kolon asenden. Pada
anus terdapat sfingter anal internal (otot polos) dan sfingter anal eksternal
(otot rangka) yang mengitari anus.
Lapisan otot longitudinal usus besar tidak sempurna,
tetapi terkumpul dalam tiga pita yang disebut sebagian taenia koli. Panjang
taenia lebih pendek daripaa usus, sehingga usus tertarik dan berkerut mebentuk
kanting-kanting kecil yang disebut haustra. Apendises epiploika adalah
kantong-kantong kecil peritonium yang berisi lemak dan melekat sepanjag taenia.
Usus besar secara klinis di bagian menjadi belahan
kiri dan kanan berdasarkan pada suplai darah yang diterima. Arteria mesentrika
superior memperdarahi belahan kanan (sekum, kolon asenden, dan dua pertiga
proksimal kolon tranversum), dan arteria mesentrika inferior mendarahi bagian
kiri (sepertiga distal kolon tranversum, kolon desenden, kolon sigmoid, dan
bagian proksimal rektum). Suplai darah tambahan ke rektum berasal dari arteri
hemoroidalis media an inferior yang dicabangkan dari arteria iliaka interna dan
aorta abdominalis.
Persarafan usus besar dilakukan oleh sistem saraf
otonom dngan pengecualian sfingter eksterna yang bersda dalam pengendalian
volunter. Serabut parasimpatis bejalan melalui saraf vagus ke bagian tengah
kolon tranversum, dan saraf pelvikus yang berasal dari daerah sakra menyuplai
bagian distal. Serabut simpatis meninggalkan medula spinalis melalui saraf
splangnikus. Serabut saraf ini bersinaps dalam ganglia seliaka dan
aortikorenalis, kemudian serabut pasca ganglionik menuju kolon. Rangsangan simpatis
menghambat sekresi dan kontraksi, serta merangsang sfingter rektum. Rangsangan
parasimpatis mempunyai efek yang berlawanan.
Sisa makanan yang berupa ampas akan diteruskan ke usus
besar (instentium crasum) yang terdiri atas kolon asenden, kolon transversum,
kolon desenden, rektum, dan anus. Antara intestinum tennue dan intestium crasum
terdapat usus buntu atau sekum. Sisa makanan berada pada usus besar selama satu
sampai dengan empat hari. Pada usus besar, terjadi penyerapan sebagian kecil
air, yakni pada kolon asenden. Proses pembusukan dibantu oleh bakteri Escherichia
coli yang juga bersimbiosis dengan manusia karena mampu membentuk
vitamin K dan vitamin B12.
Sisa makanan yang telah mengalami pembusukkan akan
menjadi feses atau tinja. Feses atau tinja terdiri atas bahan makanan sisa atau
makanan yang tidak sempat dicernakan, bakteri yang sudah mati, serta gas berupa
NH3 dan H2S. Selain itu, feses juga mengandung
sel-sel epitel khusus yang mengelupas dan pigmen empedu yang berwarna kuning
coklat. Feses akan keluar dari usus melalui anus yang dinamakan defekasi.
G. Rektum/Anus
Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari
tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian
rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur
pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu
otot polos dan otot lurik. Rectum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung
usus besar dan berakhir di anus. Biasanya rectum ini kosong karena tinja disimpan
di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada colon desendens. Jika colon desendens
penuh dan tinja masuk ke dalam rectum, maka timbul keinginan untuk buang air
besar. Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi
bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang
penting untuk menunda pengeluaran feses.
Enzim dalam tubuh manusia
Enzim menjadi unsur yang terpenting bagian tubuh dalam
berproses. Sebenarnya kita perlu mengenal tentang fungsi enzim bagian tubuh
kita. Tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang sangat rinci dan begitu
kompleks. Terdiri dari beberapa sistem yang padat sehingga menjadikan manusia
bisa melakukan akitifitas. Tubuh manusia juga akan mengalami bagian reaksi
kimia yang masih alamiah. Prosesnya biasanya berlangsung dengan cepat dan
teratur, setiap harinya manusia akan menerima asupan makanan dan minuman bagian
penunjang hidup. Namun tahukah anda, jika enzim merupakan bagian terpenting
yang bisa membuat metabolisme tubuh menjadi lancar. Enzim akan terus berproses
dengan menerima dan menghasilkan sesuatu bagian tubuh. Fungsi enzim bagian
katalis atau senyawa yang bisa mempercepat terjadinya proses reaksi tanpa
dirinya sendiri habis karena proses reaksi. Zat penting ini untuk melepaskan
molekul uap air dalam tubuh, pelepasan unsur dan zat kimiawi lainnya,
melepaskan molekul-molekul, gugus amin serta banyak lagi. Semua itu bertujuan
untuk memperlancar proses pencernaan serta metabolisme pada tubuh. Enzim bisa
mengolah zat-zat baru yang masuk kedalam tubuh sehingga ada proses lainnya yang
berubah. Misal pada gula, dengan enzim maka rasa manis pun dapat terasa. Enzim
yang berfungsi bagian penghancur makanan ketika sedang mengunyahnya didalam
mulut. Seluruh kinerja organ tubuh dibantu oleh adanya enzim.
2. Mekanisme Pencernaan
Sistem pencernaan dirancang bagian sistem
pembongkaran. Tujuannya adalah untuk memecah potongan makanan yang besar
menjadi lebih kecil yang dapat dibawa oleh sistem peredaran darah dan
didistribusikan ke sel. Langkah pertama dalam proses ini adalah proses mekanik.
Hal ini penting untuk menggiling partikel besar
menjadi potongan-potongan kecil dengan mengunyah untuk meningkatkan luas
permukaan dan memungkinkan untuk reaksi kimia yang lebih efisien. Hal ini juga
penting untuk menambahkan air ke makanan, yang selanjutnya partikel disebarkan
dan menyediakan lingkungan berair yang diperlukan untuk reaksi-reaksi kimia.
Bahan juga harus dicampur, sehingga semua molekul yang diperlukan untuk
berinteraksi dengan satu sama lain memiliki kesempatan yang baik untuk
melakukannya. Mulut dan perut adalah daerah tubuh utama yang terlibat dalam
pemotongan dan penggilingan makanan untuk meningkatkan luas permukaannya.
Campuran berair yang ditambahkan ke makanan dalam mulut dikenal bagian
air liur, dan tiga pasang kelenjar yang menghasilkan air liur yang dikenal
bagian kelenjar ludah. Air liur mengandung enzim amilase, yang memulai
pencernaan kimia untuk pati. Air liur juga melumasi mulut dan membantu untuk
mengikat makanan sebelum proses menelan (hal: 591).
Setelah makanan tersebut dikunyah, lalu tertelan dan
melewati kerongkongan kemudian ke perut. Proses menelan melibatkan serangkaian
peristiwa yang kompleks. Pertama, bola makanan, yang dikenal bagian bolus,
dibentuk oleh lidah dan berpindah ke bagian belakang rongga mulut. Hal ini
merangsang dinding tenggorokan, yang dikenal bagian faring. Ujung saraf pada
lapisan faring ini dirangsang, menyebabkan kontraksi refleks dinding
kerongkongan, yang kemudian mengangkut bolus ke lambung. Karena makanan dan
udara melewati faring, ini penting untuk mencegah bolus tidak masuk ke
paru-paru.
Selama proses menelan, laring ditarik ke atas. Hal ini
disebabkan flap dari jaringan yang disebut epiglotis untuk menutupi pembukaan
ke trakea dan mencegah makanan masuk ke trakea. Di perut, terdapat cairan
tambahan, yang disebut cairan gastic, yang ditambahkan ke makanan. cairan
lambung mengandung enzim dan asam hydrocloric. Enzim utama dari lambung adalah
pepsin, yang mencerna secara kimiawi dari protein. PH cairan lambung ini sangat
rendah, umumnya sekitar pH 2. Pencampuran seluruh makanan halus tadi dilakukan
oleh kontraksi dari tiga lapisan otot dinding perut. Aktivitas penggabungan
atau pencampuran dilakukan oleh enzimati, dan penguraian kimiawi oleh asam
hydrocloric, dan pengolahan mekanik dilakukan dari gerakan otot dalam cairan
yang menghancurkan makanan dan campuran itu disebut kim. Kim yang
menghancurkan makanan akhirnya meninggalkan lambung melalui katup yang dikenal
bagian sfingter pilorus dan kemudian memasuki usus kecil.
Bagian pertama dari usus kecil dikenal bagian
duodenum. Selain memproduksi enzim, duodenum mengeluarkan beberapa jenis hormon
yang mengatur pelepasan makanan dari lambung dan pelepasan sekresi dari
pankreas dan hati. Pankreas menghasilkan sejumlah enzim pencernaan yang berbeda
dan juga mengeluarkan sejumlah besar ion bikarbonat, yang menetralisir asam
lambung sehingga pH duodenum adalah sekitar pH 8. Hati adalah organ yang besar
di perut bagian atas yang melakukan beberapa fungsi. Salah satu fungsinya
adalah mensekresi empedu. Ketika empedu keluar dari hati, kemudian disimpan
dalam kantung empedu sebelum dilepaskan ke duodenum. Ketika empedu dilepaskan
dari kantung empedu tersebut. Ini membantu pencernaan mekanik dengan memecah gelembung-gelembung
lemak yang besar menjadi partikel yang lebih kecil. Proses ini disebut
emulsifikasi.
Sepanjang usus kecil, ditambahkan cairan berair sampai
campuran mencapai usus besar. Usus besar terutama terlibat dalam penyerapan air
yang telah ditambahkan ke dalam tabung makanan bersama dengan air liur, cairan
lambung, empedu, pankreas sekresi, dan cairan usus. Usus besar juga rumah
bagian berbagiamai macam bakteri. Kebanyakan hidup pada makanan yang tidak
tercerna yang melalui usus kecil. Beberapa memberikan manfaat tambahan dengan
memproduksi vitamin yang dapat diserap dari usus besar. Sebagian kecil jenis
bakteri ini mungkin menyebabkan penyakit.
3. Penyakit dan Kelainan
pada Sistem Pencernaan
Beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada
alat-alat sistem pencernaan antara lain:
- Karies
Karies terjadi dalam rongga mulut pada gigi yang tidak terawat.
Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang
difermentasikan oleh bakteri dan menyebabkan lubang pada gigi.
- Parotitis
Penyakit gondong yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang
kelenjar air ludah di bagian bawah telinga, akibatnya kelenjar ludah menjadi
bengkak atau membesar.
- Xerostomia
Xerostomia adalah istilah bagian penyakit pada rongga mulut yang ditandai
dengan rendahnya produksi air ludah. Kondisi mulut yang kering membuat makanan
kurang tercerna dengan baik.
- Sariawan
Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bila tidak segera
disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut.
Pencegahannya dilakukan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup.
- Ulkus atau Radang Dinding Lambung
Yaitu gangguan pada lambung yang disebabkan oleh tingginya produksi asam
lambung (HCl) dibandingkan makanan yang masuk.
- Kanker Lambung
Yaitu gejala-gejala permulasan dari kanker lambung hampir sama dengan
gejala-gejalayang disebabkan gangguan lain pada alat pencernaan, antara lain
merasa panas, kehilangnan napsu makan, ketidaksanggupan mencerna (salah cerna)
berlangsung terus-menerus, sedikit rasa muak, rasa kembung dan rasa gelisah
sesudah makan, dan kadang-kadang timbul rasa nyeri pada lambung.
- Appendiksitis
Gangguan ini disebut juga radang usus buntu. Gangguan ini terjadi pada
umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing mengalami peradangan akibat infeksi
oleh bakteri.
- Diare
Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun protozoa
pada usus besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air di usus besar
terganggu, akibatnya feses menjadi encer.
- Konstipasi
Konstipasi atau sembelit terjadi akibat penyerapan air yang berlebihan pada
sisa makanan di dalam usus besar. Akibatnya, feses menjadi sangat padat dan
keras sehingga sulit dikeluarkan. Untuk mencegah sembelit dianjurkan untuk
buang air besar teratur tiap hari dan banyak makan sayuran atau buah-buahan.
- Radang hati yang menular (Hepatitis)
Hepatitis biasanya terjadi karena virus , terutama salah satu dari kelima
virus hepatitis, yaitu A, B, C, D, atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena
infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning atau
infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol
atau obat-obatan.
- Hemaroid atau Wasir
Adalah pembengkakan vena didaerah anus. Hemaroid cenderung berkembang pada
orang-orang yang terlalu lama duduk terus-menerus pada orang yang menderita
sembelit. Hemaroid juga sering terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang
terlalu gemuk. Gejala-gejala hemaroid meliputi gatal-gatal, nyeri, dan
pendarahan.
12.refungsi membantu lidah untuk mengunyah. bagian yang kedua adalahPalatum
lunak yang merupakan lipatan menggantung, dapat bergerak berubah oleh otot
skeleton. bagian ini terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lender dan di
tengahnya menggantung keluar prosesus berbe
4. Definisi sistem
pernafasan pada manusia
Untuk
melakukan kegiatan sehari hari kita perlu energi.energi berasal dari makanan
didalam sel tubuh zat makanan bereaksi dengan oksigen reaksi ini disebut dengan
reaksi oksidasi biologi oksidasi biologi melepaskan energi, karbon dioksida,
dan air. Energi yang dihasilkan oleh proses oksidasi digunakan untuk memanaskan
tbuh,kerja otom dan dan kegiatan tubuh lain.
5. Alat pernafasan
1. Hidung dan rongga
hidung
2. Pangkal tenggorokan
(laring)
3. Batang tenggorokan
(trakea)
4. Paru-Paru
6. Mekanisme pernafasan
1. pernapasan dada
2. pernapasan pernapasan perut
7. Penyakit pada sistem pernafasan manusia
1. Selesma,
infeksi virus pada saluran pernapasan
2. Influenza
3. TBC
4. ASMA
5. BRONKITIS
E. KESIMPULAN
Manusia
membutuhkan sistem pencernaan fungsi sistem pencernaan pada manusia yaitu
memecah bahan bahan makanan menjadi sari sari makanan yang siap diserap dalam
tubuh .Begitu pula dengan sistem pernafasan manusia juga membutuhkan sitem
pernafasan karena fungsi dari sitem pernafasan yaitu untuk mengangkut paru paru
dan untuk memfasilitasi difusi oksigen kedalam aliran tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar