A. IDENTITAS
Nama :
Desi Hartina
Npm :
15320040
Kelas :
Biologi A
Prodi :
Pendidikan Biologi
Mata kuliah :
Telaah Biologi SMP
Semester :
3
Dosen pengampu :
Bapak Agil Lepiyanto,M.Pd
B. KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa
ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat
terselesaikan . Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami . Kami
membuat jurnal ini bertujuan untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak hanya menyelesaikan tugas , tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita yang berkaitan dengan Sistem
Peredaran Darah dan Transportasi Tumbuhan. Kiranya jurnal ini bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca . Meski begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu
untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang
membangun dari pembaca akan kami terima dengan senang hati.
Metro, 14
November 2016
Desi Hartina
C. SUBTANSI KAJIAN
A. Komponen
sistem peredaran darah
B. Peredaran
darah
C. Kelainan
pada sistem peredaran darah
D. Transportasi
pada tumbuhan
D. REVIEW PEMBELAJARAN
A. Komponen Sistem Peredaran Darah
1. Darah
Pengertian Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan
oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga
sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang
berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari
bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan kekuningan atau
plasma darah yang didalam nya terkandung sel-sel darah. Sel-sel darah terdiri
dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit ) dan keping darah
(trombosit).
Komposisi plasma dalam darah sekitar 55%, sedangkan sel-sel darah dan trombosit
sekitar 45%.
Sel dan keping darah lebih berat dibandingkan plasma sehingga dapat di pisahkan
melalui prosedur yang di sebut sentrifugasi. (Marieb 2004; Solomonet al.2005).
Fungsi darah, yaitu sebagai berikut :
1. Mengedarkan sari
makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah.
2. Mengangkut sisa
oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma
darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui
ginjal.
3. Mengedarkan
hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh
plasma darah.
4. Mengangkut oksigen ke
seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah.
5. Membunuh kuman yang
masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih.
6. Menutup luka yang
dilakuakn oleh keping-keping darah.
7. Menjaga
kestabilan suhu tubuh.
Pada manusia, plasma darah mengandung sekitar 92 %
air, 8 % protein,dan senyawa organik lainnya.selain itu juga garam anorganik,
terutama Nacl.
Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis
darah sehingga dengan sendirinya jumlah nya dalam tubuh akan diatur.
Sel-sel darah adalah sel-sel yang hidup. Sel-sel darah
tidak terbelah, melainkan langsung di ganti oleh sel-sel baru dari sum-sum
tulang belakang.
Ada tiga macam sel-sel
darah yaitu :
1) Eritrosit
(Sel darah merah)
·
Eritrosit berbentuk
pipih dengan garis tengah 7,5cm, eritrosit cekung dibagian tengahnya (bikonkaf)
dan tidak berinti. (Istamar syamsuri,dkk.2006).
·
Warna eritrosit
tergantung pada hemoglobin. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen (O2),
jika hemoglobin mengikat O2, maka eritrosit akan berwarna merah,
jika O2 telah di lepaskan maka warnanya menjadi merah kebiruan.
·
Proses Pembentukan
eritrosit di sebut eritropoiesis.
·
Sel yang dapat
membentuk eritrosit adalah hemositoblas (sel batang mieloid) yang mampu
berkembang menjadi berbagai sel dara. Dalam keadaan normal, eritrosit bertahan
selama rata-rata 120 hari. Saat sel menua, membran sel rapuh dan pecah.
Eritrosit tua dimusnahkan diorgan limpa (lien) dan hati.
·
Jumlah Eritrosit
bervariasi, tergantung jenis kelamin, usia dan ketinggian tempat tinggal
seseorang. Konsentrasi eritrosit pada laki-laki normal adalah : 5,1-5,8 juta
permililiter kubik darah, dan pada wanita normal 4,3-5,2 juta permililieter
kubik darah.
2)
Leukosit ( sel darah Putih)
·
Terdapat enam jenis
leukosit dalam darah yaitu neutrofil, eosinofil, basofil monosit, limfosit dan
sel plasma. Neotrofil, eosinofil, dan basofil memiliki granula-granula sehingga
sering disebut granulosit. Sedangkan limfosit dan monosit di sebut agranulasit
(tidak bergranula).
·
Bahan-bahan yang di
perlukan untuk membentuk leukosit adalah uitamin dan asam amino seperti hal nya
sel-sel lainnya.
·
Orang dewasa memiliki
sekitar 4.800-10.800 leukosit permililiter kubik darah, terdiri dari 62%
neutrofil, 2.3% eosinofil, 0,4 % basofil, 5,3 % monosit, dan 30 % limfosit.
·
Masa hidup leukosit
berbeda-beda, granulosit sekitar 12 jam, monosit sulit dinilai karena selalu
mengembara, tetapi diduga selama beberapa minggu atau bulan, limsofit umumnya
bertahun selama 100-300 hari.
3)
Trombosit (keping-keping darah)
·
Trombosit berguna
untuk menggumpalkan darah.
·
Keping darah
berbentuk cakram dan tidak berinti.
·
Masa hidup trombosit
sekitar 8-10 hari, setelah itu keping darah akan dibawah kelimpa untuk di
hancurkan.
·
Jumlah keping darah
adalah 150 ribu 0 400 ribu per mm3 darah.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
1.
Albumin
2.
bahan pembeku darah
3.
immunoglobin
(antibodi)
4.
hormon
5.
berbagai jenis
protein
6.
berbagai jenis garam
Pembekuan darah terjadi dalam tiga tahap yaitu :
1)
Jaringan luka papar
ke darah, trombosit akan menempel ke kologen jaringan dan mengeluarkan zat-zat
yang membuat trombosit saling berdekatan dan menempel.
2)
Trombosit akan
membentuk sumbat yang memberi perlindungan darurat sehingga terjadi kehilangan
darah.
3)
Pembentukan
benang-benang fibrin.
Faktor
penggumpalan darah dari trombosit bercampur dengan faktor penggumpalan darah
dari plasma darah.
Tronbin
akan mengkatalisis perubahan pibrinogan menjadi benang-benang fibrin.
·
Aglutinogen adalah
antigen-antigen dalam eritrosit yang membuat sel peka terhadap penggumpalan
darah (aglutinasi).
·
Aglutinin adalah
substansi yang menyebabkan aglutinansi sel misalnya anti bodi. Dr.karl
landsteiner seorang ahli imunologi dan patologi berkebangsaan Autria
(1868-1943), dan Julius Donath adalah penemu perbedaan antigean dan antibodi
dalam sel darah manusia.
1. Golongan darah sistem A B O
Dalam sistem ini darah digolongkan dalam 4 macam yaitu
: A, B, AB,dan O.Apabila pada sel darah merah seorang tidak terdapat
anglutinogen A atau pun B maka darah di golongkan O, jika hanya terdapat
anglutinogen A darah di golongkan A, dan jika hanya terdapat anglutinogen B
darah di golongkan B, dan jika terdapat anglutinogen A dan B darah digolongkan
AB.
2. Golongan darah sistem Rhesus.
Golongan darah sistem Rhesus didasarkan atas ada dan
tidaknya anglutinogen Rhesus (Rh) yang disebut juga faktor Rhesus.
Pada Transfusi darah orang yang menerima darah disebut
resipien pada pemberi darah disebut donor. Sel darah yang diberikan kepada
resipien adalah senyawa protein.
Pada umumnya Transfusi dilakukan pada orang dalam
kondisi :
·
Orang mengalami
kecelakaan
·
Tubuh terbakar.
·
Orang yang kekurangan
darah akut
·
Orang yang mengidap
penyakit kronis.
Pada abad ke 17 seorang ahli fisiologi dari
inggris, ya’ni William Harvey (1578 –
1657), dari hasil percobaannya dan berbagai percobaan ahli lain ditemukanlah
pembuluh balik (vena).
Tiga puluh tahun kemudian seorang ahli anatomi italia
Marcello Malpighi. Berhasil menemukan pembuluh darah kapiller.
Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawah darah dari
jantung dan umumnya mengandung banyak oksigen.
Pada saat jantung berkontraksi (sisto) darah akan
keluar dari bilik menuju pembuluh nadi.
Pembuluh ini tebal, elastis, dan memiliki sebuah kutup
(Valvula semilunris) yang berada terdapat diluar jantung.
Ada dua pembuluh nadi yang dilewati darah yaitu :
1. Pembuluh nadi besar (aorta).
Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik
kiri jantung menuju keseluruh tubuh.
2. Pembuluh nadi paru-paru (arteri palmonalis).
Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati
darah dari bilik kanan menuju paru-paru (pulmo).
Pembuluh balik adalah pembuluh yang membawa darah
kembali ke jantung, yang umumnya mengandung karbondioksida.
Pada saat jantung berelaksasi (Diastol), darah dari
tubuh dan paru-paru akan masuk ke jantung melalalui vena.
Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah
katup yaitu Valvula Semilunaris.
Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai
berikut :
1) Vena Kava
Vena kava bercabang-cabang menjadi pembulu yang
lebih kecil yaitu vena. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior dan
vena kava inferior.
·
Vena kava superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari
bagian atas tubuh ( kepala, leher, keserambi kanan jantung.
·
Vena kava inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari
bagian tubuh lainnya dan anggota badan bawah tubuh keserambi kanan jantung.
2) Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung O2
dari paru-paru keserambi kiri jantung.
Poin kunci:
Pembuluh nadi (arteri) membawa darah dari jantung.
Pembuluh balik (vena) membawa darah menuju jantung.
Jalur peredaran darah:
Jantung – aorta – arteri – arteriola – kapiler –
sel-sel tubuh – venula – vena – vena kava – jantung.
1)
Jantung
Jantung terletak didalam rongga dada serta terbungkus
oleh Parikardia. Parikardia terdiri dari dua lapis yaitu :
· Lamina pariestalis (sebelah luar), dan
· Lamina viseralis (menempel di dinding jantung)
Diantara kedua lapis tersebut terdapat kavum
parikardia yang berisi cairan pirikardia.
Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu : dua serambi
(atrium) dan dua bilik (ventrikel).
Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung
(miokardia) yaitu, otot serambi, otot bilik , serta serabut otot perangsang dan
pengantar khusus.
2)
Detak Jantung
Detak jantung setiap orang berbeda-beda tergantung
pada usia, berat badan, jenis kelamin, kesehatan, dan aktifitas seorang. Pada
saat duduk, denyut nadi seseorang 72 permenit. Tetapi pada saat berdiri denyut
nadi mencapai 83 permenit.
Pada anak-anak, denyut nadi nya lebi cepat
dibandingkan orang dewasa. Orang terkejut denyut nadinya menjadi lebih cepat.
(Istamar Syamsuri,dkk:2006)
Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia
yaitu :
1. Peredaran
darah kecil.
Adalah peredaran darah dibilik kanan jantung menuju
paru-paru melewati arteri pulmonalis dan kembali ke serambi kiri jantung
melewati vena pulmonalis.
2.
Peredaran darah besar
Adalah peredaran darah dari bilik kiri jantung ke
seluruh tubuh melalui aorta dan akhirnya kembali ke serambi kanan jantung
melalui vena kava.
Oleh karena pada manusia terdapat kedua macam
peredaran darah tersebut, maka manusia di katakan memiliki peredaran darah
ganda.
Sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah
ganda
Dalam keadaan normal darah ada didalam pembuluh darah,
ujung arteri bersambung dengan kapiler darah dan kapiler darah bertemu dengan
vena terkecil (venula) sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah
walaupun terjadi pertukaran zat, hal ini disebut sistem peredaran darah
tertutup.
Peredaran darah ganda pada manusia, terdiri peredaran
darah kecil (jantung –paru-paru – kembali ke jantung) dan peredaran darah besar
(jantung – seluruh tubuh dan kembali ke jantung). Peredaran ini melewati
jantung sebanyak 2 kali.
Kelainan pada system peredaran darah manusi dapat terjadi karena bawaan sejak
lahir,kecelakaan,dan penyakit-penyakit tertentu dalam waktu yang lama. Penyakit akan terjadi organ tubuh jika terjadi
infeksi,sementara sistem pertahanan sudah tidak sanggup menanggulanginya.
Kelainan dan penyakit pada system peredaran darah manusia antara lain:
1. Anemia
Anemia merupakan kondisi kekurangan jumlah sel darah
merah atau hemoglobin
Polisitemia di tandai dgn meningkatnya eritrosit
melebihi normal,sehingga darah menjadi kental.menaikan viskonsitas, dan
menurunkan kecepatan aliran darah
Leukimia (kankerdarah) terjadi karena sel darah putih
aktif membelah,sehingga produksi leokosit terlalu banyak dan kemudian menahan
sel darah merah.
Hemophilia merupakan penyakit darah sukar
membeku.penderita dapat kehilangan banyak darah hanya karena luka
kecil,penyakit ini bersifat menurun
Hipertensi terjadi jika sistol darah lebih tinggi dari 120 mmHg dan tekanan diastolnya lebih tinggi dari 80
mmHg. Pada hipertensi otot jantung bekerja lebih keras yg akhir nya membesar khususnya
bilik kiri dan dapat mengakibatkan gagal jantung,pendarahan otak
(stroke),pecahnya pembuluh kapiler jantung dan pecah nya pembuluh darah
retina
Hipotensi terjadi jika sistol darah kurang dari 120
mmHg dan tekanan diastol kurang dari 80 mmHg. Penderita hipotensi dapat
mengalami pingsan
Varises merupakan pelebaran /pembesaran vena akibat
tidak lancar nya aliran darah menuju jantung,akibat nya darah terkumpul di
vena
Atherosklerosis merupakan penimbunan lemak pada
arteri sedangkan arteriosklerosis adalah penimbunan zat kapur/kalsium di
dinding arteri sehingga mengeras
D. Transportasi pada Tumbuhan
Tumbuhan memerlukan
berbagai macam zat untuk kelangsungan hidupnya. Zat-zat tersebut sebagian besar
diambil dari lingkungan, misalnya mineral, air, karbon dioksida, dan oksigen.
Tumbuhan tingkat tinggi mengambil oksigen dan karbon dioksida melalui daun. Air
dan garam-garam mineral diserap oleh tumbuhan dari dalam tanah melalui
rambut-rambut akar yang terdapat pada epidermis akar. Tumbuhan mengambil air,
karbon dioksida, dan oksigen dengan cara difusi, osmosis, dan transpor aktif.
Tumbuhan membutuhkan
air sepanjang hidupnya. Setelah diserap akar, air digunakan dalam semua reaksi
kimia, mengangkut zat hara, membangun turgor, dan akhirnya keluar dari daun
sebagai uap atau air. Tumbuhan mempunyai sistem pengangkutan (transportasi) air
dan garam mineral yang diperoleh dari tanah agar air tetap tersedia.
Proses transportasi
pada tumbuhan tingkat tinggi menggunakan dua macam cara pengangkutan air dan
garam mineral yang diperoleh dari tanah, yaitu ekstravaskular dan
intravaskular. Pengangkutan ekstravaskular adalah pengangkutan di luar berkas
pembuluh. Pengangkutan ini bergerak dari permukaan akar menuju ke bagian-bagian
yang letaknya lebih dalam dan menuju ke berkas pembuluh. Sementara itu, pengangkutan
intravaskular adalah pengangkutan melalui berkas pembuluh dari akar menuju
bagian atas tumbuhan.
1. Sistem Transportasi pada Tumbuhan Secara Ekstravaskuler
Transportasi tumbuhan
secara ekstravaskuler yaitu, air akan masuk melalui sel epidermis akar kemudian
bergerak di antara sel-sel korteks. Air harus melewati sitoplasma sel-sel
endodermis untuk memasuki silinder pusat (stele). Setelah sampai di stele, air
akan bergerak bebas di antara sel-sel. Cara transportasi dalam pengangkutan air
dan mineral secara ekstravaskular ada dua macam, yaitu apoplas dan simplas.
Sistem transportasi
pada tumbuhan dengan cara apoplas adalah menyusupnya air tanah secara difusi
bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tidak hidup dari tumbuhan,
misalnya dinding sel dan ruang-ruang antarsel. Transportasi apoplas tidak dapat
terjadi saat melewati endodermis sebab dalam sel-sel endodermis terdapat pita
kaspari yang menghalangi air masuk ke dalam xilem. Pita kaspari ini terbentuk
dari zat suberin (gabus) dan lignin. Oleh karena itu, apoplas dapat terjadi di
semua bagian kecuali endodermis. Air yang menuju endodermis ditranspor secara
simplas melalui sel peresap.
Sistem transportasi
pada tumbuhan dengan cara simplas adalah bergeraknya air tanah dan zat terlarut
melalui bagian hidup dari sel tumbuhan. Pada sistem simplas ini perpindahan
terjadi secara osmosis dan transpor aktif melalui plasmodesmata. Transportasi
simplas dimulai dari sel-sel rambut akar ke sel-sel parenkim korteks yang
berlapis-lapis, sel-sel endodermis, sel-sel perisikel, dan akhirnya ke berkas
pembuluh kayu atau xilem. Pengangkutan mineral melalui transpor aktif. Mineral
mampu masuk ke dalam akar karena melawan gradien konsentrasi, yaitu dari daerah
berkonsentrasi rendah ke daerah berkonsentrasi tinggi.
2. Sistem Transportasi Pada Tumbuhan Secara Intravaskular
Pengangkutan
intravaskular adalah pengangkutan melalui berkas pembuluh (xilem) dari akar
menuju bagian atas tumbuhan. Pengangkutan air dan mineral dimulai dari xilem
akar ke xilem batang menuju xilem tangkai daun dan ke xilem tulang daun. Pada
tulang daun terdapat ikatan pembuluh. Air dari xilem tulang daun ini masuk ke
sel-sel bunga karang pada mesofil. Setelah mencapai sel-sel bunga karang, air
dan garam-garam mineral disimpan untuk digunakan dalam proses fotosintesis dan
transportasi.
E. KESIMPULAN
Komponen-komponen
sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,serta
jantung. Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah, yaitu
sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah,
(trombosit).
Kandungan didalam sel darah merah terdapat pigmen protein pengikat oksigen dan
karbondioksida, yaitu hemoglobin. Sel darah putih terdiri dari loukesit
gronulosit (Netrofil, eosinofil, basofil) dan leukosit agranulosit (monosit,
limfosit). Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam serum terdapat
antibodi (kekebalan).
Pembuluh darah meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik. Perbedaan darah
manusia tergolong peredaran tertutup dan ganda.
Proses transportasi
pada tumbuhan tingkat tinggi menggunakan dua macam cara pengangkutan air dan
garam mineral yang diperoleh dari tanah, yaitu ekstravaskular dan
intravaskular. Pengangkutan ekstravaskular adalah pengangkutan di luar berkas
pembuluh. Pengangkutan ini bergerak dari permukaan akar menuju ke bagian-bagian
yang letaknya lebih dalam dan menuju ke berkas pembuluh. Sedangakn,
pengangkutan intravaskular adalah pengangkutan melalui berkas pembuluh dari
akar menuju bagian atas tumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar