Identitas
Diri
Nama
: Ahmad Dwiki Prastio
Npm
: 15320036
Kelompok
: 5
Matkul
: Telaah Biologi SMP
Judul
Jurnal
: Sistem pncernaan Pada Manusia Dan Sistem Pernapasan
Pada Manusia
Pertemuan ke
: 7(tujuh )Dosen pengampu : Agil Lepiyanto, S.Pd.,M.P
B. Pengantar
Kata Pengantar
Pada kesempatan ini kami mengucapkan segala puji syukur
atas kehadirat allah swt yang mana atas rahmat dan hidayah-nya lah saya
dapat menyelesaikan jurnal saya yang berjudul Sistem Pencernaan pada
manusia dan sistem pernapasan .
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada bapak
Agil lepiyanto selaku dosen mata kuliah telaah biologi smp yang telah
mengarahkan saya khususnya dalam penyelesaian jurnal ini.
Akhir kata, kami ucapkan sebagai penulis mengucapkan
terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan penuh harapan,semoga apa
yang terdapat dalam jurnal ini akan berguna bagi para pembaca pada umumnya.
Dengan penuh kerendahan hati, kami sangat mengharapkan pandangan dan saran demi
untuk kesempurnaan jurnal ini.
Metro, 30 Oktober 2016
Penulis
C. Substansi Kajian
1.
Struktur organ fungsi dan dan kelenjar pencernaan
2.
Mekanisme pencernaan
3.
Penyakit dan kelainan pada sistem pencernaan
4.
Definisi sistem pernafasan
5.
Alat pernapasan
6.
Mekanisme pernapasan
7.
Penyakit dan kelainan pada sistem pernapasan
aan, yaitu :
1. sistem pencernaan manusia
Pencernaan
merupakan proses memperhalus makanan menjadi bentuk yang dapat diserap oleh
tubuh. Fungsi organ pencernaan utama adalah mencerna makanan untuk memberikan
nutrisi bagi tubuh. Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima
makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan alur
dari jalannya proses pencernaan adalah penguyahan, penelanan, dan pencampuran
dengan enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus.
Sistem
pencernaan manusia memiliki panjang sekitar 30 kaki dari mulut yang meluas
sampai ke anus. Fungsi sistem pencernaan adalah sebagai berikut:
•
Untuk menghancurkan makanan yang lebih halus
•
Menyerap sari-sari makanan untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh dan
•
Mengeluarkan sisa-sisa pencernaan dari tubuh
a. Alat alat Pencernaan
Organ
penyusun sistem pencernaan pada manusia terdiri atas rongga mulut,
kerongkongan, lambung, pankreas, usus, dan anus. Berikut uraian dari
masing-masing organ pencernaan pada manusia:
1. Rongga
mulut
Rongga mulut
merupakan organ yang pertama mencerna makanan. Di dalam rongga mulut terdapat
beberapa alat pencer
Gigi
Gigi
berperan dalam proses pencernaan mekanik, yaitu mengubah makanan yang besar
menjadi ukuran yang lebih kecil agar lebih mudah ditelan. Ada beberapa jenis
gigi :
A. Gigi seri,
berguna untuk memotong makanan. Jumlah gigi seri pada manusia ada 8 buah.
b. Gigi taring, berguna untuk merobek makanan. Jumlah gigi taring pada
manusia ada 4 buah.
c. Gigi geraham,
berguna untuk mengunyah makanan. Jumlah gigi geraham pada manusia ada 8 buah.
Struktur
gigi berlapis-lapis antara lain sebagai berikut
a.Email
(glazur atau enamel) adalah lapisan pelindung yang keras. Email mengandung 97%
kalsium dan 3% bahan organik.
b. Tulang gigi
(dentin) adalah tulang gigi yang tersusun atas kalsium karbonat. Tulang gigi
terletak disebelah email.
c. Sumsum gigi (pulpa) adalah bagian yang
paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
d. Semen adalah pelapis
bagian dentin yang masuk ke rahang
b). Lidah
Lidah
berperan sebagai indra perasa. Manusia dapat merasakan rasa manis, pahit, asin,
pedas karena adanya sel-sel perasa pada lidah.
Lidah pada
sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mengunyah dan menelan makanan menuju
ke kerongkongan, mengatur posisi makanan agar dapat dikunyah oleh gigi dan
membantu dalam menelan makanan. Lidah tersusun atas otot lurik yang
permukaannya dilapisi epitelum dengan banyak mengandung kelenjar lendir (makosa).
c).
Kelenjar Ludah
Kelenjar
ludah menghasikan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam rongga
mulut ada tiga pasang, yaitu sebagai berikut:
·
Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga yang menghasilkan ludah yang
berbentuk cair dan mengandung enzim ptialin.
·
Kelenjar Submandibularis, terletak di rahang bawah yang menghasilkan getah yang
mengandung air dan lender.
·
Kelenjar sublingualis, terletak dibawah lidah yang menghasilkan getah yang
mengandung air dan lendir.
Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan, sehingga ludah berfungsi
antara lain sebagai berikut:
·
Untuk membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah dalam penelanan.
·
Untuk melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam dan basa.
b .
Kerongkongan
Kerongkongan
melakukan gerak peristaltik, yaitu gerakan mendorong dan meremas makanan menuju
lambung. Makanan ada di dalam kerongkongan yang hanya sekitar enam detik.
Bagian pangkal pada kerongkongan yang disebut dengan faring berotot lurik. Otot
lurik pada kerongkongan yang bekerja secara sadar menurut kehendak kita dalam
proses menelan. Artinya jika kita menelan, makanan telah dikunyah sesuai dengan
kehendak kita. Akan tetapi, sesudahnya sampai sebelum mengeluarkan feses, kerja
otot organ pencernaan tidak menurut kehendak kita (tidak kita sadari).
Kerongkongan memiliki panjang saluran kurang lebih 25 cm.
c. Lambung
Lambung
melakukan pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan kimiawi di dalam
lambung yaitu peremasan makanan yang dilakukan oleh otot-otot dinding lambung.
Sedangkan pencernaan kimiawi dibantu oleh enzim yang dihasilkan oleh lambung.
Fungsi
lambung adalah sebagai berikut:
·
Sebagai penghasil pepsinogen. Pepsinogen adalah bentuk yang belum aktif dari
pepsin. Enzim pepsin ini berfungsi dalam mengubah molekul protein menjadi
potongan-potongan protein (pepton).
·
Dinding pada lambung menghasilkan asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk
membunuh mikroorganisme dalam makanan, menciptakan suasana asam dalam lambung,
dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
·
Permukaan pada lambung mengeluarkan lendir yang memiliki fungsi untuk
melindungi dinding lambung dari pepsin.
·
Pada bayi, lambungnya menghasilkan dua enzim, yaitu renin, yang memiliki fungsi
untuk menggumpalkan protein susu dan kasein atas bantuan kalsium dan lipase
guna dalam memecah lemak dalam susu
a.
Pankreas
Pankreas
tidak mencerna makanan, tetapi menghasilkan enzim-enzim yang berperan membantu
proses pencernaan. Pankreas menghasilkan enzim :
a. Amilophsin
(amilase pankreas), yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula
lebih sederhana (maltosa).
b. Steapsin (lipase
pankreas), yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
c. Tripsinogen, jika
belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah
protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus
halus.
b.
Hati
Sama halnya
dengan pankreas, hati berperan menghasilkan empedu. Hati juga berguna untuk
menimbun sari-sari makanan. Hati merupakan organ pencernaan makanan terbesar
dengan berat 2 kg.
Hati
memiliki beberapa lobus (belahan) yang masing-masing mempunyai saluran empedu
(duktus hepatikus). Pada lipatan hati terdapat kantung empedu (vesica felea)
yang berfungsi untuk menyimpan sekresi hati. Kantung empedu mempunyai saluran
(duktus sistikus) yang berhubungan dengan duktus hepatikus dan bermuara pada
duktus koledokus dan mengalirkannya ke usus 12 jari (duodenum).
c.
Usus
Usus pada
manusia dibagi menjadi :
1.Usus duabelas jari
: menghubungkan lambung dengan usus halus. Usus duabelas jari memiliki saluran
dengan hati dan pankreas yang berfungsi untuk menyalurkan enzim pencernaan dari
pankreas.
2.Usus halus : usus halus merupakan usus
terpanjang di dalam sistem pencernaan manusia. Panjang usus halus orang dewasa
6-8m. di dalam usus halus terjadi proses penyerapan sari-sari makanan. Enzim-enzim
Usus Halus adalah sebagai berikut:
·
Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa
·
Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
·
Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
·
Tripsen, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino
·
Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin
3.Usus besar : Fungsi usus
besar adalah untuk mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan vitamin K
(dengan batuan bakteri Escherichia coli), serta melakukan gerak peristaltik
untuk mendorong tinja menuju anus. Bakteri Escherichia coli yang terdapat dalam
usus besar juga berperan dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi kotoran.
d. Anus
Anus
merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah air dari
tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian
lainnya dari anus. Suatu cincin berotot (sfingterani) menjaga agar anus tetap
tertutup.
2. Mekanisme Pencernaan
Proses
pencernaan pertama kali terjadi di rongga mulut. Di dalam rongga mulut makanan
dikunyah dan dihancurkan oleh gigi dan dibantu oleh lidah. Setelah dicerna di
dalam mulut, makanan akan masuk ke dalam kerongkongan. Makanan akan didorong
oleh otot kerongkongan menuju lambung.
Di dalam
lambung, makanan akan dicerna secara kimiawi oleh bantuan enzim yang disebut
pepsin. Kemudian makanan yang telah mengalami pencernaan akan bergerak sedikit
demi sedikit kedalam usus halus. Usus halus merupakan tempat pencernaan dan
penyerapan nutrisi.
Di dalam
usus dua belas jari, terjadi pencernaan makanan dengan bantuan getah
pankreas. Usus penyerapan adalah tempat penyerapan sari- sari makanan. Di dalam
usus penyerapan terdapat bagian yang disebut vili. Vili banyak mengandung
pembuluh darah. Setelah melewati usus halus, sisa makanan masuk ke usus besar.
Di dalam usus besar, sisa makanan mengalami pembusukan. Setelah itu sisa
makanan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk tinja (feses).
2. Sistem
Pernapasan
a. alat-alat
pernapasan manusia
Pernafasan
atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran
karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas
menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Sistem
pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan paru- paru
beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya. Di dalam
rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan dengan
rongga perut oleh diafragma.
Sistem
respirasi manusia dapat berlangsung berkat keberadaan alat-alat pernafasan.
Alat pernafasan manusia terdiri dari rongga hidung, faring, laring, trakea,
bronkus, bonliolus dan alveolus. Berikut uraian dari masing-masing organ
pernapasan pada manusia:
a.
Rongga Hidung
Hidung
merupakan organ pernapasan yang pertama dilalui udara luar. Di dalam rongga
hidung terdapat selaput lendir dan rambut yang berfungsi untuk menahan
kontaminasi benda-benda asing, misalnya debu dan kuman, yang ikut masuk ke
dalam rongga hidung. Selain itu, rongga mulut manusia juga memiliki konka yang
mengandung banyak kapiler darah sehingga dapat menghangatkan udara yang akan
masuk ke dalam sistem pernapasan.
b.
Pangkal tenggorokan (Faring)
Faring
merupakan pertemuan antara saluran pernafasan (nasofarings) di bagian depan dan
saluran pencernaan (orofarings) di bagian belakang. Saluran nafas akan terbuka
ketika manusia berbicara, oleh karena itu jika kita makan sambil berbicara
mungkinkan makanan masuk ke dalam saluran pernafasan.
Jika makanan
masuk ke dalam saluran pernafasan, biasanya saluran pernafasan akan terangsang
dan berusaha mengeluarkan makanan tersebut lewat hidung. Bentuknya adalah
peristiwa tersedak. Pada bagian belakang farings terdapat laring (tekak). Pada
laring terdapat pita suara (pita vocalis). Bila pita suara bergetar karena
masuknya udara pada faring, maka akan menimbulkan suara.
c.
Laring
Dari faring,
udara masuk ke laring. Dalam laring terdapat selaput suara yang ketegangannya
diatur oleh serabut-serabut otot sehingga dapat menghasilkan tinggi rendahnya
nada suara yang diperlukan. Keras lemahnya suara ditentukan oleh aliran udara
yang melewati selaput suara.
Laring atau
tekak (jakun) terdapat di bagian belakang (posterior) faring. Organ ini terdiri
atas 9 susunan tulang rawan (kartilago) yang berbentuk kotak
d.
Batang Tenggorokan (trakea)
Batang
tenggorokan berupa cincin-cincin tulang rawan yang memiliki silia-silia pada
dinding di dalamnya. Silia-silia ini berfungsi untuk menyaring benda-benda
asing yang ikut masuk ke dalam saluran pernafasan. Sebagian trakea terletak di
leher dan sebagian lagi terletak di rongga dada. Batang tenggorokan pada orang
dewasa memiliki panjang sekitar 10 cm. Di daerah dada, trakea bercabang dua, ke
kiri dan ke kanan, disebut bronkus (cabang batang tenggorok). Tempat
percabangan ini disebut bifurkasi.
e.
Bronkus
Bronkus
merupakan percabangan dari trakea. Trakea bercabang lagi menjadi dua, yaitu
bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus hampir sama
dengan trakea. Bronkus kanan dan bronkus kiri masing-masing bercabang-cabang
lagi menjadi bronkiolus yang merupakan salah satu bagian paru-paru.
f.
Bronkiolus
Dari
bronkus, udara masuk ke cabang bronkus yang semakin halus lagi, disebut
bronkiolus. Bronchiolus berfungsi sebagai saluran udara pernafasan dari
bronchus menuju ke gelembung – gelembung alveolus. Struktur dari bronchiolus
hampir mirip dengan struktur yang menyusun bronchus tapi epitelium bersilianya
mengalami modifikasi menjadi sisik.
g.
Alveolus
Bronkiolus
berakhir sebagai gelembung-gelembung udara yang dinding luarnya mempunyai
gelembung-gelembung halus yang disebut alveolus. Alveolus diselubungi oleh
pembuluh darah kapiler tempat terjadinya difusi O2 dan CO2.
Alveolus
mempunyai struktur seperti sarang lebah. Di alveolus inilah terjadi pertukaran
gas antara udara dan darah. Luas permukaan alveolus pada orang dewasa bisa
mencapai antara 97 sampai 194 m2.
Mekanisme Pernapasan pada manusia
Berdasarkan
proses inspirasi dan ekspirasi, mekanisme pernapasan dibagi atas pernapasan
dada dan pernapasan perut.
a.
Pernapasan Dada
Sistem
pernapasan dada adalah sistem pernapasan yang terjadi akibat aktivitas
kontraksi dan relaksasi otot antar tulang rusuk. Sistem pernafasan dada terdiri
dari 2 tahap, yaitu:
·
Tahap Inspirasi, yaitu kondisi di mana otot antartulang rusuk berkontraksi
sehingga tulang rusuk terangkat, rongga dada membesar dan paru-paru mengembang.
Hal ini mengakibatkan tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil dari
tekanan atsmosfer sehingga udara yang kaya okan oksigen terhisap masuk kedalam
paru-paru melalui saluran pernafasan.
·
Tahap Ekspirasi, tahap eskpirasi disebut juga fase relaksasi, yaitu kondisi
dimana otot antara tulang rusuk kembali ke posisi semula, rongga dada kembali
mengecil dan paru-paru mengempis. Kondidi ini menyebabkan tekanan rongga dada
meningkat dan lebih tinggi dari tekanan atsmosfer sehingga udara dalam
paru-paru mengalir keluar melalui saluran pernafasan.
b.
Sistem Pernafasan Perut
Sistem
pernafasan perut adalah sistem pernafasan yang bergantung pada aktivitas
diafragma. Pernafasan perut juga dibedakan menjadi 2 tahap, yaitu:
·
Tahap Inspirasi, yaitu keadaan dimana otot diafragma berkontraksi, sehingga
rongga dada membesar dan paru-paru mengembang, tekanan udara turun sehingga
udara dari luar dapat masuk kedalam paru-paru melalu saluran pernafasan.
·
Tahap Ekspirasi adalah kondisi dimana otot diafragma berelaksasi dan otot
dinding perut berkontraksi sehingga otot diaframa kembali ke posisi semula.
Akibatnya rongga dada mengecil, paru-paru mengepis, tekanan udara dalam
paru-paru meningkat sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida
terhembus keluar melalui saluran pernafasan.
Kesimpulan
1. Sistem Pencernaan
Pencernaan
merupakan proses memperhalus makanan menjadi bentuk yang dapat diserap oleh
tubuh. Fungsi organ pencernaan utama adalah mencerna makanan untuk memberikan
nutrisi bagi tubuh. Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima
makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan alur
dari jalannya proses pencernaan adalah penguyahan, penelanan, dan pencampuran dengan
enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Organ penyusun
sistem pencernaan pada manusia terdiri atas rongga mulut, kerongkongan,
lambung, pankreas, usus, dan anus.
2. Sistem
Pernapasan
Pernafasan
atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran
karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas
menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.
Sistem pernafasan pada dasarnya dibentuk oleh jalan atau saluran nafas dan
paru- paru beserta pembungkusnya (pleura) dan rongga dada yang melindunginya.
Di dalam rongga dada terdapat juga jantung di dalamnya. Rongga dada dipisahkan
dengan rongga perut oleh diafragma. Sistem respirasi manusia dapat berlangsung berkat
keberadaan alat-alat pernafasan. Alat pernafasan manusia terdiri dari rongga
hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bonliolus dan alveolus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar