jurnal boiteknologi
A. Identitas
·
Nama :
Umi apriana sari
·
NPM :
15320022
·
Prodi :
Pendidikan biologi
·
Kelas :
A
·
Mata kuliah :
Telaah biologi
·
Dosen pengampau :
Dr. Muhfahroyin M.Ta. dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
·
Pertemuan-ke :
10 (sepuluh)
B. Pengantar
Assalamualaikum wr,wb
Dengan mengucap syukur alhamdullilah atas kehadirat
allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan rahmat karunianya, kepada saya
sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi
Smp.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti
bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan tugas ringkasan Materi Telaah
Biologi Smp Pertemuan ke-10 dengan materi Bioteknologi .Saya
menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal yang memuat
pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke- matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Penyusun,
C. Subtansi Kajian
- Penerapan Bioteknologi Sederhana
- Dampak Negatif Bioteknologi
- Usaha Mengatasi Dampak Penerapan Bioteknologi
D. Review
Pembelajaran
Bioteknologi - Secara bahasa dapat diartikan yaitu Bio = makhluk hidup, teknologi =
teknik yang diterapkan, jadi Biotekonologi adalah teknik yang diterapkan pada
makhluk hidup. Namun bioteknologi juga dapat diartikan atau didefinisikan
sebagai penggunaan organisme atau sistem hidup untuk memecahkan masalah atau
untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat. Definisi tersebut memiliki
arti bahwa sebenarnya manusia telah terlibat dengan bioteknologi sejak ribuan
tahun lalu sebagai contoh dibidang pangan adalah pembuatan bir, roti, dan keju.
pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru dibidang pertanian
serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Dibidang medis penerapan bioteknologi
pada masa lalu dibuktikan dengan penemuan vaksin dan, anti biotik, dan insulin
meskipun jumlahnya yang masih terbatas akibat proses fermentasi yang tidak
sempurna. Pada saat ini, bioteknologi berkembang sangat pesat terutama di
negara-negara maju.Dengan pengetahuan yang tinggi, manusia dapat mengelola
sumber daya alam menjadi suatu produk yang bernilai tinggi dengan bioteknologi.
Pengertian Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi
konvensional merupakan bioteknologi yang menggunakan organisme atau
mikroba untuk menghasilkan suatu senyawa kimia atau produk dengan
aktivitas-aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.
Pengertian Bioteknologi Modern
Bioteknologi
modern merupakan bioteknologi yang memanfaatkan biologi
molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia.
Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia. Rekayasa genetika adalah teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang memiliki keunggulan secara genetik.
Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada rekayasa genetika dan rekayasa biokimia. Rekayasa genetika adalah teknik pengambilan gen tertentu untuk menghasilkan organisme yang memiliki keunggulan secara genetik.
Penerapan Bioteknologi Konvensionel - Produk Makanan
dari susu
Susu dapat diolah menjadi beberapa
jenis makanan, antaralain seperti yoghurt, keju dan mentega.
1. Yoghurt
Yoghurt merupakan hasil fermentasi
dari bahan dasar susu dengan bantuan dari bakteri Lactobacillus bulgaricus
dan Streptococcus thermophius. Yoghurt merupakan salah satu jenis minuman
yang lebih mudah dicerna apabila dibandingkan dengan susu yang masih asli.
Yoghurt sangat baik untuk dikonsumsi oleh manusia, karena di dalam yoghurt
terkandung banyak vitamin B kompleks yang tinggi dan juga mempunyai daya
antibiotika yang dapat mencegah pembusukan dini pada usus halus manusia.
Proses pembuatan yoghurt sebagai berikut ini. Mula-mula, susu dipasteurisasi terlebih dahulu,
selanjutnya didinginkan hingga suhunya kira-kira 30 derajat celcius. Bakteri
asam laktat kemudian ditambahkan pada susu. Kemudian, susu disimpan dalam wadah
tertutup kurang lebih selama 1 hari (24 jam) dalam suhu kamar, yaitu antara 25
- 40 derajat celcius. Selama proses penyimpanan, pH akan turun menjadi 4.0
sebagai akibat dari kegiatan bakteri asam laktat. Selanjutnya, susu didinginkan
dan dapat diberi gula secukupnya.
2. Keju
Keju diproduksi dengan cara
menggunakan metode pengawetan susu. Keju ini sudah mulai diproduksi sejak zaman
Yunani dan Romawi kuno. Keju terbuat dari bahan susu yang diasamkan dengan
memanfaatkan bateri asam laktat. Adapun proses pembuatan keju adalah sebagai
berikut.
Susu dipanaskan pada suhu tertentu
selama beberapa waktu untuk membunuh bakteri yang berbahaya (proses ini disebut
dengan pasteurisasi). Setelah itu, susu tersebut ditambah dengan bakteri asam
laktat, seperti lactobacillus bulgaricus dan streptococcus
thermophillus, bakteri ini digunakan untuk mengubah gula susu (laktosa)
menjadi asam susu (asam laktat).
Setelah itu, kemudian susu yang
sudah ditambah dengan bakteri asam laktat, ditambah lagi dengan campuran enzim
dengan kandungan utama kimosin (renin) untuk menggumpalkan susu sehingga
terbentuk dadih susu. Bagian yang cair atau disebut whey dipisahkan dari bagian
yang menggumpal. Dan bagian yang padat (dadih) diperas dan dipadatkan.
Selanjutnya, dadih diberi garam dan
dibiarkan agar terjadi pematangan. Keju digolongkan berdasarkan kepadatannya.
Kepadatan keju dipengaruhi oleh kelembaban. Makin kecil kelembapannya, makin
besar kemampatan keju, sehingga keju semakin keras. Kepadatan keju ini juga
dipengaruhi oleh mikrobia yang digunakan dalam proses fermentasi.
Propioni bacterium dipergunakan dalam proses pembuatan keju keras, penicillium roqueforti
digunakan dalam proses pembuatan keju setengah lunak, dan penicillium camemberti
digunakan dalam produksi keju lunak. Enzim dari mikrobia ini akan mencerna
protein dan lemak dadih menjadi asam amino dan asam lemak serta menambah aroma
dan cita rasa dari keju.
3. Mentega
Mentega yang sering kita gunakan
sehari-hari terbuat dari krim susu yang mana mentega ini memanfaatkan bakteri Streptococcus
lactis, krim susu terus diaduk sampai tetesan-tetesan mentega yang berlemak
memisah dari cairannya.
Penerapan Bioteknologi Konvensional - Produk Makanan
Nonsusu
1. Tapai
Tapai yang sering kita temui dan
kita makan adalah tapai yang terbuat dari ketan atau umbi-umbian seperti
singkong. Bahan dasar yang berupa ketan sampai singkong ini kemudian akan
mengalami fermentasi, dan akhirnya menjadi tapai.
Fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi. Sebenarnya di dalam ragi terdapat berbagai macam jenis mikrobia. Tetapi yang paling banyak terkandung dalam ragi adalah mikrobia/jamur jenis Saccharomycer cereviceae. Jamur ini akan memecah glukosa pada singkong menjadi asam asetat, alkohol, energi dan karbon dioksida. Hal ini menjadikan tapai memiliki cita rasa yang khas.
Fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi. Sebenarnya di dalam ragi terdapat berbagai macam jenis mikrobia. Tetapi yang paling banyak terkandung dalam ragi adalah mikrobia/jamur jenis Saccharomycer cereviceae. Jamur ini akan memecah glukosa pada singkong menjadi asam asetat, alkohol, energi dan karbon dioksida. Hal ini menjadikan tapai memiliki cita rasa yang khas.
2. Tempe dan Oncom
Tempe adalah salah satu makanan
favorit masyarakat Indonesia, selain harganya terjangkau juga kandungan gizi
yang banyak terkandung dalam tempe. Tempe ini terbuat dari bahan dasar kedelai
dengan bantuan ragi tempe yang berupa jamur Rhizopus sp.
Jamur yang digunakan untuk membuat tempe atau jamur Rhizopus sp. berfungsi untuk mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang mudah dicerna oleh manusia. Adapun oncom ada dua jenis, yaitu oncom merah dan hitam. Oncom merah terbuat dari bahan dasar ampas tahu yang ditambah dengan jamur Neurospora Crassa. Sementara itu, oncom hitam terbuat dari bungkil kacang tanah yang menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus.
Jamur yang digunakan untuk membuat tempe atau jamur Rhizopus sp. berfungsi untuk mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang mudah dicerna oleh manusia. Adapun oncom ada dua jenis, yaitu oncom merah dan hitam. Oncom merah terbuat dari bahan dasar ampas tahu yang ditambah dengan jamur Neurospora Crassa. Sementara itu, oncom hitam terbuat dari bungkil kacang tanah yang menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus.
3. Roti
Bahan dasar untuk membuat roti
adalah tepung terigu. Adonan tepung terigu difermentasikan dengan menambahkan
ragi roti berupa yeast atau khmir (Saccharomyces Cereviceae). Adonan
yang telah diberi yeast akan mengembang sehingga ukurannya menjadi lebih besar
dari sebelumnya, teksturnya lembut dan tidak padat.
4. Kecap
Kecap merupakan salah satu penyedap
ras yang pada umumnya berupa cairan hitam yang rasanya ada yang manis dan juga
ada yang asin, kecap ini dibuat dari bahan dasar kedelai, terutama kedelai
hitam. Kecap memanfaatkan jamur Aspergillus soyae dan Aspergilus wentii.
5. Taoco
Taoco berbentuk seperti pasta
berwarna kekuningan dan rasanya agak asin. Taoco dibuat dari bahas kedelai
dengan memanfaatkan jamur Aspergillus oryzae. Taoco digunakan sebagai penyedap
rasa makanan.
6. Nata de coco
Nata de coco memiliki tekstur yang
kenyal menyerupai gel dan berwarna putih transparan. Nata de coco dibuar dari
air kelapa. Untuk mengubah menjadi nata de coco, air kelapa ditambah dengan
mikrobia yaitu bakteri Acetobacter xylinum. Mikrobia yang telah saya
sebutkan di atas berguna untuk mengubah gula yang terkandung pada air kelapa
menjadi selulosa. Selain terbuat dari air kelapa, ternyata nata juga ada yang
terbuat dari sari nanas dan air kedelai. Nata yang terbuat dari sari nanas
disebut nata de pina. Adapun nata dari air kedelai disebut naata de soya.
7. Sayuran fermentasi (acar)
Sayuran yang difermentasi akan
menjadi acar. Cara mengubah sayuran menjadi acar ini dapat digunakan
berbagai jenis bakteri seperti Streptococcus sp, Lactobacillus sp, dan Pediococcus
sp. Mikrobia yang telah saya sebutkan diatas memiliki kegunaan untuk
mengubah gula dalam sayuran menjadi asam asetat. Asam asetat yang terbentuk
dapat membatasi pertumbuhan mikrobia laian dan memberikan rasa yang khas pada
sayuran fermentasi.
8. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol bermacam-macam, sebagai contoh minuman yang dapat dikategorikan sebagai minuman beralkohol antara lain anggur, rum, wine dan sake. Minuman-minuman tersebut merupakan minuman hasil fermentasi. Dalam pembuatannya, ada lebih dari satu mikroorganisme yang berperan.
9. Sufu (Keju kedelai)
Sufu terbauat dari dadiih (curd) atau gumpalan protein kedelai (tahu) yang dapat terbentuk dengan bantuan aktivitas jamur. Mikrobia yang berperan dalam pembuatan sufu yaitu Mucor sufu. Namun, Actinomucor elegans, Mucor salvaticus, M. hiemalis, dan M, subbstilissimus. Namun, jenis jamur yang paling baik dan ekonomis untuk membuat sufu adalah Actinomucor elegans.
8. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol bermacam-macam, sebagai contoh minuman yang dapat dikategorikan sebagai minuman beralkohol antara lain anggur, rum, wine dan sake. Minuman-minuman tersebut merupakan minuman hasil fermentasi. Dalam pembuatannya, ada lebih dari satu mikroorganisme yang berperan.
9. Sufu (Keju kedelai)
Sufu terbauat dari dadiih (curd) atau gumpalan protein kedelai (tahu) yang dapat terbentuk dengan bantuan aktivitas jamur. Mikrobia yang berperan dalam pembuatan sufu yaitu Mucor sufu. Namun, Actinomucor elegans, Mucor salvaticus, M. hiemalis, dan M, subbstilissimus. Namun, jenis jamur yang paling baik dan ekonomis untuk membuat sufu adalah Actinomucor elegans.
DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN
BIOTEKNOLOGI
1. Dampak terhadap Lingkungan
1. Dampak terhadap Lingkungan
Selain membawa keuntungan bagi manusia, aplikasi
bioteknologi ternyata menimbulkan akibat buruk oleh penerapan teknologi
tersebut. Contohnya, pembuatan tempe atau kecap dalam skala besar dapat
mengakibatkan pencemaran lingkungan. Air limbah dan kulit kedelai dari proses
pembuatan tempe, apabila dibiarkan tergenang dalam waktu cukup lama, limbah
tersebut mengubah lingkungan menjadi tidak sehat. Jika air limbah itu dibiarkan
mengalir ke dalam kolam-kolam ikan atau ke lahan-lahan persawahan, kehidupan
ikan atau tanaman akan terganggu, bahkan bisa mati. Selain meracuni organisme
yang hidup di dalam air, limbah ini juga menimbulkan bau yang tidak enak. Untuk
itu maka perlu ditangani secara baik agar tidak mencemari lingkungan.
2. Dampak Sosial
Produk minuman beralkohol seperti bir,
anggur, wiski, dan air tape terkadang juga menimbulkan dampak yang buruk
bagi lingkungan. Dampak tersebut berupa kebiasaan meminum minuman beralkohol
tersebut sehingga mabuk. Minuman beralkohol bila diminum dalam jumlah banyak
bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otak.
Alkohol juga bersifat candu. Orang yang sering minum
alkohol dapat menjadi ketagihan dan sulit untuk meninggalkan kebiasaan minum
minuman beralkohol. Walaupun tidak beracun, alkohol dapat menimbulkan angka
kematian yang tinggi, misalnya pengemudi kendaraan yang dalam keadaan mabuk
menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Alkohol yang terdapat dalam minuman beralkohol
kadarnya bermacam-macam. Secara alami alkohol hasil fermentasi kadarnya 12-15 %
karena pada larutan yang berkadar sebesar ini ragi akan mati. Tetapi melalui
proses penyulingan dapat diperoleh alkohol sampai 95,5%.
USAHA MENGATASI DAMPAK PENERAPAN
BIOTEKNOLOGI
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk
mengurangi/mengatasi akibat buruk penggunaan bioteknologi antara lain:
1. Penanganan limbah tempe, yang secara sederhana
dapat dilakukan dengan cara:
a. Menampung dan menyaring limbah/air limbah
tempe ke dalam sebuah bak. Kemudian bak ditutup agar tidak menimbulkan bau.
b. Kemudian, mengalirkan air limbah yang sudah
disaring ke bak pengumpul. Pada bak ini, air limbah yang berasal dari beberapa
kali proses pembuatan tempe akan bercampur secara merata dan seragam.
c. Terakhir, mengalirkan air limbah yang
berasal dari bak penampung, ke bak kedap udara dan selanjutnya diendapkan
selama 20 hari. Di dalam bak kedap udara, benda-benda (polutan) berat yang
dapat membahayakan lingkungan diuraikan oleh mikroorganisme secara alami
sehingga menjadi tidak berbahaya.
2. Untuk minuman beralkohol dikenai cukai atau
pajak yang tinggi sehingga harganya mahal. Akibatnya tidak sembarang orang
dapat mengonsumsi. Selain itu juga secara rutin diadakan penyitaan dan
pemusnahan minum-minuman keras terutama yang berkadar alkohol tinggi.
3. Di
beberapa negara untuk mengurangi
kecelakaan, pengemudi mobil di tes kadar alkohol dalam darahnya.
E. Kesimpulan
Bioteknologi adalah penggunaan
makhluk hidup dan proses di dalamnya untuk menghasilkan produk tertentu. Dalam
bioteknologi memanfaatkan bakteri, ragi, kapang, alga, sel tumbuhan atau
jaringan. Penerapan bioteknologi memadukan berbagai disiplin ilmu seperti
mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi molekuler, kimia, rekayasa proses dan
teknik kimia.
Biteknologi dibedakan menjadi 2
yaitu :
1. Biteknologi konvensional
2. Bioteknologi modern
Tidak ada komentar:
Posting Komentar