Sabtu, 17 Desember 2016

Kelangsungan Hidup Organisme 15320036



A.   Identitas
·         Nama                          : Ahmad Dwiky Prasetyo
·         NPM                            : 15320036
·         Prodi                            : Pendidikan biologi
·         Kelas                           : A
·         Mata kuliah                 : Telaah biologi
·         Dosen pengampau     : Dr. Muhfahroyin M.Ta. dan Agil  Lepiyanto ,M.Pd
·         Pertemuan-ke             : 8 (delapan)

B.   Pengantar
Assalamualaikum wr,wb
Dengan mengucap syukur alhamdullilah atas kehadirat allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan rahmat karunianya, kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi Telaah Biologi Smp.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan tugas ringkasan Materi Telaah Biologi Smp Pertemuan ke-8 dengan materi Kelangsungan Hidup Organisme .Saya menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke- matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penyusun,
Ahmad Dwiky Prasetyo
C.   Subtansi Kajian
1.       Adaptasi
2.       Seleksi Alam
3.    Perkembangbiakan

D.   Review Pembelajaran
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Bagi makhluk hidup yang dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, ia dapat hidup lebih lama dan individu sejenisnya (populasi) cenderung bertambah banyak
Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
  • Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya. Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.
  • Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental
  • Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.

seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah.

Bisa juga diartikan sebagai musnahnya beberapa makhluk hidup karena tidak dapat menyesuaikan diri.
1. Faktor penyeleksi alam
Seleksi alam ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a. Suhu lingkungan

Di daerah dingin dijumpai hewan-hewan mamalia yang berbulu tebal, sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis.

Dalam hal ini, yang menjadi faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan. Mengapa demikian? Karena hewan mamalia yang berbulu tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah.
B . Makanan

Setiap makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah kebutuhan primer makhluk hidup. Makanan akan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan.
Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan makanannya akan dapat berlangsung hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak mampu bersaing dalam perebutan makanan akan tereliminasi dan punah.

c. Cahaya matahari

Faktor matahari berhubungan dengan penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang berklorofil. Mengapa demikian? Karena tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk pembentukan makanan.
Contoh Seleksi Alam
a. Terjadinya spesies baru burung finch di kepulauan galapagos di kawasan amerika selatan

b. Jerapah yang berleher panjang

Bukti-bukti secara tidak langsung yang mendukung bahwa seleksi alam ini ada antara lain sebagai berikut.
  1. Organisme memproduksi keturunannya lebih banyak dari pada yang bertahan hidup.
  2. Ditemukan adanya variasi di antara individu-individu di dalam satu jenis.
  3. Beberapa variasi dari anggota populasi berhasil bertahan dan menghasilkan keturunan lebih baik dari pada yang lainnya.
  4. Dengan berjalannya waktu, individu-individu anak yang memiliki variasi yang menguntungkan, akan mendukung pertumbuhan populasi.
Seleksi alam memberikan hasil berupa individu-individu yang memiliki sifat yang paling baik dan paling cocok dengan lingkungannya. Oleh karena itu pada teori ini terdapat konsep yang sangat penting, yaitu “survival of the fittest”.

Perkembangbiakan

Berkembangbiak merupakan salah satu ciri-ciri makhluk hidup. Dengan berkembang biak makhluk hidup dapat menghasilkan keturunan baru dan menjaga kelestarian jenisnya. Jutaan jenis makhluk hidup yang berbeda menghuni bumi. Makhluk hidup baru dihasilkan melalui proses yang disebut dengan perkembangbiakan (reproduksi). Perkembangbiakan amat penting bagi semua makhluk hidup. Tanpa perkembangbiakan, organisme jenis tertentu tidak dapat lestari atau akan punah. Selama reproduksi sifat-sifat akan diwariskan dari induk ke keturunan. Sifat ini terdapat di dalam zat kimia yang disebut ADN (Asam Deoksiribo Nukleat) yang antara lain terdapat di dalam inti sel. ADN mengontrol bagaimana perwujudan suatu makhluk hidup baru, dan bagaimana alat tubuhnya akan bekerja.
Makhluk hidup ada yang mempunyai daya berkembang biak (reproduksi) rendah dan ada yang tinggi. Makhluk hidup dikatakan mempunyai tingkat reproduksi rendah apabila kemungkinan terjadinya reproduksi untuk setiap masa reproduksinya sangat kecil dan hanya menghasilkan satu atau beberapa individu baru dalam setiap masa reproduksinya. Misalnya pada badak, gajah, hariamau dan juga manusia.

Sedangkan makhluk hidup dikatakan mempunyai tingkat reproduksi tinggi jika kemungkinan terjadinya reproduksi untuk setiap masa reproduksinya cukup besar dan menghasilkan banyak individu baru dalam setiap masa reproduksinya. Selain itu siklus reproduksinya relatif singkat. Contohnya pada tikus, babi dan bakteri.

Perkembangbiakan organisme dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu perkembangbiak secara vegetatif dan secara generatif.

Pernahkah kamu melihat rumput atau kunyit mulai muncul di permukaan tanah pada awal musim hujan? Pernahkah kamu memperhatikan bahwa kentang baru muncul dari “mata” yang terdapat pada umbi kentang yang bersangkutan.

Jika kamu menjawab “Ya” terhadap beberapa pertanyaan di atas, berarti kamu telah melihat bukti perkembangbiakan vegetatif. Pada setiap  kejadian tersebut, makhluk hidup baru dibentuk dari satu induk tunggal, dengan tidak ada kombinasi baru materi genetik karena tidak terjadi perkawinan. Kunyit, rumput, dan kentang memiliki materi genetik yang sama (identik) dengan materi genetik induk yang menghasilkannya.

Jadi perkembangbiakan vegetatif adalah terjadinya individu baru tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Oleh karena itu individu baru hasil keturunan perkembangbiakan vegetatif mempunyai sifat identik dengan induknya.

Perkembangbiakan vegetatif disebut juga perkembangbiakan tak kawin (aseksual). Contoh perkembangbiakan vegetatif yang lain adalah dengan pembentukan tunas (misalnya pada pisang, jamur ragi), membelah diri (misalnya pada bakteri), spora (misalnya pada jamur, tumbuhan paku dan lumut), dan fragmentasi
E. Kesimpulan
Untuk dapat melangsungkan kehidupannya di alam ini, semua makhluk hidup menempuh dua cara, yaitu perkembangbiakan dan adaptasi.

Perkembangbiakan adalah usaha yang dilakukan makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru
Adaptasi adalah usaha makhluk hidup untuk menyesuaikan dirinya dengan perubahan yang terjadi di lingkungannya, sehingga makhluk hidup tersebut dapat bertahan hidup.
·  Ada tiga cara makhluk hidup melakukan adaptasi, yaitu adaptasi fisiologi, adaptasi tingkah laku, dan bentuk tubuh yang adaptif.
·  Salah satu mekanisme untuk kelangsungan hidup organisme adalah melalui seleksi alam. Keanekaragaman makhluk hidup merupakan bahan dasar untuk mengikuti seleksi alam.
·  Semakin tinggi keanekaraman makhluk hidup maka semakin besar kemungkinannya untuk lolos dari seleksi alam. Makhluk hidup yang lolos seleksi alam dapat meneruskan kehidupan dan mewariskan sifatnya pada keturunannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar