Selasa, 13 Desember 2016

Sistem reproduksi manusia 15320022



A.      Identitas Diri
Nama                              :    Umi Apriana Sari
Npm                                :    15320022
Kelompok                      :    5
Matkul                            :    Telaah Biologi SMP
Judul Jurnal                  :    Sistem reproduksi pada manusia
 Dosen pengampu      :    Agil Lepiyanto, S.Pd.,M.P

B. Pengantar
Kata Pengantar

Pada kesempatan ini kami mengucapkan segala puji syukur atas kehadirat allah swt  yang mana atas rahmat dan hidayah-nya lah saya dapat menyelesaikan jurnal  saya yang berjudul Sistem reproduksi pada manusia.

Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Agil lepiyanto selaku dosen mata kuliah telaah biologi smp yang telah mengarahkan saya khususnya dalam penyelesaian jurnal ini.

Akhir kata, kami ucapkan sebagai penulis mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan penuh harapan,semoga apa yang terdapat dalam jurnal ini akan berguna bagi para pembaca pada umumnya. Dengan penuh kerendahan hati, kami sangat mengharapkan pandangan dan saran demi untuk kesempurnaan jurnal ini.

                                                                                           Metro,10 Desember  2016


                                                                                                           Penulis
C. Substansi Kajian
A. Struktur dan fungsi sistem reproduksi laki-laki dan wanita
B.     Pembentukan Sperma dan Sel Telur
C. Kelainan pada sistem reproduksi pria dan wanita
D. Riview pembelajaran
A.    Struktur dan Fungsi Sistem Reproduksi Laki-Laki dan Wanita
·         Struktur Sistem Reproduksi Laki-Laki
1.      Struktur luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari : penis, skrotum (kantung zakar) dan testis (buah zakar).
a.       Penis
Penis terdiri dari:
-          Akar (menempel pada didnding perut)
-          Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
-          Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.Dasar glans penis disebut korona. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan (preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.
Badan penis terdiri dari 3 rongga silindris (sinus) jaringan erektil:
-          2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak bersebelahan.
-          Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak (mengalami ereksi).
b.      Skrotum
Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.
Skrotum juga bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.
Otot kremaster pada dinding skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan suhunya menjadi lebih hangat).
c.       Testis
Testis berbentuk lonjong dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum.Biasanya testis kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
Testis menghasilkan Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) juga hormon testosterone.
Fungsi testis, terdiri dari :
1)      Membentuk gamet-gamet baru yaitu spermatozoa, dilakukan di Tubulus seminiferus.
2)      Menghasilkan hormon testosteron, dilakukan oleh sel interstial.
Testis memiliki 2 fungsi, yaitu:
-          Pembentukan spermaØ oleh tubulus seminiferus.
-          Pembentukan hormone testoteron oleh selØ leydig
2.      Struktur dalamnya terdiri dari : vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula
seminalis.Alat kelamin laki-laki terbagi atas 3 bagian :
a.       Vas deferens
Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis.Saluran ini berjalan ke bagian belakang prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.Struktur lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens dan membentuk korda spermatika.
b.      Uretra
Uretra berfungsi 2 fungsi:
-          Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
-          Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.
c.       Kelenjar Prostat
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari uretra. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan pertambahan usia.
Prostat mengeluarkan sekeret cairan yang bercampur secret dari testis, perbesaran prostate akan membendung uretra dan menyebabkan retensi urin. Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu:
·         Lobus posterior
·         Lobus lateral
·         Lobus anterior
·         Lobus medial
Fungsi Prostat:
Menambah cairan alkalis pada cairan seminalis yang berguna untuk menlindungi spermatozoa terhadap sifat asam yang terapat pada uretra dan vagina.
Di bawah kelenjar ini terdapat Kelenjar Bulbo Uretralis yang memilki panjang 2-5 cm. fungsi hampir sama dengan kelenjar prostat.
d.      Vesikula seminalis.
Prostat dan vesikula seminalis menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.Cairan ini merupakan bagian terbesar dari semen.Cairan lainnya yang membentuk semen berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.
Fungsi Vesika seminalis :
Mensekresi cairan basa yang mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen
3.      Duktus Duktuli
a.       Epididimis
Merupakan saluran halus yang panjangnya ± 6 cm terletak sepanjang atas tepi dan belakang dari testis.Epididimis terdiri dari kepala yang terletak di atas katup kutup testis, badan dan ekor epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral, lapisan ini pada mediastinum menjadi lapisan parietal.
Saluran epididimis dikelilingi oleh jaringan ikat, spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan bagian dari kaput (kepala) epididimis. Duktus eferentis panjangnya ± 20 cm, berbelok-belok dan membentuk kerucut kecil dan bermuara di duktus epididimis tempat spermatozoa disimpan, masuk ke dalam vas deferens
Fungsi dari epididimis yaitu sebagai saluran penhantar testis, mengatur sperma sebelum di ejakulasi, dan memproduksi semen.
b.      Duktus Deferens
Merupakan kelanjutan dari epididimis ke kanalis inguinalis, kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam rongga perut terus ke kandung kemih, di belakang kandung kemih akhirnya bergabung dengan saluran vesika seminalis dan selanjtnya membentuk ejakulatorius dan bermuara di prostate.Panjang duktus deferens 50-60 cm.
c.       Uretra.
4.      Bangunan Penyokong atau Penyambung
a.       Funikulus Spermatikus
Bagian penyambung yang berisi duktus seminalis, pembuluh limfe, dan serabut-serabut saraf.
·         Fungsi Alat Reproduksi Pria
Alat-alat reprofroduksi pria yaitu:
Genetalia Eksterna
a)      Penis
Berfungsi untuk menyalurkan dan menyemprotkan sperma saat ejakulasi
b)      Skrotum
berfungsi untuk melindungi testis dari taruma atau suhu
Genetalia Interna
a)      Testis
Berfungsi sebagai :
Memproduksi sperma
Tempat memproduksi testosteron yang memegang peranan penting untuk sifat kelamin sekunder dan kejantanan
b)      epididimis
Berfungsi sebagai:
menghubungkan testis dengan saluran vas deferens
memproduksi cairan yang banyak mengandung enzym dan gizi yang fungsinya mematangkan / menyempurnakan bentuk sperma
c)      vans deferens
Berfungsi untuk menyalurkan sperma dari epididimis ke vesika seminalis
Tempat menyimpan sebagian dari sperma sebelum dikeluarkan.
d)     Vesika seminalis
Berfungsi sebagai:
Tempat untuk mengeluarkan cairan yang sifatnya alkalis atau sedikit basa yang mengandung fruktosa dan zat gizi yang merupakan sumber energi bagi spermatozoa dan agar sperma lebih segar, kuat dan mudah bergerak dalam mencapai ovum
Sebagai tempat penyimpanan spermatozoa sebelum dikeluarkan melalui kegiatan seksual.
e)      Kelenjar prostat
Berfungsi sebagai:
Mengeluarkan cairan yang bersifat alkalis yang encer berwarna seperti susu mengandung asam sitrat, kalsium dan beberapa zat lain
f)       kelenjar bulbo uretralis
Berfungsi mengsekre3si cairan yang membantu agar sperma lebih tahan hidup dan lebih memungkinkan untuk bergerak dan memudahkan pembuahan.

·         Struktur Sistem Reproduksi Wanita
1.      Genetalia Eksterna (vulva)
Yang terdiri dari:
a.       Tundun (Mons veneris)
Bagian yang menonjol meliputi simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu (pubis hair) pada masa pubertas. Bagian yang dilapisi lemak, terletak di atas simfisis pubis
b.      Labia Mayora
Merupakan kelanjutan dari mons veneris, berbentuk lonjong.Kedua bibir ini bertemu di bagian bawah dan membentuk perineum.Labia mayora bagian luar tertutp rambut, yang merupakan kelanjutan dari rambut pada mons veneris.Labia mayora bagian dalam tanpa rambut, merupakan selaput yang mengandung kelenjar sebasea (lemak). Ukuran labia mayora pada wanita dewasa à panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal 1 – 1,5 cm. Pada anak-anak dan nullipara à kedua labia mayora sangat berdekatan.
c.       Labia Minora
Bibir kecil yang merupakan lipatan bagian dalam bibir besar (labia mayora), tanpa rambut. Setiap labia minora terdiri dari suatu jaringan tipis yang lembab dan berwarna kemerahan;Bagian atas labia minora akan bersatu membentuk preputium dan frenulum clitoridis, sementara bagian. Di Bibir kecil ini mengeliligi orifisium vagina bawahnya akan bersatu membentuk fourchette
d.      Klitoris
Merupakan bagian penting alat reproduksi luar yang bersifat erektil.Glans clitoridis mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat sensitif.Analog dengan penis pada laki-laki.Terdiri dari glans, corpus dan 2 buah crura, dengan panjang rata-rata tidak melebihi 2 cm.
e.       Vestibulum (serambi)
Merupakan rongga yang berada di antara bibir kecil (labia minora). Pada vestibula terdapat 6 buah lubang, yaitu orifisium urethra eksterna, introitus vagina, 2 buah muara kelenjar Bartholini, dan 2 buah muara kelenjar paraurethral. Kelenjar bartholini berfungsi untuk mensekresikan cairan mukoid ketika terjadi rangsangan seksual.Kelenjar bartholini juga menghalangi masuknya bakteri Neisseria gonorhoeae maupun bakteri-bakteri pathogen
f.       Himen (selaput dara)
Terdiri dari jaringan ikat kolagen dan elastic. Lapisan tipis ini yang menutupi sabagian besar dari liang senggama, di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir keluar. Bentuk dari himen dari masing-masing wanita berbeda-beda, ada yang berbentuk seperti bulan sabit, konsistensi ada yang kaku dan ada lunak, lubangnya ada yang seujung jari, ada yang dapat dilalui satu jari. Saat melakukan koitus pertama sekali dapat terjadi robekan, biasanya pada bagian posterior
g.      Perineum (kerampang)
Terletak di antara vulva dan anus, panjangnya kurang lebih 4 cm. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator ani dan muskulus coccygeus. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari sphincter ani
2.      Genetalia Interna
a.       Vagina
Merupakan saluran muskulo-membraneus yang menghubungkan rahim dengan vulva.Jaringan muskulusnya merupakan kelanjutan dari muskulus sfingter ani dan muskulus levator ani, oleh karena itu dapat dikendalikan.
Vagina terletak antara kandung kemih dan rektum.Panjang bagian depannya sekitar 9 cm dan dinding belakangnya sekitar 11 cm.
Bagian serviks yang menonjol ke dalam vagina disebut portio. Portio uteri membagi puncak (ujung) vagina menjadi:
·         Forniks anterior -Forniks dekstra
·         Forniks posterior -Forniks sisistra
Sel dinding vagina mengandung banyak glikogen yang menghasilkan asam susu dengan pH 4,5. keasaman vagina memberikan proteksi terhadap infeksi.
Fungsi utama vagina:
1)      Saluran untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi.
2)      Alat hubungan seks.
3)      Jalan lahir pada waktu persalinan
b.      Uterus
Merupakan Jaringan otot yang kuat, terletak di pelvis minor diantara kandung kemih dan rektum. Dinding belakang dan depan dan bagian atas tertutup peritonium, sedangkan bagian bawah berhubungan dengan kandung kemih.Vaskularisasi uterus berasal dari arteri uterina yang merupakan cabang utama dari arteri illiaka interna (arterihipogastrika interna).
Bentuk uterus seperti bola lampu dan gepeng.
1)      Korpus uteri : berbentuk segitiga
2)      Serviks uteri : berbentuk silinder
3)      Fundus uteri : bagian korpus uteri yang terletak diatas kedua pangkal tuba.
Untuk mempertahankan posisinya, uterus disangga beberapa ligamentum, jaringan ikat dan parametrium. Ukuran uterus tergantung dari usia wanita dan paritas. Ukuran anak-anak 2-3 cm, nullipara 6-8 cm, multipara 8-9 cm dan > 80 gram pada wanita hamil. Uterus dapat menahan beban hingga 5 liter
Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan :
a)      Peritonium
Meliputi dinding rahim bagian luar.Menutupi bagian luar uterus.Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat dan pembuluh darah limfe dan urat syaraf.Peritoneum meliputi tuba dan mencapai dinding abdomen.
b)      Lapisan otot
Susunan otot rahim terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam.Pada lapisan tengah membentuk lapisan tebal anyaman serabut otot rahim.Lapisan tengah ditembus oleh pembuluh darah arteri dan vena.Lengkungan serabut otot ini membentuk angka delapan sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh darah terjepit rapat, dengan demikian pendarahan dapat terhenti.
Makin kearah serviks, otot rahim makin berkurang, dan jaringan ikatnya bertambah.Bagian rahim yang terletak antara osteum uteri internum anatomikum, yang merupakan batas dari kavum uteri dan kanalis servikalis dengan osteum uteri histologikum (dimana terjadi perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput lendir serviks) disebut isthmus. Isthmus uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim dan meregang saat persalinan.
c)      Endometrium
Pada endometrium terdapat lubang kecil yang merupakan muara dari kelenjar endometrium.Variasi tebal, tipisnya, dan fase pengeluaran lendir endometrium ditentukan oleh perubahan hormonal dalam siklus menstruasi.Pada saat konsepsi endometrium mengalami perubahan menjadi desidua, sehingga memungkinkan terjadi implantasi (nidasi).Lapisan epitel serviks berbentuk silindris, dan bersifat mengeluarakan cairan secara terus-menerus, sehingga dapat membasahi vagina.Kedudukan uterus dalam tulang panggul ditentukan oleh tonus otot rahim sendiri, tonus ligamentum yang menyangga, tonus otot-otot panggul. Ligamentum yang menyangga uterus adalah:
a)      Ligamentum latum
-          Ligamentum latum seolah-olah tergantung pada tuba fallopii.
b)      Ligamentum rotundum (teres uteri)
-          Terdiri dari otot polos dan jaringan ikat.
-          Fungsinya menahan uterus dalam posisi antefleksi.
c)      Ligamentum infundibulopelvikum
-          Menggantung dinding uterus ke dinding panggul.
d)     Ligamentum kardinale Machenrod
-          Menghalangi pergerakan uteruske kanan dan ke kiri.
-          Tempat masuknya pembuluh darah menuju uterus.
e)      Ligamentum sacro-uterinum
-          Merupakan penebalan dari ligamentum kardinale Machenrod menuju os.sacrum.
f)       Ligamentum vesiko-uterinum
-          Merupakan jaringan ikat agak longgar sehingga dapat mengikuti perkembangan uterus saat hamil dan persalinan.
c.       Tuba Fallopii
Tuba fallopii merupakan tubulo-muskuler, dengan panjang 12 cm dan diameternya antara 3 sampai 8 mm. fungsi tubae sangat penting, yaiu untuk menangkap ovum yang di lepaskan saat ovulasi, sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi, tempat terjadinya konsepsi, dan tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi sampai mencapai bentuk blastula yang siap melakukan implantasi.
d.      Ovarium
Merupakan kelenjar berbentuk buah kenari terletak kiri dan kanan uterus di bawah tuba uterina dan terikat di sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus.Setiap bulan sebuah folikel berkembang dan sebuah ovum dilepaskan pada saat kira-kira pertengahan (hari ke-14) siklus menstruasi.Ovulasi adalah pematangan folikel de graaf dan mengeluarkan ovum.Ketika dilahirkan, wanita memiliki cadangan ovum sebanyak 100.000 buah di dalam ovariumnya, bila habis menopause.
Ovarium yang disebut juga indung telur, mempunyai 3 fungsi:
a.       Memproduksi ovum
b.      Memproduksi hormone estrogen
c.       Memproduksi progesterone
Memasuki pubertas yaitu sekitar usia 13-16 tahun dimulai pertumbuhan folikel primordial ovarium yang mengeluarkan hormon estrogen. Estrogen merupakan hormone terpenting pada wanita.Pengeluaran hormone ini menumbuhkan tanda seks sekunder pada wanita seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut pubis, pertumbuhan rambut ketiak, dan akhirnya terjadi pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut menarche.
Awal-awal menstruasi sering tidak teratur karena folikel graaf belum melepaskan ovum yang disebut ovulasi.Hal ini terjadi karena memberikan kesempatan pada estrogen untuk menumbuhkan tanda-tanda seks sekunder. Pada usia 17-18 tahun menstruasi sudah teratur dengan interval 28-30 hari yang berlangsung kurang lebih 2-3 hari disertai dengan ovulasi, sebagai kematangan organ reproduksi wanita

·         Fungsi Alat Reproduksi Wanita
Alat-alat reprofroduksi wanita yaitu:
Genetalia Eksterna
1.      Mons Veneris
Berfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk estetika
2.      Labia Mayora
Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan cairan pelumas pada saat menerima rangsangan seksual.
3.      Labia Minora
Berfungsi untuk menutupi orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daerah erotik yang mengandung pambuluh darah dan syaraf.
4.      Klitoris
Merupakan daerah erotik utama pada wanita yang akan membesar dan mengeras apabila mendapatkan rangsangan seksual.


5.      Vestibulum
Berfungsi untuk mengeluarkan cairan apabila ada rangsangan seksual yang berguna untuk melumasi vagina pada saat bersenggama.
6.      Hymen
Merupakan lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina, membentuk lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari genetalia interrnal dapat mengalir keluar

Genetalia Interna
1.      Vagina
Berfungsi sebagai :
-          Saluran keluar untuk mengeluarkan darah waktu haid dan sekret dari dalam uterus
-          Alat untuk bersenggama
-          Jalan lahir bayi waktu melahirkan
2.      Uterus
Berfungsi sebagai:
-          Tempat bersarangnya atau tumbuhnya janin di dalam rahim pada saat hamil.
-          Memberi makanan pada janin melalui plasenta yang melekat pada dinding rahim.
3.      Tuba Fallopi
-          Berfungsi sebagai saluran yang membawa ovum yang dilepaskan ovarium ke dalam uterus.
4.      Ovarium
-          Berfungsi memproduksi ovum
5.      Ligamentum
-          Berfungsi untuk mengikat atau menahan organ-organ reproduksi wanita agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak bergerak dan berhubungan dengan organ sekitarnya.

B.     Pembentukan Sperma dan Sel Telur
1.      Pembentukan Sperma (spermatogenesis)
Terjadi di dalam testis, bersifat diploid dan selalu membelah diri secara metosis sehingga berjumlah banyak.Sebagian spermatogonium membesar menjadi spermatosit primer dan terus membelah diri secara meiosis membentuk spermatosis sekunder dan spermatosit sekunder membelah diri kembali secara meiosis menjadi spermatid yang berdiferensiasi menjadi sperma.Tiap-tiap sperma memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom spermatogonium.
2.     Pembentukan Ovum (oogenesis)
Terjadi di dalam ovarium.Oogonium bersifat diploid, membelah diri secara mitosis sehingga berjumlah banyak.Oogonium berkembang menjadi oosit primer dan membelah diri secara meiosis menjadi oosit sekunder dan badan kutub pertama.Oosit sekunder mengandung kuning telur dan sitoplasma, badan kutub pertama merupakan inti sel yang kemudian membelah diri menjadi dua.Oosit sekunder membelah diri secara meiosis menjadi otid dan badan kutub ke dua, berkembang menjadi ovum yang haploid dan setiap oosit primer menghasilkan satu ovum.
3.      Ovulasi
Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari ovarium. Ovum akan bergerak ke rahim, bersamaan dengan proses ini, didnding rahim menjadi tebal seperti spon penuh dengan pembuluh darah yang siap menerima zigot

C. KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA DAN PRIA
1.Sifilis
Sifilis  adalah  penyakit  kelamin  yang  disebabkan  oleh  bakteri.  Tanda-tanda  sifilis,  antara  lain terjadinya  luka  pada  alat  kelamin,  rektum,  lidah,  dan  bibir;  pembengkakan  getah  bening  pada bagian  paha;  bercak-bercak  di  seluruh  tubuh;  tulang  dan  sendi  terasa  nyeri  ruam  pada  tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.Tanda-tanda  penyakit  ini  dapat  hilang,  namun  bakteri  penyebab  penyakit  tetap  masih  di  dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat  menyerang otak sehingga bisa  mengakibatkan kebutaan dan gila.  Penyakit  ini  dapat  disembuhkan  jika  dilakukan  pengobatan  dengan  penggunaan antibiotik
secaracepat.

2.Gonore(kencingnanah)
Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin; rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat  menyebar  ke  seluruh  tubuh  sehingga  menyebabkan  rasa  nyeri  pada  persendian  dan  dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit  ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

3.HerpesGenetalis
Herpes  genetalis disebabkan oleh  virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis adalah  Herpes simpleks.  Gejala  penyakit  herpes  genetalis,  antara  lain  timbulnya  rasa  gatal  atau  sakit  pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.
4.KankerLeherRahim
Kanker  leher  rahim  adalah  kanker  yang  menyerang  leher  rahim  pada  perempuan  dewasa. Layaknya semua kanker, kanker  leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada  leher  rahim  yang  tidak  lazim  (abnormal).
Tetapi,  sebelum  sel-sel  tersebut  menjadi  sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan  yang dialami oleh selsel  tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya  memakan  waktu  sampai  bertahun-tahun  sebelum  sel-sel  tadi  berubah  menjadi  sel-sel kanker.  Perubahan  awal  yang  terjadi  pada  sel  leher  rahim  tidak  selalu  merupakan  suatu  tanda-tanda  kanker. 
Perubahan  selsel  kanker,  selanjutnya  dapat  menyebabkan  pendarahan  di  antara masa   menstruasi.   Jika   kamu   mendapatkan   tanda-tanda   tersebut,   sebaiknya   kamu   segera melakukan pemeriksaan  ke  dokter.  Pada  umumnya,  setelah  dilakukan  pemeriksaan  yang  teliti,hasilnyatidakselalupositifkanker.

5.KankerOvarium
Kanker 
ovarium  adalah  kanker  yang  menyerang  ovarium,  biasanya  menyerang  wanita  yang sudah  menopause.  Kanker  ovarium  sebagian  besar  berbentuk  tumor  kistik  dan  sebagian  kecil berbentuk tumor padat.


E. KESIMPULAN
Sistem reproduksi pria dan wanita berbeda. Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan sperma, kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia pubertas.Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk menghasilkan ovum. Kematangan sel telur atAu ovum ditandai menarche pada usia antara 13-16 tahun. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar