A.
Identitas Diri
Nama : Umi Apriana Sari
Npm : 15320022
Kelompok : 5
Matkul : Telaah Biologi SMP
Judul
Jurnal : Sistem reproduksi pada manusia
Dosen pengampu :
Agil Lepiyanto, S.Pd.,M.P
B.
Pengantar
Kata Pengantar
Pada kesempatan ini kami mengucapkan segala
puji syukur atas kehadirat allah swt
yang mana atas rahmat dan hidayah-nya lah saya dapat menyelesaikan
jurnal saya yang berjudul Sistem
reproduksi pada manusia.
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih
kepada bapak Agil lepiyanto selaku dosen mata kuliah telaah biologi smp yang
telah mengarahkan saya khususnya dalam penyelesaian jurnal ini.
Akhir kata, kami ucapkan sebagai penulis
mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Dengan penuh
harapan,semoga apa yang terdapat dalam jurnal ini akan berguna bagi para
pembaca pada umumnya. Dengan penuh kerendahan hati, kami sangat mengharapkan
pandangan dan saran demi untuk kesempurnaan jurnal ini.
Metro,10
Desember 2016
Penulis
C. Substansi Kajian
A. Struktur dan fungsi sistem reproduksi laki-laki dan
wanita
B. Pembentukan Sperma dan Sel Telur
C.
Kelainan pada sistem reproduksi pria dan wanita
D. Riview pembelajaran
A. Struktur dan
Fungsi Sistem Reproduksi Laki-Laki dan Wanita
·
Struktur Sistem Reproduksi Laki-Laki
1. Struktur
luar dari sistem reproduksi pria terdiri dari : penis, skrotum (kantung zakar)
dan testis (buah zakar).
a. Penis
Penis terdiri dari:
- Akar (menempel pada didnding perut)
- Badan (merupakan bagian tengah dari penis)
- Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut).
Lubang uretra (saluran tempat
keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis.Dasar glans penis
disebut korona. Pada pria yang tidak disunat (sirkumsisi), kulit depan
(preputium) membentang mulai dari korona menutupi glans penis.
Badan penis terdiri dari 3
rongga silindris (sinus) jaringan erektil:
- 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus, terletak
bersebelahan.
- Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum, mengelilingi uretra. Jika
rongga tersebut terisi darah, maka penis menjadi lebih besar, kaku dan tegak
(mengalami ereksi).
b. Skrotum
Skrotum merupakan kantung
berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.
Skrotum juga bertindak sebagai
sistem pengontrol suhu untuk testis, karena agar sperma terbentuk secara
normal, testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan
dengan suhu tubuh.
Otot kremaster pada dinding
skrotum akan mengendur atau mengencang sehinnga testis menggantung lebih jauh
dari tubuh (dan suhunya menjadi lebih dingin) atau lebih dekat ke tubuh (dan
suhunya menjadi lebih hangat).
c. Testis
Testis berbentuk lonjong
dengan ukuran sebesar buah zaitun dan terletak di dalam skrotum.Biasanya testis
kiri agak lebih rendah dari testis kanan.
Testis menghasilkan Follicle
Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) juga hormon
testosterone.
Fungsi testis, terdiri dari :
1) Membentuk
gamet-gamet baru yaitu spermatozoa, dilakukan di Tubulus seminiferus.
2) Menghasilkan
hormon testosteron, dilakukan oleh sel interstial.
Testis memiliki 2 fungsi,
yaitu:
- Pembentukan spermaØ oleh tubulus seminiferus.
- Pembentukan hormone testoteron oleh selØ leydig
2. Struktur
dalamnya terdiri dari : vas deferens, uretra, kelenjar prostat dan vesikula
seminalis.Alat kelamin
laki-laki terbagi atas 3 bagian :
a. Vas deferens
Vas deferens merupakan saluran
yang membawa sperma dari epididimis.Saluran ini berjalan ke bagian belakang
prostat lalu masuk ke dalam uretra dan membentuk duktus ejakulatorius.Struktur
lainnya (misalnya pembuluh darah dan saraf) berjalan bersama-sama vas deferens
dan membentuk korda spermatika.
b. Uretra
Uretra berfungsi 2 fungsi:
- Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih
- Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen.
c. Kelenjar Prostat
Kelenjar prostat terletak di
bawah kandung kemih di dalam pinggul dan mengelilingi bagian tengah dari
uretra. Biasanya ukurannya sebesar walnut dan akan membesar sejalan dengan
pertambahan usia.
Prostat mengeluarkan sekeret
cairan yang bercampur secret dari testis, perbesaran prostate akan membendung
uretra dan menyebabkan retensi urin. Kelenjar prostat, merupakan suatu kelenjar
yang terdiri dari 30-50 kelenjar yang terbagi atas 4 lobus yaitu:
· Lobus posterior
· Lobus lateral
· Lobus anterior
· Lobus medial
Fungsi Prostat:
Menambah cairan alkalis pada
cairan seminalis yang berguna untuk menlindungi spermatozoa terhadap sifat asam
yang terapat pada uretra dan vagina.
Di bawah kelenjar ini terdapat
Kelenjar Bulbo Uretralis yang memilki panjang 2-5 cm. fungsi hampir sama dengan
kelenjar prostat.
d. Vesikula
seminalis.
Prostat dan vesikula seminalis
menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.Cairan ini
merupakan bagian terbesar dari semen.Cairan lainnya yang membentuk semen
berasal dari vas deferens dan dari kelenjar lendir di dalam kepala penis.
Fungsi Vesika seminalis :
Mensekresi cairan basa yang
mengandung nutrisi yang membentuk sebagian besar cairan semen
3. Duktus
Duktuli
a. Epididimis
Merupakan saluran halus yang
panjangnya ± 6 cm terletak sepanjang atas tepi dan belakang dari
testis.Epididimis terdiri dari kepala yang terletak di atas katup kutup testis,
badan dan ekor epididimis sebagian ditutupi oleh lapisan visceral, lapisan ini
pada mediastinum menjadi lapisan parietal.
Saluran epididimis dikelilingi
oleh jaringan ikat, spermatozoa melalui duktuli eferentis merupakan bagian dari
kaput (kepala) epididimis. Duktus eferentis panjangnya ± 20 cm, berbelok-belok
dan membentuk kerucut kecil dan bermuara di duktus epididimis tempat
spermatozoa disimpan, masuk ke dalam vas deferens
Fungsi dari epididimis yaitu
sebagai saluran penhantar testis, mengatur sperma sebelum di ejakulasi, dan
memproduksi semen.
b. Duktus
Deferens
Merupakan kelanjutan dari
epididimis ke kanalis inguinalis, kemudian duktus ini berjalan masuk ke dalam
rongga perut terus ke kandung kemih, di belakang kandung kemih akhirnya
bergabung dengan saluran vesika seminalis dan selanjtnya membentuk
ejakulatorius dan bermuara di prostate.Panjang duktus deferens 50-60 cm.
c. Uretra.
4. Bangunan
Penyokong atau Penyambung
a. Funikulus Spermatikus
Bagian penyambung yang berisi
duktus seminalis, pembuluh limfe, dan serabut-serabut saraf.
·
Fungsi Alat Reproduksi Pria
Alat-alat reprofroduksi pria
yaitu:
Genetalia Eksterna
a)
Penis
Berfungsi untuk menyalurkan
dan menyemprotkan sperma saat ejakulasi
b)
Skrotum
berfungsi untuk melindungi
testis dari taruma atau suhu
Genetalia Interna
a)
Testis
Berfungsi sebagai :
Memproduksi sperma
Tempat memproduksi testosteron
yang memegang peranan penting untuk sifat kelamin sekunder dan kejantanan
b)
epididimis
Berfungsi sebagai:
menghubungkan testis dengan
saluran vas deferens
memproduksi cairan yang banyak
mengandung enzym dan gizi yang fungsinya mematangkan / menyempurnakan bentuk
sperma
c)
vans deferens
Berfungsi untuk menyalurkan
sperma dari epididimis ke vesika seminalis
Tempat menyimpan sebagian dari sperma sebelum dikeluarkan.
Tempat menyimpan sebagian dari sperma sebelum dikeluarkan.
d) Vesika seminalis
Berfungsi sebagai:
Tempat untuk mengeluarkan
cairan yang sifatnya alkalis atau sedikit basa yang mengandung fruktosa dan zat
gizi yang merupakan sumber energi bagi spermatozoa dan agar sperma lebih segar,
kuat dan mudah bergerak dalam mencapai ovum
Sebagai tempat penyimpanan
spermatozoa sebelum dikeluarkan melalui kegiatan seksual.
e)
Kelenjar prostat
Berfungsi sebagai:
Mengeluarkan cairan yang
bersifat alkalis yang encer berwarna seperti susu mengandung asam sitrat,
kalsium dan beberapa zat lain
f)
kelenjar bulbo uretralis
Berfungsi mengsekre3si cairan
yang membantu agar sperma lebih tahan hidup dan lebih memungkinkan untuk
bergerak dan memudahkan pembuahan.
·
Struktur Sistem Reproduksi Wanita
1. Genetalia Eksterna
(vulva)
Yang terdiri dari:
a. Tundun (Mons veneris)
Bagian yang menonjol meliputi
simfisis yang terdiri dari jaringan dan lemak, area ini mulai ditumbuhi bulu
(pubis hair) pada masa pubertas. Bagian yang dilapisi lemak, terletak di atas
simfisis pubis
b. Labia Mayora
Merupakan kelanjutan dari mons
veneris, berbentuk lonjong.Kedua bibir ini bertemu di bagian bawah dan
membentuk perineum.Labia mayora bagian luar tertutp rambut, yang merupakan
kelanjutan dari rambut pada mons veneris.Labia mayora bagian dalam tanpa
rambut, merupakan selaput yang mengandung kelenjar sebasea (lemak). Ukuran
labia mayora pada wanita dewasa à panjang 7- 8 cm, lebar 2 – 3 cm, tebal 1 –
1,5 cm. Pada anak-anak dan nullipara à kedua labia mayora sangat berdekatan.
c. Labia Minora
Bibir kecil yang merupakan
lipatan bagian dalam bibir besar (labia mayora), tanpa rambut. Setiap labia
minora terdiri dari suatu jaringan tipis yang lembab dan berwarna
kemerahan;Bagian atas labia minora akan bersatu membentuk preputium dan
frenulum clitoridis, sementara bagian. Di Bibir kecil ini mengeliligi orifisium
vagina bawahnya akan bersatu membentuk fourchette
d. Klitoris
Merupakan bagian penting alat
reproduksi luar yang bersifat erektil.Glans clitoridis mengandung banyak
pembuluh darah dan serat saraf sensoris sehingga sangat sensitif.Analog dengan
penis pada laki-laki.Terdiri dari glans, corpus dan 2 buah crura, dengan
panjang rata-rata tidak melebihi 2 cm.
e. Vestibulum (serambi)
Merupakan rongga yang berada
di antara bibir kecil (labia minora). Pada vestibula terdapat 6 buah lubang,
yaitu orifisium urethra eksterna, introitus vagina, 2 buah muara kelenjar
Bartholini, dan 2 buah muara kelenjar paraurethral. Kelenjar bartholini
berfungsi untuk mensekresikan cairan mukoid ketika terjadi rangsangan
seksual.Kelenjar bartholini juga menghalangi masuknya bakteri Neisseria
gonorhoeae maupun bakteri-bakteri pathogen
f. Himen (selaput dara)
Terdiri dari jaringan ikat
kolagen dan elastic. Lapisan tipis ini yang menutupi sabagian besar dari liang
senggama, di tengahnya berlubang supaya kotoran menstruasi dapat mengalir
keluar. Bentuk dari himen dari masing-masing wanita berbeda-beda, ada yang
berbentuk seperti bulan sabit, konsistensi ada yang kaku dan ada lunak, lubangnya
ada yang seujung jari, ada yang dapat dilalui satu jari. Saat melakukan koitus
pertama sekali dapat terjadi robekan, biasanya pada bagian posterior
g. Perineum
(kerampang)
Terletak di antara vulva dan
anus, panjangnya kurang lebih 4 cm. Dibatasi oleh otot-otot muskulus levator
ani dan muskulus coccygeus. Otot-otot berfungsi untuk menjaga kerja dari
sphincter ani
2. Genetalia
Interna
a. Vagina
Merupakan saluran
muskulo-membraneus yang menghubungkan rahim dengan vulva.Jaringan muskulusnya merupakan
kelanjutan dari muskulus sfingter ani dan muskulus levator ani, oleh karena itu
dapat dikendalikan.
Vagina terletak antara kandung
kemih dan rektum.Panjang bagian depannya sekitar 9 cm dan dinding belakangnya
sekitar 11 cm.
Bagian serviks yang menonjol
ke dalam vagina disebut portio. Portio uteri membagi puncak (ujung) vagina
menjadi:
· Forniks anterior -Forniks dekstra
· Forniks posterior -Forniks sisistra
Sel dinding vagina mengandung
banyak glikogen yang menghasilkan asam susu dengan pH 4,5. keasaman vagina
memberikan proteksi terhadap infeksi.
Fungsi utama vagina:
1) Saluran
untuk mengeluarkan lendir uterus dan darah menstruasi.
2) Alat
hubungan seks.
3) Jalan lahir
pada waktu persalinan
b. Uterus
Merupakan Jaringan otot yang
kuat, terletak di pelvis minor diantara kandung kemih dan rektum. Dinding
belakang dan depan dan bagian atas tertutup peritonium, sedangkan bagian bawah
berhubungan dengan kandung kemih.Vaskularisasi uterus berasal dari arteri
uterina yang merupakan cabang utama dari arteri illiaka interna
(arterihipogastrika interna).
Bentuk uterus seperti bola
lampu dan gepeng.
1) Korpus uteri
: berbentuk segitiga
2) Serviks
uteri : berbentuk silinder
3) Fundus uteri
: bagian korpus uteri yang terletak diatas kedua pangkal tuba.
Untuk mempertahankan
posisinya, uterus disangga beberapa ligamentum, jaringan ikat dan parametrium.
Ukuran uterus tergantung dari usia wanita dan paritas. Ukuran anak-anak 2-3 cm,
nullipara 6-8 cm, multipara 8-9 cm dan > 80 gram pada wanita hamil. Uterus
dapat menahan beban hingga 5 liter
Dinding uterus terdiri dari
tiga lapisan :
a) Peritonium
Meliputi dinding rahim bagian
luar.Menutupi bagian luar uterus.Merupakan penebalan yang diisi jaringan ikat
dan pembuluh darah limfe dan urat syaraf.Peritoneum meliputi tuba dan mencapai
dinding abdomen.
b) Lapisan otot
Susunan otot rahim terdiri
dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam.Pada
lapisan tengah membentuk lapisan tebal anyaman serabut otot rahim.Lapisan
tengah ditembus oleh pembuluh darah arteri dan vena.Lengkungan serabut otot ini
membentuk angka delapan sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh darah terjepit
rapat, dengan demikian pendarahan dapat terhenti.
Makin kearah serviks, otot
rahim makin berkurang, dan jaringan ikatnya bertambah.Bagian rahim yang
terletak antara osteum uteri internum anatomikum, yang merupakan batas dari
kavum uteri dan kanalis servikalis dengan osteum uteri histologikum (dimana
terjadi perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput lendir serviks)
disebut isthmus. Isthmus uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim dan meregang
saat persalinan.
c) Endometrium
Pada endometrium terdapat
lubang kecil yang merupakan muara dari kelenjar endometrium.Variasi tebal,
tipisnya, dan fase pengeluaran lendir endometrium ditentukan oleh perubahan
hormonal dalam siklus menstruasi.Pada saat konsepsi endometrium mengalami
perubahan menjadi desidua, sehingga memungkinkan terjadi implantasi
(nidasi).Lapisan epitel serviks berbentuk silindris, dan bersifat mengeluarakan
cairan secara terus-menerus, sehingga dapat membasahi vagina.Kedudukan uterus
dalam tulang panggul ditentukan oleh tonus otot rahim sendiri, tonus ligamentum
yang menyangga, tonus otot-otot panggul. Ligamentum yang menyangga uterus
adalah:
a) Ligamentum
latum
- Ligamentum latum seolah-olah tergantung pada tuba fallopii.
b) Ligamentum
rotundum (teres uteri)
- Terdiri dari otot polos dan jaringan ikat.
- Fungsinya menahan uterus dalam posisi antefleksi.
c) Ligamentum
infundibulopelvikum
- Menggantung dinding uterus ke dinding panggul.
d) Ligamentum
kardinale Machenrod
- Menghalangi pergerakan uteruske kanan dan ke kiri.
- Tempat masuknya pembuluh darah menuju uterus.
e) Ligamentum
sacro-uterinum
- Merupakan penebalan dari ligamentum kardinale Machenrod menuju os.sacrum.
f) Ligamentum vesiko-uterinum
- Merupakan jaringan ikat agak longgar sehingga dapat mengikuti perkembangan
uterus saat hamil dan persalinan.
c. Tuba Fallopii
Tuba fallopii merupakan
tubulo-muskuler, dengan panjang 12 cm dan diameternya antara 3 sampai 8 mm.
fungsi tubae sangat penting, yaiu untuk menangkap ovum yang di lepaskan saat
ovulasi, sebagai saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi, tempat
terjadinya konsepsi, dan tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi
sampai mencapai bentuk blastula yang siap melakukan implantasi.
d. Ovarium
Merupakan kelenjar berbentuk
buah kenari terletak kiri dan kanan uterus di bawah tuba uterina dan terikat di
sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus.Setiap bulan sebuah folikel
berkembang dan sebuah ovum dilepaskan pada saat kira-kira pertengahan (hari
ke-14) siklus menstruasi.Ovulasi adalah pematangan folikel de graaf dan
mengeluarkan ovum.Ketika dilahirkan, wanita memiliki cadangan ovum sebanyak
100.000 buah di dalam ovariumnya, bila habis menopause.
Ovarium yang disebut juga
indung telur, mempunyai 3 fungsi:
a. Memproduksi ovum
b. Memproduksi
hormone estrogen
c. Memproduksi progesterone
Memasuki pubertas yaitu
sekitar usia 13-16 tahun dimulai pertumbuhan folikel primordial ovarium yang
mengeluarkan hormon estrogen. Estrogen merupakan hormone terpenting pada
wanita.Pengeluaran hormone ini menumbuhkan tanda seks sekunder pada wanita
seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut pubis, pertumbuhan rambut
ketiak, dan akhirnya terjadi pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut
menarche.
Awal-awal menstruasi sering
tidak teratur karena folikel graaf belum melepaskan ovum yang disebut
ovulasi.Hal ini terjadi karena memberikan kesempatan pada estrogen untuk
menumbuhkan tanda-tanda seks sekunder. Pada usia 17-18 tahun menstruasi sudah
teratur dengan interval 28-30 hari yang berlangsung kurang lebih 2-3 hari
disertai dengan ovulasi, sebagai kematangan organ reproduksi wanita
· Fungsi Alat Reproduksi Wanita
Alat-alat
reprofroduksi wanita yaitu:
Genetalia
Eksterna
1. Mons Veneris
Berfungsi untuk melindungi
alat genetalia dari masuknya kotoran selain itu untuk estetika
2. Labia Mayora
Berfungsi untuk menutupi
orga-organ genetalia di dalamnya dan mengeluarkan cairan pelumas pada saat
menerima rangsangan seksual.
3. Labia Minora
Berfungsi untuk menutupi
orga-organ genetalia di dalamnya serta merupakan daerah erotik yang mengandung
pambuluh darah dan syaraf.
4. Klitoris
Merupakan
daerah erotik utama pada wanita yang akan membesar dan mengeras apabila
mendapatkan rangsangan seksual.
5. Vestibulum
Berfungsi
untuk mengeluarkan cairan apabila ada rangsangan seksual yang berguna untuk
melumasi vagina pada saat bersenggama.
6. Hymen
Merupakan
lapisan tipis yang menutupi sebagian besar dari introitus vagina, membentuk
lubang sebesar ibu jari sehingga darah haid maupun sekret dan cairan dari
genetalia interrnal dapat mengalir keluar
Genetalia
Interna
1. Vagina
Berfungsi sebagai :
-
Saluran keluar untuk mengeluarkan darah waktu
haid dan sekret dari dalam uterus
-
Alat untuk bersenggama
-
Jalan lahir bayi waktu melahirkan
2. Uterus
Berfungsi sebagai:
-
Tempat bersarangnya atau tumbuhnya janin di
dalam rahim pada saat hamil.
-
Memberi makanan pada janin melalui plasenta yang
melekat pada dinding rahim.
3. Tuba Fallopi
-
Berfungsi sebagai saluran yang membawa ovum yang
dilepaskan ovarium ke dalam uterus.
4. Ovarium
-
Berfungsi memproduksi ovum
5. Ligamentum
-
Berfungsi untuk mengikat atau menahan
organ-organ reproduksi wanita agar terfiksasi dengan baik pada tempatnya, tidak
bergerak dan berhubungan dengan organ sekitarnya.
B. Pembentukan
Sperma dan Sel Telur
1.
Pembentukan Sperma (spermatogenesis)
Terjadi di dalam testis, bersifat diploid dan
selalu membelah diri secara metosis sehingga berjumlah banyak.Sebagian
spermatogonium membesar menjadi spermatosit primer dan terus membelah diri
secara meiosis membentuk spermatosis sekunder dan spermatosit sekunder membelah
diri kembali secara meiosis menjadi spermatid yang berdiferensiasi menjadi
sperma.Tiap-tiap sperma memiliki jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom
spermatogonium.
2. Pembentukan Ovum
(oogenesis)
Terjadi di dalam ovarium.Oogonium bersifat
diploid, membelah diri secara mitosis sehingga berjumlah banyak.Oogonium
berkembang menjadi oosit primer dan membelah diri secara meiosis menjadi oosit
sekunder dan badan kutub pertama.Oosit sekunder mengandung kuning telur dan
sitoplasma, badan kutub pertama merupakan inti sel yang kemudian membelah diri
menjadi dua.Oosit sekunder membelah diri secara meiosis menjadi otid dan badan
kutub ke dua, berkembang menjadi ovum yang haploid dan setiap oosit primer
menghasilkan satu ovum.
3. Ovulasi
Ovulasi adalah proses keluarnya ovum dari
ovarium. Ovum akan bergerak ke rahim, bersamaan dengan proses ini, didnding
rahim menjadi tebal seperti spon penuh dengan pembuluh darah yang siap menerima
zigot
C. KELAINAN PADA SISTEM
REPRODUKSI WANITA DAN PRIA
1.Sifilis
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotiksecaracepat.
Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki.Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotiksecaracepat.
2.Gonore(kencingnanah)
Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin; rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.
3.HerpesGenetalis
Herpes genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis adalah Herpes simpleks. Gejala penyakit herpes genetalis, antara lain timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.
Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin; rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.
3.HerpesGenetalis
Herpes genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis adalah Herpes simpleks. Gejala penyakit herpes genetalis, antara lain timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.
4.KankerLeherRahim
Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim pada perempuan dewasa. Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal).
Tetapi, sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh selsel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker.
Perubahan selsel kanker, selanjutnya dapat menyebabkan pendarahan di antara masa menstruasi. Jika kamu mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti,hasilnyatidakselalupositifkanker.
Kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim pada perempuan dewasa. Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal).
Tetapi, sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh selsel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker.
Perubahan selsel kanker, selanjutnya dapat menyebabkan pendarahan di antara masa menstruasi. Jika kamu mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya kamu segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti,hasilnyatidakselalupositifkanker.
5.KankerOvarium
Kanker ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium, biasanya menyerang wanita yang sudah menopause. Kanker ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik dan sebagian kecil berbentuk tumor padat.
Kanker ovarium adalah kanker yang menyerang ovarium, biasanya menyerang wanita yang sudah menopause. Kanker ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik dan sebagian kecil berbentuk tumor padat.
E. KESIMPULAN
Sistem reproduksi pria dan
wanita berbeda. Pada reproduksi pria memiliki penis dan kelenjar testis untuk menghasilkan
sperma, kematangan sel sperma di tandai dengan mimpi basah pada usia
pubertas.Pada system reproduksi wanita memiliki vagina dan ovarium untuk
menghasilkan ovum. Kematangan sel telur atAu ovum ditandai menarche pada usia
antara 13-16 tahun. Apabila terjadi pertemuan antara sel sperma dan sel ovum
akan terjadi kehamilan yang akan berkembang menjadi janin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar