A. Identitas
Nama : Richa Yuni Astuti
NPM : 15320018
Prodi : Pendidikan Biologi
Kelas : A
Matakuliah : Telaah Biologi SMP
Dosen
Pengampu : Dr. Muhfahroyin, M.TA. dan
Agil Lepiyanto, M.Pd.
B. Pengantar
Assalamualaikum, wr wb.
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
Rahmat, Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada saya sampai saat ini,
sehingga saya dapat menyelesaikan jurnal mata kuliah “Telaah Biologi SMP”.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah
menyelesaikan tugas ringkasan materi Telaah Biologi SMP yang diampu oleh bapak
Dr. Mufahroyin M.Ta dan bapak Agil Lepiyanto ,M.Pd.
Saya menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan
jurnal ini. Dan saya mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca umumnya dan bagi saya.
Wassalamualaikum wr.wb
Metro, 12 Desember 2016
Richa Yuni Astuti
C. Substansi Kajian
1.
Organisasi dan Sel Saraf
2.
Organisasi Struktural Sistem Saraf
3.
Sel-Sel Pada Sistem Saraf
4.
Klasifikasi Neuron
A. Organisasi dan Sel
Saraf
PENDAHULUAN
Sistem saraf adalah
serangkaian organ yang kompleks dan bersambungan serta
terdiri terutama dari
jaringan saraf. Dalam mekanisme sistem saraf, lingkungan internal
dan stimulus eksternal
dipantau dan diatur. Kemampuan khusus seperti iritabilitas, atau
sensitivitas terhadap
stimulus, dan konduktivitas, atau kemampuan untuk mentransmisi
suatu respons terhadap
stimulasi, diatur oleh sistem saraf dalam tiga cara utama : Input
sensorik. Sistem saraf
menerima sensasi atau¬ stimulus melalui reseptor, yang terletak
di tubuh baik eksternal
(reseptor somatic) maupun internal (reseptor viseral). Antivitas¬
integratif. Reseptor
mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di
sepanjang saraf sampai ke
otak dan medulla spinalis, yang kemudian akan
menginterpretasi dan
mengintegrasi stimulus, sehingga respon terhadap informasi bisa
terjadi.Output motorik.
Input dari¬ otak dan medulla spinalis memperoleh respon yang
sesuai dari otot dan
kelenjar tubuh , yang disebut sebagai efektor.
B. Organisasi Struktural
Sistem Saraf
a. Sistem saraf pusat
(SSP). Terdiri dari otak dan medulla spinalis yang dilindungi
tulang kranium dan kanal
vertebral.
b. Sistem saraf perifer
meliputi seluruh jaringan saraf lain dalam tubuh. Sistem ini
terdiri dari saraf cranial
dan saraf spinal yang menghubungkan otak dan medulla
spinalis dengan reseptor
dan efektor.
Secara fungsional sistem
saraf perifer terbagi menjadi sistem aferen dan sistem eferen.
a) Saraf aferen (sensorik)
mentransmisi informasi dari reseptor sensorik ke SSP
b) Saraf eferen (motorik)
mentransmisi informasi dari SSP ke otot dan kelenjar.
Sistem eferen dari sistem
saraf perifer memiliki dua sub divisi :
Divisi somatic (volunter)
berkaitan dengan perubahan_ lingkungan eksternal dan
pembentukan respons
motorik volunteer pada otot rangka.
Divisi otonom (involunter)
mengendalikan seluruh respon involunter pada otot polos,
otot jantung dan kelenjar
dengan cara mentransmisi impuls saraf melalui dua jalur
o Saraf simpatis berasal
dari area toraks dan lumbal pada medulla spinalis
o Saraf parasimpatis
berasal dari area otak dan sacral pada medulla spinalis.
o Sebagian besar organ
internal di bawah kendali otonom memiliki inervasi simpatis
dan parasimpatis.
2
C. Sel-Sel Pada Sistem
Saraf
a. Pengertian Neuron
adalah unit fungsional
sistem saraf yang terdiri dari badan sel dan perpanjangan
sitoplasma.
a) Badan sel atau
perikarion, suatu neuron mengendalikan metabolisme keseluruhan
neuron.
Bagian ini tersusun dari
komponen berikut :
Satu nucleus tunggal,
nucleolus yang menanjol dan organel lain seperti konpleks
golgi dan mitochondria,
tetapi nucleus ini tidak memiliki sentriol dan tidak dapat
bereplikasi.
Badan nissi, terdiri dari
reticulum endoplasma kasar dan ribosom-ribosom bebas
serta berperan dalam
sintesis protein.
Neurofibril yaitu
neurofilamen dan neurotubulus yang dapat dilihat melalui
mikroskop cahaya jika
diberi pewarnaan dengan perak.
b) Dendrit adalah
perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek serta
berfungsi untuk menghantar
impuls ke sel tubuh.
c) Akson adalah suatu
prosesus tunggal, yang lebih tipis dan lebih panjang dari
dendrite.
Bagian ini menghantar impuls
menjauhi badan sel ke neuron lain, ke sel lain (sel
otot atau kelenjar) atau
ke badan sel neuron yang menjadi asal akson.
b. Klasifikasi Neuron
a) Fungsi.
Neuron diklasifikasi
secara fungsional berdasarkan arah transmisi impulsnya.
Neuron sensorik (aferen)
menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit, organ
indera atau suatu organ
internal ke SSP.
Neuron motorik
menyampaikan impuls dari SSP ke efektor.
Interneuron (neuron yang
berhubungan) ditemukan seluruhnya dalam SSP.
Neuron ini menghubungkan
neuron sensorik dan motorik atau menyampaikan
informasi ke interneuron
lain.
b) Struktur.
Neuron diklasifikasi
secara structural berdasarkan jumlah prosesusnya.
3
Neuron unipolar memiliki
satu akson dan dua denderit atau lebih. Sebagian besar
neuron motorik, yang
ditemukan dalam otak dan medulla spinalis, masuk dlam
golongan ini.
Neuron bipolar memiliki
satu_ akson dan satu dendrite. Neuron ini ditemukan
pada organ indera, seperti
amta, telinga dan hidung.
Neuron unipolar
kelihatannya memiliki sebuah prosesus tunggal, tetapi neuron ini
sebenarnya bipolar.
c. Sel Neuroglial.
Biasanya disebut glia, sel
neuroglial adalah sel penunjang tambahan pada SSP
yang berfungsi sebagai
jaringan ikat.
a) Astrosit adalah sel
berbentuk bintang yang memiliki sejumlah prosesus panjang,
sebagian besar melekat
pada dinding kapilar darah melalui pedikel atau “kaki
vascular”.
b) Oligodendrosit
menyerupai astrosit, tetapi badan selnya kecil dan jumlah
prosesusnya lebih sedikit
dan lebih pendek.
c) Mikroglia ditemukan
dekat neuron dan pembuluh darah, dan dipercaya memiliki
peran fagositik.
d) Sel ependimal membentuk
membran spitelial yang melapisi rongga serebral dan
ronggal medulla spinalis.
d. Kelompok Neuron
a) Nukleus adalah kumpulan
badan sel neuron yang terletak di dalam SSP.
b) Ganglion adalah
kumpulan badan sel neuron yang terletak di bagian luar SSP
dalam saraf perifer.
c) Saraf adalah kumpulan
prosesus sel saraf (serabut) yang terletak di luar SSP.
d) Saraf gabungan.
Sebagian besar saraf perifer adalah saraf gabungan ; saraf ini
mengandung serabut arefen
dan eferen yang termielinisasi dan yang tidak
termielinisasi.
e) Traktus adalah kumpulan
serabut saraf dalam otak atau medulla spinalis yang
memiliki origo dan tujuan
yang sama.
f) Komisura adalah pita
serabut saraf yang menghubungkan sisi-sisi yang
berlawanan pada otak atau
medulla spinalis.
4. SISTEM SARAF PUSAT
DAN SISTEM SARAF PERIFER
A. Otak
a. Perkembangan Otak
Otak manusia mencapai 2%
dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25%
oksigen dan menerima 1,5%
curah jantung. Bagian cranial pada tabung saraf
membentuk tiga pembesaran
(vesikel) yang berdiferensiasi untuk membentuk otak :
otak depan, otak tengah
dan otak belakang.
_ Otak depan (proensefalon)
terbagi menjadi dua subdivisi : telensefalon dan
diensefalon. _ Telensefalon
merupakan awal hemisfer serebral atau serebrum dan
basal ganglia serta korpus
striatum (substansi abu-abu) pada serebrum.
_ Diensefalon menjadi
thalamus, hipotalamus dan epitalamus.
_ Otak tengah
(mesensefalon) terus tumbuh dan pada orang dewasa disebut otak tengah.
_ Otak belakang
(rombensefalon) terbagi menjadi dua subdivisi : metensefalon dan
mielensefalon. _ Metensefalon
berubah menjadi batang otak (pons) dan serebelum.
_ Mielensefalon menjadi
medulla oblongata.
_ Rongga pada tabung saraf
tidak berubah dan berkembang menjadi ventrikel otak dan
kanal sentral medulla
spinalis.
b. Lapisan Pelindung
Otak terdiri dari rangka
tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut
meninges. Lapisan
meningeal terdiri dari pia meter, lapisan araknoid dan durameter.
a) Pia meter adalah
lapisan terdalam yang halus dan tipis, serta melekat erat pada otak.
b) Lapisan araknoid
terletak di bagian eksternal pia meter dan mengandung sedikit
pembuluh darah. Runga
araknoid memisahkan lapisan araknoid dari piameter dan
mengandung cairan
cerebrospinalis, pembuluh darah serta jaringan penghubung
serta selaput yang
mempertahankan posisi araknoid terhadap piameter di bawahnya.
c) Durameter, lapisan
terluar adalah lapisan yang tebal dan terdiri dari dua lapisan.
Lapisan ini biasanya terus
bersambungan tetapi terputus pada beberapa sisi spesifik.
Lapisan periosteal luar
pada durameter melekat di permukaan dalam kranium dan
berperan sebagai periosteum
dalam pada tulang tengkorak. Lapisan meningeal
dalam pada durameter
tertanam sampai ke dalam fisura otak dan terlipat kembali di
arahnya untuk membentuk
falks serebrum, falks serebelum, tentorium serebelum
dan sela diafragma. Ruang
subdural memisahkan durameter dari araknoid pada regia
cranial dan medulla
spinalis. Ruang epidural adalah ruang potensial antara perioteal
luar dan lapisan meningeal
dalam pada durameter di regia medulla spinalis.
5
c. Cairan Cerebrospinalis
Cairan serebrospinalis
mengelilingi ruang sub araknoid di sekitar otak dan medulla
spinalis. Cairan ini juga
mengisi ventrikel dalam otak. Cairan cerebrospinalis
menyerupai plasma darah
dan cairan interstisial, tetapi tidak mengandung protein.
Cairan serebrospinalis
dihasilkan oleh plesus koroid dan sekresi oleh sel-sel ependimal
yang mengitari pembuluh
darah serebral dan melapisi kanal sentral medulla spinalis.
Fungsi cairan
cerebrospinalis adalah sebagai bantalan untuk pemeriksaan lunak otak dan
medulla spinalis, juga
berperan sebagai media pertukaran nutrient dan zat buangan
antara darah dan otak
serta medulla spinalis.
d. Serebrum
Serebrum tersusun dari dua
hemisfer serebral, yang membentuk bagian terbesar otak.
Koterks serebral terdiri
dari 6 lapisan sel dan serabut saraf.
Ventrikel I dan II
(ventrikel lateral) terletak dalam hemisfer serebral.
Korpus kolosum yang
terdiri dari serabut termielinisasi menyatukan kedua hemisfer.
Fisura dan sulkus. Setiap
hemisfer dibagi oleh fisura dan sulkus menjadi 4 lobus
(frontal, paritetal,
oksipital dan temporal) yang dinamakan sesuai tempat tulangnya
berada.
_ Fisura longitudinal
membagi serebrum menjadi hemisfer kiri dan kanan
_ Fisura transversal
memisahkan hemisfer serebral dari serebelum
_ Sulkus pusat / fisura
Rolando memisahkan lobus frontal dari lobus parietal.
_ Sulkus lateral / fisura
Sylvius memisahkan lobus frontal dan temporal.
_ Sulkus parieto-oksipital
memisahkan lobus parietal dan oksipital.
Girus. Permukaan hemisfer
serebral memiliki semacam konvolusi yang disebut girus.
e. Area Fungsional Korteks
Serebri
a) Area motorik primer
pada korteks
Area primer terdapat dalam
girus presentral. Disini neuron mengendalikan kontraksi
volunteer otot rangka.
Area pramotorik korteks terletak tepat di sisi anterior girus
presentral. Neuron
mengendalikan aktivitas motorik yang terlatih dan berulang seperti
mengetik. Area broca
terletak di sisi anterior area premotorik pada tepi bawahnya.
b) Area sensorik korteks
Terdiri dari area sensorik
primer, area visual primer, area auditori primer. Area olfaktori
primer dan area pengecap
primer (gustatory).
6
c) Area asosiasitraktus
serebral
Terdiri area asosiasi
frontal, area asosiasi somatic, area asosiasi visual, area wicara
Wernicke.
d) Ganglia basal
Adalah kepulauan substansi
abu-abu yang terletak jauh di dalam substansi putih
serebrum.
f. Diensefalon
Terletak di antara
serebrum dan otak tengah serta tersembunyi di balik hemisfer serebral,
kecuali pada sisi basal.
TALAMUS Terdiri dari dua
massa oval (lebar 1 ¼ cm dan panjang 3 ¾ cm) substansi
abu-abu yang sebagian
tertutup substansi putih. Masing-masing massa menonjol ke
luar untuk membentuk sisi
dinding ventrikel ketiga.
HIPOTALAMUS Terletak di
didi inferior thalamus dan membentuk dasar serta
bagian bawah sisi dinding
ventrikel ketiga.
Hipotalamus berperan
penting dalam pengendalian aktivitas SSO yang melakukan
fungsi vegetatif penting
untuk kehidupan, seperti pengaturan frekwensi jantung, tekanan
darah, suhu tubuh,
keseimbangan air, selera makan, saluran pencernaan dan aktivitas
seksual.
Hipotalamus juga berperan
sebagai pusat otak untuk emosi seperti kesenangan, nyeri,
kegembiraan dan kemarahan.
Hipotalamus memproduksi hormon yang mengatur
pelepasan atau inhibisi
hormon kelenjar hipofise sehingga mempengaruhi keseluruhan
sistem endokrin.
EPITALAMUS Membentuk
langit-langit tipis ventrikel ketiga. Suatu massa
berukuran kecil, badan
pineal yang mungkin memiliki fungsi endokrin, menjulur
dari ujung posterior
epitalamus.
g. Sistim Limbik
Terdiri dari sekelompok
struktur dalam serebrum dan diensefalon yang terlibat dalam
aktivitas emosional dan
terutama aktivitas perilaku tak sadar. Girus singulum, girus
hipokampus dan lobus
pitiformis merupakan bagian sistem limbic dalam korteks
serebral.
h. Otak Tengah
Merupakan bagian otak
pendek dan terkontriksi yang menghubungkan pons dan
serebelum dengan serebrum
dan berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks.
Otak tengah, pons dan
medulla oblongata disebut sebagai batang otak. i. Pons
7
Hampir semuanya terdiri
dari substansi putih. Pons menghubungkan medulla yang
panjang dengan berbagai
bagian otak melalui pedunkulus serebral. Pusat respirasi
terletak dalam pons dan
mengatur frekwensi dan kedalaman pernapasan. Nuclei saraf
cranial V, VI dan VII
terletak dalam pons, yang juga menerima informasi dari saraf
cranial VIII
j. Serebelum
Terletak di sisi inferior
pons dan merupakan bagian terbesar kedua otak. Terdiri dari
bagian sentral
terkontriksi, vermis dan dua massa lateral, hemisfer serebelar. Serebelum
bertanggung jawab untuk
mengkoordinasi dan mengendalikan ketepatan gerakan otot
dengan baik. Bagian ini
memastikan bahwa gerakan yang dicetuskan di suatu tempat di
SSP berlangsung dengan
halus bukannya mendadak dan tidak terkordinasi. Serebelum
juga berfungsi untuk
mempertahankan postur.
k. Medulla Oblongata
Panjangnya sekitar 2,5 cm dan
menjulur dari pons sampai medulla spinalis dan terus
memanjang. Bagian ini
berakhir pada area foramen magnum tengkoral. Pusat medulla
adalah nuclei yang
berperan dalam pengendalian fungsi seperti frekwensi jantung,
tekanan darah, pernapasan,
batuk, menelan dan muntah. Nuclei yang merupakan asal
saraf cranial IX, X, XI
dan XII terletak di dalam medulla.
l. Formasi Retikular
Formasi retukular atau
sistem aktivasi reticular adalah jarring-jaring serabut saraf dan
badan sel yang tersebar di
keseluruhan bagian medulla oblongata,pons dan otak tengah.
Sistem ini penting untuk
memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.
B. Medulla Spinalis
a. Fungsi Medulla Spinalis
Medulla spinalis
mengendalikan berbagai aktivitas refleks dalam tubuh. Bagian ini
mentransmisi impuls ke dan
dari otak melalui traktus asenden dan desenden.
b. Struktur Umum
Medulla spinalis berbentuk
silinder berongga dan agak pipih. Walaupun diameter
medulla spinalis
bervariasi, diameter struktur ini biasanya sekitar ukuran jari kelingking.
Panjang rata-rata 42 cm.
Dua pembesaran, pembesaran lumbal dan serviks menandai
sisi keluar saraf spinal
besar yang mensuplai lengan dan tungkai. Tiga puluh satu
pasang (31) saraf spinal
keluar dari area urutan korda melalui foramina intervertebral.
c. Struktur Internal
Terdiri dari sebuah inti
substansi abu-abu yang diselubungi substansi putih. Kanal
sentral berukuran kecil
dikelilingi oleh substansi abu-abu bentuknya seperti huruf H.
Batang atas dan bawah
huruf H disebut tanduk atau kolumna dan mengandung badan
sel, dendrite asosiasi dan
neuron eferen serta akson tidak termielinisasi. Tanduk dorsal
8
adalah batang vertical
atas substansi abu-abu. Tanduk ventral adalah batang vertical
bawah. Tanduk lateral
adalah protrusi di antara tanduk posterior dan anterior pada area
toraks dan lumbal sistem
saraf perifer. Komisura abu-abu menghubungkan substansi
abu-abu di sisi kiri dan
kanan medulla spinalis. Setiap saraf spinal memiliki satu radiks
dorsal dan satu radiks
ventral.
d. Traktus Spinal
Substansi putih korda yang
terdiri dari akson termielinisasi, dibagi menjadi funikulus
anterior,posterior dan
lateral. Dalam funikulus terdapat fasiukulu atau traktus. Traktus
diberi nama sesuai dengan
lokasi, asal dan tujuannya. C. Sistem Saraf Perifer
Sistem ini terdiri dari
jaringan saraf yang berada di bagian luar otak dan medulla
spinalis. Sistem ini juga
mencakup saraf cranial yang berasal dari otak ; saraf spinal,
yang berasal dari medulla
spinalis dan ganglia serta reseptor sensorik yang berhubungan.
a. Saraf Kranial
12 pasang saraf cranial
muncul dari berbagai bagian batang otak. Beberapa saraf cranial
hanya tersusun dari
serabut sensorik, tetapi sebagaian besar tersusun dari serabut
sensorik dan serabut
motorik.
1. SARAF OLFAKTORIUS ( CN
I )
Merupakan saraf sensorik.
Saraf ini berasal dari epithelium olfaktori mukosa nasal.
Berkas serabut sensorik
mengarah ke bulbus olfaktori dan menjalar melalui traktus
olfaktori sampai ke ujung
lobus temporal (girus olfaktori), tempat persepsi indera
penciuman berada.
2. SARAF OPTIK ( CN II )
Merupakan saraf sensorik.
Impuls dari batang dan kerucut retina di bawa ke badan sel
akson yang membentuk saraf
optic. Setiap saraf optic keluar dari bola mata pada bintik
buta dan masuk ke rongga
cranial melaui foramen optic. Seluruh serabut memanjang
saat traktus optic,
bersinapsis pada sisi lateral nuclei genikulasi thalamus dan menonjol
ke atas sampai ke area
visual lobus oksipital untuk persepsi indera penglihatan.
3. SARAF OKULOMOTORIUS (
CN III )
Merupakan saraf gabungan, tetapi
sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berasal dari otak
tengah dan membawa impuls ke seluruh otot bola mata
(kecuali otot oblik
superior dan rektus lateral), ke otot yang membuka kelopak mata dan
ke otot polos tertentu
pada mata. Serabut sensorik membawa informasi indera otot
(kesadaran perioperatif)
dari otot mata yang terinervasi ke otak.
4. SARAF TRAKLEAR ( CN IV
)
Adalah saraf gabungan ,
tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik dan merupakan
saraf terkecil dalam saraf
cranial.
9
Neuron motorik berasal
dari langit-langit otak tengah dan membawa impuls ke otot
oblik superior bola mata.
Serabut sensorik dari spindle otot menyampaikan informasi
indera otot dari otot
oblik superior ke otak.
5. SARAF TRIGEMINAL ( CN V
)
Saraf cranial terbesar,
merupakan saraf gabungan tetapi sebagian besar terdiri dari saraf
sensorik. Bagian ini
membentuk saraf sensorik utama pada wajah dan rongga nasal serta
rongga oral.
Neuron motorik berasal
dari pons dan menginervasi otot mastikasi kecuali otot
buksinator.
Badan sel neuron sensorik
terletak dalam ganglia trigeminal. Serabut ini bercabang ke
arah distal menjadi 3
divisi :
_ Cabang optalmik membawa
informasi dari kelopak mata, bola mata, kelenjar air mata,
sisi hidung, rongga nasal
dan kulit dahi serta kepala.
_ Cabang maksilar membawa
informasi dari kulit wajah, rongga oral (gigi atas, gusi
dan bibir) dan palatum.
_ Cabang mandibular
membawa informasi dari gigi bawah, gusi, bibir, kulit rahang dan
area temporal kulit
kepala.
6. SARAF ABDUSEN ( CN VI )
Merupakan saraf gabungan,
tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berasal dari
sebuah nucleus pada pons yang menginervasi otot rektus lateral
mata. Serabut sensorik
membawa pesan proprioseptif dari otot rektus lateral ke pons.
7. SARAF FASIAL ( CN VII )
Merupakan saraf gabungan.
Meuron motorik terletak dalam nuclei pons. Neuron ini
menginervasi otot ekspresi
wajah, termasuk kelenjar air mata dan kelenjar saliva.
Neuron sensorik membawa
informasi dari reseptor pengecap pada dua pertiga bagian
anterior lidah.
8. SARAF
VESTIBULOKOKLEARIS ( CN VIII )
Hanya terdiri dari saraf
sensorik dan memiliki dua divisi.
Cabang koklear atau
auditori menyampaikan informasi dari reseptor untuk indera
pendengaran dalam organ
korti telinga dalam ke nuclei koklear pada medulla, ke
kolikuli inferior, ke
bagian medial nuclei genikulasi pada thalamus dan kemudian ke
area auditori pada lobus
temporal.
Cabang vestibular membawa
informasi yang berkaitan dengan ekuilibrium dan orientasi
kepala terhadap ruang yang
diterima dari reseptor sensorik pada telinga dalam.
10
9. SARAF GLOSOFARINGEAL (
CN IX )
Merupakan saraf gabungan.
Neuron motorik berawal dari medulla dan menginervasi
otot untuk wicara dan
menelan serta kelenjar saliva parotid. Neuron sensorik membawa
informasi yang berkaitan
dengan rasa dari sepertiga bagian posterior lidah dan sensasi
umum dari faring dan
laring ; neuron ini juga membawa informasi mengenai tekanan
darah dari reseptor
sensorik dalam pembuluh darah tertentu.
10. SARAF VAGUS ( CN X )
Merupakan saraf gabungan.
Neuron motorik berasal dari dalam medulla dan
menginervasi hampir semua
organ toraks dan abdomen. Neuron sensorik membawa
informasi dari faring,
laring, trakea, esophagus, jantung dan visera abdomen ke medulla
dan pons.
11. SARAF AKSESORI SPINAL
( CN XI )
Merupakan saraf gabungan,
tetapi sebagian besar terdiri dari serabut motorik. Neuron
motorik berasal dari dua
area : bagian cranial berawal dari medulla dan menginervasi
otot volunteer faring dan
laring, bagian spinal muncul dari medulla spinalis serviks dan
menginervasi otot
trapezius dan sternokleidomastoideus. Neuron sensorik membawa
informasi dari otot yang
sama yang terinervasi oleh saraf motorik ; misalnya otot laring,
faring, trapezius dan otot
sternokleidomastoid.
12. SARAF HIPOGLOSAL ( CN
XII )
Termasuk saraf gabungan,
tetapi sebagian besar terdiri dari saraf motorik. Neuron
motorik berawal dari
medulla dan mensuplai otot lidah. Neuron sensorik membawa
informasi dari spindel
otot di lidah.
b. Saraf Spinal
31 pasang saraf spinal
berawal dari korda melalui radiks dorsal (posterior) dan ventral
(anterior). Pada bagian
distal radiks dorsal ganglion, dua radiks bergabung membentuk
satu saraf spinal. Semua
saraf tersebut adalah saraf gabungan (motorik dan sensorik),
membawa informasi ke korda
melalui neuron aferen dan meninggalkan korda melalui
neuron eferen.
Saraf spinal diberi nama
dan angka sesuai dengan regia kolumna bertebra tempat
munculnya saraf tersebut.
_ Saraf serviks ; 8
pasang, C1 – C8.
_ Saraf toraks ; 12
pasang, T1 – T12.
_ Saraf lumbal ; 5 pasang,
L1 – L5.
_ Saraf sacral ; 5 pasang,
S1 – S5.
_ Saraf koksigis, 1
pasang.
11
Setelah saraf spinal
meninggalkan korda melalui foramen intervertebral, saraf kemudian
bercabang menjadi empat
divisi yaitu : cabang meningeal, ramus dorsal, cabang ventral
dan cabang viseral.
Pleksus adalah
jarring-jaring serabut saraf yang terbentuk dari ramus ventral seluruh
saraf spinal, kecuali TI
dan TII yang merupakan awal saraf interkostal.
c. Sistem Saraf Otonom
Gambaran
SSO merupakan sistem
motorik eferen visceral. Sistem ini menginervasi jantung;
seluruh otot polos,
seperti pada pembuluh darah dan visera serta kelenjar-kelenjar. SSO
tidak memiliki input
volunteer ; walaupun demikian, sistem ini dikendalikan oleh pusat
dalam hipotalamus, medulla
dan korteks serebral serta pusat tambahan pada formasi
reticular batang otak.
Serabut aferen sensorik
(visera) menyampaikan sensasi nyeri atau rasa kenyang dan
pesan-pesan yang berkaitan
dengan frekwensi jantung, tekanan darah dan pernapasan,
yang di bawa ke SSP di
sepanjang jalur yang sama dengan jalur serabut saraf motorik
viseral pada SSO.
Divisi SSO memiliki 2
divisi yaitu divisi simpatis dan divisi parasimpatis. Sebagian
besar organ yang
diinervasi oleh SSO menerima inervasi ganda dari saraf yang berasal
dari kedua divisi. Divisi
simpatis dan parasimpatis pada SSO secara anatomis berbeda
dan perannya antagonis.
DIVISI SIMPATIS /
TORAKOLUMBAL
Memiliki satu neuron
preganglionik pendek dan stu neuron postganglionic panjang.
Badan sel neuron
preganglionik terletak pada tanduk lateral substansi abu-abu dalam
segemen toraks dan lumbal
bagian atas medulla spinalis.
DIVISI PARA SIMPATIS /
KRANIOSAKRAL
Memiliki neuron
preganglionik panjang yang menjulur mendekati organ yang
terinervasi dan memiliki
serabut postganglionic pendek. Badan sel neuron terletak
dalam nuclei batang otak
dan keluar melalui CN III, VII, IX, X, dan saraf XI, juga
dalam substansi abu-abu
lateral pada segmen sacral kedua, ketiga dan keempat medulla
spinalis dan keluar
melalui radiks ventral.
NEUROTRANSMITER SSO
Asetilkolin dilepas oleh
serabut preganglionik simpatis dan serabut preganglionik
parasimpatis yang disebut
serabut kolinergik.
Norepinefrin dilepas oleh
serabut post ganglionik simpatis, yang disebut serabut
adrenergic. Norepinefrin
dan substansi yang berkaitan, epinefrin juga dilepas oleh
medulla adrenal
Kesimpulan
Sistem saraf merupakan salah satu sistem
dalam tubuh yang dapat berfungsi sebagai media komunikasi antar sel maupun
organ dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ lain serta
dapat pula memproduksi hormon. Penyusun sistem saraf yaitu terdiri dari dua
yaitu berdasarkan bentuknya serta berdasarkan struktur dan fungsinya,
berdasarkan bentuknya penyusun sistem saraf terdiri dari badan sel, dendrit,
dan akson,sedangkan berdasarkan struktur dan fungsinya penyusun sistem saraf
terdiri dari sel saraf sensorik,sel saraf motorik,dan sel saraf intermediet
(asosiasi). Sistem saraf mempunyai beberapa fungsi, diantaranya yaitu sebagai
berikut: menerima berbagai sensasi dari dalam dan luar tubuh,bereaksi pada
sensasi tersebut, menghadapinya secara otomatis atau merasakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar