A. IDENTITAS
Nama :
Desi Hartina
Npm :
15320040
Kelas :
Biologi A
Prodi :
Pendidikan Biologi
Mata kuliah :
Telaah Biologi SMP
Semester :
3
Dosen pengampu :
Bapak Agil Lepiyanto,M.Pd
B. KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa
ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat
terselesaikan . Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami . Kami
membuat jurnal ini bertujuan untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak hanya menyelesaikan tugas , tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita yang berkaitan dengan
Bioteknologi. Kiranya jurnal ini bisa menambah pengetahuan bagi pembaca . Meski
begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu untuk dilakukan perbaikan dan
penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang membangun dari pembaca akan
kami terima dengan senang hati.
Metro, 24
Desember 2016
Desi Hartina
C. SUBTANSI KAJIAN
1. Pengertian
bioteknologi
2. Jenis jenis
bioteknologi
D. REVIEW PEMBELAJARAN
Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata “Bio” dan “teknologi”,
dan secara bebas dapat didefinisikansebagai pemanfaatan organisme hidup
untuk menghasilkan produkdan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Bioteknologi sebenarnya sudah dikerjakan manusia sejak
ratusan tahun yang lalu, karena manusia telah bertahun-tahun lamanya
menggunakan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur ragi untuk membuat
makanan bermanfaat seperti tempe, roti, anggur, keju, dan yoghurt. Namun
istilah bioteknologi baru berkembang setelah Pasteur menemukan proses
fermentasi dalam pembuatan anggur.
Di bidang pertanian kita juga sudah menggunakan
mikroorganime sejak abad ke-19 untuk mengendalikan hama serangga dan menambah
kesuburan tanah. Mikroorganisme juga sudah digunakan secara luas didalam mengolah
limbah industri dalam dasawarsa ini. Dalam bidang kesehatan dan kedokteran,
manusia telah dapat memproduksi vaksin tertentu dengan bantuan virus.
Perkembangan yang pesat dalam bidang biologi sel dan
biologi molekuler sejak tahun 1960-an mendorong perkembangan bioteknologi
secara cepat. Dewasa ini manusia telah mampu memanipulasi, mengubah,
dan/atau menambahkan sifat tertentu pada suatu organisme.
Pengubahan itu dilakukan pada tempat yang sangat
penting dan mendasar yaitu pada tingkat DNA (Deoksyribo Nucleic
Acid = Asam Deoksiribo Nukleat), yaitu suatu rantai kimia yang terdapat di
dalam inti sel yang mengontrol seluruh aktivitas sel, termasuk sifat suatu
organisme. Atas dasar itu maka definisi bioteknologi sekarang adalah: Pemanfaatan
dan/atau perekayasaan proses biologi dari suatu agen biologi untuk menghasilkan
produk dan jasa yang bermanfaat bagi manusia.
Definisi bioteknologi yang terakhir ini lebih dikenal
sebagai bioteknologi modern, karena di dalamnya terdapat perekayaan proses,
termasuk rekayasa genetika. Sementara itu definisi yang pertama mengacu
kepada bioteknologi konvensional (tradisional), dimana manusia hanya
menggunakan proses yang terjadi dalam organisme, tanpa melakuka manipulasi,
seperti dalam pembuatan tape atau tempe.
Jenis-jenis Bioteknologi
Bioteknologi dapat digolongkan menjadi bioteknologi
konvensional/tradisionaldan modern.
1. Bioteknologi Konvensional/Tradisional
a. Pengolahan produk makanan
Bioteknologi konvensional/tradisional adalah
bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam
asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap.
Mikroorganisme sebagai tenaga kerja gratis hanya perlu diberi stater agar ia
bekerja optimal. Mikroorganisme itu dapat mengubah bahan pangan atau lainnya
menjadi bahan yang lebih baik dari yang sebelumnya yang bisa dimanfaatkan .
Produk bioteknologi yang dibantu mikroorganisme,
misalnya pada proses fermentasi, kedelai singkong yang begitu saja bisa disulap
atau dirubah bentuk dan performance menjadi tempe, kecap, tape dan sebagainya
termasuk susu segar yang mudah basi dirubah menjadi keju dan yoghurt. Proses
bioteknologi di atas tersebut, sekarang sudah dianggap sebagai bioteknologi
masa lalu atau kemudian ada orang yang menyebutkan program bioteknologi
konvensional. Ciri khas yang tampak pada bioteknologi konvensional, yaitu
adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahuadanya penggunaan
enzim.Meskipun bioteknologi konvensional itu produk kuno, Ia yang mendasari
munculnya ilmu variasi bioteknologi.
- Pengolahan produk susu
–
Yoghurt
Untuk membuat yoghurt, susu dipasteurisasi terlebih
dahulu, selanjutnya sebagian besar lemak dibuang.Mikroorganisme yang berperan
dalam pembuatan yoghurt, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus
thermophillus.Kedua bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah
yang seimbang, selanjutnya disimpan selama ± 5 jam pada temperatur 45oC.Selama
penyimpanan tersebut pH akan turun menjadi 4,0 sebagai akibat dari kegiatan
bakteri asam laktat.Selanjutnya susu didinginkan dan dapat diberi cita rasa.
–
Keju
Dalam pembuatan keju digunakan bakteri asam laktat,
yaitu Lactobacillus dan Streptococcus.Bakteri tersebut berfungsi
memfermentasikan laktosa dalam susu menjadi asam laktat.Proses pembuatan keju
diawali dengan pemanasan susu dengan suhu 90oC atau dipasteurisasi,
kemudian didinginkan sampai 30oC.Selanjutnya bakteri asam laktat
dicampurkan.Akibat dari kegiatan bakteri tersebut pH menurun dan susu terpisah
menjadi cairan whey dan dadih padat. Kemudian ditambahkan enzim renin dari
lambung sapi muda untuk mengumpulkan dadih.Enzim renin dewasa ini telah
digantikan dengan enzim buatan, yaitu klimosin.Dadih yang terbentuk selanjutnya
dipanaskan pada temperatur 32oC – 42oC dan ditambah
garam, kemudian ditekan untuk membuang air dan disimpan agar matang. Adapun
whey yang terbentuk diperas lalu digunakan untuk makanan sapi.
–
Mentega
Pembuatan mentega menggunakan mikroorganisme Streptococcus
lactis dan Lectonosto ceremoris. Bakteri-bakteri tersebut membentuk
proses pengasaman.Selanjutnya, susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega
dipisahkan.Kemudian lemak mentega diaduk untuk menghasilkan mentega yang siap
dimakan.
- Pengolahan produk non susu
–
Kecap
Dalam pembuatan kecap, jamur, Aspergillus wentii dibiakkan
pada kulit gandum terlebih dahulu.Jamur Aspergilluswentii bersama-sama
dengan bakteri asam laktat yang tumbuh pada kedelai yang telah dimasak
menghancurkan campuran gandum.Setelah proses fermentasi karbohidrat berlangsung
cukup lama akhirnya akan dihasilkan produk kecap.
Pembuatan kecap dengan cara fermentasi di Indonesia,
secara singkat adalah sebagai berikut:
- Kedelai dibersihkan dan direndam dalam air pada suhu kamar selama 12 jam, kemudian direbus selama 4-5 jam sampai lunak.
- Setelah direbus, kedelai ditiriskan dan didinginkan di atas tampah.
- Tampah tersebut ditutup dengan lembaran karung goni, karung terigu, atau lembaran plastik. Karena terus berulang kali dipakai, bahan yang digunakan sebagai penutup ini biasanya mengandung spora, sehingga berfungsi sebagai inokulum.
- Spora kapang Aspergillus wentii akan bergerminasi dan tumbuh pada substrat kedelai dalam waktu 3 sampai 12 hari pada suhu kamar.
- Kapang dan miselium yang terbentuk akibat fermentasi inilah yang dinamakan koji.
- Selanjutnya, koji diremas-remas, dijemur, dan kulitnya dibuang.
- Koji dimasukkan ke dalam wadah dari tanah, tong kayu, atau tong plastik yang berisi larutan garam 20-30 persen.
- Campuran antara kedelai yang telah mengalami fermentasi kapang (koji) dengan larutan garam inilah yang dinamakan moromi.
- Fermentasi moromi dilanjutkan selama 14-120 hari pada suhu kamar.
- Setelah itu, cairan moromi dimasak dan kemudian disaring.
- Untuk membuat kecap manis, ke dalam filtrat ditambahkan gula merah dan bumbu-bumbu lainnya, diaduk sampai rata dan dimasak selama 4-5 jam.
- Untuk membuat kecap asin, sedikit gula merah ditambahkan ke dalam filtrat, diaduk, dan dimasak selama 1 jam.
- Kecap yang telah masak, selanjutnya disaring dengan alat separator untuk memisahkan kecap dari berbagai kotoran, kemudian didinginkan.
- Langkah akhir pembuatan kecap adalah memasukkannya ke dalam botol gelas, botol plastik, atau botol pet.
Secara tradisional, kecap dibuat dengan proses
fermentasi, yaitu menggunakan jasa mikroorganisme kapang, khamir, dan bakteri
untuk mengubah senyawa makromolekul kompleks yang ada dalam kedelai (seperti
protein, lemak, dan karbohidrat) menjadi senyawa yang lebih sederhana, seperti
peptida, asam amino, asam lemak dan monosakarida.Adanya proses fermentasi
tersebut menjadikan zat-zat gizi dalam kecap menjadi lebih mudah dicerna,
diserap, dan dimanfaatkan oleh tubuh.
–
Tempe
Tempe kadang-kadang dianggap sebagai bahan makanan
masyarakat golongan menengah ke bawah, sehingga masyarakat merasa gengsi
memasukkan tempe sebgai salah satu menu makanannya.Akan tetapi, setelah
diketahui manfaatnya bagi kesehatan, tempe mulai banyak dicari dan digemari
masyarakat dalam maupun luar negeri. Jenis tempe sebenarnya sangat beragam,
bergantung pada bahan dasarnya, namun yang paling luas penyebarannya adalah
tempe kedelai.Tempe mempunyai nilai gizi yang baik.Di samping itu tempe
mempunyai beberapa khasiat seperti: dapat mencegah dan mengendalikan diare,
mempercepat proses penyembuhan duodenitis, memperlancar pencernaan, dapat
menurunkan kadar kolesterol, dapat mengurangi toksisitas, meningkatkan
vitalitas, mencegah anemia, menghambat ketuaan, serta mampu menghambat resiko
jantung koroner, penyakit gula, dan kanker.
Untuk membuat tempe, selain diperlukan bahan dasar
kedelai juga diperlukan ragi.Ragi merupakan kumpulan spora mikroorganisme,
dalam hal ini kapang.Dalam proses pembuatan tempe paling sedikit diperlukan
empat jenis kapang dari genus Rhizopus: Rhyzopus oligosporus, Rhyzopus
stolonifer, Rhyzopus arrhizus, dan Rhyzopus oryzae. Miselium
dari kapang tersebut akan mengikat keping-keping biji kedelai dan
memfermentasikannya menjadi produk tempe.Proses fermentasi tersebut menyebabkan
terjadinya perubahan kimia pada protein, lemak, dan karbohidrat. Perubahan
tersebut meningkatkan kadar protein tempe sampai sembilan kali lipat.
–
Tape
Tape dibuat dari bahan dasar ketela pohon dengan
menggunakan sel-sel ragi dari spora Aspergillus oryzae. Ragi menghasilkan enzim
yang dapat mengubah zat tepung menjadi produk yang berupa gula dan alkohol.
Masyarakat kita membuat tape tersebut berdasarkan pengalaman.
b. Bioteknologi bidang pertanian
- Penanaman secara hidroponik
Hidroponik berasal dari kata bahasa Yunani hydro
yang berartiair dan ponos yang berarti bekerja. Jadi, hidroponik artinya
pengerjaan air atau bekerja dengan air. Dalam praktiknya hidroponik dilakukan
dengan berbagai metode, tergantung media yang digunakan. Adapun metode yang
digunakan dalam hidroponik, antara lain metode kultur air (menggunakan media
air), metode kultur pasir (menggunakan media pasir), dan metode porus
(menggunakan media kerikil, pecahan batu bata, dan lain-lain). Metode yang
tergolong berhasil dan mudah diterapkan adalah metode pasir.
Pada umumnya orang bertanam dengan menggunakan tanah.
Namun, dalam hidroponik tidak lagi digunakan tanah, hanya dibutuhkan air yang
ditambah nutrien sebagai sumber makanan bagitanaman. Bahan dasar yang
dibutuhkan tanaman adalah air, mineral, cahaya, dan CO2. Cahayatelah
terpenuhi oleh cahaya matahari. Demikian pula CO2 sudah cukup
melimpah di udara. Sementara itu kebutuhan air dan mineral dapat diberikan
dengan sistem hidroponik, artinya keberadaan tanah sebenarnya bukanlah hal yang
utama.
Beberapa keuntungan bercocok tanam dengan hidroponik,
antara lain tanaman dapat dibudidayakan di segala tempat; risiko kerusakan
tanaman karena banjir, kurang air, dan erosi tidak ada; tidak perlu lahan yang
terlalu luas; pertumbuhan tanaman lebihcepat; bebas dari hama; hasilnya
berkualitas dan berkuantitas tinggi; hemat biaya perawatan.
Jenis tanaman yang telah banyak dihidroponikkan
darigolongan tanaman hias antara lain Philodendron, Dracaena, Aglonema,dan
Spatyphilum. Golongan sayuran yang dapat dihidroponikkan,antara lain
tomat, paprika, mentimun, selada, sawi, kangkung, dan bayam. Adapun jenis
tanaman buah yang dapat dihidroponikkan,antara lain jambu air, melon, kedondong
bangkok, dan belimbing.
- Penanaman secara aeroponik
Aeroponik berasal dari kata aero yang berarti
udara dan ponos yang berarti daya. Jadi, aeroponik adalah pemberdayaan
udara. Sebenarnya aeroponik merupakan tipe hidroponik (memberdayakanair),
karena air yang berisi larutan unsur hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga
mengenai akar tanaman. Akar tanaman yang ditanam menggantung akan menyerap
larutan haratersebut.
Prinsip dari aeroponik adalah sebagai berikut. Helaian
styrofoam diberi lubang-lubang tanam dengan jarak 15 cm. Dengan
menggunakan ganjal busa atau rockwool, anak semai sayuran ditancapkan
pada lubang tanam. Akar tanaman akan menjuntai bebas ke bawah. Di bawah helaian
styrofoam terdapat sprinkler(pengabut) yang memancarkan kabut
larutan hara ke atas hingga mengenai akar.
2. Bioteknologi Modern
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para
ahlitelah mulai lagi mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan
prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian. Dalam bioteknologi modern orang
berupaya dapat menghasilkan produk secara efektif dan efisien.
Dewasa ini, bioteknologi tidak hanya dimanfaatkan
dalam industri makanan tetapi telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa
genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi,dan sebagainya. Dengan
adanya berbagai penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa-masa yang akan datang.
Beberapa penerapan bioteknologi modern sebagai
berikut.
a. Rekayasa genetika
Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan
gen untuk menghasilkan makhluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan.
Rekayasa genetika disebut juga pencangkokan gen atau rekombinasi DNA.
Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk
menggabungkan sifat makhluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap makhlukhidup
mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkomendasikan. Selanjutnya DNA
tersebut akan mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun-temurun.
Untuk mengubah DNA sel dapat dilakukan melalui banyak
cara, misalnya melalui transplantasi inti, fusi sel, teknologi plasmid,dan
rekombinasi DNA.
- Transplantasi inti
Transplantasi inti adalah pemindahan inti dari suatu
sel ke sel yang lain agar didapatkan individu baru dengan sifat sesuai dengan
inti yang diterimanya. Transplantasi inti pernah dilakukan terhadapsel katak.
Inti sel yang dipindahkan adalah inti dari sel-sel usus katak yang bersifat diploid.
Inti sel tersebut dimasukkan ke dalam ovum tanpa inti, sehingga terbentuk ovum
dengan inti diploid. Setelah diberi inti baru, ovum membelah secara
mitosis berkali-kali sehingga terbentuklah morula yang berkembang menjadi
blastula. Blastula tersebut selanjutnya dipotong-potong menjadi banyak seldan
diambil intinya. Kemudian inti-inti tersebut dimasukkan kedalam ovum tanpa inti
yang lain. Pada akhirnya terbentuk ovum berinti diploid dalam jumlah
banyak. Masing-masing ovum akan berkembang menjadi individu baru dengan sifat
dan jenis kelamin yang sama.
- Fusi sel
Fusi sel adalah peleburan dua sel baik dari spesies
yang sama maupun berbeda supaya terbentuk sel bastar atau hibridoma.
Fusisel diawali oleh pelebaran membran dua sel serta diikuti oleh peleburan
sitoplasma (plasmogami) dan peleburan inti sel (kariogami).
Manfaat fusi sel, antara lain untuk pemetaan
kromosom,membuat antibodi monoklonal, dan membentuk spesies baru. Didalam fusi
sel diperlukan adanya:
a) sel sumber gen (sumber sifat ideal);
b) sel wadah (sel yang mampu membelah cepat);
c) fusigen (zat-zat yang mempercepat fusi sel).
- Teknologi plasmid
Plasmid adalah lingkaran DNA kecil yang terdapat di
dalamsel bakteri atau ragi di luar kromosomnya. Sifat-sifat plasmid,
antaralain:merupakan molekul DNA yang mengandung gen tertentu;dapat beraplikasi
diri;dapat berpindah ke sel bakteri lain;sifat plasmid pada keturunan bakteri
sama dengan plasmid induk.Karena sifat-sifat tersebut di atas plasmid digunakan
sebagaivektor atau pemindah gen ke dalam sel target.
- Rekombinasi DNA
Rekombinasi DNA adalah proses penggabungan DNA-DNAdari
sumber yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menyambungkan gen yang ada di
dalamnya. Oleh karena itu, rekombinasi DNA disebut juga rekombinasi gen.
2. Bioteknologi bidang kedokteran
Bioteknologi mempunyai peran penting dalam bidang
kedokteran, misalnya dalam pembuatan antibodi monoklonal, vaksin,antibiotika
dan hormon.
- Pembuatan antibodi monoklonal
Antibodi monoklonal adalah antibodi yang diperoleh
dari suatu sumber tunggal. Manfaat antibodi monoklonal, antara lain:untuk
mendeteksi kandungan hormon korionik gonadotropin dalam urine wanita
hamil;mengikat racun dan menonaktifkannya;mencegah penolakan tubuh terhadap
hasil transplantasi jaringanlain.
- Pembuatan vaksin
Vaksin digunakan untuk mencegah serangan penyakit
terhadaptubuh yang berasal dari mikroorganisme.Vaksindidapat dari virus dan
bakteri yang telah dilemahkan atau racun yang diambil dari mikroorganisme
tersebut.
- Pembuatan antibiotika
Antibiotika adalah suatu zat yang dihasilkan oleh
organisme tertentu dan berfungsi untuk menghambat pertumbuhan organismelain
yang ada di sekitarnya. Antibiotika dapat diperoleh dari jamuratau bakteri yang
diproses dengan cara tertentu.Zat antibiotika telah mulai diproduksi secara
besar-besaran pada Perang Dunia II oleh para ahli dari Amerika Serikat
danInggris.
- Pembuatan hormon
Dengan rekayasa DNA, dewasa ini telah digunakan
mikroorganisme untuk memproduksi hormon. Hormon-hormon yang telah diproduksi,
misalnya insulin, hormon pertumbuhan, kortison,dan testosteron.
c. Bioteknologi bidang pertanian
Dewasa ini perkembangan industri maju dengan pesat.
Akibatnya, banyak lahan pertanian yang tergeser, lebih-lebih didaerah sekitar
perkotaan. Di sisi lain kebutuhan akan hasil pertanian harus ditingkatkan
seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk.Untuk mendukung hal tersebut,
dewasa ini telah dikembangkan bioteknologi di bidang pertanian. Beberapa
penerapan bioteknologi pertanian sebagai berikut.
- Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat nitrogen
Nitrogen (N2) merupakan unsur esensial dari
protein DNAdan RNA. Pada tumbuhan polong-polongan sering ditemukan nodul pada
akarnya. Di dalam nodul tersebut terdapat bakteri Rhizobium yang dapat
mengikat nitrogen bebas dari udara, sehingga tumbuhan polong-polongan dapat
mencukupi kebutuhan nitrogennya sendiri.
Dengan bioteknologi, para peneliti mencoba
mengembangkan agar bakteri Rhizobiumdapat hidup di dalam akar selain
tumbuhan polong-polongan. Di samping, itu juga berupaya meningkatkan kemampuan
bakteri dalam mengikat nitrogen dengan teknik rekombinasi gen.
Kedua upaya di atas dilakukan untuk mengurangi atau
meniadakan penggunaan pupuk nitrogen yang dewasa ini banyak digunakan di lahan
pertanian dan menimbulkan efek samping yang merugikan.
- Pembuatan tumbuhan tahan hama
Tanaman yang tahan hama dapat dibuat melalui rekayasa
genetika dengan rekombinasi gen dan kultur sel. Contohnya, untuk mendapatkan
tanaman kentang yang kebal penyakit maka diperlukangen yang menentukan sifat
kebal penyakit. Gen tersebut, kemudian disisipkan pada sel tanaman kentang. Sel
tanaman kentang tersebut,kemudian ditumbuhkan menjadi tanaman kentang yang
tahan penyakit. Selanjutnya tanaman kentang tersebut dapat diperbanyak dan
disebarluaskan.
d. Bioteknologi bidang peternakan
Dengan bioteknologi dapat dikembangkan produk-produk
peternakan. Produk tersebut, misalnya berupa hormon pertumbuhanyang dapat
merangsang pertumbuhan hewan ternak. Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan
hormon pertumbuhan hewan buatan atau BST (Bovin Somatotropin Hormon).Hormon
tersebut direkayasa dari bakteri yang, jika diinfeksikan pada hewan dapat
mendorong pertumbuhan dan menaikkan produksi susu sampai20%.
e. Bioteknologi bahan bakar masa depan
Saat ini telah ditemukan dua jenis bahan bakar yang
diproduksi dari fermentasi limbah, yaitu gasbio (metana) dan
gasahol(alkohol).Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak,
antara lain adalah biogas dan gasohol. Biogas dibuat dalam fase anaerob dalam
fermentasi limbah kotoran makhluk hidup. Pada fase anaerob akan dihasilkan gas
metana yang dibakar dan digunakan untuk bahan bakar.
Di negara Cina, dan India terdapat beberapa kelompok
masyarakat yang hidup di desa yang telah menerapkan teknologi fermenter gasbio
untuk menghasilkan metana. Bahan baku teknologi fermenter tersebut adalah feses
hewan, daun-daunan, kertas,dan lain-lain yang akan diuraikan oleh bakteri dalam
fermenter.Sedangkan teknologi gasohol telah dikembangkan oleh negara Brazil
sejak harga minyak meningkat sekitar tahun 1970.Gasohol dihasilkan dari
fermentasi kapang terhadap gula tebu yang melimpah. Gasohol bersifat murah,
dapat diperbarui dan tidak menimbulkan polusi.
f. Bioteknologi pengolahan limbah
Kaleng, kertas bekas, dan sisa makanan, sisa aktivitas
pertanian atau industri merupakan bahan yang biasanya sudah tak dikehendaki
oleh manusia. Bahan-bahan tersebut dinamakan limbahatau sampah. Keberadaan
limbah sangat mengancam lingkungan.Oleh karena itu, harus ada upaya untuk
menanganinya. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya
dengan ditimbun, dibakar, atau didaur ulang. Di antara semua cara tersebut yang
paling baik adalah dengan daur ulang.
Salah satu contoh proses daur ulang sampah yang telah
diuji pada beberapa sampah tumbuhan adalah proses pirolisis.
Prosespirolisis yaitu proses dekomposisi bahan-bahan sampah dengan suhu tinggi
pada kondisi tanpa oksigen. Dengan cara ini sampah dapat diubah menjadi arang,
gas (misal: metana) dan bahananorganik.
Bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali
sebagai bahan bakar. Kelebihan bahan bakar hasil proses ini adalah rendahnya
kandungan sulfur, sehingga cukup mengurangi tingkat pencemaran. Bahan hasil
perombakan zat-zat makroorganik (darihewan, tumbuhan, manusia ataupun
gabungannya) secara biologis kimiawi dengan bantuan mikroorganisme (misalnya
bakteri, jamur)sertaoleh hewan-hewan kecil disebut kompos.
Dalam pembuatan kompos, sangat diperlukan
mikroorganisme.Jenis mikroorganisme yang diperlukan dalam pembuatan kompos
bergantung pada bahan organik yang digunakan serta proses yang berlangsung
(misalnya proses itu secara aerob atau anaerob).
Selama proses pengomposan terjadilah penguraian,
misalnya selulosa, pembentukan asam organik terutama asam humat yang penting
dalam pembuatan humus. Hasil pengomposan bermanfaat sebagai pupuk.
Bioteknologi dapat diterapkan dalam pengolahan
limbah,misalnya menguraikan minyak, air limbah, dan plastik. Cara lain dalam
mengatasi polusi minyak, yaitu dengan menggunakan pengemulsi yang menyebabkan
minyak bercampur dengan air sehingga dapat dipecah oleh mikroba. Salah satu zat
pengemulsi,yaitu polisakarida yang disebut emulsan, diproduksi oleh bakteri Acinetobacter
calcoaceticus. Dengan bioteknologi, pengolahan limbah menjadi terkontrol
dan efektif. Pengolahan limbah secara bioteknologi melibatkan kerja
bakteri-bakteri aerob dan anaerob.
E.
KESIMPULAN
Bioteknologi berasal 2 kata yaitu Bio yang berarti
hidup dan Teknologi sehingga akan menghasilkan sebuah cabang ilmu baru yaitu
Ilmu yang mempelajari mengenai bagaimana cara memanfaatkan makhluk hidup
seperti jamur,bakteri, virus dan sebagainya yang dapat dimanfaatkan untuk
kemaslahatan manusia di bumi ini. Ilmu bioteknologi sudah sangat berkembang
pesat yang pada awalnya hanya bioteknologi konvensional kini sudah merambah
pada bioteknologi, modern, bioteknologi pertanian, bioteknologi pangan dan
sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar