A. IDENTITAS
Nama :
Desi Hartina
Npm :
15320040
Kelas :
Biologi A
Prodi :
Pendidikan Biologi
Mata kuliah :
Telaah Biologi SMP
Semester :
3
Dosen
pengampu : Bapak Agil Lepiyanto,M.Pd
B. KATA PENGANTAR
Puji dan
syukur kami panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan
karunia-Nya , kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa
ridha dan kasih sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat
terselesaikan . Kami tidak hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu kami . Kami
membuat jurnal ini bertujuan untuk menyelasaikan tugas yang diberikan oleh
dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak hanya menyelesaikan tugas , tetapi
bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan kita yang berkaitan dengan Sistem
Reproduksi Manusia. Kiranya jurnal ini bisa menambah pengetahuan bagi pembaca .
Meski begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu untuk dilakukan perbaikan
dan penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang membangun dari pembaca
akan kami terima dengan senang hati.
Metro, 4
Desember 2016
Desi Hartina
C. SUBTANSI
KAJIAN
1. Sistem
reproduksi manusia
2. Sistem
reproduksi laki-laki
3. Sistem
reproduksi wanita
4. Penyakit
sistem reproduksi
D.REVIEW PEMBELAJARAN
SISTEM
REPRODUKSI MANUSIA
Reproduksi merupakan ciri
utama makhluk hidup yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.
Reproduksi pada manusia diawali oleh peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan
sel kelamin betina (ovum) yang menghasilkan zigot. Berdasarkan kepemilikan alat
kelaminnya, manusia dikelompokkan menjadi organisme yang bersifat gonochoris
(satu individu memiliki satu alat kelamin).
Sistem reproduksi manusia,
baik laki-laki maupun wanita, memiliki empat komponen utama dalam sistem
reproduksinya, yaitu:
1.
Organ penghasil sel kelamin,
2.
Saluran reproduksi,
3.
Kelenjar tambahan, dan
4.
Alat kopulasi (senggama)
1.
Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem reproduksi laki-laki
dirancang untuk menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan sperma. Sistem
reproduksi laki-laki terdiri dari:
§ Alat kelamin luar :
terdiri dari skrotum dan penis.
§ Alat kelamin dalam :
terdiri atas testis, kelenjar aksesori dan tubulus.
Gambar Sistem Reproduksi
Laki-Laki
a. Testis
Testis merupakan bagian alat
kelamin yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron. Di dalam
testis terdapat beberapa bagian sebagai berikut.
1) Tubulusseminiferus :
saluran berkelok-kelok tempat pembentukan sperma (terjadi spermatogenesis).
2) Sel leydig (sel
intestisial) : berfungsi menghasilkan hormon testosteron.
3) Tunicaalbicans : lapisan
pembungkus testis, berupa lapisan fibrosa.
4) Sel sertoli : berfungsi
untuk menyediakan makanan bagi sperma.
b. Skrotum
Merupakan sebuah kantung yang
berfungsi untuk menjaga agar suhu testis di bawah suhu tubuh atau tidak jauh di
bawah suhu tubuh. Ketika udara di luar skrotum rendah, skrotum akan mendekat
pada tubuh (mengerut) supaya testis mendapat suhu lebih tinggi. Sebaliknya,
jika suhu normal, skrotum akan menjauhi tubuh supaya suhu testis tidak terlalu
tinggi. Hal ini disebabkan karena spermatogenesis tidak berlangsung baik pada
suhu tubuh normal manusia.
c. Vas deferens
Berfungsi menyalurkan sperma
menuju uretra (saluran air seni yang juga sebagai saluran ejakulasi sperma). Di
bagian ujungnya terdapat
ampula , yang merupakan
pelebaran saluran ini, fungsinya sebagai muara dari kantong semen
(vesicaseminalis) .
d. Epididimis
Sebuah saluran
berkelok-kelok yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan pematangan sperma.
e. Uretra
Uretra merupakan saluran
sperma. Uretra berfungsi membawa sperma ke luar tubuh.
f. Tubulusrecti
Tempat bermuaranya saluran
dari tubulusseminiferus.
g. Penis
Penis merupakan alat
kopulasi. Kopulasi merupakan peristiwa masuknya penis ke dalam vagina untuk
melakukan reproduksi (menyalurkan sel sperma).
h. Kelenjar tambahan
1)
Kantung semen (vesicaseminalis)
Kantung
penampung semen (pemberi nutrisi bagi sperma).
2)
Kelenjar prostat
Menghasilkan
cairan berwarna putih susu yang bersifat basa (cairan ini berfungsi untuk
melindungi sperma dari suasana asam yang membahayakan sperma saat berada di
dalam vagina sehingga sperma dapat bergerak aktif.
3)
Kelenjar Cowper (Bolbouretra)
Berfungsi
menghasilkan cairan pelicin (lendir) dan menambah cairan semen.
2.
Sistem Reproduksi wanita
Sistem reproduksi wanita
terdiri dari:
§ Alat kelamin luar
(eksternal), meliputi klitoris, labiamayora dan labiaminora, lubang saluran
kencing, lubang vagina, fundus (lipatan paha).
§ Alat kelamin dalam (internal),
meliputi sepasang ovarium (gonad), tuba fallopi (oviduk), dan uterus (rahim).
a. Ovarium (indung telur)
Sepasang ovarium terdapat di
rongga perut dan berfungsi menghasilkan sel telur (ovum) dan hormon (estrogen
dan progesteron). Proses pembentukan ovum di ovarium bersiklus selama 30 hari
sekali dan disebut oogenesis,. Sel telur yang sudah matang akan dikeluarkan
dari ovarium. Peristiwa ini disebut ovulasi.
b. Tuba fallopi (oviduk)
Merupakan saluran telur yang
berjumlah sepasang (kanan dan kiri) dengan panjang 12 cm. Bentuknya mirip
corong dan berfungsi untuk menangkap sel telur (ovum) serta menyalurkan ovum ke
arah rahim dengan gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia yang
terdapat di dinding tuba fallopi. Pada saluran inilah terjadi pembuahan ovum
oleh sperma.
c. Rahim (uterus)
Organ ini berbentuk seperti
kantong dan berfungsi sebagai tempat implantasi embrio (ovum yang dibuahi
sperma akan menjadi embrio). Dinding rahim tersusun atas tiga lapis jaringan,
yaitu lapisan luar (serosa), lapisan tengah (myometrium ) dan lapisan dalam
(endometrium).
Pada saat ovulasi, dinding
rahim menebal. Namun jika tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim yang
seharusnya menjadi tempat melekat (implan) embrio akan meluruh. Peristiwa ini
disebut menstruasi.
Aktivitas ovulasi dan
menstruasi memiliki empat tahapan:
1)
Tahap menstruasi; tahap dikeluarkannya dinding rahim dari dalam tubuh karena
kurangnya kadar hormon progesteron.
2)
Tahap praovulasi ; masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium karena
dipicu oleh hormon estrogen.
3)
Tahap ovulasi; Keluarnya sel telur dari ovarium.
4)
Tahap pascaovulasi ; masa kemunduran sel telur jika tidak terjadi pembuahan.
Tahap ini terjadi penambahan junlah hormon progesteron sehingga dinding rahim
menebal. Jika tidak terjadi pembuahan maka dinding sel akan meluruh, disebabkan
berkurangnya hormon progesteron.
d. Vagina
Merupakan alat kopulasi
wanita sekaligus jalan keluarnya janin dari dalam rahim ke dunia. Selain
sebagai organ kelamin, vagina juga berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan
dinding endometrium yang meluruh saat menstruasi.
3. Sperma dan Ovum
Sel sperma dan sel telur
memiliki tahap pembentukan yang berbeda dengan sel tubuh. Sel kelamin terbentuk
melalui pembelahan meiosis. Selama pembelahan, setiap sel membelah dua kali
berturut-turut sehingga membentuk empat sel anakan. Satu spermatosit akan
membentuk empat sperma matang. Sedangkan pada sel telur, satu oosit akan
membentuk satu ovum fungsional yang ukurannya lebih besar dari tiga ovum
disfungsional lainnya. Ukuran sel telur jauh lebih besar dari sel sperma, oleh
karena itu saat akan terjadi pembuahan ribuan sel sperma berebut uuntuk bisa
membuahi sebuah sel telur saja.
3. Penyakit Menular Seksual pada Organ
Reproduksi
a. Penyakit Menular Seksual
(PMS) yang diakibatkan oleh virus
1) AIDS
(AcquiredImmunoDeficiencySyndrome) adalah penyakit berupa menurunnya kekebalan
tubuh pada penderitanya. Hal ini dikarenakan limfosit (penghasil antibodi)
dihancurkan oleh HIV (Human Immunideficiency Virus) .
Cara penularan HIV melalui:
§ Hubungan seksual dengan
penderita HIV/ AIDS.
§ Ibu yang menginfeksi janin
yang dikandungnya atau lewat ASI.
§ Jarum suntik yang tidak
steril dan digunakan secara bergantian (narkoba).
§ Transfusi darah yang
tercemar virus HIV.
2) Herpes : diakibatkan oleh
virus Herpes simplex. Gejalanya adalah pembengkakakan kelenjar di lipatan paha,
demam, nyeri serta munculnya bintil kemerahan di alat kelamin yang terasa perih
dan panas.
b. Penyakit Menular Seksual
(PMS) yang diakibatkan oleh Jamur dan Protozoa
1) Kandidiasis : disebabkan
oleh Candidiaalbicans. Gejalanya adalah keluarnya cairan keputihan pada vagina,
gatal, dan kemerahan di sekitar alat kelamin berbusa dan jika akut akan
mengeluarkan cairan berwarna kehijauan dengan bau busuk.
2) Trikomoniasis :
disebabkan oleh protozoa
Trychomonasvaginalis.
Gejalanya adalah keluarnya cairan keputihan pada vagina, gatal, dan jika parah
akan mengeluarkan cairan berwarna kehijauan dengan bau busuk.
c. PMS yang diakibatkan oleh
Bakteri
1) Sipilis : disebut juga Raja
Singa. Penyebabnya adalah infeksi bakteri Treponemapallidum. Gejalanya adalah
munculnya luka di sekitar labia kemaluan atau leher rahim pada wanita,
sedangkan pada laki-laki muncul luka berdarah di sekeliling penis. Pada tahapan
selanjutnya dapat menyerang organ dalam seperti otak, jantung, pembuluh darah,
sumsum tulang belakang dan saraf dan dapat mengakibatkan kematian yang
menyakitkan.
2) Gonorhoe : disebabkan
oleh bakteri
Nisseriagonorhoe . Gejala
yang ditunjukkan pada laki-laki dan perempuan berbeda. Pada laki-laki ditandai
dengan munculnya rasa nyeri saat ereksi atau buang air seni, kemudian diikuti
kencing nanah terutama di pagi hari. Pada wanita ditandai dengan nyeri di perut
bagian bawah, nyeri pada kelamin, keputihan dan rasa perih menyengat saat buang
air kecil
3) Klamidiasis : Ditandai
dengan pengeluaran darah pada alat kelamin dan gejalanya mirip dengan Gonorhoe,
namun penyebabnya adalah
Chlamidiatrachomatis.
E.KESIMPULAN
Reproduksi merupakan ciri
utama makhluk hidup yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.
Reproduksi pada manusia diawali oleh peleburan sel kelamin jantan (sperma)
dengan sel kelamin betina (ovum) yang menghasilkan zigot. Berdasarkan
kepemilikan alat kelaminnya, manusia dikelompokkan menjadi organisme yang
bersifat gonochoris (satu individu memiliki satu alat kelamin).
Sistem reproduksi manusia,
baik laki-laki maupun wanita, memiliki empat komponen utama dalam sistem
reproduksinya, yaitu:
1.
Organ penghasil sel kelamin,
2.
Saluran reproduksi,
3.
Kelenjar tambahan, dan
4.
Alat kopulasi (senggama)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar