Pewarisan sifat (15320036 )
A.
IDENTITAS
· Nama :
Ahmad Dwiki Prasetyo
· NPM :
15320036
· Prodi :
Pendidikan biologi
· Kelas :
A
· Mata
kuliah :
Telaah biologi
· Dosen
pengampau : Dr. Muhfahroyin M.Ta.
dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
· Pertemuan-ke :
10 (sepuluh)
B.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami
panjatkan kepada Allah SWT , Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunia-Nya ,
kami dapat menyelesaikan tugas jurnal Telaah Biologi SMP. Tanpa ridha dan kasih
sayang serta petunjuk dari-Nya mustahil tugas ini dapat terselesaikan . Kami tidak
hanya bersyukur kepada-Nya saja tetapi kami mengucapkan terima kasih kepada
teman-teman yang telah membantu kami . Kami membuat jurnal ini bertujuan untuk
menyelasaikan tugas yang diberikan oleh dosen . Dari pembuatan jurnal ini tidak
hanya menyelesaikan tugas , tetapi bertujuan menambah pengetahuan dan wawasan
kita yang berkaitan dengan Pewarisan Sifat. Kiranya jurnal ini bisa menambah
pengetahuan bagi pembaca . Meski begitu , penulis sadar bahwa jurnal ini perlu
untuk dilakukan perbaikan dan penyempurnaan . Untuk itu , saran dan kritik yang
membangun dari pembaca akan kami terima dengan senang hati.wassalamualaikum wr,
wb.
Metro, 19
Desember 2016
Penyusun
Ahmad Dwiki
Prasetyo
C. SUBTANSI
KAJIAN
1. Kromosom dan Gen
2. Hukum Penurunan Sifat
Mendel
3. Cara Mencari Jumlah dan
Macam Gamet
4. Penurunan Sifat pada
Manusia
D.
REVIEW PEMBELAJARAN
a. Kromosom dan Gen
Gen ialah suatu substansi kimia dalam kromosom
yang bertanggung jawab terhadap pewarisan sifat organisme. Gen berperan untuk menentukan
pewarisan sifat seperti rasa, warna, dan bentuk. Gen terdapat di dalam
kromosom, dan menempati tempat-tempat tertentu yaitu di dalam lokus-lokus
kromosom. Kromosom adalah unit genetik yang terdapat dalam setiap inti sel
pada semua makhluk hidup, kromosom berbentuk deret panjang molekul
yang disusun oleh DNA dan protein-protein.
b. Hukum Penurunan Sifat
Mendel
Salah satu percobaan yang dilakukan Mendel adalah
meyilangkan tanaman kacang kapri berbiji bulat galur murni dengan
tanaman kacang kapri berbiji keriput galur murni dan
sebaliknya. Galur murni (pure line) adalah tumbuhan yang melakukan
penyebukan sendiri dan menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat
seperti induknya meskipun ditanam ulang beberapa kali, dan memiliki pasangan
gen (alel) yang sama, yaitu dominan saja atau resesif saja. Ada juga pendapat
yang menyatakan galur murni adalah suatu populasi yang terdiri
dari individu-individu yang genetisnya sama (homozigot) akibat dari kawin
silang dalam (inbreeding) atau perkawinan keluarga. Kedua pendapat diatas
memiliki satu kesaman yaitu pada susunan genetisnya yang homozigot. Adapun
hipotesa yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pada setiap
organisme ada sepasang faktor yang mengendalikan sifat tertentu. Sepasang
faktor tersebut sekarang disebut gen.
2. Gen-gen yang
bersifat dominan akan mengalahkan gen-gen yang bersifat resesif. Prinsip
dominan tersebut ditunjukkan dengan tanaman kacang kapri (F1) yang bergenotipe
Mm tampak berbunga merah.
3. Keturunan pertama
(F1) dengan genotipe Mm, menghasilkan dua macam gamet yang berjumlah sama.
Misalnya: jika dihasilkan 50 serbuk sari, 25 sebuk sari memiliki genotipe M dan
25 serbuk sari yang lain memiliki genotipe m. Demikian juga pada sel telurnya.
Hal ini terjadi karena pada waktu pembentukkan sel gamet pasangan gen Mm
memisah secara bebas. Akibatnya masing-masing sel kelamin (sebuk sari atau sel
telur) hanya memperoleh satu gen, yaitu M atau m. Peristiwa ini untuk
selanjutnya disebut denganprisip pemisahan secara bebas.
4. Dari
hipotesa di atas, Mendel selanjutnya merumuskan sebuah prinsip yang berkaitan
dengan pewarisan sifat, yang selanjutnya disebut dengan hukum Mendel
(Mendelisme), sebagai berikut :
Prinsip berpisah secara bebas (segregasi). Selama
pembentukkan gamet, tiap alel diturunkan secara bebas kepada setiap gamet. Ini
terjadi pada persilangan monohibrid
b. Hukum Mendel - II.
Prinsip berpasangan (penggabungan) gen secara bebas.
Selama pembentukkan gamet dihibrid F1, pasangan alel akan mencari pasangan
yang bukan alelnya. Misalnya, dari persilangan induk dengan dua sifat beda
(dihibrid) diperoleh F1 dengan genotipe BbKk. Dalam pembentukkan gametnya
B tidak akan berpasangan dengan b melainkan B akan berpasangan dengan K atau k
sehingga gamet yang terbentuk BK, Bk, bK, dan bk.
Ø MONOHIBRID
Monohibrid atau monohibridisasi ialah suatu
persilangan pembastaran dengan satu sifat beda. Monohibrid pada percobaan
Mendel adalah persilangan antara ercis tinggi dan ercis berbatang pendek. Untuk
mengetahui bahwa suatu gen bersifat dominan maka harus dilakukan
monohibridisasi antara individu yang memiliki sifat gen tersebut dengan sifat
kontrasnya (alelnya) yang sama-sama bergalur murni . Jika fenotif F1 sama
dengan sifat gen yang diuji tadi, berarti jelaslah bawah sifat itulah yang
dominan.
Perhatikan diagram monohibrid antara ercis berbatang
tinggi dengan ercis bertang pendek sebagai berikut.
Parental (P1)
:
♂ TT (tinggi)
>< ♀ tt (pendek)
Gamet
:
T
t
Filial 1
:
Tt (tinggi)
Bila F1 disilangkan dengan sesamanya (F1) maka :
♂Tt (tinggi)
>< ♀Tt (tinggi)
Gamet:
T, t
T,t
Pada F2
|
T
|
t
|
|
|
T
|
TT (tinggi)
|
Tt (tinggi)
|
|
T
|
Tt (tinggi)
|
tt (pendek)
|
Keterangan:
T: merupakan simbol untuk gen yang menentukan batang
tinggi
t: merupakan simbol untuk gen yang menentukan batang
pendek
Dengan membuat tabel seperti di bawah ini, dapat
kita ketahui bahwa sifat batang tinggi (T) dominan terhadap sifat batang
pendek (t).
|
Fenotif
|
Genotif
|
Jumlah genotif
|
Perbandingan Fenotif
|
|
Tinggi
Pendek
|
TT
Tt
Tt
|
1
2
1
|
3
1
|
Jika kita amati pada pembentukan gamet dari tanaman
heterozigot (F1) ternyata ada pemisahan alel sehingga ada gamet dengan
alel T dan ada gamet dengan alel t. Prinsip pembentukan gamet pada genotip
induk yang heterozigot dengan pemisahan alel tersebut dikenal dengan Hukum
1 Mendel yang disebut Hukum segregasi (pemisahan) secara bebas.
Jika sifat gen dominan tidak penuh (intermediat),
maka fenotif individu F1 tidak seperti salah satu fenotif induk galur murni,
melainkan mempunyai sifat fenotif diantara kedua induknya. Demikian pula
perbandingan fenotif F2-nya tidak 3 : 1, melainkan 1 : 2 : 1, sama dengan
perbandingan genotif F2-nya. Contoh persilangan antara Mirabilis
jalapa merah galur murni (MM) dengan tanaman bungan Mirabilis
Jalapa putih galur murni (mm). Buatlah diagram persilangannya!
Ø DIHIBRID
Dihibrid atau dihibridisasi ialah suatu persilangan
(pembastaran) dengan dua sifat beda. Untuk membuktikan Hukum II Mendel yang
dikenal dengan Prinsip berpasang-pasangan secara bebas, Mendel
melakukan eksperimen dengan membastarkan tanaman Pisum
sativum bergalur murni berbiji kisut, berwarna hijau. Gen B (bulat )
dominan terhadap b (kisut), dan K (kuning) dominan terhadap k (hijau) sebagai
berikut.
Skema persilangan
P1
:
BBKK (bulat, kuning)
>< bbkk (keriput hijau)
Gamet:
BK
bk
F1:
BbKk (bulat kuning)
Jika F1 disilangkan dengan sesamanya,
BbKk (bulat kuning ><
BbKk (bulat kuning)
Gamet:
BK, Bk, bK, dan
bk
BK, Bk, bK, dan bk
F2:
|
BK
|
Bk
|
bK
|
bk
|
|
|
BK
|
BBKK 1
|
BBKk 2
|
BbKK 3
|
BbKk 4
|
|
Bk
|
BBKk 5
|
BBkk 6
|
BbKk 7
|
Bbkk 8
|
|
bK
|
BbKK 9
|
BbKk 10
|
bbKK 11
|
bbKk 12
|
|
Bk
|
BbKk 13
|
Bbkk 14
|
bbKk 15
|
bbkk 16
|
Fenotif pada F2:
a. bulat,
kuning : No. 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13
b. Bulat,
hijau: No. 6, 8, 14
c. Kisut
kuning: No. 11, 12, 15
d. Kisut
hijau: No. 16
Rasio Fenotif:
Bulat kuning : bulat
hijau : kisut kuning : kisut hijau = 9 : 3 : 3 :1
Rasio Genotif:
BBKK :
BBKk : BbKK : BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk = 1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 1 :
2 : 2 : 1
Jika
prinsip-prinsip Mendel tersebut kita jadikan 4 prinsip, maka dapat kita
simpulkan sebagai berikut:
· Prinsip
hereditas : menyatakan bahwa pewarisan sifat-sifat organisme dikendalikan
oleh faktor menurun (gen). Setiap individu yang berkembang dari zigot merupakan
hasil dari persatuan gamet-gamet, yaitu gamet jantan (spermatozoon ) dan gamet
betina (ovum). Melalui gamet –gamet inilah informasi genetik dari kedua orang
tua (induk) diturunkan kepada individu yang dibentuknya.
· Prinsip
segregasi bebas: pada pembentukan gamet, pasangan gen memisah secara bebas
sehingga tiap gamet mendapatkan salah satu gen dari pasangan alel tadi.
· Prinsip
berpasangan bebas: pada pembuahan (fertilisasi), gen-gen dari gamet
jantan maupun gen-gen dari gamet betina akan berpasangan secara bebas.
· Prinsip
dominansi penuh atau tidak penuh (intermediat): fenotip (pengaruh) gen dominan
akan terlihat menutupi pengaruh gen resesif. Sedangkan pada prinsip dominasi
tidak penuh fenotip gen pada individu heterozigot berada di antara pengaruh
kedua alel gen yang menyusunnya.
c. Cara Mencari Jumlah dan
Macam Gamet
Misalnya disilangkan:
P : Aa Bb Cc Dd
Ee x aa bb Cc DD ee
Lihatlah induk pertama, gamet yang dibentuk ada 32,
sedangkan induk satunya hanya membentuk 2 gamet. Ingat bahwa mencari gamet
menggunakan rumus 2n, dimana n adalah jumlah alel yang
heterozigot. Jadi total keturunan adalah 32 x 2 = 64. Lah, terus jumlah
genotifnya berapa? Ya 64, karena jumlah genotif = jumlah keturunan.
Untuk mencari macam genotifnya dengan cepat
perhatikan skema di bawah ini.
Jika disilangkan antara alel Aa dengan aa, maka
keturunannya adalah Aa dan aa (ingat prinsip dasar persilangan monohibrid).
Kalau gak ngerti maksudnya baca dulu persilangan antar alel.
Perhatikan bahwa macam genotifnya ada dua yaitu Aa dan aa. Sekarang
lihat persilangan alel Cc dengan Cc, keturunannya adalah CC, 2Cc, dan cc.
Perhatikan bahwa ada 3macam genotif dengan jumlah genotif 4.
Nah jika semua alel disilangkan, hasilnya tampak
seperti di atas. Lihatlah angka yang menunjukkan macam genotif hasil
persilangan antar alel tersebut. Untuk memperoleh macam genotif yang terbentuk,
tinggal kalikan saja angka-angka tersebut. Jadi yang kita peroleh adalah 2 x 2
x 3 x 2 x 2 = 48.
d. Penurunan Sifat pada
Manusia
Manusia mempunyai 23 pasang kromosom yang terdiri
dari autosom (kromosom tubuh dan gonosom (kromosom kelamin). Maka rumus
kromosom pada pria adalah 22AAXY dan pada wanita 22AAXX. Rumus tersebut artinya
manusia memiliki 22 pasang autosom dan sepasang kromosom yang menentukan jenis
kelamin (gonosom/kromosom seks). Jadi kromosom seks ada dua jenis, yaitu XY
untuk pria dan XX untuk wanita.
1. Pewarisan Sifat yang
Terpaut dalam Kromosom Seks
Gen yang bertempat pada kromosom seks disebut gen
terpaut seks. Sifat gen yang terpaut dalam seks sifatnya bergabung dengan jenis
kelamin tertentu dan diwariskan bersama kromosom seks. Umumnya gen terpaut seks
terdapat pada kromosom X, tetapi ada juga yang terpaut pada kromosom Y.
a. Buta warna
Orang yang menderita buta warna tidak dapat
membedakan warna-warna tertentu, buta warna merah hijau, tidak mampu membedakan
warna merah dan hijau. Buta warna ini dikendalikan oleh gen resesif. Gen ini
terpaut dalam kromosom X. Terdapat 5 kemungkinan genotipe, yaitu:
· XC XC :
wanita normal
· Xc Xc :
wanita buta warna
· XC Xc :
wanita pembawa buta warna/karier
· XC Y
: pria normal
· Xc Y
: pria buta warna
Wanita karier atau pembawa artinya wanita yang
secara fenotipe normal tetapi secara genotipe dia membawa alel sifat resesif
untuk buta warna
b.Hemofilia
Hemofilia merupakan kelainan dimana seseorang
darahnya tidak dapat/sulit membeku bila luka. Luka kecil pun dapat menyebabkan
penderita meninggal karena terjadi pendarahan yang terus-menerus. Gen yang
mengendalikan sifat ini adalah gen resesif dan terpaut dalam kromosom X. Dalam
keadaan homozigot resesif gen ini bersifat letal (menimbulkan kematian).
Beberapa kemungkinan susunan genotype adalah:
Beberapa kemungkinan susunan genotype adalah:
· XH XH :
wanita normal
· Xh Xh :
wanita hemofilia bersifat letak
· XH Xh :
wanita pembawa/karier
· XH Y
: pria normal
· Xh Y
: pria hemofilia
E.
KESIMPULAN
Gen ialah suatu substansi kimia dalam kromosom
yang bertanggung jawab terhadap pewarisan sifat
organisme. Kromosom adalah unit genetik yang terdapat dalam setiap
inti sel pada semua makhluk hidup, kromosom berbentuk deret panjang
molekul yang disusun oleh DNA dan protein-protein. Hukum penurunan sifat mendel
ada 2 yaitu hukum mendel 1 dan hukum mendel 2. Untuk mencari jumlah gamet
dengan cara melihat induk pertama kemudian menyilangkan anatara alel. Penurunan
sifat pada manusia berhubungan dengan kromosom seks, yaitu hemofilia, golongan
darah dan buta warna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar