Selasa, 03 Januari 2017

bioteknologi 15320011





Identitas
Nama                                      : Hendra Gunawan
NPM                                        : 15320011
Prodi                                        : Pendidikan Biologi
Kelas                                       : Biologi A
Mata Kuliah                             : Telaah Biologi SMP
Materi                                      : Bioteknologi
Dosen Pengampu                   : Dr. Mufahroyin M.Ta dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
Pertemuan                              : Kelima Belas

Pengantar
Assalamualaikum, wr wb.
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufik, Hidayah serta kekuatan kepada saya sampai saat ini, sehingga saya dapat menyelesaikan jurnal mata kuliah “Telaah Biologi SMP”.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah menyelesaikan tugas ringkasan materi Telaah Biologi SMP pertemuan ke-15 yang diampu oleh bapak Dr. Mufahroyin M.Ta dan bapak Agil Lepiyanto ,M.Pd.
Saya menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan jurnal ini. Dan saya mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca umumnya dan bagi saya.

Wassalamualaikum wr.wb


Metro, Desember  2016

Penulis


Substansi Kajian
a.    Penerapan Bioteknologi Sederhana
b.    Dampak Negatif Bioteknologi
c.    Usaha Mengatasi Dampak Penerapan Bioteknologi

Review Pembelajaran

a.    Penerapan Bioteknologi Sederhana

Bioteknologi konvensional atau biasa juga disebut bioteknologi tradisional adalah suatu penerapan bioteknologi yang telah digunakan sejak ilmu pengetahuan masih belum berkembang pesat, penggunaannya terbatas pada peran organisme melalui teknik fermentasi yang terjadi dalam skala kecil, dan prosesnya masih sangat sederhana. Adapun beberapa contoh penerapan bioteknologi konvensional dapat kita temui dalam proses pembuatan bahan pangan yang menerapkan teknik fermentasi seperti tape, anggur, tempe, oncom, kecap, tauco, dan lain sebagainya. 

  Bioteknologi Konvensional dalam Pengolahan Susu
1.    Yogurt.
Camilan satu ini terbuat dari hasil fermentasi susu oleh bakteri Streptococcus thermophillus dan Lactobasilus bulgaricus. Susu yang biasa digunakan adalah susu hewan yang terlebih dahulu dipasteurisasi.
2.    Keju.
Keju merupakan contoh penerapan bioteknologi konvensional yang dilakukan melalui metode pengawetan susu. Metode ini sudah dilakukan semenjak zaman Romai dan Yunani kuno. Keju dibuat dengan menambahkan bakteri asam laktat pada susu. Bakteri asam laktat tersebut misalnya Pripioni bacterium (untuk keju keras), Penicilium roqueforti (untuk keju setengah lunak), dan Penicilium camemberti (untuk keju keras). Adapun bakteri-bakteri tersebut berfungsi sebagai mikrobia yang dapat mengubah laktosa (gula susu) menjadi asam laktat yang padat dan menggumpal.
3.    Mentega.
Mentega contoh produk bioteknologi konvensional yang dihasilkan dari fermentasi krim susu menggunakan bakteri Streptococcus lactis. Bakteri ini dapat memisahkan tetesan mentega yang berlemak dengan cairan yang terkandung di dalamnya.



Ø  Bioteknologi Konvensional dalam Bidang Pangan
1.    Tapai atau tape
Dibuat melalui fermentasi ketan atau singkong menggunakan jamur Saccharoyces cerevisiae. Jamur ini merubah glukosa pada bahan menjadi asam asetat, energi, alkohol dan karbondioksida.
2.    Tempe dan oncom
Tempe dibuat melalui fermentasi kedelai menggunakan bantuan jamur Rhizopus sp. yang dapat merubah protein kompleks dari kedelai menjadi asam amino, oncom hitam dibuat dari fermentasi ampas tahu menggunakan jamur Neurospora crassa, sedangkan oncom hitam dibuat dari fermentasi bungkil kacang tanah menggunakan jamur Rhizopus oligosporus.
3.    Roti
Roti terbuat dari bahan utama berupa tepung terigu. Agar adonan roti dapat mengembang, para pembuatnya biasanya akan menambahkan ragi roti atau Saccharomyces cerevisiae. Selain membuat adonan roti lebih mengembang, penambahan mikroorganisme ini juga membuat tekstur roti menjadi lebih lembut dan tidak bantat.
4.    Kecap dan tauco
Kecap terbuat dari kedelai yang ditambahkan dengan jamur Aspergilus soyae dan Aspergilus wentii, sedangkan tauco terbuat dari kedelau yang ditambai bakteri Aspergilus oryzae. Jamur-jamur ini merubah protein kompleks kedelai menjadi asam amino yang lebih mudah dicerna oleh tubuh manusia.
5.    Minuman berakohol Anggur, wine, rum, sake
adalah beberapa contoh produk bioteknologi konvensional yang menggunakan lebih dari satu mikroorganisme dalam proses pembuatannya. Misalnya dalam produksi alkohol, pati dari ketan atau bahan berkarbohidrat lainnya diubah menjadi glukosa menggunakan bantuan jamur Aspergilus. Glukosa tersebut kemudian diubah menjadi etanol mengunakan bantuan jamur Saccharomyces.





Ø  Bioteknologi Konvensional dalam Bidang Lainnya
1.    Biogas
Biogas merupakan salah satu energi alternatif pengganti minyak bumi yang dihasilkan melalui fermentasi kotoran ternak dan bahan organik lainnya. Melalui fermentasi ini, bahan-bahan tersebut diubah menjadi metana yang dapat berfungsi sebagai penghasil energi yang mirip gas LPG.
2.    Pengolahan Limbah
Sebelum dibuang ke perairan, limbah industri mengalami serangkaian proses pengolahan untuk menurunkan tingkat pencemarannya. Pengolahan limbah dewasa ini dilakukan menggunakan bantuan mikroba pengolah limbah, misalnya Methanobacterium. Bakteri tersebut menguraikan limbah organik menjadi karbondioksida, metana, dan hidrogen.
3.    Obat-obatan
Contoh bioteknologi konvensional dapat pula ditemukan dalam produksi obat-obatan. Jamur Penicillium sp. digunakan sebagai antibiotik penisilin, antibiotik yang perannya sangat penting di dunia kesehatan untuk mengobati penyakit-penyakit akibat infeksi patogen.


b.    Dampak Negatif Bioteknologi
1. Alergi
Dampak negatif bioteknologi yang pertama misalnya adalah terjadinya reaksi alergi. Dampak ini timbul akibat penyisipan gen asing pada mahluk hidup yang menjadi makanan manusia. Oleh karena itu, gen asing yang disisipkan melalui rekayasa genetik perlu diuji dan diteliti dalam jangka waktu yang lama untuk memastikan keamanannya bagi manusia. Contoh kasus alergi misalnya terjadi pada konsumsi obat antibiotik pada ibu hamil yang bisa menyebabkan bayi dalam kandungannya mengalami gangguan pertumbuhan.

2. Keracunan
Gen asing yang mengkontaminasi produk makanan seperti bakteri Burkholderia cocovenenans pada pembuatan tempe bongkrek juga merupakan contoh dampak negatif bioteknologi yang perlu diwaspadai. Efek dari racun biologis yang dihasilkan bakteri ini bisa membuat terganggunya sistem pernafasan dan bahkan menyebabkan kematian bagi orang yang mengkonsumsinya.
3. Kepunahan Plasma Nutfah
Keanekaragaman plasma nutfah secara berangsur-angsur mulai menurun akibat adanya teknologi rekayasa genetik dalam memproduksi berbagai varian bibit unggul tanaman. Varian lokal ditinggalkan karena petani lebih memilih membudidayakan tanaman dengan penampilan fisik dan fisiologis yang lebih baik. Ini merupakan dampak negatif bioteknologi yang juga perlu diwaspadai. Pemberdayaan melalui konservasi plasma nutfah yang mulai punah akibat hadirnya gen-gen unggul tanaman baru merupakan salah satu tindakan nyata yang dapat dilakukan.

4. Kerusakan Ekosistem
Kondisi keseimbangan ekosistem juga mulai terganggu dengan bioteknologi konvensional dan modern yang mulai diterapkan dewasa ini. Contoh yang sudah terjadi misalnya tanaman kapas BT yang merupakan hasil rekayasa genetik telah mampu membunuh hama ulat yang memakannya. Bukan hanya itu, racun dalam tanaman unggul ini juga menyebabkan matinya banyak larva kupu-kupu dan serangga-serangga lainnya yang tidak bertindak sebagai hama tanaman.

5. Dampak Negatif Lainnya
Selain menimbulkan 4 dampak negatif di atas, bioteknologi juga telah menyebabkan beberapa dampak lain yang antara lain:
1.            Terjadinya pencemaran biologis yang berupa penyebaran tak terkendali dari organisme transgenik.
2.            Kerusakan tatanan sosial di masyarakat misalnya saat kloning pada manusia tak terkendali lagi.
3.            Munculnya penyakit-penyakit baru maupun kerentanan terhadap penyakit tertentu akibat pemanfaatan produk-produk transgenik.
c.    Usaha Mengatasi Dampak Penerapan Bioteknologi
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi/mengatasi akibat buruk penggunaan bioteknologi antara lain:
1. Penanganan limbah tempe, yang secara sederhana dapat dilakukan dengan cara:
a. Menampung dan menyaring limbah/air limbah tempe ke dalam sebuah bak. Kemudian bak ditutup agar tidak menimbulkan bau.
b. Kemudian, mengalirkan air limbah yang sudah disaring ke bak pengumpul. Pada bakini, air limbah yang berasal dari beberapa kali proses pembuatan tempe akan bercampur secara merata dan seragam.
c. Terakhir, mengalirkan air limbah yang berasal dari bak penampung, ke bak kedap udara dan selanjutnya diendapkan selama 20 hari. Didalam bak kedap udara, benda-benda (polutan) berat yang dapat membahayakan lingkungan diuraikan oleh mikroorganisme secara alami sehingga menjadi tidak berbahaya.
2. Untuk minuman beralkohol dikenai cukai atau pajak yang tinggi sehingga harganya mahal. Akibatnya tidak sembarang orang dapat mengonsumsi.Selain itu juga secara rutin diadakan penyitaan dan pemusnahan minum-minuman keras terutama yang berkadar alkohol tinggi.
3. Di beberapa negara untuk mengurangi kecelakaan, pengemudi mobil di tes kadar alkohol dalam darahnya.








E. Kesimpulan
           
Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa, Bioteknologi adalah usaha terpadu dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, seperti Mikrobiologi, Genetika, Biokimia, Sitologi, dan Biologi Molekuler untuk mengolah bahan baku dengan bantuan mikroorganisme, sel, atau komponen selulernya yang diproleh dari tumbuhan atau hewan sehingga menghasilkan barang dan jasa.
Bioteknologi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu : bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern. Peranan mikroorganisme dalam bioteknologi, yaitu dalam bidang pangan, dalam bidang pertanian dan perkebunan, dalam bidang peternakan, dalam bidang kedokteran dan farmasi, dalam bidang lingkungan (bioremediasi), dan dalam bidang pertambangan (biometalurgi). Bioteknologi bukan hanya memiliki dampak positif saja, tetapi juga memiliki dampak negatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar