Jurnal bioteknologi (15320036)
A. Identitas
· Nama :
Ahmad Dwiki Prasetyo
· NPM :
15320036
· Prodi :
Pendidikan biologi
· Kelas :
A
· Mata
kuliah :
Telaah biologi
· Dosen
pengampau : Dr. Muhfahroyin M.Ta.
dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
· Pertemuan-ke :
10 (sepuluh)
B. Pengantar
Assalamualaikum wr,wb
Dengan mengucap syukur alhamdullilah
atas kehadirat allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan rahmat karunianya,
kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil ringkasan materi
Telaah Biologi Smp.
Penyusunan ringkasan materi ini adalah
sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan tugas ringkasan
Materi Telaah Biologi Smp Pertemuan ke-10 dengan materi Bioteknologi .Saya
menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga penyusunan jurnal
yang memuat pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke- matakuliah Telaah
Biologi Smp.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Penyusun,
Ahmad Dwiki Prasetyo
C. Subtansi
Kajian
1.
Penerapan Bioteknologi Sederhana
2.
Dampak Negatif Bioteknologi
3.
Usaha Mengatasi Dampak Penerapan Bioteknologi
D. Review
Pembelajaran
Bioteknologi - Secara bahasa dapat diartikan yaitu Bio = makhluk hidup, teknologi
= teknik yang diterapkan, jadi Biotekonologi adalah teknik yang diterapkan pada
makhluk hidup. Namun bioteknologi juga dapat diartikan atau didefinisikan
sebagai penggunaan organisme atau sistem hidup untuk memecahkan masalah atau
untuk menghasilkan suatu produk yang bermanfaat. Definisi tersebut memiliki
arti bahwa sebenarnya manusia telah terlibat dengan bioteknologi sejak ribuan
tahun lalu sebagai contoh dibidang pangan adalah pembuatan bir, roti, dan keju.
pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru dibidang pertanian
serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Dibidang medis penerapan bioteknologi
pada masa lalu dibuktikan dengan penemuan vaksin dan, anti biotik, dan insulin
meskipun jumlahnya yang masih terbatas akibat proses fermentasi yang tidak
sempurna. Pada saat ini, bioteknologi berkembang sangat pesat terutama di
negara-negara maju.Dengan pengetahuan yang tinggi, manusia dapat mengelola
sumber daya alam menjadi suatu produk yang bernilai tinggi dengan bioteknologi.
Pengertian Bioteknologi Konvensional
Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi
yang menggunakan organisme atau mikroba untuk menghasilkan suatu senyawa kimia
atau produk dengan aktivitas-aktivitas mikroba dan belum menggunakan enzim.
Pengertian Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern merupakan bioteknologi
yang memanfaatkan biologi molekuler dan sel untuk menghasilkan produk yang
bermanfaat bagi manusia. Penerapan bioteknologi modern berdasarkan pada
rekayasa genetika dan rekayasa biokimia. Rekayasa genetika adalah teknik pengambilan gen tertentu
untuk menghasilkan organisme yang memiliki keunggulan secara genetik.
Penerapan Bioteknologi Konvensionel - Produk Makanan dari susu
Susu dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan, antaralain seperti
yoghurt, keju dan mentega.
1. Yoghurt
Yoghurt merupakan hasil fermentasi dari bahan dasar susu dengan bantuan
dari bakteriLactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophius.
Yoghurt merupakan salah satu jenis minuman yang lebih mudah dicerna apabila
dibandingkan dengan susu yang masih asli. Yoghurt sangat baik untuk dikonsumsi
oleh manusia, karena di dalam yoghurt terkandung banyak vitamin B kompleks yang
tinggi dan juga mempunyai daya antibiotika yang dapat mencegah pembusukan dini
pada usus halus manusia.
Proses pembuatan yoghurt sebagai berikut ini. Mula-mula, susu
dipasteurisasi terlebih dahulu, selanjutnya didinginkan hingga suhunya
kira-kira 30 derajat celcius. Bakteri asam laktat kemudian ditambahkan pada
susu. Kemudian, susu disimpan dalam wadah tertutup kurang lebih selama 1 hari
(24 jam) dalam suhu kamar, yaitu antara 25 - 40 derajat celcius. Selama proses
penyimpanan, pH akan turun menjadi 4.0 sebagai akibat dari kegiatan bakteri
asam laktat. Selanjutnya, susu didinginkan dan dapat diberi gula secukupnya.
2. Keju
Keju diproduksi dengan cara menggunakan metode pengawetan susu. Keju ini
sudah mulai diproduksi sejak zaman Yunani dan Romawi kuno. Keju terbuat dari
bahan susu yang diasamkan dengan memanfaatkan bateri asam laktat. Adapun proses
pembuatan keju adalah sebagai berikut.
Susu dipanaskan pada suhu tertentu selama beberapa waktu untuk membunuh
bakteri yang berbahaya (proses ini disebut dengan pasteurisasi). Setelah itu,
susu tersebut ditambah dengan bakteri asam laktat, seperti lactobacillus
bulgaricus dan streptococcus thermophillus, bakteri ini digunakan
untuk mengubah gula susu (laktosa) menjadi asam susu (asam laktat). Setelah
itu, kemudian susu yang sudah ditambah dengan bakteri asam laktat, ditambah
lagi dengan campuran enzim dengan kandungan utama kimosin (renin) untuk
menggumpalkan susu sehingga terbentuk dadih susu. Bagian yang cair atau disebut
whey dipisahkan dari bagian yang menggumpal. Dan bagian yang padat (dadih)
diperas dan dipadatkan. Selanjutnya, dadih diberi garam dan dibiarkan agar
terjadi pematangan. Keju digolongkan berdasarkan kepadatannya. Kepadatan keju
dipengaruhi oleh kelembaban. Makin kecil kelembapannya, makin besar kemampatan
keju, sehingga keju semakin keras. Kepadatan keju ini juga dipengaruhi oleh
mikrobia yang digunakan dalam proses fermentasi.
Propioni bacterium dipergunakan dalam proses pembuatan keju
keras, penicillium roqueforti digunakan dalam proses pembuatan
keju setengah lunak, dan penicillium camemberti digunakan
dalam produksi keju lunak. Enzim dari mikrobia ini akan mencerna protein dan
lemak dadih menjadi asam amino dan asam lemak serta menambah aroma dan cita
rasa dari keju.
3. Mentega
Mentega yang sering kita gunakan sehari-hari terbuat dari krim susu yang
mana mentega ini memanfaatkan bakteri Streptococcus lactis, krim
susu terus diaduk sampai tetesan-tetesan mentega yang berlemak memisah dari
cairannya.
Penerapan Bioteknologi Konvensional - Produk Makanan Nonsusu
1. Tapai
Tapai yang sering kita temui dan kita makan adalah tapai yang terbuat dari
ketan atau umbi-umbian seperti singkong. Bahan dasar yang berupa ketan sampai
singkong ini kemudian akan mengalami fermentasi, dan akhirnya menjadi tapai.
Fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi. Sebenarnya di dalam ragi terdapat berbagai macam jenis mikrobia. Tetapi yang paling banyak terkandung dalam ragi adalah mikrobia/jamur jenis Saccharomycer cereviceae. Jamur ini akan memecah glukosa pada singkong menjadi asam asetat, alkohol, energi dan karbon dioksida. Hal ini menjadikan tapai memiliki cita rasa yang khas.
Fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi. Sebenarnya di dalam ragi terdapat berbagai macam jenis mikrobia. Tetapi yang paling banyak terkandung dalam ragi adalah mikrobia/jamur jenis Saccharomycer cereviceae. Jamur ini akan memecah glukosa pada singkong menjadi asam asetat, alkohol, energi dan karbon dioksida. Hal ini menjadikan tapai memiliki cita rasa yang khas.
2. Tempe dan Oncom
Tempe adalah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia, selain
harganya terjangkau juga kandungan gizi yang banyak terkandung dalam tempe.
Tempe ini terbuat dari bahan dasar kedelai dengan bantuan ragi tempe yang
berupa jamur Rhizopus sp. Jamur yang digunakan untuk membuat tempe
atau jamur Rhizopus sp. berfungsi untuk mengubah protein kompleks
kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang
mudah dicerna oleh manusia. Adapun oncom ada dua jenis, yaitu oncom merah dan
hitam. Oncom merah terbuat dari bahan dasar ampas tahu yang ditambah dengan
jamur Neurospora Crassa. Sementara itu, oncom hitam terbuat dari bungkil kacang
tanah yang menggunakan jamur Rhizopus Oligosporus.
3. Roti
Bahan dasar untuk membuat roti adalah tepung terigu. Adonan tepung terigu
difermentasikan dengan menambahkan ragi roti berupa yeast atau khmir
(Saccharomyces Cereviceae). Adonan yang telah diberi yeast akan mengembang
sehingga ukurannya menjadi lebih besar dari sebelumnya, teksturnya lembut dan
tidak padat.
4. Kecap
Kecap merupakan salah satu penyedap ras yang pada umumnya berupa cairan
hitam yang rasanya ada yang manis dan juga ada yang asin, kecap ini dibuat dari
bahan dasar kedelai, terutama kedelai hitam. Kecap memanfaatkan jamur Aspergillus
soyae dan Aspergilus wentii.
5. Taoco
Taoco berbentuk seperti pasta berwarna kekuningan dan rasanya agak asin.
Taoco dibuat dari bahas kedelai dengan memanfaatkan jamur Aspergillus oryzae.
Taoco digunakan sebagai penyedap rasa makanan.
6. Nata de coco
Nata de coco memiliki tekstur yang kenyal menyerupai gel dan berwarna putih
transparan. Nata de coco dibuar dari air kelapa. Untuk mengubah menjadi nata de
coco, air kelapa ditambah dengan mikrobia yaitu bakteri Acetobacter
xylinum. Mikrobia yang telah saya sebutkan di atas berguna untuk mengubah
gula yang terkandung pada air kelapa menjadi selulosa. Selain terbuat dari air
kelapa, ternyata nata juga ada yang terbuat dari sari nanas dan air kedelai.
Nata yang terbuat dari sari nanas disebut nata de pina. Adapun nata dari air
kedelai disebut naata de soya.
7. Sayuran fermentasi (acar)
Sayuran yang difermentasi akan menjadi acar. Cara mengubah sayuran
menjadi acar ini dapat digunakan berbagai jenis bakteri seperti Streptococcus
sp, Lactobacillus sp, dan Pediococcus sp. Mikrobia yang telah saya
sebutkan diatas memiliki kegunaan untuk mengubah gula dalam sayuran menjadi
asam asetat. Asam asetat yang terbentuk dapat membatasi pertumbuhan mikrobia
laian dan memberikan rasa yang khas pada sayuran fermentasi.
8. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol bermacam-macam, sebagai contoh minuman yang dapat dikategorikan sebagai minuman beralkohol antara lain anggur, rum, wine dan sake. Minuman-minuman tersebut merupakan minuman hasil fermentasi. Dalam pembuatannya, ada lebih dari satu mikroorganisme yang berperan.
9. Sufu (Keju kedelai)
Sufu terbauat dari dadiih (curd) atau gumpalan protein kedelai (tahu) yang dapat terbentuk dengan bantuan aktivitas jamur. Mikrobia yang berperan dalam pembuatan sufu yaitu Mucor sufu. Namun, Actinomucor elegans, Mucor salvaticus, M. hiemalis, dan M, subbstilissimus. Namun, jenis jamur yang paling baik dan ekonomis untuk membuat sufu adalah Actinomucor elegans.
8. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol bermacam-macam, sebagai contoh minuman yang dapat dikategorikan sebagai minuman beralkohol antara lain anggur, rum, wine dan sake. Minuman-minuman tersebut merupakan minuman hasil fermentasi. Dalam pembuatannya, ada lebih dari satu mikroorganisme yang berperan.
9. Sufu (Keju kedelai)
Sufu terbauat dari dadiih (curd) atau gumpalan protein kedelai (tahu) yang dapat terbentuk dengan bantuan aktivitas jamur. Mikrobia yang berperan dalam pembuatan sufu yaitu Mucor sufu. Namun, Actinomucor elegans, Mucor salvaticus, M. hiemalis, dan M, subbstilissimus. Namun, jenis jamur yang paling baik dan ekonomis untuk membuat sufu adalah Actinomucor elegans.
DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN BIOTEKNOLOGI
1. Dampak terhadap Lingkungan
Selain membawa keuntungan bagi manusia,
aplikasi bioteknologi ternyata menimbulkan akibat buruk oleh penerapan
teknologi tersebut. Contohnya, pembuatan tempe atau kecap dalam skala besar
dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Air limbah dan kulit kedelai dari
proses pembuatan tempe, apabila dibiarkan tergenang dalam waktu cukup lama,
limbah tersebut mengubah lingkungan menjadi tidak sehat. Jika air limbah itu
dibiarkan mengalir ke dalam kolam-kolam ikan atau ke lahan-lahan persawahan,
kehidupan ikan atau tanaman akan terganggu, bahkan bisa mati. Selain meracuni
organisme yang hidup di dalam air, limbah ini juga menimbulkan bau yang tidak
enak. Untuk itu maka perlu ditangani secara baik agar tidak mencemari
lingkungan.
2. Dampak Sosial
Produk minuman beralkohol seperti bir,
anggur, wiski, dan air tape terkadang juga menimbulkan dampak yang buruk
bagi lingkungan. Dampak tersebut berupa kebiasaan meminum minuman beralkohol
tersebut sehingga mabuk. Minuman beralkohol bila diminum dalam jumlah banyak
bersifat memabukkan dan menyebabkan kantuk karena menekan aktivitas otak.
Alkohol juga bersifat candu. Orang yang
sering minum alkohol dapat menjadi ketagihan dan sulit untuk meninggalkan
kebiasaan minum minuman beralkohol. Walaupun tidak beracun, alkohol dapat
menimbulkan angka kematian yang tinggi, misalnya pengemudi kendaraan yang dalam
keadaan mabuk menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Alkohol yang terdapat dalam minuman
beralkohol kadarnya bermacam-macam. Secara alami alkohol hasil fermentasi
kadarnya 12-15 % karena pada larutan yang berkadar sebesar ini ragi akan mati.
Tetapi melalui proses penyulingan dapat diperoleh alkohol sampai 95,5%.
USAHA MENGATASI DAMPAK PENERAPAN BIOTEKNOLOGI
Beberapa usaha yang dapat dilakukan
untuk mengurangi/mengatasi akibat buruk penggunaan bioteknologi antara lain:
1. Penanganan limbah tempe, yang secara
sederhana dapat dilakukan dengan cara:
a. Menampung dan menyaring
limbah/air limbah tempe ke dalam sebuah bak. Kemudian bak ditutup agar tidak
menimbulkan bau.
b. Kemudian, mengalirkan air
limbah yang sudah disaring ke bak pengumpul. Pada bak ini, air limbah yang
berasal dari beberapa kali proses pembuatan tempe akan bercampur secara merata
dan seragam.
c. Terakhir, mengalirkan air
limbah yang berasal dari bak penampung, ke bak kedap udara dan selanjutnya
diendapkan selama 20 hari. Di dalam bak kedap udara, benda-benda (polutan)
berat yang dapat membahayakan lingkungan diuraikan oleh mikroorganisme secara
alami sehingga menjadi tidak berbahaya.
2. Untuk minuman beralkohol
dikenai cukai atau pajak yang tinggi sehingga harganya mahal. Akibatnya tidak
sembarang orang dapat mengonsumsi. Selain itu juga secara rutin diadakan
penyitaan dan pemusnahan minum-minuman keras terutama yang berkadar alkohol
tinggi.
3. Di beberapa negara untuk
mengurangi kecelakaan, pengemudi mobil di tes kadar alkohol dalam
darahnya.
E. Kesimpulan
Bioteknologi adalah penggunaan makhluk hidup dan proses di dalamnya untuk
menghasilkan produk tertentu. Dalam bioteknologi memanfaatkan bakteri, ragi,
kapang, alga, sel tumbuhan atau jaringan. Penerapan bioteknologi memadukan
berbagai disiplin ilmu seperti mikrobiologi, biokimia, genetika, biologi
molekuler, kimia, rekayasa proses dan teknik kimia.
Biteknologi dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Biteknologi konvensional
2. Bioteknologi modern
Tidak ada komentar:
Posting Komentar