Kelangsungan Hidup Organisme
A. Identitas
· Nama :
Hendra Gunwan
· NPM :
15320011
· Prodi :
Pendidikan biologi
· Kelas :
A
· Mata
kuliah :
Telaah biologi
· Dosen
pengampau : Dr. Muhfahroyin M.Ta.
dan Agil Lepiyanto ,M.Pd
· Pertemuan-ke :
8 (delapan)
B. Pengantar
Assalamualaikum
wr,wb
Dengan mengucap syukur
alhamdullilah atas kehadirat allah subhanahu wat’ala yang telah memberikan
rahmat karunianya, kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan hasil
ringkasan materi Telaah Biologi Smp.
Penyusunan ringkasan materi
ini adalah sebagai bukti bahwa saya telah melaksanakan dan menyelesaikan tugas
ringkasan Materi Telaah Biologi Smp Pertemuan ke-8 dengan materiKelangsungan
Hidup Organisme .Saya menyadari bahawa penyusunan jurnal ini masih jauh
dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun dari
pembaca sangat saya harapkan.
Harapan saya semoga
penyusunan jurnal yang memuat pengetahuan yang didapat selama pertemuan ke-
matakuliah Telaah Biologi Smp.
Wassalamualaikum
Wr. Wb.
Penyusun,
C. Subtansi
Kajian
1. Adaptasi
2. Seleksi
Alam
3. Perkembangbiakan
D. Review
Pembelajaran
A. Pengertian
Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan
organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat hidupnya yang
memungkinkan tetap hidup dan berkembang biak di lingkungan alaminya. Adaptasi
pada makhluk hidup ada 3 macam yakni adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah
laku.
1. Adaptasi Morfologi
Adapatasi morfologi adalah suatu penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya berkaitan dengan bentuk dan struktur organ tubuh yang tampak dari luar dan mudah diamati, sehingga adaptasi tersebut paling mudah dikenal dan ditemukan.
Adapatasi morfologi adalah suatu penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya berkaitan dengan bentuk dan struktur organ tubuh yang tampak dari luar dan mudah diamati, sehingga adaptasi tersebut paling mudah dikenal dan ditemukan.
Contoh adaptasi morfologi
pada hewan
#1). Bentuk kaki atau cakar yang adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe perenang, pemanjat, petengger, pejalan, dan pencengkeram.
#1). Bentuk kaki atau cakar yang adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe perenang, pemanjat, petengger, pejalan, dan pencengkeram.
burung dengan tipe kaki
perenang yakni buung yang memiliki selaput diantara jari-jari kakinya,
contohnya: bebek/itik, mentok
burung dengan tipe kaki
pemanjat memiliki 2 jari ke depan dan 2 jari ke belakang, contohnya: burung
pelatuk, burung kutilang
burung bertipe kaki
petengger memiliki empat jari dan ukurannya kecil, contohnya: kaki burung
gelatik, burung pipit
burung dengan tipe kaki
pejalan memiliki kaki yang panjang dan tegak, contohnya: kaki ayam, burung unta
burung bertipe kaki
pencengkeram memiliki kaki pendek dan kekar serta berkuku runcing, contohnya :
burung elang, rajawali, dan burung hantu
#2). Bentuk paruh yang
adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe pemakan biji, pemakan daging,
pemakan ikan, dan pengisap madu.
burung tipe pemakan biji
memiliki paruh pendek dan kuat, contohnya : paruh burung pipit, burung
gereja, parkit/emprit, merpati/dara, manyar, peking, perkutut, deruk
burung tipe pemakan daging
memiliki paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya, contohnya: paruh
burung elang, burung hantu, gagak
burung tipe pemakan ikan
memiliki paruh burung berkantong,contohnya: paruh burung pelikan. Ada juga
burung tipe pemakan ikan, udang, cacing yang memiliki paruh panjang dan
runcing, contohnya : paruh burung pelikan, bangau, pecuk, flamingo, burung raja
udang/burung cucuk urang/paruh udang
burung tipe pengisap madu
memiliki memiliki paruh panjang dan runcing, contohnya : burung kolibri, burung
cucak kombo
#3). Berdasarkan jenis
makanannya atau cara serangga memperoleh makanannya, bentuk mulut serangga
dapat dibedakan menjadi mulut 5 tipe yakni tipe mulut serangga penggigit,
penusuk dan penghisap, penghisap, penjilat, dan penyerap.
2. Adaptasi Fisiologi
Adapatasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi fisiologi alat-alat atau organ-organ tubuh terhadap lingkungannya.
Adapatasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi fisiologi alat-alat atau organ-organ tubuh terhadap lingkungannya.
Contoh adaptasi fisiologi
pada hewan
hewan ruminansia, misalnya
sapi, kambing, kerbau. Makanan hewan tersebut adalah rumput-rumputan, di dalam
saluran pencernaannya terdapat enzim selulase, enzim ini berfungsi untuk
mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase
maka makanan menjadi lebih mudah dicerna.
kucing, apabila hewan ini
berteduh kadar metabolisme badan kucing tersebut akan direndahkan supaya kadar
kehilangan air di dalam badan berkurang.
musang juga beradaptasi
dengan cara menyemburkan cairan untuk mengelakkan dirinya daripada musuh.
Kelenjar bau yang dimiliki oleh musang tersebut membuat musuh tidak kuat dan
pergi karena baunya
ikan yang hidup di laut
lebih sedikit mengeluarkan urin dibandingkan dengan ikan yang hidup di air
tawar. Air laut lebih banyak mengandung garam. Kadar garam yang tinggi juga
menyebabkan cairan tubuh keluar terus menerus. Garam juga masuk ke dalam tubuh
dan harus dikeluarkan. Untuk menyesuaikan diri, ikan banyak meminum air laut
dan sedikit mengeluarkan urin. Ikan yang hidup di air tawar, sedikit minum air
dan banyak mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk
mengikat garam yang terlarut dalam air supaya ikan tidak kelebihan air atau
kembung.
Hewan onta yang punya
kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang
pasir dalam jangka waktu yang lama.
3. Adaptasi Tingkah
Laku
Adaptasi tingkah laku adalah cara penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya melalui tingkah laku.
Adaptasi tingkah laku adalah cara penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya melalui tingkah laku.
Contoh adaptasi tingkah laku
pada hewan
Sebenarnya adaptasi tingkah laku pada hewan banyak contohnya, namun di bawah ini hanya 10 contoh adaptasi tingkah laku pada hewan :
Sebenarnya adaptasi tingkah laku pada hewan banyak contohnya, namun di bawah ini hanya 10 contoh adaptasi tingkah laku pada hewan :
kerbau berkubang di lumpur.
Dengan berkubang di lumpur maka tubuh kerbau akan tertutup oleh lumpur sehingga
mengurangi rasa panas dari sengatan terik matahari.
gajah menyemprotkan dengan
belalainya ke seluruh tubuh dengan tujuan mengurangi panas matahari
ikan paus yang muncul ke
permukaan air untuk menghirup oksigen sambil memancarkan air yang meruapakan
uap air jenuh. Hal ini dilakukan oleh ikan paus sekitar setiap 30 menit sekali.
bunglon mengubah warna
kulitnya menyerupai tempat yang dihinggapi ( mimikri )
cecak memutuskan ekornya
untuk mengelabui musuhnya ( autotomi )
semut selalu mendekatkan
kepalanya ke kepala semut lainnya apabila berpapasan. Hal ini dilakukan oleh
semut untuk mengenali atau berkomunikasi
ayam jantan berkokok di pagi
hari sebagai petanda hari sudah pagi
cumi-cumi mengeluarkan tinta
hitam saat ada bahaya yang mengancamnya
ikan buntal mengembangkan
badannya ketika merasa terancam oleh musuh
trenggiling akan
menggulungkan tubuhnya seperti bola jika terancam
B. Seleksi Alam
Dalam kehidupan sehari-hari,
seleksi berarti pemilihan, dan alam berarti segala sesuatu yang ada di sekitar
makhluk hidup. Jadi, seleksi alam adalah pemilihan makhluk hidup yang dapat
hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang dilakukan oleh lingkungan sekitar
dan terjadi secara alamiah. Bisa juga diartikan sebagai musnahnya beberapa
makhluk hidup karena tidak dapat menyesuaikan diri.
1. Faktor penyeleksi alam
Seleksi alam ditentukan oleh
beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a. Suhu lingkungan
Di
daerah dingin dijumpai hewan-hewan mamalia yang berbulu tebal, sedangkan di
daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal ini, yang menjadi
faktor penyeleksi adalah suhu lingkungan. Karena hewan mamalia yang berbulu
tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu
sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan punah. Beruang
kutub berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang
kutub juga mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk
menghangatkan tubuhnya.
menghangatkan tubuhnya.
b. Makanan
Setiap
makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan adalah kebutuhan primer makhluk
hidup. Makanan akan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan.
Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan makanannya akan dapat berlangsung
hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak mampu bersaing dalam perebutan
makanan akan tereliminasi dan punah.
c. Cahaya matahari
Faktor
matahari berhubungan dengan penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang
berklorofil. Karena tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk pembentukan
makanan.
2. Kepunahan makhluk hidup
Berdasarkan
temuan fosil-fosil, dapat diketahui bahwa banyak jenis makhluk hidup yang hidup
pada jaman dahulu tidak ditemukan lagi sekarang. Tetapi ada juga yang masih
hidup sampai sekarang yaitu capung. Capung adalah hewan yang hidup pada jaman
karbon sampai sekarang. Hewan lain yang hampir mirip dengan hewan yang telah
punah adalah kadal dan komodo. Ketiga hewan tersebut adalah hewan yangtergolong
dalam fosil hidup.
Dinosaurus merupakan contoh
hewan yang telah punah. Para ilmuan berpendapat bahwa yang menyebabkan
kepunahan hewan ini adalah perubahan iklim. Iklim yang terganggu akan
menyebabkan kematian banyak jenis tumbuhan sehingga dinosaurus herbivor tidak
bisa mendapatkan makanan. Sedangkan Dinosaurus karnivor dapat bertahan hidup
untuk sementara. Tetapi dengan berjalannya waktu, hewan karnivorpun mati.
Saat ini, tingkah laku
manusia banyak mempengaruhi proses seleksi alam. Perburuan liar, penangkapan,
perusakan habitat, pencemaran lingkungan dapat mempercepat laju seleksi yang
tidak alami. Akibat rusaknya habitat, banyak hewan liar yang harus bermigrasi
ke daerah yang kurang sesuai dengan lingkungan alaminya. Mereka harus berjalan
berkilo-kilometer untuk memperoleh makanan yang cukup.
Di Indonesia, terdapat
banyak tumbuhan dan hewan yang hampir punah. Contohnya adalah harimau jawa,
badak bercula satu, badak bercula dua, dan burung jalak bali. Hewan yang hampir
punah tersebut disebabkan karena kerusakan habitat oleh manusia, perburuan
liar, kemampuan adaptasinya rendah, serta tingkat reproduksi yang rendah.
C. Perkembangbiakan
Makhluk Hidup
Perkembangbiakan
makhluk hidup dapat dipergunakan untuk melangsungkan kehidupan. Karena bila
tanpa perkembangbiakan, maka makhluk hidup akan punah. Misalkan pada suatu
perkebunan terdapat populasi belalang yang terkena radiasi, sehingga belalang
jantan menjadi mandul dan tidak dapat melakukan perkawinan dengan belalang
betina. Ketidakmampuan belalang untuk berkembang biak akan menyebabkan belalang
di perkebunan tersebut punah. Jadi, belalang tersebut tidak dapat menjaga
kelestarian jenisnya karena tidak mampu berkembang biak.
Makhluk hidup ada yang
mempunyai daya berkembang biak tinggi dan rendah. Makhluk hidup yang mempunyai
daya berkembang biak tinggi akan mudah menjaga kelestarian hidupnya. Misalnya
tikus, kucing, ilalang, dan enceng gondok.
Makhluk hidup yang mempunyai
daya berkembang biak rendah sangat sulit menjaga kelangsungan dan kelestarian
jenisnya. Misalnya gajah, hanya beranak sekali dalam dua tahun dan setiap kali
beranak hanya seekor. Demikian pula badak, komodo, kancil, burung merak,
jerapah, harimau, dan ikan paus biru yang hanya menghasilkan dua anak dalam
waktu 10 tahun. Hewan yang memiliki daya berkembang biak rendah merupakan
hewan-hewan yang terancam kelestariannya.
Selain hewan, tumbuhan juga
dilindungi oleh negara karena kelangkaan dan daya berkembang biaknya
rendah. Misalnya tumbuhan yang dilindungi oleh negara adalah bunga
bangkai (Refflesia Arnoldi), anggrek bulan Ambon, kemang, kepuh, kayu ulin
Kalimantan, kemenyan, dan gaharu dilindungi oleh negara.
E. Kesimpulan
Adaptasi adalah kemampuan
organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat hidupnya yang
memungkinkan tetap hidup dan berkembang biak di lingkungan alaminya. Ada
tiga cara makhluk hidup melakukan adaptasi, yaitu adaptasi fisiologi,
adaptasi tingkah laku, dan bentuk tubuh yang adaptif.
seleksi alam adalah
pemilihan makhluk hidup yang dapat hidup terus dan tidak dapat hidup terus yang
dilakukan oleh lingkungan sekitar dan terjadi secara alamiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar